AIR TERJUN MANGKU SAKTI SEMBALUN LOMBOK TIMUR

Air terjun Mangku Sakti akhir akhir ini sudah tidak asing bagi traveler, tidak terkecuali dikalangan wisatawan domestik bahkan seperti wisatawan dari malaysia dan Singapura pun sudah banyak yang mengetahui nya, air terjun ini berlokasi di desa Sajang, kecamatan Sembalun, kabupaten Lombok Timur, air terjun Mangku Sakti baru-baru saja populer untuk dikunjungi di kalangan muda masyarakat Lombok karena sebelumnya hanya diketahui lokasinya oleh masyarakat setempat, dari jalan aspal berlokasi sangat jauh kira-kira kita berjalan lebih dari 1 jam untuk mencapai lokasi, saat pertama kali saya pergi mengunjungi belum ada akses jalan hanya baru menyerupai jalan bekas pijakan kaki dan melintasi be-batuan besar-besar kira-kira 300 m2, saat itu kebetulan sedang gerimis menyebabkan permukaan batu menjadi licin dan sempat jatuh terpeleset karena permukaan batu dibasahi rintikan air hujan dengan diantar oleh seorang teman yang kebetulan dia sekarang tinggal dan berkebun di desa Sajang.

Saat berjumpa dengan teman saya, sebelum diantar menuju air terjun, terlebih dulu saya mengobrol sambil menikmati hidangan kopi hasil dari tanaman kebun di sekitar yang ditanam sendiri oleh pak Garti ( teman saya ) ngopi-ngopi sambil saling menanyakan kabar selama kita tidak pernah jumpa, karena kira-kira setahun yang lalu sebelumnya saya pernah mencarinya tapi saat itu dia pergi merantau ke Sumatra, katanya kerja di perkebunan kelapa sawit, tidak lama kemudian dia menawarkan saya untuk mengunjungi air terjun yang lumayan jauh kira-kira perjalanan akan lebih satu jam dengan menerobos perkebunan dan hutan, tawaran ini tentu sangat menarik bagi saya karena sangat bersangkutan dengan profesi saya sebagai pelaku pariwisata.

Tidak lama kemudian kami berkemas-kemas dan saya lihat “teman itu menyematkan sebilah golok tajam di pinggang, spontan saya tanyakan untuk apa mesti membawa golok ? Dia cuma bilang siapa tau dalam perjalanan kita ketemu anak kancil nanti, wah dalam hati saya berkata ini pasti perjalanan yang sangat menarik tapi seketika itu juga saya berfikir bagaimana kalau kita tidak menemukan kancil atau anak rusa dan malah ketemu dengan ular viton, wow yang pasti sangat mengerikan maklumlah karena saya memang fobia dengan ular.

Teman ku Pak Garti atau Amaq Feby bersama anaknya Dani

Dalam perjalanan menuju air terjun dengan melintasi perkebunan kopi, cengkeh, nangka, kelapa dan lain-lain kemudian melintasi hutan yang terdiri dari pohon-pohon kayu yang kurang begitu saya kenal namanya dan sesekali teman saya itu menghunus golok-nya untuk memotong ranting-ranting kayu yang menghalangi jalan setapak yang kita lalui dan nyatanya memang menyerupai bekas pijakan kaki tapi yang tidak terlalu sering diinjak oleh orang yang berlalu-lalang di sini, yang pasti selain melintasi semak medan jalan yang begitu susah dengan kemiringan kira-kira dengan sudut 20 derajat ( sangat melelahkan ) yang pasti kami bawa air untuk minum.

Kira-kira setelah kami keluar dari rimbunan pohon kayu dan menemukan medan yang terdiri dari semak ilalang dari sini lokasi air terjun sudah dekat dan dari kejauhan sudah terdengar suara gemuruh aliran air yang mengalir dari celah-celah be-batuan, dan saat itu saya tanyakan nama air terjun ini, teman saya bilang namanya “Montong Kaliaga”  Montong itu artinya gundu-kan dan Kaliaga itu nama pohon kayu yang banyak di sekitar air terjun itu dan teman saya bilang baru sebulan ini rombongan bapak bupati Lombok Timur sudah berkunjung ke lokasi air terjun dan wacana-nya air terjun ini akan segera dibuatkan akses jalan dan akan dipromosikan menjadi tujuan objek wisata air terjun.

Mangku Kodek tidak terlalu jauh dari Mangku Sakti kira-kira hanya berjarak 300 meter saja

Dalam perjalanan ini kami tidak menemukan anak rusa atau pun ular viton yang pasti sangat melelahkan, penuh keringat dan sudah dibayar dengan melihat air terjun Montong Kaliaga yang tampilan-nya sedikit beda dengan yang biasa saya lihat pada umumnya yang biasanya airnya bening namun Montong Kaliaga warna airnya cenderung keputihan seperti air yang biasa kita lihat keluar dari celah-celah batu di daerah pegunungan, sumber air terjun ini merupakan air limpahan dari kawah danau Segara Anak yang merupakan terusan menuju aliran kali Kokok Putek, sempat saya tanyakan bagaimana kalau kita mandi di luncuran air terjun ini teman saya bilang ya boleh-boleh saja asal jangan mandi disaat hujan lagi deras katanya, karena nanti dari sumber atas air terjun yang paling atas sering ada material batu yang ikut hanyut terbawa arus air, ya Tuhan bayangkan sendiri apa yang akan terjadi dengan kepala.

Pada Jalur utama anda akan disuguhkan dengan padang savana yang hijau dengan tumbuhan ilalang

Setelah kira-kira setahun kemudian beberapa kali saya melintas di desa Sajang dan untuk yang terakhir kalinya ada tanda di gerbang jalan masuk yang menyerupai jalan tanah namun bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 di situ tertulis Air terjun MANGKU SAKTI dengan berbahan finil beserta gambar air terjunnya barulah saya yakin bahwa yang dimaksudkan itu adalah air terjun Montong Kaliaga yang sekarang sudah digantikan namanya menjadi Mangku Sakti, maka dari itu saya benar-benar merasa ingin tau jalur yang sebenarnya menuju air terjun itu dengan mengajak teman yang sama untuk kita sama-sama ingin mencoba jalur yang baru dan menurut keterangan teman saya itu sekarang akses ke air terjun sudah terorganize, untuk menuju lokasi pengunjung akan dikenakan biaya masuk dan biaya parkir.

Setelah bersiap siap untuk melakukan kunjungan yang ke 2 kalinya terlebih dahulu kami belanja beli air minum kemasan botol yang harganya sama dengan kita beli di kota Mataram karena teman saya itu bilang dia terakhir-kalinya ke air terjun itu ketika kita pergi samaan dulu katanya jadi dia-pun kelihatan antusias ingin menelusuri jalur utama menuju air terjun Mangku Sakti, selanjutnya kami menuju ke sebuah rumah yang menyerupai tempat orang melakukan registrasi dan informasi, namun sayang jawaban yang kami dapatkan tidak memuaskan karena yang berada di rumah tersebut sekelompok ibu-ibu yang lagi Ngobrol di teras dan hanya bilang datang saja langsung kesana sekarang mereka sedang berada di lokasi sedang memperbaiki jalan menuju air terjun.

Jalur ke Air Terjun Mangku Sakti tidak bersahabat

Tanpa banyak pikir kami-pun langsung tancap gas menyusuri jalan tanah yang sebagian berbatu kira – kira jalur ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan jenis sedan  tapi kalau untuk jenis Avanza atau Xenia masih bisa hingga 1,5 km dalam perjalanan masuk kira – kira 1 km ke arah air terjun kami melihat bangunan penduduk sebagian besar ber-arsitektur rumah di Bali dan ada tempat – tempat menaruh se saji di depan halaman rumah yang artinya dusun ini pemeluk agama hindu, setelah itu sudah menyerupai jalan tanah yang licin dan sedikit bergelombang tapi pemandangan kiri dan kanan benar-benar membuat siapapun akan terpesona, di sini saya pun terus memaksa supaya bisa sampai ke lokasi namun di tengah perjalanan bertemu dengan orang yang sedang memperbaiki jalan itu dan mereka menyarankan saya untuk ganti sepeda motor katanya sayang pak motornya bagus tidak cocok dengan medan ini katanya.

Ojek motor ke air terjun Mangku Sakti

Akhirnya saya parkir motor di rumah gubuk dan menggantinya dengan motor sewaan yang siap rusak atau siap jatuh karena kondisi motor itu sekedar hidup dan budinya sudah sering jatuh juga dilihat dari tampilan-nya, kami-pun melanjutkan perjalanan menyusuri jalan be-lumpur, be-batuan, bergelombang dan banyak lubang yang pasti harus ekstra hati-hati dan sesekali waktu mesin motor bisa mati karena tidak kuat menanding medan yang kita lalui hingga kami sampai di tempat parkir di sana sudah tersedia pos tempat persinggahan dan berjumpa dengan beberapa orang pengunjung sedang berbaring dengan tampak raut wajah kelelahan, dari tempat parkir motor kita masih harus berjalan kaki lagi kira-kira 15 menit untuk menuju air terjun dengan melintasi jalan setapak yang sedikit curam dan licin karena air mengalir dari rem-besan dinding tanah yang kita lalui, kira-kira setelah 10 menit perjalanan kita sudah bisa keluar dari rimbunan pepohonan dan disambut oleh pemandangan padang ilalang yang kemudian tidak jauh dari bibir sungai.

Air terjun Mangkun Sakti

Begitu tiba di lokasi nampak air-terjun Mangku Sakti dan untuk mendekat kearah sana kami harus menyusuri pinggiran sungai yang berbatu besar-besar yang pasti keindahan tempat ini tidak hanya terletak pada air terjunnya saja, pengunjung juga akan disuguhkan oleh pemandangan di sekitar air terjun Mangku Sakti. Lagi-lagi saya harus bertanya mengenai perihal pergantian nama yang sebelumnya hingga menjadi air terjun Mangku Sakti, sederhana saja alasannya karena di sekitar air terjun ada sekelompok keluarga Mangku yang dianggap berpengaruh di tempat tersebut, Mangku dalam bahasa setempat bisa diartikan setara dengan ketua adat atau kepala suku yang memang mempunyai warisan turun temurun untuk menjadi mangku di tempat itu, dan sakti maksudnya adalah yang memiliki ilmu kanuragan atau ilmu yang bisa menghalau kekuatan gaib.

Sekembali kami menuju tempat parkir kami sempat berbincang – bincang dengan pengelola bahwa saat ini pengelola sedang mengusahakan 20 ekor kuda sebagai alat transportasi menuju pos 2 untuk pendakian gunung Rinjani karena dari sini juga merupakan gerbang pendakian ke gunung Rinjani, namun dengan transport kuda ini hanya bisa mengantar hingga pos 3 termasuk juga sebagian kuda tersebut akan dioperasikan untuk pengunjung yang hendak pergi ke air terjun Mangku Sakti, bahkan baru-baru ini Mangku Sakti pernah dikunjungi selebritis ratu kecantikan miss universe 2006 berdarah jerman yang baru saja disunting oleh sesama artis sinetron yaitu Dimas Anggara. Nadine Candrawinata seorang wanita yang berpostur tinggi tentunya cantik yang sangat gemar traveling ala adventure untuk keperluan pengambilan gambar.

Post di lahan tempat lokasi parkir sekalian tempat beristirahat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *