Pengerajin Anyaman Bambu Desa Loyok Lombok Timur

aneka kerajinan Lombok

Desa Loyok di kenal sebagai desa kerajinan anyaman bambu terbesar di NTB. Awalnya warga desa Loyok, membuat alat kerajinan bambu yang berhubungan dengan peralatan dapur, seperti tepik (pembersih beras), Kemosak (bakul untuk pencuci beras, sayuran) Dedungki (untuk menyimpan pakaian) Gegandek, (tas) selanjutnya dalam perkembangannya, pengrajin bambu desa Loyok banyak melakukan inovasi, seperti pembuatan tas dengan motif terkini, hiasan lampu, dan lain lain yang di buat sesuai selera konsumen.

kerajinan bambuKerajinan bambu tersebut, selain dipasarkan untuk pasar lokal, dan domestik, juga di ekspor ke Europa.

Banyaknya warga desa Loyok, yang bergelut sebagai pengrajin bambu atau pengerajin anyaman bambu, disebab karena masyarakat Loyok sebagian besar hidup sebagai petani.

Ketika, waktu bertani telah selesai, mereka lalu melanjutkan pekerjaan untuk menganyam bambu. Begitulah, pekerjaan itu di lakukan dalam siklus musim tanam padi secara terus menerus.
Selain, di kenal dengan desa kerajinan anyaman bambu, kini Loyok mulai mengembangkan wisata alam.
Beberapa, fasilitas penunjang kini mulai dibangun seperti, tempat pertemuan dan home stay.

Baca Juga: Kerajinan Bambu Gunungsari & Berugak (Saung)

Sejarah desa Loyok, tidak lepas dari sejarah desa Kotaraja, di mana Loyok adalah sebagai awal cikal bakal desa Kotaraja, namun pasca kemerdekaan Indonesia, Loyok adalah bagian dari desa Kotaraja.

Pada tahun 1961 Desa Loyok melepaskan diri dari desa Kotaraja, dengan luas wilayahnya saat ini sekitar 300 hektar, dengan jumlah penduduk pada tahun 2019, sebanyak 6.800 orang.

Desa Loyok sendiri, adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Sikur kabupaten Lombok Timur, berada 300-350 m, di atas permukaan laut, desa ini dapat ditempuh dari Mataram dengan jarak 40 km, dengan waktu normal 1,10 jam perjalanan. Dan dari Bandara International Lombok (BIL) selama 28 menit, untuk waktu normal, baik dengan sepeda motor atau pun.

Berikut beberapa Art shop, dan home stay di desa tersebut.
1. Traditional Art Shop
2. Treng Gading Art Shop
3. Dedy Art Shop
4. Yats Art Shop
5. Liaiva Arts Shop
6. Dicky Art Shop
7. Freddy Art Shop
8. Zabda Art Shop

Fasilitas Penginapan
1. Loyok Bonsai Garden
2. Loyok Rice Home Stay
3. Tety Home Stay
4. Resto Bungalow

Oleh: H. L Arwan

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang


Perbincangan Relawan, Dibawah Tenda Pengungsi

relawan Gempa

Sudah jamak dalam pengetahuan kita, makna kata relawan Gempa, adalah mereka yang bekerja tanpa pamrih. Ada relawan kemanusiaan seperti yang banyak kita temui saat ini membantu para korban gempa Pulau Lombok, namun juga ada relawan pemenangan kepala daerah, bahkan relawan pemenangan Presiden.

Para relawan ada yang terjun ke darat, ada yang dari udara. Para relawan di darat terjun langsung ke masyarakat, menjual calonnya dan relawan udara, terjun melalui pembentukan opini, melalui media massa, serta media sosial.

Membandingkan para relawan dan Tim pemenangan yang terbentuk secara formal terstruktur, adalah sangat jauh. Relawan bekerja, dominan dengan dasar hati dan ketulusan sementara tim pemenangan bekerja dengan anggaran lengkap dan bahkan berlimpah.

Kalah dan menang bagi Tim pemenangan, tidak akan rugi secara material bahkan moril, namun bagi seorang relawan kekalahan adalah lukanya hati, berbulan bulan bulan, bahkan bertahun tahun.
Apa yang di dapatkan relawan?

Kalaulah boleh saya ibaratkan dengan seorang wartawan yang bekerja di perusahan media yang baru terbit, belum mampu menggaji karyawannya, maka kepuasan seorang wartawan adalah ketika, hasil liputannya, berhasil terbit atau ter ekspose. Ada kepuasan, saat tulisan berjudul ” Relawan EVAKUASI KORBAN GEMPA, SETELAH TERTIMBUN TIGA HARI,”

Kira kira demikian judulnya yang terbit di koran hari Senin 11 Juli.
Itulah kepuasan hati seorang wartawan, yang masih penuh dengan idealis meski tidak ada gaji.

Itu pun juga yang terjadi dengan relawan ketika sang calon bupati ataupun gubernur terpilih. Pertanyaannya adakah yang dia dapatkan yang lain? Jawabnya tidak ada. Mengapa?

Karena dia relawan. Kalau dia menuntut kompensasi kerja, akan di jawab ” Bukankah Anda ini relawan, yang siap membantu sukarela? “Itu kata Sang Bupati terpilih. Namun kalau sang calon terpilih bijak, maka itulah rezeki dari keikhlasan RELAWAN.
Kalau tidak bijaksana, calon terpilih, maka kita perlu cerita lagi..

Salah seorang Kyai, pernah berkata. “.Bahwa untuk kebaikan, Tidak ada yang namanya Perbuatan Sia Sia. Bila Bukan kita yang mendapat hasilnya, maka insya Allah Anak cucu kita yang akan menerima.”

Itulah keadilan Allah, Si Dollah, dalam ceritanya hanya tahu Soekarno, dari dongeng ibunya sebelum tidur, ketika dia belum duduk di Sd. Cerita tentang Soekarno, Itulah yang memanggil dirinya, untuk terus menjadi relawan Trah Soekarno.

Alhamdulillah, ketika kakek dan orang tuanya sebagai relawan pendukung Bung karno, bekerja dengan ikhlas tanpa hasil, Allah menakdirkan cucunya duduk sebagai wakil rakyat.. sebagai keikhlasan kakek, orang tuanya ketika itu. Demikianlah Perbincangan antara relawan dalam tenda plastik korban Gempa.

Oleh: H. L Arwan

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang


Tetebatu-Kembang Kuning, Wisata Alam Bagi Pencari Ketenangan

relawan Gempa

wisata alam Tetebatu, Aku ingin memanggil mu kawan, agar kamu dapat melihat ku, Dan kita merasakan bersama suara merdu dari kicauan burung, yang memanggil di kala sunrise mulai muncul, Agar kamu melihat juga, nuansa kehijauan, ketika nanti sinar mentari mulai terang.

Agar kita bisa melihat bersama lampu lampu para nelayan Lombok Selatan, yang gigih menerjang ombak di malam hari.

Kamu bisa mendengar suara Dangklok dan jangkrik yang merdu di tengah dingin nya malam yang mengeluarkan embun, dan agar kita bisa melihat bersama rombongan petani Perampek dan Pengome padi, dan agar kita bisa mendengar bersama alunan Adan di waktu subuh, di dekat penginapan ku.

wisata alam Tetebatu
Keceriaan para wisatawan mengunjungi lorong air terjun

Inilah yang ada dalam benakku, ketika sehari perjalananku, mengunjungi desa wisata alam, desa Kembang Kuning, kecamatan Sikur Lombok Timur dengan ketinggian 700 mpl.

Travel yang aku booking, menempatkan Ku di salah satu penginapan dengan khas rumah adat Lombok. Dan rupanya, tidak salah dia memilih kan aku tempat di sini.

Duduk di depan room Ku, aku langsung berhadapan dengan hamparan sawah menghijau, dan sepertinya ini aku merasakan sedang berkomunikasi dengan alam di sekitar ku.

Ada padi yang menghijau, ada pohon kelapa, ada berbagai jenis pohon ‘pohon lebat yang tidak aku tahu apa namanya. Namun sebuah ketenangan “sempurna” yang aku rasakan begitu kuat, saat berada di tempat ini.

Wisata alam Tetebatu Sangat jauh dari wisata lain, yang lebih menonjol kan glamor / kebebasan, seperti wisata pantai di Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.

Di tempat ini wisata alam Tetebatu, sepertinya terpadu antara keindahan alam, dan kondisi sosial masyarakat yang ramah dan religius.

Tak salah rupanya, apa yang ku baca di beberapa media online, tentang desa ini sebagai peraih wisata terbaik, Wisata Nusantara.
Dan jadwalku pada pagi hari ini, (15/01), mengunjungi air terjun Jeruk Manis, di sebelah utara desa ini. *

Alhamdulillah, itulah ungkapan hatiku ketika tiba di air terjun Jeruk Manis, begitu memandang air terjun tinggi menerjang kolam di bawahnya. Suara dentuman air yang jatuh dengan ketinggian 20 m, membentuk uap dari percikan air yang sejuk dan dingin, menampar wajah ku, seolah menghipnotis badan ku untuk segar kembali.

Pasar tradisional Lombok
Mas Ogek, Guide Tetebatu

Ogek, begitu-panggilan akrab guide yang menemani ku, memperhatikan betul keceriaan ku, di antara sekian banyak orang yang tak kalah juga ceria nya, saat sampai di lokasi air terjun itu. Dia memperhatikan, aku melompat -lompat kecil, di atas pasir berair, yang terasa begitu dingin.

Tak sia- sia, kami berjalan kurang lebih 25 menit, berjarak sekitar 1.5 km dari pintu gerbang hutan lindung, Taman Nasional Gunung Rinjani, menuju ke tempat ini.

Sepanjang jalan yang ku lalui, seperti masih memperlihatkan keaslian alam Hutan Rinjani di kawasan hutan lindung itu, dengan hutan yang masih lebat, dengan bau khas dedaunan hutan belantara.

Dalam perjalanan dari pintu gerbang hutan lindung, ke Air Terjun Jeruk Manis, memang ada tiga berugak ( tempat duduk bertiang empat masyarakat suku sasak, memiliki atap dari genteng atau alang- alang) yang disiapkan pengelola hutan Taman Rinjani, bagi wisatawan untuk istirahat bila kelelahan. Namun dalam perjalanan itu, akun menolak tawaran Ogek untuk istirahat, karena biarlah keringat itu akan membakar kolesterol ku.

Lihat paket: TOUR HARIAN HIKING DESA TETEBATU Kode: TH12

Saat berangkat dari penginapan ku, aku sesungguhnya, lebih tertarik untuk jalan kaki ke air terjun itu, meski jaraknya sekitar 4 km, namun tampaknya aku tak bisa menolak, keinginan guide ku, karena saat ini, musim penghujan.*

wisata alam Tetebatu
Pemandangan persawahan di desa Tetebatu

Tibalah hari terakhir ku, (17/01) untuk beberapa destinasi wisata lokal di sekitar Tetebatu, yang belum aku kunjungi. Namun aku, ingin sight seeing atau jalan-jalan. Dan jalan jalan yang aku maksudkan bukanlah jalan kaki, sebab tak mungkin dengan waktu yang singkat sampai sore nanti, aku bisa sampai di tempat yang dituju.

Sementara aku ingin menyaksikan pemandangan alam lebih jauh, dan tentu aku berharap Agok, guide ku, akan membawa aku ke tempat sesuai keinginanku.

Aku memang sepertinya kehausan dengan terpaan alam yang sejuk, hening dan damai, dengan pemandangan alamnya. Karena aku berharap sampai di Jakarta nanti, aku masih segar dengan suasana liburan ku.

wisata alam TetebatuDan saat ini, dengan sebuah kendaraan roda empat, Agok membawa aku menuju ke Tetebatu. Aku melewati kekadusan bernama Orong Grisak, dan terus ke utara dan berhenti di sebuah bendungan kecil.

Aku memintanya, berhenti sejenak, aku keluar melihat ke arah utara dan selatan. Di arah utara, adalah kawasan hutan lindung Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dengan tanaman pohon nangka yang dominan, dibandingkan dengan pohon lainnya.

Lagi lagi, melihat ke arah selatan, dan melihat pantai laut Lombok Selatan. Tampak pula sebuah bendungan yang menurut Agok, itu adalah bendungan Pandan Dure, sebuah bendungan terbesar di NTB.

Tak terasa saat ini, waktu telah jam12.00, aku sudah order untuk makan siang di penginapan. Aku pun mengajak pulang, namun berhenti membeli durian. “Hem, cukup beda jauh dalam rasa.

Begitu lezat durian Tetebatu dibanding durian yang lain,” aku berkata dalam hati saat makan durian tersebut bersama Agok.

Sebentar lagi aku akan tinggalkan Kembang Kuning karena jam 17.00 aku sudah check in di bandara, dengan sebuah kenangan indah. Aku berharap tahun depan, menjelang motor GP-2021, aku dapat lagi mengunjungi tempat ini. (Lina Budiarto, seperti yang dituturkan pd H L Arwan)

Oleh: H.L Arwan

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang