KEAMANAN DI LOMBOK

Lombok dinyatakan aman karena tidak dalam situasi perang, tidak ada bencana alam, tidak ada perkelahian antar kampung, tidak ada aksi teroris tapi untuk hal lainnya yang menyangkut Kriminalitas tidak bisa dipungkiri hal itu masih terjadi sama halnya seperti di daerah pulau jawa, sindikat pencurian kendaraan bermotor masih sering terdengar, pencopetan di terminal bus masih ada, penipuan dengan modus modus masih ada, pemaksaan dan gertakan di bus terminal masih ada pengelabuan barang-barang bawaan penumpang juga masih ada, hal ini bisa kita hindari asalkan kita cermat dan waspada sebelumnya.

Tip-ikal orang Lombok di setiap bagian sangat bervariasi adapun orang Lombok yang tinggal pada bagian-bagian yang daratan-nya subur memiliki temperamen yang sangat teduh, bersahaja dan sangat bersahabat mereka sangat tekun mengawali kegiatan sehari-harinya,  mulai saat matahari terbit hingga terbenam mengurus ternak dan berladang di sawah-sawah nya, sangat taat beribadah, di tengah-tengah sawah mereka banyak membangun musholla kecil beserta tempat mandi.

Musholla umum nya orang menyebut nya Wakaf, wakaf yang bermakna hibah untuk kepentingan umum karena diantara mereka sangat tidak berkeberatan menyisihkan hasil pertanian maupun menyumbangkan sedikit tanahnya untuk membangun musholla seadanya karena setiap petani rumahnya tidak selalu dekat dari tempatnya berladang saat waktu makan pun mereka tidak pulang ke rumah karena makanan siang di antarkan  ke sawah oleh istri atau anak gadisnya mereka hidup rukun damai dan indah dalam kesederhanaan taat dengan ajaran agama tidak pernah lepas dari sholat 5 waktu.

Adapun orang Lombok yang hidupnya di bagian-bagian yang tanahnya ber iklim tandus, cadas, bukit-bukit yang di sekitarnya kering, air sangat jarang, hujan yang datang hanya pada musimnya saja mereka bermukim pada lahan yang kering yang dituduhi oleh pohon asam karena pohon asam merupakan pohon yang bertahan tumbuh pada daerah tandus di saat musim penghujan air akan mengalir membasahi ladang-ladang sekitar tempat mereka bermukim barulah mereka sibuk untuk menanami sawah nya dengan padi dan menyetok padi untuk bekal musim kering nanti.

Pada saat musim kering tiba mereka akan berfikir besok harus ada yang dimasak. Daerah Lombok selatan pada tahun 1978 yang lalu daerah Lombok bagian selatan pernah dilanda busung lapar sehingga saat itu pemerintah turun-tangan hingga tercetus nya tanaman padi GORA atau padi gogorancah dimana padi ini bisa hidup layaknya seperti tanaman jagung yang bisa berkembang menjadi biji beras ditanam pada lahan yang tidak digenangi air tidak seperti layaknya padi yang biasa kita kenal.

Hingga saat ini-pun Lombok punya sebutan lain selain bumi Selaparang yang merupakan kerajaan pertama yang membuahi kerajaan kerajaan lain di Lombok sehingga bandara pertama di Lombok pun diberi nama bandara Selaparang, Lombok juga dikenal dengan sebutan Bumi Gora yang monumennya masih bisa kita lihat di taman Udayana di jalan udayana dua jalur yang menuju bandara lama di kota Mataram.

Dalam sisi-sisi kehidupan yang bervariasi di Lombok yang di pengaruhi keturunan, profesi dan geografi yang mempengaruhi karakter dan paradigma dalam hidup bermasyarakat di Lombok, tentunya orang-orang yang mempunyai alur keturunan yang berasal dari keturunan-keturunan kerajaan di Lombok akan sangat menjunjung tinggi harga diri, martabat dan kehormatan keluarga besarnya termasuk juga dalam tutur kata sehari-hari mereka menggunakan bahasa-bahasa yang dianggap halus oleh orang Lombok dan sangat anti untuk mengatakan kata kamu terhadap orang lain termasuk kepada bayi yang baru lahir pun.

Kata sebutan kamu sangat di anggap murka atau tidak sopan, hanya akan digunakan saat seseorang sedang marah besar. Profesi orang-orang di Lombok juga sangat bervariasi untuk orang-orang yang tinggal di kota madya atau kota kabupaten umumnya para pegawai pemerintahan, pengusaha kecil, menengah dan pengusaha besar di berbagai macam bidang yang ekonomi nya lebih mapan dan berkecukupan adapun orang orang miskin yang ber profesi menjadi tukang parkir, kuli bangunan, pedagang bakulan keliling dan lain-lain.

Profesi orang Lombok yang di desa pastilah tidak akan jauh beda dengan profesi orang desa di daerah lain hanya yang akan kita bicarakan profesi orang Lombok yang tinggal di daerah kering dan lahan nya tidak subur, orang-orang yang kita maksudkan orang yang tinggal di-sekitaran Lombok selatan atau sekitar kota Praya ke arah selatan tip-ikal orang-orang di sini agak keras atau temperamental tapi saya tidak mengatakan mutlak saya perkirakan 75% sifat keras atau temperamen ini mungkin terbentuk dari keadaan geografis yang panas, kering dan kurang subur yang hanya mengandalkan pertanian saat musim hujan tiba.

Hal ini membentuk paradigma untuk bertahan hidup dengan cara yang mereka anggap benar sehingga menimbulkan angka pencurian ternak sangat tinggi, terutama ternak sapi dan kerbau yang mencuri dan dicuri-pun hanya sekitar lingkup kecamatan sebelah, mereka pun bekerjasama dengan Penjawak atau penjauk atau pembawa maling yang ada di kampung tersebut, dengan menunjukkan maling-maling tengah malam dimana tempat kandang sapi yang hendak dicuri tidak jarang orang yang punya ternak dan maling mati di ujung pedang bertarung memperebutkan dan mempertahankan ternak karena hewan ternak merupakan barang yang nyata untuk dapat di jual dan menjadi uang, biasanya hewan curian dititipkan di tempat tempat tertentu sebelum dibawa ke “Patokan” atau tempat penyembelihan ternak.

Kisah kisah pencurian ternak sangat heroik dan berlangsung lama di bumi Selaparang kenapa saya katakan heroik karena pencuri semacam ini tidak dianggap pekerjaan memalukan mereka bertaruh nyawa, bahkan ada beberapa cerita sekilas tentang bagaimana ketegasan seorang wanita terhadap calon pasangannya disaat hendak dilamar mereka sangat mendambakan seorang pria yang berani jalan malam dengan arti kata sang calon suami supaya benar benar bisa menjadi lelaki sejati yang bisa melindungi secara ekonomi agar kebutuhan hidup bisa tercukupi dengan cara bertarung nyawa melakukan tindak kriminal ( mencuri / ngerampok )

Tidak saja masalah pada suatu tujuan mencari ternak tapi juga terkadang untuk menguji kemampuan ilmu hitam yang di peroleh dari pertapaan di tempat-tempat keramat, bahkan ada yang dengan sengaja memberitahukan pemilik ternak akan kedatangannya untuk mengambil ternak di kampung tersebut dan siap untuk bertarung mengadu ilmu kanuragan yang mereka miliki, kasus ini sangat lama berlangsung di sekitar kawasan Lombok selatan saya tidak akan menyebut desa-desa yang sering tempat terjadinya perkara karena sebagian diantara mereka hal semacam ini adalah sebuah aib besar yang ditujukan kepada kampung mereka tapi secara umum saya sebutkan Lombok bagian selatan.

Hal tersebut diatas sering membuat aparat kepolisian tidak berdaya untuk mencegah keadaan situasi pencurian ternak di Lombok selatan bahkan aparat kepolisian pun dibuat gemetaran untuk menyelidiki kasus kasus pencurian ternak di Lombok sehingga sekitar tahun 1995 kepolisian berhasil membentuk 2 kelompok Pam-swakarsa yang bernama Buru Jejak dan Amphibi. Kelompok-kelompok ini sengaja di bentuk untuk memberantas pencurian ternak yang terjadi di Lombok selatan, tidak jarang terjadi para pencuri ternak dihakimi oleh kedua kelompok ini dengan cara dipenggal kepala atau di sembelih untuk memberi rasa jera terhadap pelaku pelaku berikutnya.

Tidak lama berlangsung kelompok pam-swakarsa ini semakin besar dan menjadi semakin di takuti sehingga banyak pencuri ternak yang menjadi keder dan takut terutama kelompok Amphibi yang semakin besar dan makin digandrungi oleh masyarakat. Untuk ikut menjadi anggota Amphibi tidak luput termasuk juga orang-orang yang sering berperilaku kriminal ikut bergabung masuk menjadi anggota Amphibi dengan maksud untuk mencari tempat bernaung.

Kelompok Amphibi inipun merambah ke sebagian besar penjuru di Pulau Lombok termasuk juga merambah ke kota Mataram dengan di dirikannya posko-posko untuk ronda dengan ciri-khas posko diberi cat warna oranye dengan simbol buaya ganas, keadaan seperti ini menjadikan Lombok semakin aman dari tindak kriminal karena setiap pelaku Kriminalitas akan dihakimi oleh kelompok Amphibi. Seiring waktu berjalan kelompok Amphibi mejadi kekuatan yang membuat resah warga kota karena para anggota Amphibi selalu dengan pongah mengangkat pedang di jalan-jalan dengan mobil bak terbuka di belakang seperti tentara ISIS tapi mereka ini bedanya hanya bersenjatakan samurai dan menghakimi para pelaku kriminal dengan cara di luar prosedur, tidak dengan melalui proses hukum yang berlaku.

Anggota ini juga terkadang dimanfaatkan untuk kepentingan lain misalnya untuk penagihan paksa terhadap para perorangan untuk menagih hutang dengan paksa dan mengeluarkan ultimatum terhadap penghutang, pernah juga beberapa anggota tewas terbunuh disaat mengepung gembong curanmor 4 orang tewas dan sangat banyak cerita-cerita lain tentang tindak tanduk anggota Amphibi yang semakin sewenang-wenang dan salah prosedur.

Kepolisian Polda NTB dengan segera membubarkan pam Swakarsa ini dengan alasan angka pencurian ternak sudah tidak ada lagi dan sudah bisa terkendali hanya anggota kelompok Amphibi bisa beroperasi di daerah daerah yang rawan dengan tindak kriminal yang terdapat di Lombok tengah bagian selatan untuk lebih jelas tentang keberadaan pam swakarsa Amphibi anda bisa Mengakses google dengan mengetik kata “Amphibi Lombok” nah pasti akan anda lihat unsur unsur warna oranye nya.

6 Replies to “KEAMANAN DI LOMBOK”

  1. wah hal semacam ini adalah sebuah aib besar yang ditujukan kepada kampung mereka tapi secara umum saya sebutkan Lombok bagian selatan.

    1. Semoga ke depan Lombok lebih baik lagi, jika semua SDM sudah bisa diserap menjadi tenaga kerja yang aktif mudah-mudahan bisa berkurang, karena kriminalitas bisa berkembang jika mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka terutama masalah isi perut.

  2. Mohon informasinya …
    Bagaimana tindak lanjut aparatur kepolisian pada kasus pencurian sepeda motor …
    Berdasarkan isu yang beredar dilombok banyak mafia curanmor akan tetapi pada lokasi mafia tertentu pihak kepolisian takut memasuki area tersebut, contohnya saja desa parampuan, desa sekotong, bilalando, semoyang, beleke dan lain-lain …
    Bagaimana menurut admin apakah hal tersebut benar?
    Mohon ulasannya …
    Terimakasih salam kenal …

    1. Benar sekali, Sindikat ini sepertinya mampu merangkul oknum polisi sehingga ketika akan dilakukan operasi ke lokasi tersebut sering bocor dan selalu gagal dalam usaha penggeledahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *