LANDMARK PULAU LOMBOK

Land mark adalah sebuah kata dari bahasa Inggris, kali ini saya merasa kesulitan untuk mengungkapkan sebuah kata dari bahasa Indonesia karena orang Indonesia tidak lazim mengungkapkan kata untuk hal ini, land mark : land yang artinya daratan dan mark artinya tanda jadi yang dimaksudkan “land mark” dalam hal ini adalah ketika pulau Lombok dilihat dari atas ketinggian seperti halnya : Bukit, gunung, gedung bertingkat tinggi, terutama pesawat terbang, daratan pulau Lombok akan ada tanda yang paling mencolok berbentuk bangunan, seperti halnya pada  bangunan Masjidil haram di Makkah, Tembok Cina dan lain-lain.

Begitu juga halnya di Lombok terdapat bangunan land mark yang merupakan bangunan sebuah masjid yang sedang di bangun sangat besar yang pengerjaan-nya sudah berjalan dari tahun 2009 hingga sampai sekarang masih dalam tahap pengerjaan kira-kira 75% fisik, yang nampak saat ini sudah selesai tahap pembangunan kubah dan beberapa menara karena masjid ini akan difasilitasi pembangunan universitas yang menjadi satu dalam lingkup halaman masjid.

Pembangunan masjid ini terdapat di jantung kota Mataram yang sangat dikenal dengan julukan 1.000 masjid dan masjid inilah yang merupakan induk dari masjid-masjid yang ada di Lombok dan namanya-pun tidak disebutkan sebagaimana mestinya masjid-masjid lainnya hanya disebut “MASJID ISLAMIC CENTER” sudah barang tentu kalau ditinjau dari namanya Majid ini akan bertaraf internasional dan pasti para siswa-siswi yang akan belajar di universitas ini akan terdiri dari siswa-siswi dari mancanegara. Tapi baru-baru ini sudah ada nama lain selain dari Islamic Center yaitu masjid Agung Hubbul Watahan yang artinya Cinta Tanah Air.

Dari atas Menara view point lantai yang bawah nampak jalan Erlangga ke arah atas (selatan) jalan Pejanggik ke kiri (timur), jalan Langko ke kanan (barat) dan jalan Udayana ke bawah (utara)

Pembangunan masjid ini sudah pasti menelan anggaran pemerintah provinsi NTB karena pada tahap pembangunannya membebaskan Lapangan KONI, SMPN 6 Mataram, kantor perkebunan, kantor perikanan dan akan menyusul pasar kelurahan Dasan Agung yang saat ini masih beraktifitas seperti biasa, masjid ini terletak di persimpangan jalan besar yaitu : ke arah utara jln. Udayana, ke arah timur Jln. Pejanggik, ke arah selatan jln. Erlangga dan ke arah barat jln. Langko posisi masjid ini terletak di sudut antara jalan Udayana dan jalan Langko, tokoh penggagas dari pembangunan masjid ini adalah bapak Gubernur Nusa Tenggara Barat ( NTB ) Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi M.A. atau lebih dikenal dengan sebutan TGB ( Tuan Guru Bajang ) Tuang Guru di Lombok artinya Kiyai dan Bajang artinya dalam bahasa Lombok adalah Muda yang mulai menjabat sejak 8 September 2008 hingga kini.

Merupakan jabatan periode yang ke dua kalinya dan wakilnya pada periode pertama adalah bapak Ir. Badrul Munir periode ( 2008 – 2013 ) sosok gubernur adalah cucu dari tokoh pendiri NW ( Nahdatul Waton ) ulama besar atau kesohor di Lombok alm. TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid, sebagai gubernur yang lulusan S2 mesir ini berkiprah di dunia politik dari partai Bulan Bintang dan akhirnya pindah ke partai Demokrat yang hingga kini masih menjabat, wakil periode yang ke duanya adalah Ir. Muhammad Amin dan pernah mendapat predikat gubernur ter-muda di Indonesia yang terpilih sejak usia 36 tahun.

ibu Rumini Awang Wisatawan asal Australia keturunan Singapura bersama staf keamanan di Masjid Hubbul Wathan

Sumber dana dari pembiayaan pembangunan masjid Islamic Centre ini juga melibatkan sumbangan dari gaji pegawai negeri yang berada di provinsi NTB di potong sekedar nya sebagai wujud partisipasi dalam beramal, beribadah dan membangun untuk kepentingan umat karena mayoritas hampir 90% penduduk provinsi NTB adalah sebagai pemeluk agama islam yang memiliki ciri pola hidup masyarakat yang sangat religius hingga pulau Lombok sangat dikenal dengan julukan 1.000 masjid karena terbukti saat anda tiba di Lombok anda akan menemukan banyak masjid yang berjejer sepanjang jalan dengan jarak yang berdekatan dengan fisik bangunan yang rata-rata sangat besar, lalu bagaimana hingga hal ini bisa demikian ?

Di Lombok masyarakatnya sangat memprioritaskan bangunan masjid dari pada bangunan rumah walaupun penghasilan masyarakat per-kapita masih tergolong rendah dibandingkan dengan daerah lainnya dan sangat dipandang tidak etis oleh masyarakat seorang kaya membangun rumah lebih tinggi dari pada bangunan masjid, adapun monumen seribu masjid bisa anda lihat saat anda dari bandara Lombok berkendara menuju kota Mataram tempatnya persis di simpang lima patung sapi kecamatan Gerung, kabupaten Lombok Barat persis di tengah – tengah bundaran.

Dari halaman luar Masjid harus menaiki anak tangga setinggi 2 meter untuk menuju halaman di bagian dalam masjid

Baru-baru ini pada tanggal 30 Juli 2016 Majid Hubbul Wathan mendapat kepercayaan sebagai tempat terlaksananya MTQ tingkat nasional yang ke 26 dan rangkaian acara akbar ini dibuka oleh bapak presiden Joko Widodo dan tentu suasana ini sangat disambut meriah oleh masyarakat Lombok khususnya dan oleh masyarakat NTB pada umumnya, kehadiran para kafilah dari berbagai daerah sangat membuat suasana kota Mataram mendadak berwarna dan panitia sudah mengantisipasi segala hal untuk menghindari kemacetan agar pelaksanaan MTQ sesuai seperti yang diharapkan dan hingga pada akhirnya pelaksanan terbilang sukses karena tidak ada kendala dan gejala yang tidak kita inginkan, pelaksanaan lomba terdiri dari banyak kategori tapi maaf detail nya saya kurang paham untuk itu jika ingin lebih tahu silahkan tanya Google ya.

Menara masjid yang paling tinggi 99 meter di sisi timur yang difasilitasi lift menuju 2 view point untuk melihat kota Mataram

Bangunan Masjid terdiri dari Bangunan inti berlantai 3, lantai pertama untuk ruang parkir kendaraan roda 4, lantai ke 2 untuk ruang jamaah peria dan lantai paling atas untuk jamaah wanita, terdapat dua eskalator yang menghubungkan lantai pertama ke lantai 3 terdapat beduk besar yang merupakan sumbangan warga muslim etnis Tiong Hoa di luar halaman inti, selain halaman inti terdapat halaman Masjid yang posisinya lebih tinggi 2 meter dari halaman luar masjid terdapat 5 menara masjid salah satunya yang paling tinggi yang terdapat di tegah-tengah jalan masuk dengan ketinggian 99 meter sebagai simbol Asmaulhusna, lokasi menara yang tertinggi digunakan utuk wisata religi, pengunjung bisa masuk ke atas  menara dengan membayar tiket Rp 5.000 / orang untuk naik dengan menggunakan Lift hasil sumbangan dari perusahaan tambang Emas Batu Hijau di pulau Sumbawa PT. New Month selain itu bangunan Masjid terdiri dari bagian halaman landscape yang merupakan bagian taman yang sedang dalam pengerjaan pengaspalan dan penataan bunga seta terdapat air mancur dibagian pojok bangunan.

Beduq sumbangan masyarakat muslim Tiong Hoa terletak di samping Eskalator

2 Replies to “LANDMARK PULAU LOMBOK”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *