WISATA GILI TRAWANGAN

Bicara soal pariwisata salah satu tempat wisata yang paling populer saat ini di wilayah Lombok adalah Gili Trawangan, sebuah pulau yang terletak di barat laut pulau Lombok, tempat ini terdiri dari 3 pulau kecil yang disebut Gili oleh orang lokal setempat atau sebutan untuk orang Lombok menyebut untuk pulau yang kecil yaitu dengan sebutan Gili, terdiri dari tiga Gili yang terletak secara berjejer diantaranya ialah : Gili yang paling dekat dari daratan yaitu Gili Air, kemudian Gili Meno yang paling kecil yang posisinya di apit dan yang terakhir Gili Trawangan.

Matahari terbit di balik gunung Rinjani dari Gili Trawangan

Gili yang paling jauh dan yang paling besar daratan nya, di antara ketiga Gili yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah Gili Trawangan yang paling besar daratan nya di antara ke tiga Gili, luas Gili Trawangan kira kira 360 km / segi dan panjang kelilingnya 8 km, kemudian Gili Air dan yang paling kecil Gili Meno. Gili Trawangan terjaga dari polusi kendaraan karena yang boleh beroperasi di sini hanya sepeda dan cidomo, juga tidak akan anda kutemukan anjing peliharaan atau-pun anjing liar tapi yang nampak banyak kucing yang berkeliaran dan perkembang biakan nya sudah dicegah dengan cara dikebiri oleh LSM asing yang sangat berperan dalam menjaga dan melestarikan Gili Trawangan yaitu Gili Eco Trust  yang didanai oleh para donataur yang terlibat dalam bisnis diving.

Cidomo alat transportasi publik di Gili Trawangan

Jika hendak berjalan kaki mengelilingi GIli Trawangan akan menghabiskan waktu kira – kira 2 jam dan jika bersepeda pancal kira-kira 45 menit, panjang keliling Gili Trawangan 8 km aktivitas berpusat di bagian timur pulau ini, boat-boat yang beroperasi di Bangsal sangat reguler untuk jalur ke Gili Trawangan sementara boat-boat yang dioperasikan ke Gili Meno dan Gili Air sangat jarang bahkan bagi orang yang hendak menyeberang ke Gili Meno bisa menunggu Boat penuh sampai 2 jam tapi khusus Gili Meno ada Shuttle Boat pada jam 14:00 dan 16:00 dengan harga Rp 25.000 / orang.

Pesisir pantai di Gili Trawangan didominasi oleh bangunan bangunan hotel terutama pesisir pantai yang sebelah timur yang merupakan pusat aktivitas dan keramaian, di pesisir pantai sebelah barat  masih berupa pantai yang belum ada bangunan hanya beberapa hotel besar seperti Exile, 5 Element, Ombak Sunseat, Aston Sunseat, Le Pirate, Vila Julius dan ada beberapa vila yang masih dalam tahap pengerjaan. Untuk transport di Gili Trawangan hanya bisa menggunakan Cidomo atau Andong kalau di Jawa, kapasitas penumpang dibatasi untuk satu Cidomo tidak boleh lebih dari 3 orang dewasa dan tidak diizinkan menggunakan kendaraan bermotor, untuk memesan Cidomo sedikit ribet, anda tidak boleh asal cegat di jalan tapi semua sudah di atur oleh operator melalui radio orari.

Pelabuhan Fast Boat di Gili Trawangan

Gili Trawangan satu – satunya di antara 3 Gili yang memiliki bukit dan terpancang dua buah transmisi telekomunikasi Telkomsel dan XL, terdapat pusat pembngkit listrik tenaga surya yang dikelola PLN untuk membatu powerplant yang terdapat di ujung utara pulau Gili Trawangan selain itu setiap hotel terutama hotel berbintang memiliki power pembangkit listrik dari mesin generator untuk mengantisipasi listrik dari PLN mati. Di bagian tengah pulau Gili Trawangan masih banyak terdapat kebun kelapa dan tanaman Ubi jalar.

Saat ini Gili Trawangan sangat diminati untuk dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun manca negara, Gili Trawangan merupakan destinasi ke 2 se Asia setelah pantai Pataya di Thailand  orang-orang Gili yang dulunya hidup miskin setelah imbas dari kedatangan wisatawan ekonomi orang-orang penduduk asli Gili menjadi meningkat drastis banyak orang Gili yang sudah mempunyai bungalo, restoran, rumah makan, bar, terutama kepemilikan boat trip seperti-halnya glass bottom boat sangat di-monopoli dengan tidak mengizinkan orang luar pulau memiliki boat semacam itu, organisasi karangtaruna sangat berperan dalam hal membuat awik-awik dan membuat kegiatan mengadakan pertunjukan musik, Peresean, tarian joget dan lain lain.

Fast Boat reguler dari Bali

Jangan lupa bila hendak berkunjung ke Gili Trawangan pastikan tanggal kedatangan anda, ini sangat penting karena di Gili Trawangan ada saat musim ramai, musim sepi atau seimbang. Apabila kedatangan anda pada musim ramai akan sangat sulit untuk mencari tempat penginapan dan sudah pasti harga penginapan akan menjadi berlipat-lipat antara dua kali lipat sampai tiga kali lipat, jika datang menggunakan transportasi pribadi kendaraan bisa anda titipkan di pelabuhan Bangsal yang berjarak 30 m – 50 m dari pinggir pantai.

Saya saran kan menitip kendaraan di tempat parkir di “OJOLALI” nama pemilik tempat pak Sahar istrinya orang Jawa dan pak Sahar orang bangsal asli (Ojo lali mampir yo) selain tempatnya luas juga tidak terlalu dekat dengan pantai karena ini untuk mengantisipasi kendaraan anda aman dari tempias air laut yang bisa mengakibatkan karat pada kendaraan anda nantinya, dengan tarif sekitar Rp 10.000 / hari untuk sepeda motor dan Rp 25.000 / hari untuk kendaraan roda empat  dan tiket penyeberangan ke tiga Gili hanya bisa dibeli di loket koperasi Karya Bahari seharga Rp 15.000 / orang, hati-hati jangan beli di jalanan bisa jadi palsu atau anda akan diberikan harga jauh lebih mahal karena ini sering terjadi, maklum di sekitar lingkar pelabuhan banyak calo-calo gak jelas.

Apapun di Gili Trawangan harga mesti mahal karena bisa 2 kali lipat dari harga yang mesti anda beli di Lombok karena untuk biaya operasional setiap usaha di Gili Trawangan sangat mahal karena barang yang akan dibawa ke Gili membutuhkan Porter, membutuhkan transport, harus membayar karyawan lebih mahal bahkan untuk tempat sewa lokasi sangat mahal apalagi kalau anda membelinya di hotel atau restoran berbintang harus mempersiapkan anggaran yang besar maka tidak salah kalau kita bilang Gili Trawangan adalah tempat orang buang uang, ATM apa saja sudah ada di bangun terkecuali ATM BCA yang belum ada terlihat tapi jangan khawatir anda masih bisa menarik uang tunai di ATM Common Wealth yang berlokasi dekat dengan konter tiket pelabuhan umum tapi kondisi semua ATM di Gili Trawangan sering kosong karena intensitas orang menarik uang tunai sangat sering, terutama para wisatawan asing sering melakukan tarik tunai dalam jumlah besar untuk berbagai macam keperluan terutama untuk pembayaran Trip dan pembayaran kamar untuk setiap hotel yang tidak menerima pembayaran dengan  sistem transfer.

