AKSES MENUJU 3 GILI, TRAWANGAN, MENO DAN AIR

Akses untuk menuju ke tiga Gili ( Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air ) yang paling utama adalah melalui pelabuhan Bangsal  yang pada saat-saat tertentu pelabuhan Bangsal ditutup, seiring dengan ditutupnya pelabuhan Lembar atau pelabuhan lainnya di Indonesia, dengan fenomena tahunan  banyak truk – truk antri di berbagai pelabuhan di tanah air karena alasan cuaca buruk.

Begitu pula yang terjadi pada pelabuhan Bangsal banyak perahu – perahu penyeberangan yang parkir di pelabuhan Bangsal harus diungsikan karena sifat dari ombak ini terlihat tenang di permukaan namun di kedalaman arus air laut sangat kencang orang-orang setempat (orang Bangsal) menyebutnya ”Ombak Sorong”  Sorong artinya “Dorong, diambil dari karakter sifat ombak ini yang mendorong boat-boat mereka yang parkir hingga ter hempas oleh ombak musiman ini.

Tidak seperti ombak yang pada umumnya terlihat bergelombang namun boat tetap dioperasikan,  pada saat Ombak Sorong nyaris kelihatan ombak tidak terlalu besar namun di kedalaman arus sangat kencang sehingga keadaan di pantai “ombak ini, bisa membanting boat hingga setinggi 2 meter, momen-momen seperti ini hanya berlangsung beberapa hari saja kisaran 3 sampai 5 hari pelabuhan Bangsal akan dialihkan ke pantai Sira yang tidak jauh beberapa Km di sebelah nya yang masih terlihat dari pelabuhan Bangsal.

Petunjuk arah pelabuhan sementara “Umbak Belek”

Pelabuhan sementara ini-pun lebih dikenal namanya menyesuaikan keadaan yaitu pantai “Umbak Belek” Umbak artinya ombak, Belek artinya besar ( bahasa Sasak ) jadi maksudnya pantai ombak besar, karena pantai ini sering digunakan di kala ombak tinggi atau ombak Sorong terjadi tadi, bisa dibilang wajib setiap tahun ( pada bulan Februari ), lokasi ini hanya 2 km ke arah utara pelabuhan Bangsal.

Akses menuju pelabuhan darurat pantai Ombak belek yang berlokasi di kawasan panatai Sira harus melintasi hektar an kebun kelapa yang di bawahnya ditanami umbi-umbian seperti singkong, ubi jalar, kacang tanah yang saat itu harus rusak tergilas oleh roda-roda kendaraan mobil-mobil travel yang mengantar wisatawan menyeberang ke 3 Gili. Saat situasi seperti ini penumpang yang kapasitas 60 orang harus diisi setengahnya yaitu menjadi 30 penumpang agar boat atau perahu penyeberangan mudah untuk dikendalikan.

Bus DAMRI yang beroperasi di bandara Internasioanal Lombok

Setiap penumpang diharuskan menggunakan jaket pelampung untuk menjaga kemungkinan terjadi hal yang tidak terduga. Harga tiket  menjadi 2 kali lipat Rp 30.000 / orang yang tujuan ke Gili Trawangan, Rp 28.000 / orang untuk tujuan Gili Meno dan Rp 24.000 / orang untuk tujuan ke Gili Air, begitu juga konter tiketing yang di Bangsal akan di pindah sementara waktu ke pelabuhan sementara “Ombak belek.” Dengan kondisi pelayanan darurat.

Dengan bangku biasa dan beratapkan daun kelapa para petugas melayani setiap orang yang ingin menyeberang ke 3 Gili, tentu hal ini sedikit membuat senang para pemilik perahu penyeberangan karena ada penambahan jadwal pemberangkatan selama musim “Ombak Sorong, begitu pula dengan para tukang ojek akan kebagian peluang untuk mendapatkan angkutan penumpang dari pelabuhan Bangsal menuju pantai Sira karena banyak para karyawan yang bekerja di 3 Gili menitipkan sepeda motor di tempat penitipan motor di Bangsal.

Setiba di bandara internasional Lombok atau BIL anda bisa menggunakan taksi ongkos bisa dilihat di argo dengan biaya kira-kira kurang dari Rp 250.000 (perjalanan 2 jam) anda tidak bisa menggunakan aplikasi Grab di bandara Lombok karena angkutan online ini dianggap tidak punya izin dan dianggap merusak harga, sering terjadi compline dan kericuhan di bandara hingga pengguna taksi online sering diusir oleh travel yang punya izin.

Bisa menggunakan mobil pribadi tapi biaya pastinya lebih mahal atau mobil travel jemputan dengan guide, tergantung pilihan dan kebutuhan anda, bisa juga menggunakan mobil shuttle Damri dari bandara ke Mataram atau ke Senggigi dengan biaya sangat murah hal ini cocok buat para backpacker, tarif ke Mataram hanya Rp 25.000 / orang dan untuk tujuan Senggigi Rp 30.000 / orang, tempat membeli tiket-nya silahkan datangi konter DAMRI di pintu keluar bandara.

Ada juga transport umum dari bandara tapi ini akan sangat menyita waktu yang pastinya lebih murah dan harus berhenti di terminal seketeng Praya setelah itu dilanjutkan menuju terminal bus stasiun Mandalika di Bertais 7 km dari kota Mataram dari sini anda harus naik bus yang jurusan Tanjung, turun di perempatan Pemenang, lalu naik cidomo ke Bangsal, setiba di Bangsal langsung menuju loket tempat memesan tiket di kantor koperasi Karya Bahari yang pasti anda akan kehilangan banyak waktu karena serba menunggu.

Setiap kendaraan yang datang harus masuk ke area terminal, perhatikan tanda panah yang di gambar, dilarang lolos kecuali untuk tujuan penjemputan penumpang yang sudah pasti

Untuk yang datang dengan menggunakan mobil atau bus pariwisata semua kendaraan harus masuk ke areal terminal bus Bangsal, kecuali Cidomo bisa langsung masuk ke pelabuhan penyeberangan, dari terminal Bangsal ke pelabuhan hanya berjarak kira-kira 200 meter, semua kendaraan harus turun di terminal dengan maksud supaya Cidomo ada harapan bisa dapat penumpang karena ini merupakan kebijakan pemda setempat agar bisa bagi-bagi rejeki tapi anda tidak dipaksakan harus naik Cidomo bila anda ingin jalan menuju pelabuhan Bangsal itu tidak jadi masalah, ongkos Cidomo atau andong ( kalau di jawa ) untuk 3 orang penumpang ongkosnya Rp 30.000 dan setiap periode harga juga bisa berubah mengikuti inflasi.

Ketika anda hendak ingin menyeberang anda bisa membeli tiket di loket koperasi Karya Bahari seharga Rp 15.000 / orang untuk menyeberang ke Gili Trawangan dengan lama penyeberangan sekitar 30 menit kadang bisa lebih juga bisa kurang, karena setiap boat memiliki kapasitas mesin yang berbeda-beda dari 40PK sampai 115PK boat yang menuju ke Gili Trawangan lebih besar ketimbang boat yang menuju Gili lainnya dan kapasitas maksimal dibatasi 60 orang penumpang tapi selalu ada tambahan penumpang karena ada penumpang yang malas beli tiket, kemungkinan ini jadi tambahan buat yang mengambil tiket dan captain boat, pernah juga tertib harus menggunakan tiket tapi tak lama kembali lagi aturan ilegal ini.

Tempat membeli tiket penyeberangan ke tiga Gili di bangunan dengan genting berwarna biru.

Harga tiket Rp 14.000 / orang untuk penyeberangan ke Gili Meno berdurasi kira-kira 25 menit dan harga tiket Rp 12.000 / orang untuk penyeberangan ke Gili Air berdurasi kira-kira 20 menit bila anda rombongan kurang dari 15 orang bisa juga menyeberang dengan charter boat Rp 375.000 ke Gili Trawangan, Rp 350.000 ke Gili Meno dan Rp 280.000 ke Gili Air. Setelah membeli tiket publik boat anda bisa langsung ke pantai atau ke ruang tunggu untuk menunggu pengumuman kapan boat dinyatakan penuh sementara bagi boat charter akan langsung diumumkan untuk berangkat.

Setiap boat dipatok 60 orang penumpang barulah boat dinyatakan penuh, tapi sekarang patokan bisa lebih karena kapasitas boat bisa sampai ratusan penumpang karena boat saat ini semakin besar, kemudian bersiap siap di pinggir pantai naik ke dalam boat. Sebelum naik perlu untuk mengenali warna tiket yang anda pegang karena dalam satu kali pemberangkatan dalam satu perahu harus dengan warna tiket yang sama. Boat-boat yang beroperasi ke tiga Gili diberi warna karakter berbeda-beda supaya penumpang lebih mengenali boat yang akan ditumpanginya atau jangan sampai  salah naik boat, yang tujuan ke Gili Trawangan boat diberi warna cat merah putih, yang beroperasi ke Gili Meno diberi warna cat merah kuning dan warna cat biru putih untuk boat yang beroperasi ke Gili Air.

Para calon penumpang yang sedang menunggu boat penuh sambil menunggu barang-barang jualan yang akan mereka bawa ke 3 Gili

Di pelabuhan ini mungkin pelayanan agak kurang terkordinasi dengan baik entah ada apa dibalik sistem atau prosedur karna ketika boat sudah dinyatakan penuh barulah para porter bergegas menaikkan barang-barang para pedagang yang berjualan di Gili, artinya begitu diumumkan melalui pengeras suara bahwa boat sudah penuh untuk warna tiket tertentu.

Namun harus nunggu lagi para porter menaikkan barang ke atas boat dan setelah naik-pun para penumpang sulit untuk memijak-kan kaki karena di atas boat terlalu banyak barang-barang jenis lauk-pauk dan sembako untuk komoditi yang akan dijual di Gili sehingga para penumpang harus menginjak tempat duduk dengan kaki dalam keadaan basah dan berpasir yang membuat tempat duduk menjadi kotor karena kondisi basah dan banyak pasir bekas pijakan kaki-kaki para penumpang itu sendiri, kondisi ini memang sangat tidak nyaman ( keadaan yang saya jabarkan sekarang sudah berubah menjadi tertib tidak pakai nunggu dan lebih baik bahkan saat di dalam boat penumpang dilarang merokok dan boat yang beroperasi banyak yang diganti menjadi semakin besar )

Pelabuhan publik boat di gili Trawangan

Selain itu ada alternatif lain bagi yang hendak menyeberang ke Gili, saat ini ada fast boat ( kapal cepat ) yang dioperasikan untuk pilihan bagi yang ingin menyeberang lebih cepat dan kaki tidak mesti basah nyentuh air seperti halnya bila menggunakan publik boat, ada dermaga atau jetty sebelah timur dermaga dengan membayar tiket seharga Rp 85.000 / orang dan bisa membeli tiket di tempat yang sama yaitu di loket koperasi “Karya Bahari, fast boat ini mempunyai jadwal 7 kali penyeberangan dalam satu hari beroperasi dari jam 09:00 pagi – 05:00 sore rute (Bangsal – Gili Trawangan ) adapun jadwal pemberangkatan yang sudah di tetapkan pemberangkatan dari Bangsal jam 09:00 am, jam 10:30 am, jam 11:30 am, jam 01:00 pm jam 02:30 pm, jam 03:30 pm dan 04.30 pm kemudian fast boat yang menyeberang dari Gili Trawangan ke Bangsal berangkat jam 09:30 am, jam 11:00 am, jam 12:00 pm, jam 01:30 pm, jam 03:00 pm, jam 04:00 pm dan  jam 05:00 pm dan setiap pemberangkatan menyinggahi Gili Air dan Gili Meno untuk menurunkan penumpang dan juga menaikkan penumpang.

Dermaga Utama speed boat di gili Trawangan

Akses lain untuk ke 3 Gili bisa melalui pelabuhan speed boad yang dioperasikan melalui pelabuhan Telok Kodek atau Teluk Nara kira-kira 5 km dari pelabuhan Bangsal ke arah barat dengan biaya Rp 500.000, maksimal 5 orang penumpang tapi untuk speed boat yang berukuran besar bisa juga menampung hingga 12 orang penumpang dan makan waktu sekitar 10 menit sampai 12 menit untuk menyeebrang ke Gili Trawangan tergantung kekuatan mesin dan jumlah orang yang dibawa, juga tergantung cuaca.

Saat ini harga sangat ketat karena belum ada kesepakatan-kesepakatan secara teknis antara para pemilik speed boat di Gili dengan orang-orang yang punya speed boat di Teluk Nara atauepun Teluk Kodek karena mereka ini masih berselisih pendapat dan memutuskan hasil yang tidak tepat untuk sementara karena antara kedua belah pihak tidak saling memperbolehkan mengambil penumpang di daerahnya masing-masing.

Fast boat dengan rute Bali – Lombok dan Lombok – Bali beroperasi setiap hari

Adapun akses lain ke Gili Trawangan menggunakan fast boat dari Bali dengan jumlah kedatangan hampir setiap setengah jam, setiap fast boat rata-rata berkapasitas 60 penumpang sampai 115 penumpang yang datang dari pelabuhan Serangan, Sanur, Lembongan, Padang Bai dan Amed di Bali dengan rute tujuan ke Senggigi, Teluk Nara, Teluk Kodek, Bangsal ( Lombok ) dan 3 Gili ( Trawangan, Meno dan Air )  dengan harga bervariasi mulai dari Rp 350.000 sampai 690.000 tergantung pelabuhan asal, fasilitas yang disediakan, kenyamanan dan persaingan harga tiket antara perusahaan fast boat. Yang pasti harga bisa berubah-ubah terutama saat musim kunjungan ramai, harga tiket fast boat dengan rute Bali – Lombok bisa naik hampir 2 kali lipat.

Akses lain dengan menggunakan shuttle bus dari Bali yang tiket tiket-nya bisa anda beli di konter-konter informasi di Bali dengan harga Rp 250.000 / orang tiket ini sudah termasuk transport dari Kuta, Ubud, Sanur, Seminyak ke pelabuhan Padang Bai, tiket Ferry dari pelabuhan Padang Bai ( Bali ) ke pelabuhan Lembar  ( Lombok ) transport shuttle bus dari pelabuhan Lembar ke pelabuhan Bangsal, kota Mataram dan Senggigi, tiket boat penyeberangan dari pelabuhan Bangsal ke Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, semua sudah terorganisir oleh pihak perusahaan shuttle bus sudah ada yang jemput di setiap pelabuhan.

Sudah ada pengurus hingga sampai tujuan anda terkecuali penumpang lokal untuk jenis trip ini sering diprotes di pelabuhan Padang Bai hingga ada kesepakatan yang tidak resmi bahwa penumpang lokal tidak diizinkan menggunakan trip ini karena dari pihak jasa angkutan umum merasa pangsa penumpangnya diambil terkecuali ada pasangan yang salah satunya wisatawan asing atau ada salah satu yang ber tampang bule karena mereka beranggapan bahwa jenis transport ini khusus buat wisatawan mancanegara.

Landasan Helikopter disisi barat pulau gili Trawangan

Yang terakhir bagi orang-orang tertentu dalam arti kata orang kaya, orang penting, pejabat tinggi negara dapat mengunakan transport Helikopter yang dioperasikan oleh Air Bali dan lokasi lepas landas helikopter ini terdapat di bagian selatan pulau Trawangan persis-nya di areal sunset point, bisa dibilang wisatawan yang menggunakan transport ini sangat jarang yang pasti karena ongkos sewanya mahal. Adapun koperasi karya Bahari mengoperasikan boat antar 3 Gili ( Trawagan, Meno dan Air ) yang lebih populer disebut”Hopping Island Boat.”

Beroperasi dari Gili Air pada jam 08:50 am menuju Gili Meno turunkan penumpang di Gili Meno  kemudian menaikkan penumpang yang tujuan ke Gili Trawangan jam 09:15 am berangkat  menuju Gili Trawangan turunkan dan mengambil penumpang jam 09:30 am dari Gili Trawangan menuju Gili Meno turunkan dan menaikkan penumpang jam 09:45 am boat menuju Gili Air kira-kira sampai jam 10:00 am.

Adapun trip sore ”Island Hopping boat” beroperasi berangkat dari gili Air jam 03:00 pm menuju Gili Meno kemudian dari Gili Meno Menuju Gili Trawangan berangkat jam 03:20 pm menuju Gili Trawangan, dari Gili Trawangan jam 04:00 pm menuju Gili Meno dari Gili Meno ke Gili Air jam 04:15 pm dan sampai di Gili Air kira-kira jam 04:30 pm  transport antar pulau ini juga bisa anda gunakan apa bila saat anda berada di salah satu Gili terlalu lama hingga bisa menimbulkan rasa bosan untuk mengunjungi pulau yang lainnya tiketnya bisa anda beli di loket pelabuhan dengan harga kisaran dua kali lipat dari harga tiket penyebrangan ke pelabuhan Bangsal ( Rp 35.000 – Rp 40.000 )

Kenapa bisa demikian karena boat ini tidak menunggu penumpang sampai penuh sekalipun penumpang hanya beberapa orang saja boat ini harus jalan sesuai jadwal yang sudah di tetapkan, tapi dalam satu hari anda hanya akan bisa mengunjungi satu Gili saja dan bisa mengunjungi Gili yang lainnya pada hari yang berbeda selain itu tiket ini bisa juga anda beli di loket tiket informasi yang berada berjejer di pinggir pantai tapi dengan harga lebih mahal dari harga tiket di konter pelabuhan karena mereka harus mendapatkan untung dari harga tiket yang dipatok di pelabuhan tapi sebagian juga mereka tidak mau menjual tiket trip ini karena alasan untungnya tidak seberapa.

2 Replies to “AKSES MENUJU 3 GILI, TRAWANGAN, MENO DAN AIR”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *