Dusun Sade & Ende

English

Pernahkah anda berkunjung ke rumah tradisional Lombok ? Lokasinya berada di dusun Sade dan dusun Ende yang merupakan bagian dari desa Rambitan kecamatan Pujut kabupaten Lombok Tengah bagian selatan, saat ini sudah dikemas menjadi daerah tujuan wisata.

Bagi mereka (wisatawan) yang ingin tau bagaimana orang Lombok pada masa dulu di sini masih disisakan gambaran masa lalu mengenai suku sasak yang bisa dilihat dari arsitektur bangunan tradisional.

struktur bangunan rumah tradisional lombok

Rumah Tradisional Lombok

Terdiri dari atap ilalang, kerangka nya hanya berupa batang bambu yang tidak dipaku hanya diikat dengan tali ijuk atau tali dari bahan bambu tali.

Dindingnya berupa anyaman bambu atau disebut bedek, lantainya terdiri dari lantai tanah yang permukaannya dilumuri tai kerbau sebagai pengganti semen.

Mengkilap dan juga untuk mengeraskan permukaan lantai atau sebagai fungsi semen katanya kalau tidur di lantai biar hangat dan nyamuk tidak berani mendekat.

Bangunan terdiri dari sekepat, Sekenem, lumbung, saung, rumah tempat tinggal dengan teras.

jumlah kepala keluarga di rumah tradisional lombok

Walaupun sudah ada listrik, penduduk rumah adat Sade yang terdiri dari 150 kepala keluarga tetap menggunakan penerangan tradisional untuk menjaga keaslian rumah adat.

Bentuk Lumbung LombokBahkan letak dusun ini di depannya jalan aspal licin menuju pantai Kuta untuk itu bila datang mengunjungi tempat ini jangan berkeberatan untuk memberi donasi sekedar nya.

Agar desa Sade bisa dilestarikan terus, bentuk bangunan ini sangat dipertahankan terus, jika ada bagian dari kepala keluarga yang ingin membuat rumah dengan konsep arsitektur modern harus di luar dari lingkungan rumah adat ini.

Seiring waktu ada sebagian yang sudah ter kontaminasi dengan kehidupan kota yang ditonton melalui media televisi.

Mereka tidak sanggup lagi menempati rumah warisan ini tapi mereka menggunakannya untuk menjual suvenir di dalam lingkup kampung adat ini.

Rumah adat LombokDari bandara Internasional lombok hanya berlokasi sekitar 8 km saja dan dari pantai Kuta berjarak sekitar 7 km jadi bagi siapa saja yang hendak mengunjungi pantai Kuta bisa sekalian mampir di sini.

Lokasinya di pinggir jalan besar, ada tempat parkir yang luas di seberang jalan dan sekarang sudah ada indomaret di samping area parkir.

Wisatawan di SadeNanti jika masuk ke rumah adat ini akan dipandu oleh guide lokal ke dalam kampung mereka tapi sebelumnya akan dijelaskan dulu tata cara dan sejarah dari rumah adat ini.

Lalu guide lokal akan memperkenalkan segala sesuatu yang terdapat di dalam kampung ini dan jangan lupa bayar donasi sekedar nya, guide lokal juga harus dibayar ya.

Ya, begitulah situasinya saat ini. Rumah tradisional ini menjadi komersial, cukup membantu warga setempat untuk mendapatkan rezeki dari rumah peninggalan ini.

Rumah adat ini, bisa menyerap lapangan kerja bagi pemuda setempat, secara bergilir sudah diberikan jadwal oleh kepala dusun untuk menyambut wisatawan sebagai guide lokal.

Desa di Lombok

Desa tradisional di Lombok dijadikan tempat objek wisata yang terletak di daerah daerah tertentu yang berlokasi terpisah di setiap kecamatan dan kabupaten tapi tidak berlaku untuk semua desa, hanya desa desa tertentu yang memiliki nila tradisional yang sangat kuat yang mencerminkan gaya hidup, Tradisi, kesenian dan kerajinan.

Kampung tradisional Lombok
Seorang wisatawan asing sedang menunjukkan hasil jepretannya

Para wisatawan yang datang ke pulau Lombok tidak semata ingin melihat panorama alam dan fasilitas hotel tempat menginap saja melainkan ingin mengenal betul secara kultur budaya Lombok itu seperti apa dan bagaimana gaya hidup keseharian orang orang lombok.

Termasuk bentuk rumah adat dan adat istiadat dalam kehidupan bermasyarakat termasuk juga kuliner khas Lombok itu mesti harus tau juga kan ?

Lombok yang merupakan suku Sasak yang memiliki bahasa daerah sama namun bervariasi dalam logat dari tempat tempat tertentu yaitu bahasa sasak yang ber-intonasi agak tinggi di bagian-bagian daerah tertentu, ber-intonasi datar, sedang dan yang pasti tidak ada intonasi lembut dalam bahasa sasak bukan berarti orang sasak kasar atau orang sasak itu tidak lembut.

desa tradisional
Desa Tradisional Di Lombok

Tapi yang saya maksudkan ciri khas bahasa sasak itu seperti demikian dalam keseharian seperti-halnya di tempat lain Suku sasak yang memiliki pulau yang lebih kecil dari pulau Bali ini memiliki kekayaan kearifan lokal yang unik suatu saat jika ke lombok bisa anda tanyakan ke guide mengenai apa saja yang untuk di lombok dalam hal ini tidak saya bahas karena sudah saya jelaskan di sesi lain.

Dalam bahasa sasak ada beberapa kata-kata istilah yang tidak sama penyebutan dan intonasi yang terkadang orang lombok bagian tertentu tidak saling mengerti arti dari pengucapan masing-masing sehingga sering terjadi walaupun sama-sama berasal dari Lombok atau orang suku sasak.

Terkadang mereka lebih baik menggunakan bahasa nasional karena lebih gampang berkomunikasi nya adapun desa tradisional yang dijadikan tempat objek wisata yaitu ; desa Bayan, desa Segenter, desa Duman, desa Banyumulek, desa Sukarara, Desa Rambitan, desa Sade, desa Ende Desa Akar-akar dan desa Sapit.