Sampah di Gili Trawangan dalam kontrol LSM asing “Gili Echo Trust”

Yang sering menjadi sorotan di Gili Trawangan saat ini adalah masalah sampah yang akumulasi nya sudah di ambang batas sehingga di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sangat menggunung yang berlokasi di tengah pulau yang selalu menjadi topik pembahasan para pemuka masyarakat yang bergandeng tangan dengan LSM asing Gili Eco Trust untuk mengawal perkembangan Gili Trawangan dan juga mebahas masa depan Gili Trawangan. Untuk hal ini sudah ada petugas-petugas yang sangat sigap mengangkut sampah – sampah yang sudah di-tumpuk di depan pojok-pojok hotel untuk di bawa ke TPA dengan menggunakan dokar yang ditarik kuda dan untuk kegiatan ini didanai dari pungutan yang disesuaikan dengan besar kecilnya usaha yang setiap bulan ada yang datang menagih iuran dengan memberikan kwitansi bukti pembayaran iuran sampah.

Situasi saat penertiban bangunan liar di Gili Trawangan awal tahun 2017

Masalah air juga sudah menjadi masalah di Gili Trawangan karena air tanah sudah tercemar oleh dari sekian banyaknya “Septick tank” yang tertanam di dalam tanah hingga pada musim tertentu air tanah ini bila digunakan untuk air mandi sudah menimbulkan bau pada air sehingga banyak masyarakat sekarang menggunakan air sulingan dari air laut untuk mandi yang setiap bulan harus membayar mahal ke pengelola usaha ini seperti-halnya air PDAM yang kita gunakan di kota dan hampir semua hotel terutama hotel besar menggunakan jasa air sulingan ini untuk keperluan air mandi di hotel juga untuk keperluan mengairi kolam renang hotel.

Akhir akhir ini semakin banyak masalah yang bermunculan di Gili Trawangan tapi yang paling penting dan paling transparan adalah masalah pembangunan liar di pesisir pantai tentu ini adalah bagaikan bom waktu jika ini tidak segera ditangani maka Gili Trawangan akan sedikit demi sedikit akan ditinggalkan para wisatawan karena sudah tidak indah lagi, oleh karena itu dari hasil yang ke sekian kalinya rapat koordinasi antara pemerintah daerah kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan para tokoh tokoh dan pengusaha di Gili Trawangan yang mengeluarkan keputusan bahwa setiap bangunan yang berada di pinggir pantai harus dibongkar agar tidak mengganggu estetika keindahan pantai, pada akhirnya eksekusi dilakukan pada bulan Maret 2017 sampai saat ini masih belum tertata dengan maksimal hanya saja sekarang sudah tidak ada bangunan berkonstrusi di pinggir pantai terkecuali masih ada kursi dan meja restoran yang dianggap sah sesuai kesepakatan.

Kuliner di Food Market depan dermaga Gili Trawangan

Masalah kuliner sudah banyak pilihan yang beragam, mulai dari nasi bungkus hingga menu makanan di hotel atau di restoran yang berbintang, nasi bungkus masih bisa anda dapatkan dengan harga Rp 10.000 hingga Rp 15.000 ada penjaja pedagang keliling yang lalu-lalang menjual di jalan utama pinggir pantai, kemudian sudah banyak warung-warung yang bertebaran dengan harga yang lebih mahal sedikit tapi anda bisa duduk di warung nya.

Ada juga warung yang sedikit lebih berkelas hingga harga harus menjadi Rp 25.000 dengan perbandingan harga nasi bungkus, ada juga food market yang buka cuma pada malam hari saja yang berlokasi di area pasar seni dekat dermaga pelabuhan harga kisaran mulai Rp 20.000an sampai Rp 35.000 bahkan bisa lebih bila anda memesan ikan bakar yang sudah di jajakan di depan warung dalam keadaan masih di atas es batu, ada juga restoran yang ber butget menengah untuk harga standar Rp 60.000 ada juga retouran yang terlihat dari menu masakan bisa sampai Rp 250.000 untuk satu porsi bahkan bisa sampai jutaan bila anda memesan lobster.

Pembongkaran bangunan liar di Gili Trawangan

Yang berperan masalah keamanan di Gili Trawangan adalah “Island Security” atau satpam pulau Gili Trawangan yang tampilan nya sedikit lebih eksekutif dibanding satpam pada umumnya karena mereka berpakaian layaknya pasukan pengawal Kepresidenan, yah begitulah penilaian saya karena tidak ada simbol simbol yang melekat pada baju se-ragamnya dan menggunakan sepatu layaknya sepatu kantoran. Satpam di Gili Trawangan memiliki kantor persis di samping loket tiket pelabuhan penyeberangan umum ke Bangsal di bawah rimbunan pohon cemara.

Suatu saat anda memiliki masalah keamanan  bisa anda datangi kantornya untuk meminta bantuan kebetulan ketuanya saya tau pak Panjano tapi dikalangan teman – teman pergaulan-nya lebih sering dipanggil “Pak Panjang” beliau ini sangat berpengaruh dihadapan anak buahnya. Masalah keamanan di Gili Trawangan sudah tergolong kondusif walaupun ada tapi belum pernah sampai ada kejadian pembunuhan.

Tidak jarang wisatawan bule pun banyak yang bertindak kriminal

Yang paling sering terjadi hanya masalah pencurian barang barang kecil di tingkat antara karyawan – karyawan yang bekerja di hotel atau bungalo yang tertangkap beraksi dalam rekaman CCTV bahkan sangat banyak  juga yang tertangkap melakukan tindak kriminal pencurian dari kalangan wisatawan asing ( bule ) yang mencuri barang kerajinan di sebuah Art shop, mencuri tas tamu restoran saat makan sesama bule nya, mencuri barang-barang pajangan Boutiq dan banyak lagi yang lainnya.

Kalau sudah tertangkap oleh para satpam ini mereka para pelaku harus siap digunduli dan diarak keliling pulau dengan keadaan telanjang dada dan akan digantungkan tulisan sesuai dengan perbuatannya seperti “SAYA PENCURI TAS” atau kalau orang asing ” I TEFT A BAG” dan akan menjadi tontonan masyarakat Gili Trawangan, hal ini dilakukan sebelum diproses ke pihak kepolisian tapi kalau tindak kriminal ini tidak bisa dilanjutkan ke tingkat kepolisian karena tergolong kriminal ringan si pelaku akan diberikan hukuman untuk tidak diperbolehkan masuk Gili Trawangan selama kurun waktu 3 tahun. Selain itu tugas para satpam pulau ini di setiap acara giliran party di setiap pub harus dibawah pengawasan nya untuk menjaga terjadinya keributan yang akan mengancam ketenteraman wisatawan yang lain yang berkunjung ke Gili Trawanagan.

Selain itu masalah narkotika juga sering terdengar dengung-nya di Gili Trawangan karena banyak para pelaku pengedar menganggap bahwa Gili Trawangan adalah tempat yang aman untuk ber transaksi narkoba dan menganggap para pecandu sangat mudah mendapatkan uang untuk membelinya.

Mungkin semua itu benar tapi jangan salah karena di Gili Trawangan juga banyak intelpol yang menyamar membuntuti para pengedar hingga harus tertangkap basah saat melakukan transaksi jual beli narkoba, para pelaku juga sudah banyak yang tertangkap hingga ada juga sebagian yang sudah bebas setelah menjalani hukuman pidana kurungan.

Untuk itu bagi anda yang hendak mengunjungi Gili Trawangan sebaiknya menjauhi hal-hal seperti itu, kenapa saya katakan demikian karena ada beberapa pengunjung yang pernah tanya langsung ke saya di mana tempat membeli ganja ? Waduh orang ini kok omong nya enteng sekali tanpa ada rasa takut atau khawatir atau mungkin karena mereka menganggap Gili Trawangan adalah tempat yang bebas untuk melakukan transaksi narkoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *