AIR TERJUN MADU DAN UMAR MAYA LOMBOK

Keberadaan ke dua air terjun ini berlokasi pada satu pintu gerbang yang sama atau satu pintu masuk menuju lokasi air terjun “Madu” dan air terjun “Umar Maya” berada di desa Bilok Petung kecamatan Sembalun yang merupakan sisi utara dari kecamatan Sembalun dengan kontur tanah pada elevasi ter-rendah dari semua desa yang berada di kecamatan Sembalun setelah desa Sajang.

Sebelumnya Bilok Petung adalah wilayah Kadus desa Sajang namun setelah terjadi pemekaran dusun Bilok Petung menjadi desa tersendiri di kecamatan Sembalun. Kedua lokasi air terjun ini berada di desa Bilok Petung yang merupakan rentetan dari air terjun yang berasal dari luapan danau Segara Anak yang berada pada ketinggian 2.000 mdpl pada kawah gunung Rinjani.

Akses terdekat dari kota Mataram menuju ke dua lokasi air terjun ini dengan berkendara mengambil jalur utara atau melalui kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara  yaitu : Kecamatan Gunung Sari, kecamatan Pemenang, kecamatan Tanjung, kecamatan Gangga, kecamatan Kayangan dan kecamatan Bayan yang berbatasan langsung dengan desa Bilok Petung, saya perkirakan tepat 100 km dari kota Mataram hingga di sebuah pertigaan di desa Bilok Petung.

Berbelok ke arah kanan dengan kondisi jalan yang sama menuju sebuah lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air ( PLTA ) sejauh 2 km masuk dari jalan utama yang sudah beroperasi sejak awal tahun 1900an yang memanfaatkan luncuran air terjun Mayung Putek sebagai pemutar kincir Air yang dihubungkan ke mesin kumparan pembangkit listrik kemudian luncuran yang selanjutnya air terjun Madu dan air terjun Umar Maya yang tidak terlalu jauh antara satu dengan yang lainnya.

Letak kedua air terjun Madu dan Umar maya di bawah rentetan Mayung Putek sering diganggu oleh kegiatan moralisasi kegiatan PLTA yang mengakibatkan kedua air terjun ini diairi endapan lumpur hingga mengakibatkan di lokasi kedua air terjun ini Madu dan Umar Maya menjadi keruh dan tidak bisa digunakan mandi oleh para pengunjung hingga hingga saat itu membuat para pengunjung menjadi kecewa bahkan ada beberapa pengunjung yang kesal.

pengunjung merusak dengan merobek tanda pengarah air terjun ( ke kiri Madu dan ke kanan Umar Maya ) yang berbahan finil yang berada di pinggir sungai, karena mereka kesal sudah jauh-jauh datang dengan membawa celana ganti dan berjalan ke lokasi dari tempat parkir menyusuri jalan setapak turun ke sungai dan menyusuri sungai namun tidak bisa mandi apalagi sudah membayar parkir Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 15.000 untuk kendaraan roda 4 selain itu dikenakan biaya masuk Rp 2.000 untuk setiap pengunjung.

Air terjun Umar Maya di desa Bilok Petung

Bila dibanding dengan air terjun lainnya yang berada di pulau Lombok kedua air terjun ini tidaklah terlalu saya unggul-kan terkecuali Umar Maya yang nampak sedikit unik dari yang biasa karena memiliki genangan yang luas di bawah luncuran yang tidak terlalu tinggi hanya sekitar 6 meter saja dan bagi pengunjung yang suka mengadu adrenaline bisa loncat ke dalam genangan dari atas bibir luncuran air terjun Umar Maya tapi ada hal lain yang menarik setelah mengunjungi lokasi ini yaitu anda bisa mengunjungi Sembalun untuk melihat gunung Rinjani dari jarak yang lebih dekat dan bisa merasakan pesona alam Sembalun.

Dengan berbagai keindahannya yang bisa anda nikmati dari atas bukit yang mengelilinginya dengan pemandangan ladang persawahan yang subur dengan petak-petak sawah yang terlihat bagaikan karpet berjejer dengan warna hijau, kuning dan coklat selain itu anda bisa mengunjungi lahan perkebunan stroubery dan apel dengan biaya masuk Rp 15.000/orang dan bisa makan di tempat dengan memetik-nya sendiri, jangan khawatir jika anda kecewa di air terjun gara-gara ada normalisasi di PLTA masih banyak yang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *