AIR TERJUN TIU TEJA LOMBOK UTARA

Air terjun ini persis berlokasi di ujung keramaian desa Santong Kecamatan Kayangan kabupaten Lombok Utara yang berjarak 72 km dari kota Mataram air terjun Tiu Teja memiliki luncuran yang unik dengan ketinggian kir-kira 42 meter berada di bawah lembah kaki bukit, airnya mengalir sangat jernih dengan 2 luncuran kembar dengan debit yang cukup besar apalagi saat musim hujan.

Dari kota Mataram anda bisa melalui jalur menuju kecamatan Gunungsari Kab. Lombok Barat menuju Pusuk Pass atau hutan Pusuk perbatasan antara kabupaten Lombok Barat dengan kabupaten Lombok Utara dan terdapat gerbang perbatasan pada puncak jalan.

Pertigaan monumen patung kuda kecamatan Kayangan

Ruas jalan aspal lebar dengan bahu jalan  rata-rata 1 meter kiri dan kanan dengan konstruksi beton cor, di lokasi ini banyak terdapat monyet-monyet duduk bersantai di pinggir jalan. Selanjutnya jalan menurun sejauh 13 km hingga tiba di perempatan kecamatan Pemenang dan berbelok ke arah kota Tanjung yang merupakan ibu kota kabupaten Lombok Utara hingga pada pertigaan monumen patung Kuda di kecamatan Kayangan mungkin pada speedo kendaraan sudah menunjukkan anda sudah berjalan sejauh kurang lebih 60 km lalu berbelok ke arah desa Santong dengan kondisi jalan mendaki sejauh 12 km hingga di tempat lokasi parkiran.

My Friend Tigor Jeeva

Jalur untuk menuju lokasi ini masih satu arah dengan jalur menuju air terjun Tiu Sekeper yang merupakan air terjun tertinggi di pulau Lombok namun untuk menuju ke lokasi Tiu Sekeper perjalanan akan menempuh 3 jam jalan kaki menerobos hutan yang lebat, saat kita melintasi jalur ke Tiu Sekeper masih bisa kita lihat luncuran air terjun Tiu Teja dari atas lereng bukit yang rimbun dengan pepohonan kayu milik HTI (Hutan Tanaman Industri). Setelah tiba di ujung jalan aspal terdapat gerbang selamat datang dan terdapat gambar air terjun terpasang dengan gambar berbahan cetakan finil, tidak jauh dari gerbang kita melirik ke arah kanan 20 meter pada jalur jalan yang tidak beraspal dengan kondisi jalan tanah sedikit berkerikil.

Terdapat orang berjualan atau warung kopi dan memiliki halaman cukup luas untuk memarkir 2 buah mobil dan beberapa unit sepeda motor anda bisa menitipkan kendaraan di sini dengan jasa parkir Rp 10.000 untuk satu unit mobil dan untuk sepeda motor Rp 2.000 nama pemilik warung tersebut pak Badarudin yang jualan anaknya, pak Badaraudin juga termasuk organizer untuk urusan perjalanan ke air terjun Tiu Teja dan Tiu Sekeper juga bisa minta jasanya sebagai guide lokal menuju ke 2 air terjun.

Pintu gerbang Tiu Teja sebelum menuruni anak tangga

Anda juga bisa lolos dengan kendaraan roda 2 menuju tempat parkir sejauh 1 km melalui jalan yang sedikit berbatuan kerikil, licin, jalan tanah basah, ada juga sebagian jalan yang sudah di rabat. Sebelah kanan dalam perjalanan ada bangunan PDAM terlihat di sebelah kiri dalam perjalanan jalur tanah menanjak katanya ke arah sana ada perkampungan penduduk kata pak Badaraudin, setelah tiba di lokasi air terjun Tiu Teja ada lahan parkir dengan tarif Rp 2.000 untuk satu unit sepeda motor, di lokasi ini ada penjaga untuk pemeriksaan tiket masuk karena tiket masuk harus di beli di loket pintu gerbang, yang memeriksa berseragam rapi dengan kartu pengenal badge di cantel di kantong namanya pak Rizal beliau sangat ramah sekali dalam menyambut wisatawan yang akan menuju air terjun Tiu Teja dan tidak jauh dari lokasi parkir lokasi air terjun Tiu Teja berada di bawah lokasi tempat parkir dengan menuruni 230 anak tangga dengan rata-rata tinggi anak tangga kira-kira 30 cm berarti kita akan menuju ke lokasi ke bawah 30 cm X 230 = 6.900 cm berarti kita akan turun sejauh 69 meter dengan lebar jalan rata-rata 1 meter menyusuri tebing.

Jalan menuju air terjun  sudah ditata dengan pekerasan rabat pondasi batu kali dengan bentuk jalan setapak bertangga menurun hingga hampir mendekati luncuran air terjun yang di sisinya terdiri dari semak-semak basah, hingga sampai di lokasi air terjun silahkan anda bisa menikmati luncuran air dinginnya.

Di lokasi ini anda bisa berenang tapi air paling dalam hanya sebahu orang dewasa saja. Bila ada beruntung biasanya setelah selesai hujan di lokasi sering muncul pelangi atau sabuk bidadari kata orang Lombok menghiasi luncuran kedua air terjun dengan sangat indah dan itu adalah kesempatan buat anda untuk segera mengabadikan kejadian tersebut dengan kamera digital atau dengan kamera smart phone anda.

AIR TERJUN TIU SEKEPER LOMBOK UTARA

Lombok banyak memiliki air terjun yang sumbernya berporos pada gunung Rinjani hingga diperkirakan masih ada yang belum di tau persis keberadaannya karena kondisi medan masih merupakan hutan lebat yang masih sulit untuk di jangkau begitu juga halnya dengan air terjun Tiu Sekeper yang merupakan air terjun yang tertinggi di pulau Lombok hingga memiliki ketinggian kurang lebih sampai 102 meter.

Pendapat lain juga menyebutkan ketinggiannya diperkirakan 140 meter dan katanya masuk dalam 10 besar air terjun tertinggi di Indonesia yang baru 2 tahun ini diketahui keberadaannya karena kondisi medan untuk menuju lokasi harus menerobos hutan lebat hingga memakan waktu 3 jam perjalanan menuju lokasi dengan berjalan kaki.

Hal ini tidak membuat saya heran karena saat saya berbincang-bincang dengan salah satu pemuda yang bermukim tidak jauh dari pintu gerbang masuk ke lokasi air terjun Tiu Sekeper sebelum saya mendapat kan guide lokal untuk memandu kami ke lokasi air terjun Tiu Sekeper dan saat pemuda ini menanyakan saya hendak kemana ?

Saya jawab mau hiking ke air terjun Tiu Sekeper lalu dia sedikit terlihat mengerutkan kening sambil berkata ” saya kira mau ke air terjun Tiu Teja, katanya ! Kalau lokasi air terjun Tiu Teja cuma 500 meter saja dari sini tapi kalau ke Tiu Sekeper saya sendiri belum pernah ke sana kata pemuda ini.

Bersama pak Badarudin (lokal guide)

Tidak lama kemudian ada seseorang laki-laki bertubuh tidak besar datang menuju tempat saya berdiri dekat warung, ternyata dia adalah orang tua dari pemilik warung tempat kami membeli air minum, setelah berkenalan namanya pak Badarudin, setelah bercakap-cakap dia juga katanya sering menghantar orang yang mau mengunjungi air terjun Tiu Sekeper.

Nah kebetulan kami juga menawarkan beliau untuk menjadi guide untuk menghantarkan kita ke lokasi air terjun, setelah sepakat sanggup dengan biaya tidak lama kemudian kami berkemas-kemas sambil mempersiapkan makanan, minuman, buah juga sempat kami beli pisang kemudian kami masukkan ke dalam tas punggung kecil  dan jalan menuju lokasi air terjun Tiu Sekeper.

Sebelum berangkat kita ambil photo dulu lalu kita posting di Facebook hal ini secara tidak langsung jika terjadi sesuatu dan lain hal setidaknya saat itu kita diketahui sedang berada di desa Santong sedang menuju lokasi air terjun Tiu Sekeper.  Pada awal perjalanan jalan setapak masih lebar hingga ke lokasi parkir air terjun Tiu Teja dengan suasana hutan yang lebat rimbun dan sejuk, semakin ke dalam trek semakin terasa menanjak dan di sebelah kanan masih bisa kita lihat luncuran air terjun Tiu Teja di bawah lembah.

Kondisi jalan yang basah dan terus menajak

Dalam perjalanan menerobos hutan dengan kondisi jalan setapak dengan banyak cabang-cabang yang membuat saya berfikir seandainya tidak menggunakan guide lokal pastilah akan banyak menghadapi masalah salah jalur, semakin kami memasuki hutan medan sangat terasa menanjak terus hingga kami banyak minum dan air pun habis tapi jangan khawatir sebelum kami berangkat pak Badarudin sudah memberitahu kami mengenai lama perjalanan akan menghabiskan waktu normal 3 jam berjalan kaki dan bila kita kehabisan air minum masih banyak sumber mata air yang berhamburan sepanjang jalan.

 

 

 

 

 

Pohon Jelateng yang harus dihindari

Di dalam hutan yang lebat ini sangat terasa aroma udara segar yang kami huruf dan sangat terasa beda dengan yang kita hirup setiap hari di kota Mataram, sesekali saat air minum kami habis ada beberapa mata air yang dipancurkan dari pipa plastik tempat kami mengisi air botol yang sudah habis, sambil berjalan ada hal-hal yang mesti harus kita hindari kata pak Badarudin yaitu bila melihat pohon seperti ini kata pak Badarudin sambil menunjuk salah satu daun dengan pohon yang tidak terlalu besar, ini kalau kami sebut namanya pohon “Jelateng.

Jika kita menyentuh atau tergores dengan duri yang ada pada daun Jelateng ini akan mengakibatkan kulit yang tertusuk duri daun jelateng akan menjadi bengkak dan terasa bagaikan disengat lebah selama 2 atau 3 hari katanya, jadi kita harus mengenali pohon dan daun ini jangan sampai kita terkena duri nya kata pak Badarudin.

Pak Badarudin sedang membersihkan sampah-sampah plastik kemudian membawa pulang setelah memasukkan ke kantong plastik

Sambil kami melanjutkan perjalanan masih ada beberapa pohon yang sudah ditebang entah oleh oknum siapa dan juga kami menemukan gubuk-gubuk tak berpenghuni di dalam hutan sepertinya milik warga yang berkebun kopi dan pisang yang nampak di dalam hutan ini setelah kami berjalan 1,5 jam kami pun sesekali waktu berhenti untuk beristirahat karena capek juga.

Sambil duduk-duduk di batang pohon yang tumbang bersama teman saya Mas Helmi Subhan kebetulan kami hanya berdua saja sambil mengamati ada beberapa jenis serangga yang belum pernah kami lihat sebelumnya begitu pun juga pak Badarudin terlihat sedang mengais-ngais sampah plastik yang berceceran di sekitar sambil menempatkan di sebuah kantong keresek bekas makanan yang kami bawa,”sepertinya pak Badarudin sudah sadar lingkungan.

jalan setapak yang berputar-putar, sebenarnya yang akan kita tuju terlihat dekat

Sepanjang perjalanan kami juga menemukan aliran sungai dan beberapa air terjun namun tidak tinggi hanya setinggi 5 meter saja dan sungai ini tidak lebar dan sudah ada jembatan kecil untuk kita gunakan melintas bahkan sudah dipasang atap sepertinya ini sekalian buat berteduh jika terjadi turun hujan, dalam pikiran saya sebenarnya jalan ini tidak akan jauh jika medan-nya lurus karena jalur ini sangat terasa berkelok-kelok sambil mendaki, setelah perjalanan lebih dari 2 jam kami sangat merasakan benar-benar berada di dalam hutan yang lebat karena tanah yang kami pijak terasa basah dan pohon-pohon semakin rindang, lebat dan bersemak.

 

 

 

Selebrasi sebelum turun ke bawah dasar air terjun Tiu Sekeper

Kira-kira hampir mendekati lokasi air terjun medan semakin sulit, kami melintasi dinding tebing dan di bawahnya terdapat lembah yang sangat dalam tapi sisi seram-nya ditutupi rimbun-nya semak belukar dan pepohonan di bawah lembah tapi di lokasi ini sudah ada akar pohon yang panjang tempat kami berpegangan bahkan ada tangga yang terbuat dari kayu untuk turun menyambung jalan setapak yang terputus oleh medan yang terbentuk oleh alam.

Tidak jauh dari lokasi ini barulah terdengar suara khas air terjun yang jatuh dari ketinggian dan suara gemuruh air yang jatuh dari pancuran air terjun. Kami memutuskan dulu untuk beristirahat beberapa menit sambil menikmati pemandangan air terjun sambil mengambil gambar dari kamera Smart phone karena bila melihat lokasi yang akan kita tuju lagi masih berada lokasi sangat bawah dengan medan turun yang sedikit licin.

Air terjun ini menurut saya memiliki luncuran yang tidak indah namun yang menarik karena memiliki ketinggian yang cukup tinggi dan memiliki medan trekking yang mengasyikkan bagi orang yang menyukai wisata trekking dengan suasana alam hutan lebat, sampai saat ini pun saya masih merindukan suasana menuju air terjun Tiu Sekeper.

Nafaspun sudah terasa siap untuk turun lalu kami lanjutkan untuk menyusuri medan setapak dengan kondisi tanah padat dan basah tapi banyak batang semak-semak tempat untuk berpegang disaat merasa medan mengancam, akhirnya setelah tiba 50 meter di bawah luncuran suasana ini indahnya tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.

Yang pasti jiwa kita terasa terbang dihempas tempias dingin luncuran yang tidak bisa utuh bila kami coba untuk mengambil gambar dengan jarak dekat, bagi yang mau mandi silahkan saja asal jangan pada kubangan luncuran karena pernah terjadi korban meninggal setelah ter-hempas oleh luncuran mayatnya terbenam tergulung ke dasar luncuran nah untuk itu jangan coba-coba main jago-jagoan di sini ya !!!

My Friend Helmi Subhan dan pak Badarudin

Setelah satu jam berada di lokasi ini badan pun sudah terasa cukup dingin silahkan ganti celana pendek basah anda, jangan berbasah-basah kembali ke lokasi tempat parkir mobil karena ini pengalaman pribadi saya hanya bawa 1 celana pendek sementara celana panjang pengganti kami taruh di tempat parkir dan mengakibatkan selangkangan saya lecet karena celana basah bergesekan dengan kulit. Hal yang paling saya ingat saat balik ke lokasi parkir saya merasakan benar benar tidak hafal dengan medan yang sudah kami lalui, saat saya coba-coba berjalan paling depan pak Badarudin selalu meng instruksi-kan dari belakang bahwa saya berbelok dengan mengambil jalur yang salah, bisa dibayangkan kalau kita ke lokasi ini dengan tanpa menggunakan guide lokal,”Bisa nyasar ke alam lain kali ya ?

Akhirnya kami hampir sampai di lokasi tempat parkir kaki sudah terasa mau gempor rencana semula tadi mau mampir di air terjun Tiu Teja saat balik sudah tidak menarik lagi akhirnya setelah tiba di lokasi tempat parkir kami ucapkan terimakasih dengan pak Badarudin  dengan harapan kami akan datang lagi menemui pak Badarudin dengan janji saya akan menjual paket wisata ke air terjun Tiu Sekeper.

Tentu harapan ke depan bila semua rencana lancar pak Badarudin bisa menjadi kordinasi guide lokal menuju air terjun Tiu Sekeper, dari sini kami harus berbalik ke kota Mataram dengan menempuh perjalanan 72 km dan saya perkirakan bisa sampai di rumah sekitar kurang dari jam 07:00 pm sebagian perjalanan kami tempuh saat matahari sudah tenggelam.

AIR TERJUN TIU PUPUS LOMBOK UTARA

Air terjun ini terdapat di kecamatan Gangga kabupaten Lombok Utara sekitar 10 km dari kecamatan Tanjung di sisi kanan jalan persis di tikungan terdapat gerbang yang bertuliskan TIU PUPUS WATERFALL dari sini kita masuk melalui jalan aspal sempit dan kurang bagus yang terus mendaki sepanjang jalan hingga puluhan km berujung pada jalan tanah dan tidak ada tempat penjualan tiket.

Waktu itu ada kelihatan seorang pemuda datang bergegas menghampiri dan menunjukkan tempat parkir lalu saya tanya tempat air terjun dan orang itu menghantarkan ke lokasi.

Tidak seperti megahnya gerbang ternyata air terjun ini cuma setinggi 20 meter dan saat itu airnya kecil katanya kalu waktu musim hujan baru airnya besar waduh untuk mandi-pun sepertinya enggan dan ada konstruksi kecil sepertinya untuk irigasi lalu orang itu bilang kalau airnya besar bagusnya itu kalah air terjun yang di Senaru katanya sudah pasti orang ini belum pernah ke Senaru.

Lalu saya bahas tempat penjualan tiket dia bilang kami tidak mengijinkan pihak pihak tertentu untuk menarik bayaran katanya trus saya tanya biasanya bapak dibayar berapa dia bilang seihlasnya saja tapi pernah juga bawa tamu bule dan dibayar 150.000 katanya waduh saya jadi tidak ngerti dengan arah pembicaraannya bapak ini akhirnya saya kasi 10.000 dan balik menuju air terjun Senaru yah cukup sekedar untuk tau aja.

AIR TERJUN TIU NGUMBAK LOMBOK UTARA

Air terjun yang berlokasi di desa Gumantar, kecamatan Kayangan, kabupaten Lombok Utara (KLU) ini tergolong masih sulit untuk di akses oleh pengunjung karena masih belum terlalu banyak yang datang berkunjung ke lokasi ini hingga infrastruktur belum dipersiapkan oleh pengelola dari aparat kantor desa Gumantar.

Bundaran pertigaan Patung Kuda ini bisa dijadikan patokan untuk menuju desa Gumantar, berbelok menuju desa Santong

Destinasi wisata menuju lokasi air terjun Tiu Ngumbak saat ini masih hangat diperbincangkan oleh para traveler lokal setelah beberapa pengunjung yang pernah mengunjungi lokasi ini memposting gambar air terjun ini lewat media Facebook, para kaum muda terutama masyarakat Lombok pecinta alam atau traveler lokal sangat antusias ingin mengunjungi lokasi ini namun lokasi yang cukup jauh.

Memasuki jalan aspal menuju desa Gumantar ke arah selatan dari jalan utama lingkar utara yang nampak kering saat musim panas, namun setelah mengakses bukit hijau yang nampak dari kejauhan yang masih merupakan bagian dari hutan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani ( TNGR )

Air terjun Tiu Ngumbak dari sisi paling bawah

Jika anda ingin atau berniat mengunjungi lokasi air terjun Tiu Ngumbak atau dalam bahasa sasak Lombok Utara Tiu artinya pusaran air dari air terjun dan Ngumbak artinya berombak karena bentuk air terjun ini bertumpang-tumpang seperti berombak jadi filosofi namanya diambil dari bentuk air terjun ini. Tentunya dengan menggunakan aplikasi google map akan menghantarkan anda ke lokasi ini yang paling efektif yang bisa menunjukkan ke arah lokasi air terjun ini tapi akan saya tambahkan untuk lebih memperjelas mengenai letak lokasinya air terjun Tiu Ngumbak.

Jika kita ambil patokan kedatangan dari arah kota Mataram maka kita akan menuju arah utara, datanglah ke arah desa Santong karena desa Santong adalah desa transmigrasi yang cukup populer di telinga masyarakat orang Lombok tapi sangat banyak juga yang tidak tau dimana desa Santong, persis-nya di kabupaten Lombok Utara di kecamatan Kayangan sebelah utara dari kecamatan Gangga dan selatan dari kecamatan Bayan.

Meeting point kami di Pusuk pass jam !0:00 am harus berangkat menuju Tiu Ngumbak

Setelah melakukan perjalanan dengan kendaraan bermotor sejauh 60 km dari kota Mataram anda akan menemukan monumen patung Kuda di pertigaan jalan utama, belok kanan ke arah desa Santong, sebelum tiba di desa Santong di dusun Sesait 2 km dari jalan utama ada belokan ke kiri pertama dengan konstruksi jalan aspal.

Nah saya sarankan mulai dari sini anda harus aktif bertanya-tanya kepada masyarakat setempat tapi jangan tanyakan dimana lokasi air terjun Tiu Ngumbak karena orang sekitar lebih mengenal di mana lokasi desa Gumantar ketimbang menanyakan di mana lokasi air-terjun Tiu Ngumbak tapi jika sudah sampai di desa Gumantar maka sembarang orang akan tahu di mana lokasi air terjun Tiu Ngumbak.

Di rumah adat penduduk setempat masih tinggal di situ hidup seperti apa adanya

Desa Gumantar masih merupakan desa yang sangat terbelakang dari peradaban, jika kita bicara beberapa puluh tahun ke belakang, di desa Gumantar kita masih bisa melihat rumah adat yang sangat tradisional dengan beratapkan ilalang tanpa jendela dengan pintu setinggi 1,5 meter tentunya kalau kita mengulas tentang hal ini ada filosofi-filosofi tersendiri tentang model bangunan setempat tapi di sini tidak akan saya ulas, saya akan menggiring para pembaca menuju lokasi air-terjun Tiu Ngumbak karena lokasinya akan melintasi desa adat ini dan ujung aspal akan berakhir di lokasi wisata budaya rumah adat Gumantar.

Ke Kanan arah menuju Desa Gumantar dan air terjun Tiu Ngumbak

Sepanjang perjalanan dari desa Santong menuju desa Gumantar merupakan lahan pertanian yang begitu subur jika pada musim hujan tapi jika musim kering sepertinya lokasi ini akan kekurangan sumber air karena berada pada punggung bukit, juga ada beberapa tanaman pohon padi jenis Gogorancah yaitu jenis padi yang hanya bisa tumbuh di lahan basah tanpa genangan air.

Setelah tiba di beberapa persimpangan akan ada petunjuk arah menuju : Tiu Ngumbak, Hutan adat, Masjid Kuno dan ke arah lain P. Tanjung Gumantar ada juga di dekat petunjuk arah bertuliskan Selamat Datang dengan arah panah ke arah kanan Dusun Gumantar dan arah panah ke kiri Dusun Amor-amor tapi kita fokus menuju arah Dusun Gumantar saja ya.

Pintu gerbang selamat datang memasuki daerah wisata

Mungkin saya hanya bisa berbicara kira-kira saja ya karena kami kesini bertujuan untuk berwisata sambil cari tau objek wisata bukan mau ukur jalan, setelah dari persimpangan tadi kami akhirnya disambut oleh pintu gerbang bertuliskan SELAMAT DATANG “DI DESTINASI WISATA DESA BELEQ” DESA GUMANTAR.

Setelah berjalan 2 km dari petunjuk arah pertama tadi di dekat pintu gerbang sudah bisa kita lihat rumah adat juga, waktu itu saya sempat melihat nenek-nenek tidak menggunakan bra atau BH kemudian lolos saja sampai ada beberapa papan nama lagi yang menunjukkan lokasi masjid Tua, setelah itu di ujung aspal terdapat sekelompok rumah yang terbuat dari bahan bambu dan beratapkan ilalang itulah rumah adat dusun Gumantar.

Rumah adat Gumantar yang sekarang menjadi destinasi wisata budaya

Di rumah adat saya menyempatkan diri masuk untuk mengambil gambar dan video untuk saya upload ke Youtube tapi sebelumnya saya sudah minta izin dengan lokal Guide di depan halaman, dan mereka sangat antusias sekali dan mempersilahkan saya masuk ke bagian halaman utama. Kemudian setelah itu saya sempat kan diri untuk bertanya-tanya tentang keberadaan air terjun Tiu Ngumbak, beliau bilang setelah berkendara 1 km sambil menunjuk arah jalan rabat selebar 2 meter ke arah kanan, nanti setelah sampai di pertigaan jalan tanah belok kiri dan mengikuti jalur tanah.

Motor saya parkir di bawah pohon

Setelah ber-pamit dan mengikuti instruksi seperti yang disarankan oleh orang di desa Gumantar tadi kami pun tancap gas memasuki arah jalan yang dimaksudkan melintasi rimbunan pepohonan hingga belum sampai di pertigaan yang di maksudkan tadi kami sudah merasa kesulitan untuk mengendalikan sepeda motor dan pada akhirnya kami terperosok terus karena jalan banyak lubang bekas gerusan air hujan juga sangat licin.

Akhirnya kami memutuskan untuk memarkir motor di bawah pohon besar dan rindang, kebetulan di situ ada gubuk dan nampak ada penghuni nya sayang kami tidak bisa ke gubuk itu karena harus melintasi jembatan kecil yang terbuat dari kayu, akhirnya ada 3 orang anak wanita sedang ada di situ yang katanya mau cari sayur pakis kami suruh menjaga motor dan memberikan imbalan uang seadanya, mereka-pun senang dan berkata saya akan duduk terus di sini menjaga motornya pak, sepertinya mereka tidak jadi mencari sayur Pakis, yah syukurlah perjalanan kami pun jadi aman dan tenang.

Luncuran Tiu Ngumbak dengan airnya yang cukup dingin

Menurut keterangan adik-adik tadi kami harus berjalan menuju air terjun sejauh 1 km lagi, melintasi lahan perkebunan hanya merupakan jalan setapak yang terus mendaki secara perlahan sesekali ada medan yang turun juga melintasi aliran sungai kecil yang kering dan akhirnya setelah berjalan 1 km kami berjumpa dengan nenek tua di kebun dan menanyakan lokasi air terjun.

Beliau bilang jalan ke kanan masih 1 km lagi, wah tadi informasi dari adik-adik berjalan 1 km nah ini berjalan 1 km lagi juga, hmmm dan ternyata nenek tadi itu benar juga kami sudah sampai 1 km sudah mendekati lokasi. Sebelum turun ke lokasi air terjun kami menjumpai pengunjung (gadis) yang baru saja balik dari lokasi air terjun dengan wajah pucat, mereka berdua saja sama-sama menggunakan Hijab dan tidak lama kemudian ada kawan lainnya (laki) muncul lagi dan berkata hati-hati pak perjalanan masih 1 jam lagi.

Bersama teman-teman explore di Tiu Ngumbak

Wow saya mendengarnya sebagai kabar kurang baik, dan ternyata memang benar kami tiba 1 jam di air terjun dengan melewati tebing yang sangat sulit di lalui, harus berpegang kuat di be-batuan dan akar kayu untuk turun ke bawah, ada juga beberapa akar rotan yang sudah di ikat oleh orang-orang setempat, kami sering turun ke air terjun untuk memancing katanya, di sini saya sudah tidak enjoy lagi untuk mengambil gambar dari Smart phone, karena kurang aman buat saya juga buat hanphone.

Saya terjatuh 3 kali, jadi Hp saya aman kan dalam tas yang penting harus turun dengan aman dan sampai tujuan, setelah sampai kami berjumpa dengan teman-teman yang sudah datang lebih awal di air terjun dengan sorak sorai gembira bisa bertemu di lokasi air terjun, di Lokasi air terjun Tiu Ngumbak tidak ada tempat penarikan tiket atau biaya apa pun menuju lokasi wisata ini, ada beberapa baut untuk kegiatan Canon yang saya jumpai di situ yang ter-tancap di batu dengan cara di bor, kami-pun sempat mandi di lokasi genangan air terjun, airnya dingin dan jernih. Selamat mencoba !!!

AIR TERJUN TIU KELEP LOMBOK UTARA

Air terjun Tiu Kelep adalah air terjun yang terindah di pulau Lombok dengan bentuk luncuran sedikit terkesan seperti terbang hingga dari sinilah terbentuk nama “Kelep” yang artinya terbang dan rintik rintik kecil yang berada dibawah luncuran nya terkesan seperti sayapnya, berlokasi persis di bagian utara pulau Lombok utara, dari kota mataram kira kira perjalanan akan menempuh waktu 2 jam – 2,5 jam.

Dengan berkendara roda empat baru akan sampai di desa Senaru. Kira-kira 75 km dari kota Mataram yang juga ( Senaru ) dikenal sebagai pintu gerbang utama akses untuk pendakian ke gunung Rinjani kira kira elevasi ketinggian desa Senaru kurang lebih 600 m dpl, setiba di sini anda akan disambut dengan bangunan bangunan penginapan dengan bertuliskan banner para organizer trekking menawarkan jasa pelayanan untuk pendakian gunung Rinjani.

Mendan yang akan kita lalui jika hendak mengunjungi air terjun Tiu Kelep

Di sisi kiri jalan utama desa Senaru akan nampak pintu gerbang menuju lokasi 2 air terjun dan salah satunya ke Tiu Kelep di loket tempat pembelian tiket disini setiap orang akan dikenakan biaya untuk tiket masuk Rp 10.000/ orang, sebelum membeli tiket biasanya pengunjung yang baru pertama kali ke lokasi ini akan tengok kiri tengok kanan mencari tempat parkir, disini ada 2 tempat parkir yaitu : yang dekat dengan gerbang air terjun dari pintu gerbang yang menuju air terjun anda bisa parkir di tempat parkir an umum lokasinya tidak jauh dari pintu gerbang kira kira 30 meter maju ke depan sebelah kanan jalan.

Lokasi parkir yang ke dua anda bisa parkir di halaman “Pondok Senaru” sebelah kiri jalan 10 meter sebelum pintu gerbang menuju air terjun disini anda akan di sambut oleh pelayan restoran Pondok Senaru untuk masuk ke restoran tapi bukan untuk makan semata selain itu anda akan di tawari untuk memesan sekedar kopi tapi tidak harus beli.

Disini anda harus  memberdayakan Guide lokal untuk memandu anda ke lokasi air terjun, mereka akan tanya tujuan kunjungan anda apakah sampai air terjun pertama atau sampai air terjun ke dua karena selain air terjun Tiu Kelep ada ada air terjun Sendang gila yang lebih dekat dengan pintu gerbang yaitu berjalan turun melalui anak tangga kira kira 10 menit saja.

Air terjun Tiu Kelep butuh waktu 30 menit untuk mencapainya dari pintu gerbang reservasi

Di sini terdapat 3 air terjun dengan melalui pintu gerbang yang sama tapi biasanya anda akan di tawarkan cuma 2 air terjun saja karena air terjun yang ke 3 sangat jauh dan memerlukan ekstra energi untuk mencapai kearah sana tapi sekiranya ada waktu jangan lewatkan untuk melihat air terjun yang ke 2 yaitu Tiu Kelep karena Tiu Kelep merupakan air terjun yang paling indah di pulau Lombok jalan akses sudah dibuat pengerasan berupa pasangan batu alam untuk jalan setapak juga ada reling untuk berpegang saat turun menuju air terjun karena para pengunjung juga banyak dari kalangan usia lanjut terkadang harus berhenti untuk berpegangan pada reling selain itu juga sudah banyak pos – pos tempat pemberhentian yang bisa digunakan untuk berteduh saat turun hujan. Air terjun ini memang kalah tinggi dengan air terjun pertama tapi tidak kalah indah dan menawan tentu sangat sayang untuk di lewatkan.

Sebisa mungkin harus bawa makanan ke lokasi air terjun, lumayan jauh juga sih.

Setelah sepakat dengan Guide lokal anda akan di hantar menuju gerbang masuk tidak usah khawatir pasti anda sedang mikir berapa harus bayar Guide lokal ya sekiranya anda berdua ya kira kira Rp 30.000 sampai 50.000 tergantung kebijakan anda saja karena air terjun yang ke 2 cukup jauh harus masuk ke dalam hutan dan harus menyeberangi arus sungai yang deras dan Guide lokal akan sangat membantu untuk membawakan anda sandal atau sepatu saat menyeberangi sungai, setelah tiba anda akan disambut dengan suara gemuruh air dan uap dingin akibat tempias air air-terjun yang di terbangkan angin di sini anda bisa mandi dan berenang sambil menahan dingin.

Setelah selesai mandi balik ke tempat parkir dan bisa memesan makan di restoran Pondok Senaru, di sini adalah tempat menikmati pemandangan yang sangat indah karena dari restoran ini anda akan disuguhkan pemandangan lembah hijau yang sangat dalam dan petak petak sawah petani dari kejauhan.

Juga dari sini anda bisa melihat luncuran air terjun yang pertama yaitu air terjun Sendang gila yang ditutupi pepohonan besar, sambil menunggu makanan pesanan anda bisa berjalan jalan di lokasi taman sambil mengambil foto dari segala penjuru, selain itu juga saat cuaca cerah lereng gunung Rinjani sangat nampak menjulang gagah dari lokasi ini.

Tidak hanya di sini saja tempat harus bisa memesan makan siang tapi yang pasti tidak se-bagus di sini untuk tempat mendapatkan pemandangan sambil menikmati makan siang anda. Selain itu juga banyak terdapat warung warung tempat membeli makan siang dengan harga murah tapi tempat juga akan menentukan harga dari makanan yang kita pesan.

AIR TERJUN SENDANG GILE LOMBOK UTARA

Air terjun Sendang Gile merupakan air terjun yang cukup tinggi di Lombok yang berlokasi di Lombok utara di desa Senaru yang juga merupakan pintu gerbang untuk mendaki gunung Rinjani, di desa ini sangat terlihat transparan para organizer menawarkan jasa untuk pendakian ke gunung Rinjani.

Air terjun Sendang Gile, di lokasi ini sekarang sudah bisa beli pisang goreng

Tapi sebenarnya para organizer sudah menjaring pelanggan melalui website namun pampangan nama tersebut hanya menunjukkan identitas dari setiap organizer pendakian karena melalui pintu desa Senaru adalah akses pendakian yang terbaik dibandingkan melalui jalur lainnya seperti jalur Torean, Batu Keliang Utara dan desa Sajang.

Terkecuali akses Sembalun karena jalur pendakian menuju puncak Rinjani pendakian via Sembalun yang paling dekat dan sangat nampak puncak Rinjani sangat jelas jika cuaca cerah yang pasti di pagi hari bisa dikatakan pasti cerah, terutama melalui pendakian via Sembalun medan-nya tidak terlalu curam untuk menuju puncak Rinjani relatif datar dan hanya ada beberapa tempat yang agak curam sebelum mendekati Post 3 dekat dengan bibir kawah danau Segara Anak.

Sepanjang jalan dari awal memasuki desa Senaru tampak papan nama berjejer hingga di kantor TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani) dengan tulisan banner menawarkan anda untuk bergabung untuk mendaki gunung Rinjani dengan paket paket yang sudah di kemas untuk beberapa hari pendakian.

Desa Senaru, 1 km sebelum gerbang masuk menuju air terjun Sendang Gile

Selain itu nampak juga beberapa restoran dan penginapan di sekitar kawasan Senaru, walaupun Air terjun Sendang Gila sedikit ada patahan namun sekilas terlihat nyambung jika kita mengambil gambar dari kamera Smart phone atau-pun kamera lainnya air terjun ini sangat favorit untuk dikunjungi oleh masyarakat Lombok.

Selain karena infrastruktur berupa akses jalan yang sudah tertata bagus dengan anak tangga yang di buat dari batu alam dan baru baru ini sudah di beri relling pengaman atau relling sekedar untuk berpegang saat melintas turun naik menuju air terjun.

Dari gerbang pintu masuk menuju air terjun juga sudah disiapkan beberapa Post untuk beristirahat entah itu istirahat karena hujan atau-pun beristirahat karena kelelahan kira kira-akan menghabiskan waktu 10 menit dari loket pintu masuk kita akan tiba di lokasi air terjun, disini anda bisa mandi namun tidak bisa berenang dibawah air terjun karena air yang jatuh tidak ter-tampung oleh kubangan curah air yang meluncur dari atas.

AIR TERJUN MAYUNG PUTEK LOMBOK TIMUR

Air terjun ini terdapat di desa Bilok Petung, kecamatan Sembalun kabupaten Lombok Timur yang merupakan luapan dari limpahan air hujan dari danau Segara Anak dan bagian dari hulu kokok Putek yang airnya berwarna putih kini air terjun Mayung putih sudah bisa dikatakan tidak ada lagi karena sudah dijadikan tempat pembangkit tenaga listrik, kenapa air terjun ini diberi nama Mayung Putek yang dalam bahasa sasak Mayung artinya rusa dan Putek artinya putih, dulu di tempat ini ada seekor rusa berwarna putih pernah ditemukan di tempat ini, Air terjun ini sudah beberapa kali wacana nya akan serius dikembangkan untuk menjadi objek wisata tapi wacana itu tiba – tiba hilang dan sekarang malah dibentuk menjadi konstruksi pembangkit listrik, lokasi air terjun ini tidak jauh juga dari air terjun Mangku Sakti yang terdapat di desa Sajang karena pernah saya lihat sepeda motor trail parkir tidak jauh dari akses masuk Mangku Sakti dan kata teman saya yang tinggal di desa Sajang bahwa sepeda motor itu dia merupakan motor operasional proyek pembangkit tenaga listrik di air terjun Mayung Puteh katanya

 

AIR TERJUN MANGKU SAKTI SEMBALUN LOMBOK TIMUR

Air terjun Mangku Sakti akhir akhir ini sudah tidak asing bagi traveler, tidak terkecuali dikalangan wisatawan domestik bahkan seperti wisatawan dari malaysia dan Singapura pun sudah banyak yang mengetahui nya, air terjun ini berlokasi di desa Sajang, kecamatan Sembalun, kabupaten Lombok Timur, air terjun Mangku Sakti baru-baru saja populer untuk dikunjungi di kalangan muda masyarakat Lombok karena sebelumnya hanya diketahui lokasinya oleh masyarakat setempat, dari jalan aspal berlokasi sangat jauh kira-kira kita berjalan lebih dari 1 jam untuk mencapai lokasi, saat pertama kali saya pergi mengunjungi belum ada akses jalan hanya baru menyerupai jalan bekas pijakan kaki dan melintasi be-batuan besar-besar kira-kira 300 m2, saat itu kebetulan sedang gerimis menyebabkan permukaan batu menjadi licin dan sempat jatuh terpeleset karena permukaan batu dibasahi rintikan air hujan dengan diantar oleh seorang teman yang kebetulan dia sekarang tinggal dan berkebun di desa Sajang.

Saat berjumpa dengan teman saya, sebelum diantar menuju air terjun, terlebih dulu saya mengobrol sambil menikmati hidangan kopi hasil dari tanaman kebun di sekitar yang ditanam sendiri oleh pak Garti ( teman saya ) ngopi-ngopi sambil saling menanyakan kabar selama kita tidak pernah jumpa, karena kira-kira setahun yang lalu sebelumnya saya pernah mencarinya tapi saat itu dia pergi merantau ke Sumatra, katanya kerja di perkebunan kelapa sawit, tidak lama kemudian dia menawarkan saya untuk mengunjungi air terjun yang lumayan jauh kira-kira perjalanan akan lebih satu jam dengan menerobos perkebunan dan hutan, tawaran ini tentu sangat menarik bagi saya karena sangat bersangkutan dengan profesi saya sebagai pelaku pariwisata.

Tidak lama kemudian kami berkemas-kemas dan saya lihat “teman itu menyematkan sebilah golok tajam di pinggang, spontan saya tanyakan untuk apa mesti membawa golok ? Dia cuma bilang siapa tau dalam perjalanan kita ketemu anak kancil nanti, wah dalam hati saya berkata ini pasti perjalanan yang sangat menarik tapi seketika itu juga saya berfikir bagaimana kalau kita tidak menemukan kancil atau anak rusa dan malah ketemu dengan ular viton, wow yang pasti sangat mengerikan maklumlah karena saya memang fobia dengan ular.

Teman ku Pak Garti atau Amaq Feby bersama anaknya Dani

Dalam perjalanan menuju air terjun dengan melintasi perkebunan kopi, cengkeh, nangka, kelapa dan lain-lain kemudian melintasi hutan yang terdiri dari pohon-pohon kayu yang kurang begitu saya kenal namanya dan sesekali teman saya itu menghunus golok-nya untuk memotong ranting-ranting kayu yang menghalangi jalan setapak yang kita lalui dan nyatanya memang menyerupai bekas pijakan kaki tapi yang tidak terlalu sering diinjak oleh orang yang berlalu-lalang di sini, yang pasti selain melintasi semak medan jalan yang begitu susah dengan kemiringan kira-kira dengan sudut 20 derajat ( sangat melelahkan ) yang pasti kami bawa air untuk minum.

Kira-kira setelah kami keluar dari rimbunan pohon kayu dan menemukan medan yang terdiri dari semak ilalang dari sini lokasi air terjun sudah dekat dan dari kejauhan sudah terdengar suara gemuruh aliran air yang mengalir dari celah-celah be-batuan, dan saat itu saya tanyakan nama air terjun ini, teman saya bilang namanya “Montong Kaliaga”  Montong itu artinya gundu-kan dan Kaliaga itu nama pohon kayu yang banyak di sekitar air terjun itu dan teman saya bilang baru sebulan ini rombongan bapak bupati Lombok Timur sudah berkunjung ke lokasi air terjun dan wacana-nya air terjun ini akan segera dibuatkan akses jalan dan akan dipromosikan menjadi tujuan objek wisata air terjun.

Mangku Kodek tidak terlalu jauh dari Mangku Sakti kira-kira hanya berjarak 300 meter saja

Dalam perjalanan ini kami tidak menemukan anak rusa atau pun ular viton yang pasti sangat melelahkan, penuh keringat dan sudah dibayar dengan melihat air terjun Montong Kaliaga yang tampilan-nya sedikit beda dengan yang biasa saya lihat pada umumnya yang biasanya airnya bening namun Montong Kaliaga warna airnya cenderung keputihan seperti air yang biasa kita lihat keluar dari celah-celah batu di daerah pegunungan, sumber air terjun ini merupakan air limpahan dari kawah danau Segara Anak yang merupakan terusan menuju aliran kali Kokok Putek, sempat saya tanyakan bagaimana kalau kita mandi di luncuran air terjun ini teman saya bilang ya boleh-boleh saja asal jangan mandi disaat hujan lagi deras katanya, karena nanti dari sumber atas air terjun yang paling atas sering ada material batu yang ikut hanyut terbawa arus air, ya Tuhan bayangkan sendiri apa yang akan terjadi dengan kepala.

Pada Jalur utama anda akan disuguhkan dengan padang savana yang hijau dengan tumbuhan ilalang

Setelah kira-kira setahun kemudian beberapa kali saya melintas di desa Sajang dan untuk yang terakhir kalinya ada tanda di gerbang jalan masuk yang menyerupai jalan tanah namun bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 di situ tertulis Air terjun MANGKU SAKTI dengan berbahan finil beserta gambar air terjunnya barulah saya yakin bahwa yang dimaksudkan itu adalah air terjun Montong Kaliaga yang sekarang sudah digantikan namanya menjadi Mangku Sakti, maka dari itu saya benar-benar merasa ingin tau jalur yang sebenarnya menuju air terjun itu dengan mengajak teman yang sama untuk kita sama-sama ingin mencoba jalur yang baru dan menurut keterangan teman saya itu sekarang akses ke air terjun sudah terorganize, untuk menuju lokasi pengunjung akan dikenakan biaya masuk dan biaya parkir.

Setelah bersiap siap untuk melakukan kunjungan yang ke 2 kalinya terlebih dahulu kami belanja beli air minum kemasan botol yang harganya sama dengan kita beli di kota Mataram karena teman saya itu bilang dia terakhir-kalinya ke air terjun itu ketika kita pergi samaan dulu katanya jadi dia-pun kelihatan antusias ingin menelusuri jalur utama menuju air terjun Mangku Sakti, selanjutnya kami menuju ke sebuah rumah yang menyerupai tempat orang melakukan registrasi dan informasi, namun sayang jawaban yang kami dapatkan tidak memuaskan karena yang berada di rumah tersebut sekelompok ibu-ibu yang lagi Ngobrol di teras dan hanya bilang datang saja langsung kesana sekarang mereka sedang berada di lokasi sedang memperbaiki jalan menuju air terjun.

Jalur ke Air Terjun Mangku Sakti tidak bersahabat

Tanpa banyak pikir kami-pun langsung tancap gas menyusuri jalan tanah yang sebagian berbatu kira – kira jalur ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan jenis sedan  tapi kalau untuk jenis Avanza atau Xenia masih bisa hingga 1,5 km dalam perjalanan masuk kira – kira 1 km ke arah air terjun kami melihat bangunan penduduk sebagian besar ber-arsitektur rumah di Bali dan ada tempat – tempat menaruh se saji di depan halaman rumah yang artinya dusun ini pemeluk agama hindu, setelah itu sudah menyerupai jalan tanah yang licin dan sedikit bergelombang tapi pemandangan kiri dan kanan benar-benar membuat siapapun akan terpesona, di sini saya pun terus memaksa supaya bisa sampai ke lokasi namun di tengah perjalanan bertemu dengan orang yang sedang memperbaiki jalan itu dan mereka menyarankan saya untuk ganti sepeda motor katanya sayang pak motornya bagus tidak cocok dengan medan ini katanya.

Ojek motor ke air terjun Mangku Sakti

Akhirnya saya parkir motor di rumah gubuk dan menggantinya dengan motor sewaan yang siap rusak atau siap jatuh karena kondisi motor itu sekedar hidup dan budinya sudah sering jatuh juga dilihat dari tampilan-nya, kami-pun melanjutkan perjalanan menyusuri jalan be-lumpur, be-batuan, bergelombang dan banyak lubang yang pasti harus ekstra hati-hati dan sesekali waktu mesin motor bisa mati karena tidak kuat menanding medan yang kita lalui hingga kami sampai di tempat parkir di sana sudah tersedia pos tempat persinggahan dan berjumpa dengan beberapa orang pengunjung sedang berbaring dengan tampak raut wajah kelelahan, dari tempat parkir motor kita masih harus berjalan kaki lagi kira-kira 15 menit untuk menuju air terjun dengan melintasi jalan setapak yang sedikit curam dan licin karena air mengalir dari rem-besan dinding tanah yang kita lalui, kira-kira setelah 10 menit perjalanan kita sudah bisa keluar dari rimbunan pepohonan dan disambut oleh pemandangan padang ilalang yang kemudian tidak jauh dari bibir sungai.

Air terjun Mangkun Sakti

Begitu tiba di lokasi nampak air-terjun Mangku Sakti dan untuk mendekat kearah sana kami harus menyusuri pinggiran sungai yang berbatu besar-besar yang pasti keindahan tempat ini tidak hanya terletak pada air terjunnya saja, pengunjung juga akan disuguhkan oleh pemandangan di sekitar air terjun Mangku Sakti. Lagi-lagi saya harus bertanya mengenai perihal pergantian nama yang sebelumnya hingga menjadi air terjun Mangku Sakti, sederhana saja alasannya karena di sekitar air terjun ada sekelompok keluarga Mangku yang dianggap berpengaruh di tempat tersebut, Mangku dalam bahasa setempat bisa diartikan setara dengan ketua adat atau kepala suku yang memang mempunyai warisan turun temurun untuk menjadi mangku di tempat itu, dan sakti maksudnya adalah yang memiliki ilmu kanuragan atau ilmu yang bisa menghalau kekuatan gaib.

Sekembali kami menuju tempat parkir kami sempat berbincang – bincang dengan pengelola bahwa saat ini pengelola sedang mengusahakan 20 ekor kuda sebagai alat transportasi menuju pos 2 untuk pendakian gunung Rinjani karena dari sini juga merupakan gerbang pendakian ke gunung Rinjani, namun dengan transport kuda ini hanya bisa mengantar hingga pos 3 termasuk juga sebagian kuda tersebut akan dioperasikan untuk pengunjung yang hendak pergi ke air terjun Mangku Sakti, bahkan baru-baru ini Mangku Sakti pernah dikunjungi selebritis ratu kecantikan miss universe 2006 berdarah jerman yang baru saja disunting oleh sesama artis sinetron yaitu Dimas Anggara. Nadine Candrawinata seorang wanita yang berpostur tinggi tentunya cantik yang sangat gemar traveling ala adventure untuk keperluan pengambilan gambar.

Post di lahan tempat lokasi parkir sekalian tempat beristirahat

 

AIR TERJUN MANGKU KODEK LOMBOK UTARA

Air terjun Mangku kodek berlokasi di Kecamtan Sembalun desa Sajang yang berjarak 106 km dari kota Mataram melalui lintas kabupaten Lombok Utara atau-pun melalui lintas kabupaten Lombok tengah, kenapa begitu tepat sama-sama berjarak 106 km ? karena hal ini dengan sengaja saya pernah mengukurnya melalui Speed meter pada motor yang saya gunakan ternyata dengan melalui jalan utama ( jalan provinsi ) jalur ramai dengan Traffic yang padat lalu lintas dari kota Mataram.

Ke arah timur melalui Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur ( Masbagik, Aik Mel, Wisata Lemor dan Pesugulan hingga sampai di kota kecamatan Sembalun ) persis sampai di Gapura Selamat Datang di lokasi air terjun Mangku Sakti Speed meter menunjukkan 106 km. kemudian jika anda melalui jalan utara ( Mataram, Pusuk pass, Pemenang, Tanjung, Bayan dan berakhir di gerbang selama datang ) Speed meter akan menunjukan 106 km jika kurang yakin nanti bisa dicoba ya ?

Air terjun Mangku sakti di desa Sajang

Kenapa saya sebutkan Gapura air terjun Mangku Sakti ? karena lokasi air terjun Mangku Kodek masih satu gerbang dengan air terjun Mangku sakti yang masih satu aliran dari luapan air  danau Segara Anak yang berada pada kawah gunung Rinjani pada ketinggian 2.000 m dpl, aliran air dari luapan danau Segra Anak ini membentuk sungai kecil yang aliran airnya berujung pada muara laut pada sisi utara dari pulau Lombok dan membentuk beberapa air terjun yang cukup indah diantaranya air terjun : Penimbung, Mangku Sakti, Mangku Kodek, Kuda Semberani, Mayung Putek, Madu dan air terjun Umar Maya hingga akan ada lagi objek baru yang akan menyusul dari terusan air danau Segara Anak ini, warna airnya agak ke-kuning kuningan warnanya karena ini efek dari lumpur belerang yang terbawa arus dari kawah gunung Rinjani, walaupun demikian sekilas air ini seperti warna air yang masih mendidih dari efek vulkanologi tapi ternyata airnya sangat dingin mungkin karena suhu dingin dari atas ketinggian mempengaruhi aliran air ini hingga menjadi cukup dingin.

Sempat saya tanyakan nama-nama air terjun yang tersebut di atas dengan seseorang setempat yang lahir dan besar tidak jauh dari lokasi rentetan air terjun ini, “pak Rody,” Beliau juga seorang organizer pendakian gunung Rinjani saat itu kelihatan kebingungan saat saya tanyakan asal muasal pemberian nama air terjun dia atas, hanya menjawab sebenarnya nama-nama itu baru-baru ini diberikan dengan alasan-alasan atau filosofi masing-masing karena saat ini banyak sekali pengunjung yang datang ke lokasi namun bingung mau dikasi nama apa ? Saya kira pemberian nama ini ada yang asal juga imbuh-nya, karena setahu saya sebelum dikunjungi banyak orang gak ada sebutan nama-nama seperti itu kata pak Rody, bahkan sempat saling tanya dengan teman dekat kampungnya mas Robdy pemuda dari kampung Sajang sementara pak Rody berasal dari kampung Lelongken 2 km dari pintu gerbang kedua air terjun yaitu air terjun Mangku Sakti dan Mangku Kodek.

Setelah sampai di tempat parkir kami berjalan turun 10 menit lagi menuju Mangku Kodek

Saat itu mereka berdua mengobrol di depan saya mengenai lokasi yang dimaksud, mereka bilang lokasi itu sudah pernah kita telusuri tapi mengenai nama yang di maksud itu, yang mana katanya ? Sambil saling pandang antara ragu dan bingung, tapi apapun itu ini adalah sebuah cerita yang baru terbentuk dari desa Sajang yang pernah saya tau sebelumnya sangat sepi dan jarang di lalui oleh kendaraan bermotor karena lokasinya sangat terpencil jauh dari hingar bingar suasana keramaian kota rumah-rumah penduduk pun masih nampak tradisional hanya ada beberapa rumah berkonstrusi tembok selain itu 50% masih beratap ilalang, hampir semua penduduk berprofesi sebagai petani kebun karena lahan di lokasi ini terdiri dari banyak kebun kopi, cengkeh, kakao dan lain-lainnya.

Kita lupakan saja masalah asal muasal nama-nama air terjun diatas, sekarang kita harus menuju air terjun Mangku Kodek, kita langsung menuju gerbang masuk yang sudah terdapat Gapura dari pintu masuk ini-pun baru dibuat tahun 2015 kalau tidak salah, tapi kalau mau tau persis nanti tanya saja di kantor desa Sajang ya, tiket masuk Rp 10.000/orang (sudah termasuk biaya parkir) tapi jika anda orang warga asing atau bukan orang Indonesia tiket masuknya cukup fantastis Rp 150.000/orang karena lokasi yang kita tuju sudah masuk ke lingkup atau zona Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Aida Said Family dari Malaysia

Sudah bisa saya duga asal nama dari air terjun ini, kata “Mangku” diambil dari kata Mangku Sakti yang bersebelahan dengannya dan kata “Kodek” karena luncuran air terjun ini Kodeq (bahasa Sasak) atau kecil dalam bahasa nasional, luncuran air terjun Mangku Kodeq hanya setinggi kira-kira 3 meter saja dengan jumlah volume air sama dengan air terjun yang berada di atasnya yaitu Mangku Sakti jarak antara Mangku Sakti dengan Mangku Kodeq kira-kira 300 meter saja jalan untuk menuju lokasi sangat jelas tapi ada beberapa belokan yang baru terbentuk karena merupakan akses kendaraan masuk ke perkebunan, jika musim kering jalanan akan sangat berdebu dan jika musim hujan akan banyak kubangan lumpur dan sangat nampak jelas puncak Rinjani jika cuaca cerah. 

Jika anda membawa sepeda motor anda ke lokasi boleh-boleh saja jika tipe Trial tapi jika tipe Matic dan masih baru saya sarankan untuk menggunakan motor sewaan di pintu gerbang yang sudah siap rusak dengan harga sewa Rp 100.000 per unit karena jalanan yang akan kita lalui banyak medan tanjakan dan turunan yang berbatu lepas seta banyak lubang-lubang yang tertutup tanah debu, tidak jarang motor-motor yang berlalu-lalang di sini mengalami kandas, sudah bisa dibayangkan kan ?

Ternyata airnya cukup dingin

Setelah tiba di lokasi tempat parkir anda harus turun lagi melintasi lorong semak berbatu kira-kira anda harus berjalan 10 menit hingga nanti akan bertemu di persimpangan jalan setapak yang ke kanan ke Mangku Kodek dan yang ke kiri ke Mangku Sakti, setelah sampai di tepi sungai kita turun ke air menuju goa batu ke arah kiri, tinggi aliran air hanya setinggi dengkul rata-rata, setelah menikung sedikit ke kanan barulah terlihat luncuran Mangku Kodek silahkan naik ke atas batu buat berpose yang artistik ya, jangan beranjak lebih jauh lagi mendekati luncuran ini himbauan karena putaran air cukup membahayakan jika anda kurang-kurang strong, hehehe…

Wisatawan dari Malaysia

AIR TERJUN MADU DAN UMAR MAYA LOMBOK

Keberadaan ke dua air terjun ini berlokasi pada satu pintu gerbang yang sama atau satu pintu masuk menuju lokasi air terjun “Madu” dan air terjun “Umar Maya” berada di desa Bilok Petung kecamatan Sembalun yang merupakan sisi utara dari kecamatan Sembalun dengan kontur tanah pada elevasi ter-rendah dari semua desa yang berada di kecamatan Sembalun setelah desa Sajang.

Sebelumnya Bilok Petung adalah wilayah Kadus desa Sajang namun setelah terjadi pemekaran dusun Bilok Petung menjadi desa tersendiri di kecamatan Sembalun. Kedua lokasi air terjun ini berada di desa Bilok Petung yang merupakan rentetan dari air terjun yang berasal dari luapan danau Segara Anak yang berada pada ketinggian 2.000 mdpl pada kawah gunung Rinjani.

Akses terdekat dari kota Mataram menuju ke dua lokasi air terjun ini dengan berkendara mengambil jalur utara atau melalui kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara  yaitu : Kecamatan Gunung Sari, kecamatan Pemenang, kecamatan Tanjung, kecamatan Gangga, kecamatan Kayangan dan kecamatan Bayan yang berbatasan langsung dengan desa Bilok Petung, saya perkirakan tepat 100 km dari kota Mataram hingga di sebuah pertigaan di desa Bilok Petung.

Berbelok ke arah kanan dengan kondisi jalan yang sama menuju sebuah lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air ( PLTA ) sejauh 2 km masuk dari jalan utama yang sudah beroperasi sejak awal tahun 1900an yang memanfaatkan luncuran air terjun Mayung Putek sebagai pemutar kincir Air yang dihubungkan ke mesin kumparan pembangkit listrik kemudian luncuran yang selanjutnya air terjun Madu dan air terjun Umar Maya yang tidak terlalu jauh antara satu dengan yang lainnya.

Letak kedua air terjun Madu dan Umar maya di bawah rentetan Mayung Putek sering diganggu oleh kegiatan moralisasi kegiatan PLTA yang mengakibatkan kedua air terjun ini diairi endapan lumpur hingga mengakibatkan di lokasi kedua air terjun ini Madu dan Umar Maya menjadi keruh dan tidak bisa digunakan mandi oleh para pengunjung hingga hingga saat itu membuat para pengunjung menjadi kecewa bahkan ada beberapa pengunjung yang kesal.

pengunjung merusak dengan merobek tanda pengarah air terjun ( ke kiri Madu dan ke kanan Umar Maya ) yang berbahan finil yang berada di pinggir sungai, karena mereka kesal sudah jauh-jauh datang dengan membawa celana ganti dan berjalan ke lokasi dari tempat parkir menyusuri jalan setapak turun ke sungai dan menyusuri sungai namun tidak bisa mandi apalagi sudah membayar parkir Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 15.000 untuk kendaraan roda 4 selain itu dikenakan biaya masuk Rp 2.000 untuk setiap pengunjung.

Air terjun Umar Maya di desa Bilok Petung

Bila dibanding dengan air terjun lainnya yang berada di pulau Lombok kedua air terjun ini tidaklah terlalu saya unggul-kan terkecuali Umar Maya yang nampak sedikit unik dari yang biasa karena memiliki genangan yang luas di bawah luncuran yang tidak terlalu tinggi hanya sekitar 6 meter saja dan bagi pengunjung yang suka mengadu adrenaline bisa loncat ke dalam genangan dari atas bibir luncuran air terjun Umar Maya tapi ada hal lain yang menarik setelah mengunjungi lokasi ini yaitu anda bisa mengunjungi Sembalun untuk melihat gunung Rinjani dari jarak yang lebih dekat dan bisa merasakan pesona alam Sembalun.

Dengan berbagai keindahannya yang bisa anda nikmati dari atas bukit yang mengelilinginya dengan pemandangan ladang persawahan yang subur dengan petak-petak sawah yang terlihat bagaikan karpet berjejer dengan warna hijau, kuning dan coklat selain itu anda bisa mengunjungi lahan perkebunan stroubery dan apel dengan biaya masuk Rp 15.000/orang dan bisa makan di tempat dengan memetik-nya sendiri, jangan khawatir jika anda kecewa di air terjun gara-gara ada normalisasi di PLTA masih banyak yang lainnya.