BUKIT BENGKAUNG LOMBOK BARAT

“Bukit Bengkaung,” tidak terlalu banyak yang mengenalnya sekalipun masyarakat kota Mataram banyak yang tidak tahu, padahal bukit ini sangat nampak jelas dari kota Mataram, bukit Bengkaung  hanya populer bagi segelintir orang saja. Bahkan nampak jelas terlihat dari kota Mataram letaknya di desa Lembah sari, kecamatan Batulayar, kabupaten Lombok Barat. Lebih tepat nya lokasi ini disebut Bengkaung Pelolat. “Lolat artinya Licin, ya sebutan itu mere-presentasi kan keadaan lokasi ini jika saat musim hujan di lokasi ini sangat “Lolat” atau licin. tempat ini tidak memiliki akses yang memadai untuk mobil hingga hanya bisa sampai di kaki bukit, kemudian bisa dicapai dengan menggunakan  sepeda motor namun harus hati – hati karena medan jalannya sangat mendaki dan badan jalan hanya berupa semen rabat yang lebarnya hanya 1 meter saja dan  bisa licin saat musim hujan tempat ini bisa diakses melalui desa Sandik  atau desa Batu Layar.

Jalan rabat sempit dan menanjak dari arah desa Sandik hanya bisa dilalui kendaraan roda dua tapi kini sudah menjadi jalan aspal

Wacana ke depan kawasan bukit Bengkaung akan dikemas menjadi tujuan objek wisata alam karena dari atas bukit ini menawarkan panorama alam, melihat kota Mataram dari dari atas bukit dan melihat garis pantai beserta warna laut yang biru jika cuaca cerah, suasana ini sangat bisa kita nikmati jika kita melakukan kegiatan Hash atau soft trekking hingga nanti akan tembus di sisi barat bukit di wilayah dekat dengan kantor camat Batu Layar di sisi lain sebelum tiba di sisi barat akan kita jumpai banyak villa -villa mewah yang sudah lama di bangun seperti halnya villa Image, villa Rara dan lainnya hingga turun di jalan raya  atau jalan utama Ampenan – Senggigi jika jalan sedikit ke kiri 50 meter persis depan nya hotel Jayakarta dan ke kanan 100 meter depan nya toko Sasaku (toko Oleh-oleh)

Dari atas bukit Bengkaung para pesepeda MTB sering menunggu matahari terbenam di daratan pulau Bali

Tempat ini menyuguhkan pemandangan yang menawan dengan melihat arah kebawah lereng ribuan rumah penduduk biasa nampak dari sini serta garis pantai yang meliputi kota Ampenan serta ex-bandara lama yaitu bandara Selaparang yang sekarang sudah dipindahkan ke Tanak Awu  Lombok Tengah dekat dengan kota Praya, selain itu ada beberapa pemandangan bukit dengan jurang yang sangat dalam dan nampak pohon-pohon kelapa berjejer di atas bukit, selain itu di lokasi ini banyak pohon durian tapi terdapat pada lembah, tidak terlihat dari jalan rabat ini, ada beberapa yang terlihat di bagian arah yang menuju ke jalur Batulayar, jika di jalan lintas Ampenan – Senggigi ada banyak penjual durian, yang pasti durian itu berasal dari Dusun Bengkaung atau dusun Seraye. Medan di dusun Bengkaung sangat disukai oleh klub sepeda MTB sekitar kota Mataram selai tanjakan yang tinggi medan nya pun sangat menantang kondisi sepeda pun harus diperhitungkan terutama kondisi rem karena turunan sangat curam dan menantang.

Sisi lain yang tersembunyi di bukit Bengkaung

Rencana pengembangan lokasi ini menjadi tujuan wisata alam sudah bisa dibuktikan dengan pembuatan jalan aspal hingga hampir mendekati ketinggian bukit namun ini akan terus dilanjutkan hingga tembus ke jalan utama Ampenan – Senggigi selain itu disisi lain di ujung jalan yang satunya sudah selesai pengaspalan juga hingga kedua ujung jalan ini akan bertemu hanya pemda masih membutuhkan dana segar untuk melanjutkan proyek pengaspalan ini.

Bukit Bengkaung sangat dekat dengan awan.

Sudah bisa dibayangkan jika semua ini terlaksana sesuai rencana akan sangat antusias masyarakat kota Mataram untuk mengunjungi lokasi ini terutama para pecinta olahraga sepeda MTB atau lainnya, termasuk juga pak gubernur kami Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A atau yang lebih akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) sebagai pengga gas proyek ini akan sangat mendukung agar segera ter realisasi secepatnya karena beliau sudah sangat sering melintasi lokasi ini dengan sepeda yang dimilikinya beserta rombongan pengawal dan rekanan sesama pecinta sepeda.

Proses pengerjaan jalan aspal di atas bukit Bengkaung, dari desa Sandik menuju jalur utama Ampenan – Senggigi

“Saat ini, bulan Juli 2018 saya mendapatkan informasi dari teman di grup WhatsAap bahwa di lokasi ini sedang ada proses pengerjaan jalan atau sedang pengeprasan tebing dan penimbunan badan jalan untuk di-aspal. Artinya saya akan meluruskan keadaan sebelumnya menjadi keadaan yang sekarang. Dimana sesuai apa yang sudah saya ulas di atas kini sudah berubah bahwasanya perencanaan pembuatan jalan aspal di atas bukit sedang berlangsung. Setelah meninjau ke lokasi, kini wajah Bengkaung akan segera berubah, di lokasi ada beberapa alat berat seperti Exavator, Vibrator dan Grader sedang beroperasi untuk pembuatan jalan aspal, yang pasti dum truk pengangkut material banyak yang berlalu-lalang saat ini.

Masih satu jalur dengan Bengkaung Pelolat, lokasi ini disebut “Seraye”

Kontur jalan yang sebelumnya terjal dan tak teratur, naik turun dan sempit kini sedang dibentuk lebih bagus, lebih menekankan kepada kenyamanan berkendaraan tapi yang pasti sudah tidak asri lagi, karena setelah jalan aspal ini sudah bisa dioperasikan maka yang akan kita dengar banyak suara knalpot kendaraan roda empat dan yang pasti polusi, karena yang selalu saya dengung-kan di sini adalah tempat anti polusi yang sangat asri, dan kini sudah berubah. Sebelumnya tempat ini sangat tenang dan damai tapi yang pasti nantinya akan menjadi sangat ramai kendaraan yang berlalu-lalang, di sisi lain ada yang diuntungkan dengan pembuatan jalan ini tapi bagi pese-peda MTB menganggap sudah bukan menjadi tempat idola lagi.

Ini adalah wajah terakhir bukit Bengkaung pada tanggal 10 Oktober 2018, jalan aspal ini tembus dari desa sandik hingga jalan utama Ampenan – Senggigi di desa Batu Layar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *