Pantai Bangko-Bangko merupakan pantai yang berada di Sekotong barat persisnya pada sebuah daratan di ujung barat bagian selatan yang menyerupai ekor atau kaki gurita pada pulau Lombok tempat ini sudah dikenal oleh orang orang asing yang suka bermain surfing.
Bila hendak mengunjungi lokasi ini dari kota Mataram berjarak 75 km lokasi ini masih berupa daratan pantai yang cukup kering memiliki kontur pantai yang penuh dengan berbatuan cadas dan terdiri dari berbatuan yang berbentuk bulat besar-besar.
Pada bagian pantai yang terkena abrasi dari tempat ini pengunjung bisa melihat daratan pulau Bali dengan jarak yang paling dekat terutama pulau Nusa Penida.

Sebenarnya Bangko-Bangko bukan tempat persis untuk bermain surfing hanya Bangko-Bangko lebih gampang untuk dikenal oleh orang banyak atau penyebutan Bangko-Bangko lebih populer untuk lokasi pantai tempat bermain surfing.
Bagi para bule bule yang suka dengan surfing yang sebenarnya lokasi bermain surfing itu di bagian sebelah Bangko-Bangko tidak jauh dari situ yaitu di pantai ”Pemalikan” yang kira-kira berjarak 2 km bila jalan berputar.
Perlu saya ingatkan di daerah ini jalan tidak pernah diperbaiki terdiri dari batu-batu lepas yang merupakan konstruksi dasar jalan raya yang tidak jadi dikerjakan atau di tunda pengerjaannya ini sudah berlangsung cukup lama hingga sekarang ada beberapa orang yang tinggal di tempat ini.
Sempat saya tanyakan kenapa sampai hal tersebut bisa terjadi seperti demikian menurut keterangannya disimpulkan karena area pantai Bangko-Bangko merupakan tanah yang bersengketa antara pemda dan masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan Bangko-Bangko.
Kasus saling klaim tentang kepemilikan lahan-lahan di daerah pantai Bangko-Bangko karena pemda sendiri ingin mengembangkan daerah kawasan Bangko-Bangko dan Pemalikan untuk dijadikan daerah tujuan wisata.
Masyarakat yang mengklaim lahan-lahan ini tidak mau menerima kompensasi pembayaran yang di anggap terlalu murah selain itu masyarakat sudah paham jika tanah sudah akan di bentuk untuk tujuan wisata akan menjadi sangat bernilai tinggi.
Beberapa kali pemda mencoba untuk menggunakan kekuatan Pol. PP tidak berhasil mengeluarkan solusi hanya berujung bentrok dengan aparat maka dari itu jalan yang menuju ke lokasi ini sangat tidak bersahabat.
Pada bagian bagian tertentu ada beberapa tanjakan yang curam dan berbahaya terutama bila menggunakan sepeda motor karena tanjakan terdiri dari batu-batu lepas dan berlubang akibat gerusan aliran air hujan.
Bila Anda tiba di Pemalikan setelah melewati jalan yang rusak dan badan jalan terlihat sempit karena semak-semak melebar ke bahu jalan Anda akan menemukan gubuk gubuk yang juga merupakan restoran sederhana.
Di sini Anda bisa membeli minuman kelapa muda tentu dengan harga yang cukup mahal karena sepertinya mereka mendatangkannya dari tempat yang agak jauh karena di sini tidak ada Tampak pohon kelapa.
Selain itu bisa juga Anda memesan makanan dengan menu pilihan yang sangat terbatas, sambil makan sambil menikmati gulungan ombak dan juga para bule-bule yang lagi main surfing tidak jarang di antara mereka yang punggungnya memar mengeluarkan darah.
Ada yang betisnya berdarah juga, mungkin di pantai banyak karang, pantai ini tidak cukup panjang-panjang amat dan pasirnya hitam tapi tidak hitam pekat.
Paket Wisata Harian
Rp 300.000 – 600.000 / Orang
Paket Wisata 2H/1M
Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang
Paket Wisata 3H/2M
Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang
Paket Wisata 4H/3M
Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang
Paket Wisata 5H/4M
Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang
Paket Wisata 6H/5M
Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang
Paket Wisata 7H/6M
Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang
Trekking Rinjani
Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang
Trip Pulau Komodo
Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang
Trip Arung Jeram
Rp 250.000 – 300.000 / Orang
Trip Sepeda MTB
Rp 350.000 – 450.000 / Orang
Kursus Diving
Kursus DSD Rp 900.000 / Orang
Tiket Fast Boat
Rp 350.000 – 700.000 / Orang
Reservasi Hotel
Rp 250.000 – USD 450 / Orang



