Air terjun Sendang Gile merupakan air terjun yang cukup tinggi di Lombok yang berlokasi di Lombok utara di desa Senaru yang juga merupakan pintu gerbang untuk mendaki gunung Rinjani.
Di desa ini sangat terlihat transparan para organiser menawarkan jasa untuk pendakian ke gunung Rinjani.
Air terjun Sendang Gile, di lokasi ini sekarang sudah bisa beli pisang goreng
Sebenarnya para organiser sudah menjaring pelanggan melalui website namun pampangan nama tersebut hanya menunjukkan identitas dari setiap organiser pendakian.
Melalui pintu desa Senaru adalah akses pendakian yang terbaik dibandingkan melalui jalur lainnya seperti jalur Torean, Batukliang Utara dan desa Sajang.
Terkecuali akses Sembalun karena jalur pendakian menuju puncak Rinjani pendakian via Sembalun yang paling dekat dan sangat tampak puncak Rinjani sangat jelas jika cuaca cerah.
Pasti di pagi hari bisa dikatakan pasti cerah, terutama melalui pendakian via Sembalun medannya tidak terlalu curam untuk menuju puncak Rinjani relatif datar dan hanya ada beberapa tempat yang agak curam sebelum mendekati Post 3 dekat dengan bibir kawah danau Segara Anak. Paket Tour
Sepanjang jalan dari awal memasuki desa Senaru tampak papan nama berjejer hingga di kantor TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani) dengan tulisan banner menawarkan Anda untuk bergabung untuk mendaki gunung Rinjani dengan paket paket yang sudah di kemas untuk beberapa hari pendakian.
Desa Senaru, 1 km sebelum gerbang masuk menuju air terjun Sendang Gile
Selain itu tampak juga beberapa restoran dan penginapan di sekitar kawasan Senaru, walaupun Air terjun Sendang Gila sedikit ada patahan namun sekilas terlihat nyambung.
Jika kita mengambil gambar dari kamera Smart phone atau-pun kamera lainnya air terjun ini sangat favorit untuk dikunjungi oleh masyarakat Lombok.
Selain karena infrastruktur berupa akses jalan yang sudah tertata bagus dengan anak tangga yang di buat dari batu alam dan baru baru ini sudah di beri reeling pengaman atau reeling sekedar untuk berpegang saat melintas turun naik menuju air terjun.
Dari gerbang pintu masuk menuju air terjun juga sudah disiapkan beberapa Post untuk beristirahat entah itu istirahat karena hujan atau-pun beristirahat karena kelelahan kira kira-akan menghabiskan waktu 10 menit dari loket pintu masuk.
Anda akan tiba di lokasi air terjun, di sini Anda bisa mandi namun tidak bisa berenang di bawah air terjun karena air yang jatuh tidak ter-tampung oleh kubangan curah air yang meluncur dari atas.
Air terjun ini terdapat di desa Bilok Petung, kecamatan Sembalun kabupaten Lombok Timur yang merupakan luapan dari limpahan air hujan dari danau Segara Anak dan bagian dari hulu kokok Putek.
Airnya berwarna putih kini air terjun Mayung putih sudah bisa dikatakan tidak ada lagi karena sudah dijadikan tempat pembangkit tenaga listrik.
kenapa air terjun ini diberi nama Mayung Putek yang dalam bahasa sasak Mayung artinya rusa dan Putek artinya putih, dulu di tempat ini ada seekor rusa berwarna putih pernah ditemukan di tempat ini.
Air terjun ini sudah beberapa kali wacananya akan serius dikembangkan untuk menjadi objek wisata tapi wacana itu tiba – tiba hilang dan sekarang malah dibentuk menjadi konstruksi pembangkit listrik.
Lokasi air terjun ini tidak jauh juga dari air terjun Mangku Sakti yang terdapat di desa Sajang karena pernah saya lihat sepeda motor trail parkir tidak jauh dari akses masuk Mangku Sakti dan kata teman saya yang tinggal di desa Sajang bahwa sepeda motor itu dia merupakan motor operasional proyek pembangkit tenaga listrik di air terjun Mayung Putih katanya
Air terjun Mangku Sakti akhir akhir ini sudah tidak asing bagi traveler, tidak terkecuali di kalangan wisatawan domestik bahkan seperti wisatawan dari Malaysia dan Singapura pun sudah banyak yang mengetahuinya, air terjun ini berlokasi di desa Sajang, kecamatan Sembalun, kabupaten Lombok Timur, air terjun Mangku Sakti baru-baru saja populer untuk dikunjungi di kalangan muda masyarakat Lombok.
Sebelumnya hanya diketahui lokasinya oleh masyarakat setempat, dari jalan aspal berlokasi sangat jauh kira-kira kita berjalan lebih dari 1 jam untuk mencapai lokasi, saat pertama kali saya pergi mengunjungi belum ada akses jalan hanya baru menyerupai jalan bekas pijakan kaki.
Melintasi be-batuan besar-besar kira-kira 300 m2, saat itu kebetulan sedang gerimis menyebabkan permukaan batu menjadi licin dan sempat jatuh terpeleset karena permukaan batu dibasahi rintik air hujan dengan diantar oleh seorang teman yang kebetulan dia sekarang tinggal dan berkebun di desa Sajang.
Air terjun Mangku Sakti Kab. Lombok Timur
Saat berjumpa dengan teman saya, sebelum diantar menuju air terjun, terlebih dulu saya mengobrol sambil menikmati hidangan kopi hasil dari tanaman kebun di sekitar yang ditanam sendiri oleh pak Garti (teman saya) mengopi-ngopi sambil saling menanyakan kabar selama kita tidak pernah jumpa.
Karena kira-kira setahun yang lalu sebelumnya saya pernah mencarinya tapi saat itu dia pergi merantau ke Sumatra, katanya kerja di perkebunan kelapa sawit, tidak lama kemudian dia menawarkan saya untuk mengunjungi air terjun.
Lumayan jauh kira-kira perjalanan akan lebih satu jam dengan menerobos perkebunan dan hutan, tawaran ini tentu sangat menarik bagi saya karena sangat bersangkutan dengan profesi saya sebagai pelaku pariwisata.
Tidak lama kemudian kami berkemas-kemas dan saya lihat “teman itu menyematkan sebilah golok tajam di pinggang, spontan saya tanyakan untuk apa mesti membawa golok ? Dia cuma bilang siapa tau dalam perjalanan kita ketemu anak kancil nanti.
Wah dalam hati saya berkata ini pasti perjalanan yang sangat menarik tapi seketika itu juga saya berpikir bagaimana kalau kita tidak menemukan kancil atau anak rusa dan malah ketemu dengan ular fiton, wow yang pasti sangat mengerikan maklumlah karena saya memang fobia dengan ular.
Teman ku Pak Garti atau Amaq Feby bersama anaknya Dani
Dalam perjalanan menuju air terjun dengan melintasi perkebunan kopi, cengkeh, nangka, kelapa dan lain-lain kemudian melintasi hutan yang terdiri dari pohon-pohon kayu yang kurang begitu saya kenal namanya.
Sesekali teman saya itu menghunus goloknya untuk memotong ranting-ranting kayu yang menghalangi jalan setapak yang kita lalui dan nyatanya memang menyerupai bekas pijakan kaki tapi yang tidak terlalu sering diinjak oleh orang yang berlalu-lalang di sini.
Yang pasti selain melintasi semak medan jalan yang begitu susah dengan kemiringan kira-kira dengan sudut 20 derajat (sangat melelahkan) yang pasti kami bawa air untuk minum.
Kira-kira setelah kami keluar dari rimbunan pohon kayu dan menemukan medan yang terdiri dari semak ilalang dari sini lokasi air terjun sudah dekat dan dari kejauhan sudah terdengar suara gemuruh aliran air yang mengalir dari celah-celah be-batuan.
Saat itu saya tanyakan nama air terjun ini, teman saya bilang namanya “Montong Kaliaga” Montong itu artinya gundu-kan dan Kaliaga itu nama pohon kayu yang banyak di sekitar air terjun.
Teman saya bilang baru sebulan ini rombongan bapak bupati Lombok Timur sudah berkunjung ke lokasi air terjun dan wacananya air terjun ini akan segera dibuatkan akses jalan dan akan dipromosikan menjadi tujuan objek wisata air terjun.
Mangku Kodek tidak terlalu jauh dari Mangku Sakti kira-kira hanya berjarak 300 meter saja
Dalam perjalanan ini kami tidak menemukan anak rusa atau pun ular fiton yang pasti sangat melelahkan, penuh keringat dan sudah dibayar dengan melihat air terjun Montong Kaliaga yang tampilannya sedikit beda dengan yang biasa saya lihat pada umumnya.
Biasanya airnya bening namun Montong Kaliaga warna airnya cenderung keputihan seperti air yang biasa kita lihat keluar dari celah-celah batu di daerah pegunungan, sumber air terjun ini merupakan air limpahan dari kawah danau Segara Anak.
Merupakan terusan menuju aliran kali Kokok Putek, sempat saya tanyakan bagaimana kalau kita mandi di luncuran air terjun ini teman saya bilang ya boleh-boleh saja asal jangan mandi di saat hujan lagi deras katanya.
Karena nanti dari sumber atas air terjun yang paling atas sering ada material batu yang ikut hanyut terbawa arus air, ya Tuhan bayangkan sendiri apa yang akan terjadi dengan kepala.
Pada Jalur utama Anda akan disuguhkan dengan padang savanna yang hijau dengan tumbuhan ilalang
Setelah kira-kira setahun kemudian beberapa kali saya melintas di desa Sajang dan untuk yang terakhir kalinya ada tanda di gerbang jalan masuk yang menyerupai jalan tanah namun bisa dilalui oleh kendaraan roda 4
Di situ tertulis Air terjun MANGKU SAKTI dengan berbahan finil beserta gambar air terjunnya barulah saya yakin bahwa yang dimaksudkan itu adalah air terjun Montong Kaliaga yang sekarang sudah digantikan namanya menjadi Mangku Sakti.
Maka dari itu saya benar-benar merasa ingin tau jalur yang sebenarnya menuju air terjun itu dengan mengajak teman yang sama untuk kita sama-sama ingin mencoba jalur yang baru.
Menurut keterangan teman saya itu sekarang akses ke air terjun sudah terorganize, untuk menuju lokasi pengunjung akan dikenakan biaya masuk dan biaya parkir.
Setelah bersiap siap untuk melakukan kunjungan yang ke 2 kalinya terlebih dahulu kami belanja beli air minum kemasan botol yang harganya sama dengan kita beli di kota Mataram.
Teman saya itu bilang dia terakhir-kalinya ke air terjun itu ketika kita pergi bersama dulu katanya jadi dia-pun kelihatan antusias ingin menelusuri jalur utama menuju air terjun Mangku Sakti.
Selanjutnya kami menuju ke sebuah rumah yang menyerupai tempat orang melakukan registrasi dan informasi, namun sayang jawaban yang kami dapatkan tidak memuaskan.
Yang berada di rumah tersebut sekelompok ibu-ibu yang lagi Mengobrol di teras dan hanya bilang datang saja langsung ke sana sekarang mereka sedang berada di lokasi sedang memperbaiki jalan menuju air terjun.
Jalur ke Air Terjun Mangku Sakti tidak bersahabat
Tanpa banyak pikir kami-pun langsung tancap gas menyusuri jalan tanah yang sebagian berbatu kira – kira jalur ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan jenis sedan tapi kalau untuk jenis Avanza atau Xenia masih bisa hingga 1,5 km dalam perjalanan masuk kira-kira 1 km ke arah air terjun.
Kami melihat bangunan penduduk sebagian besar berarsitektur rumah di Bali dan ada tempat – tempat menaruh sesaji di depan halaman rumah.
Artinya dusun ini pemeluk agama Hindu, setelah itu sudah menyerupai jalan tanah yang licin dan sedikit bergelombang. Paket Tour
Pemandangan kiri dan kanan benar-benar membuat siapa pun akan terpesona, di sini saya pun terus memaksa supaya bisa sampai ke lokasi.
Di tengah perjalanan bertemu dengan orang yang sedang memperbaiki jalan itu dan mereka menyarankan saya untuk ganti sepeda motor katanya sayang pak motornya bagus tidak cocok dengan medan ini katanya.
Ojek motor ke air terjun Mangku Sakti
Akhirnya saya parkir motor di rumah gubuk dan menggantinya dengan motor sewaan yang siap rusak atau siap jatuh karena kondisi motor itu sekedar hidup dan budinya sudah sering jatuh juga dilihat dari tampilannya.
Kami-pun melanjutkan perjalanan menyusuri jalan be-lumpur, be-batuan, bergelombang dan banyak lubang yang pasti harus ekstra hati-hati dan sesekali waktu mesin motor bisa mati karena tidak kuat menanding medan yang kita lalui.
Hingga kami sampai di tempat parkir di sana sudah tersedia pos tempat persinggahan dan berjumpa dengan beberapa orang pengunjung sedang berbaring dengan tampak raut wajah kelelahan.
Dari tempat parkir motor kita masih harus berjalan kaki lagi kira-kira 15 menit untuk menuju air terjun dengan melintasi jalan setapak yang sedikit curam dan licin.
Air mengalir dari rembesan dinding tanah yang kita lalui, kira-kira setelah 10 menit perjalanan kita sudah bisa keluar dari rimbunan pepohonan dan disambut oleh pemandangan padang ilalang yang kemudian tidak jauh dari bibir sungai.
Air terjun Mangku Sakti
Begitu tiba di lokasi tampak air-terjun Mangku Sakti dan untuk mendekat ke arah sana kami harus menyusuri pinggiran sungai yang berbatu besar-besar.
Pasti keindahan tempat ini tidak hanya terletak pada air terjunnya saja, pengunjung juga akan disuguhkan oleh pemandangan di sekitar air terjun Mangku Sakti.
Lagi-lagi saya harus bertanya mengenai perihal pergantian nama yang sebelumnya hingga menjadi air terjun Mangku Sakti, sederhana saja alasannya karena di sekitar air terjun ada sekelompok keluarga Mangku yang dianggap berpengaruh di tempat tersebut.
Mangku dalam bahasa setempat bisa diartikan setara dengan ketua adat atau kepala suku yang memang mempunyai warisan turun temurun untuk menjadi mangku di tempat itu, dan sakti maksudnya adalah yang memiliki ilmu kanuragan atau ilmu yang bisa menghalau kekuatan gaib.
Air terjun Mangku Sakti terletak di sisi utara Pulau Lombok
Sekembali kami menuju tempat parkir kami sempat berbincang-bincang dengan pengelola bahwa saat ini pengelola sedang mengusahakan 20 ekor kuda sebagai alat transportasi menuju pos 2 untuk pendakian gunung Rinjani.
Dari sini juga merupakan gerbang pendakian ke gunung Rinjani.
Dengan transport kuda ini hanya bisa mengantar hingga pos 3 termasuk juga sebagian kuda tersebut akan dioperasikan untuk pengunjung yang hendak pergi ke air terjun Mangku Sakti.
Baru-baru ini Mangku Sakti pernah dikunjungi selebriti ratu kecantikan miss universe 2006 berdarah Jerman yang baru saja disunting oleh sesama artis sinetron yaitu Dimas Anggara.
Nadine Candrawinata seorang wanita yang berpostur tinggi tentunya cantik yang sangat gemar traveling ala adventure untuk keperluan pengambilan gambar.
Post di lahan tempat lokasi parkir sekalian tempat beristirahat
Air terjun Mangku Kodeq berlokasi di Kecamatan Sembalun desa Sajang yang berjarak 106 km dari kota Mataram melalui lintas kabupaten Lombok Utara atau-pun melalui lintas kabupaten Lombok tengah, kenapa begitu tepat sama-sama berjarak 106 km ?
Hal ini dengan sengaja saya pernah mengukurnya melalui Speed meter pada motor yang saya gunakan ternyata dengan melalui jalan utama (jalan provinsi) jalur ramai dengan Traffic yang padat lalu lintas dari kota Mataram.
Ke arah timur melalui Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur (Masbagik, Aik Mel, Wisata Lemor dan Pesugulan hingga sampai di kota kecamatan Sembalun) persis sampai di Gapura Selamat Datang di lokasi air terjun Mangku Sakti Speed meter menunjukkan 106 km.
Gerbang mangku Sakti dan mangku Kodeq jadi satu kemudian jika Anda melalui jalan utara (Mataram, Pusuk pass, Pemenang, Tanjung, Bayan dan berakhir di gerbang selama datang) Speed meter akan menunjukkan 106 km jika kurang yakin nanti bisa dicoba ya ?
Kenapa saya sebutkan Gapura air terjun Mangku Sakti ? Karena lokasi air terjun Mangku Kodeq masih satu gerbang dengan air terjun Mangku Sakti yang masih satu aliran dari luapan air  danau Segara Anak yang berada pada kawah gunung Rinjani pada ketinggian 2.000 m dpl.
Aliran air dari luapan danau Segara Anak ini membentuk sungai kecil yang aliran airnya berujung pada muara laut pada sisi utara dari pulau Lombok dan membentuk beberapa air terjun yang cukup indah di antaranya air terjun : Penimbung, Mangku Sakti, Mangku Kodeq, Kuda Semberani, Mayung Putek, Madu dan air terjun Umar Maya.
Hingga akan ada lagi objek baru yang akan menyusul dari terusan air danau Segara Anak ini, warna airnya agak kekuningan warnanya karena ini efek dari lumpur belerang yang terbawa arus dari kawah gunung Rinjani.
Walaupun demikian sekilas air ini seperti warna air yang masih mendidih dari efek vulkanologi tapi ternyata airnya sangat dingin mungkin karena suhu dingin dari atas ketinggian mempengaruhi aliran air ini hingga menjadi cukup dingin.
Sempat saya tanyakan nama-nama air terjun yang tersebut di atas dengan seseorang setempat yang lahir dan besar tidak jauh dari lokasi rentetan air terjun ini, “pak Rody,”
Beliau juga seorang organizer pendakian gunung Rinjani saat itu kelihatan kebingungan saat saya tanyakan asal muasal pemberian nama air terjun dia atas, hanya menjawab sebenarnya nama-nama itu baru-baru ini diberikan dengan alasan-alasan atau filosofi masing-masing karena saat ini banyak sekali pengunjung yang datang ke lokasi namun bingung mau dikasi nama apa !
Saya kira pemberian nama Mangku Kodeq dan yang lainnya ini ada yang asal juga imbuhnya, karena setahu saya sebelum dikunjungi banyak orang tidak ada sebutan nama-nama seperti itu kata pak Rody.
Pak Rody sempat saling tanya dengan teman dekat kampungnya mas Robdy pemuda dari kampung Sajang sementara pak Rody berasal dari kampung Lelongken 2 km dari pintu gerbang kedua air terjun yaitu air terjun Mangku Sakti dan Mangku Kodeq.
Setelah sampai di tempat parkir kami berjalan turun 10 menit lagi menuju Mangku Kodek
Saat itu mereka berdua mengobrol di depan saya mengenai lokasi yang dimaksud, mereka bilang lokasi itu sudah pernah kita telusuri tapi mengenai nama yang di maksud itu, yang mana katanya ?
Sambil saling pandang antara ragu dan bingung, tapi apa pun itu ini adalah sebuah cerita yang baru terbentuk dari desa Sajang yang pernah saya tau sebelumnya sangat sepi dan jarang di lalui oleh kendaraan bermotor.
Lokasinya sangat terpencil jauh dari hingar bingar suasana keramaian kota rumah-rumah penduduk pun masih tampak tradisional hanya ada beberapa rumah berkonstruksi tembok selain itu 50% masih beratap ilalang, hampir semua penduduk berprofesi sebagai petani kebun karena lahan di lokasi ini terdiri dari banyak kebun kopi, cengkeh, kakao dan lain-lainnya.
Kita lupakan saja masalah asal-muasal nama-nama air terjun di atas, sekarang kita harus menuju air terjun Mangku Kodeq, kita langsung menuju gerbang masuk yang sudah terdapat Gapura dari pintu masuk ini-pun baru dibuat tahun 2015 kalau tidak salah.
Kalau mau tau persis nanti tanya saja di kantor desa Sajang ya, tiket masuk Rp 10.000 / orang (sudah termasuk biaya parkir) tapi jika Anda orang warga asing atau bukan orang Indonesia tiket masuknya cukup fantastis Rp 150.000 / Orang karena lokasi yang kita tuju sudah masuk ke lingkup atau zona Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
Aida Said Family dari Malaysia
Sudah bisa saya duga asal nama dari air terjun ini, kata “Mangku” diambil dari kata Mangku Sakti yang bersebelahan dengannya dan kata “Kodeq” karena luncuran air terjun ini Kodeq (bahasa Sasak) atau kecil dalam bahasa nasional.
Luncuran air terjun Mangku Kodeq hanya setinggi kira-kira 3 meter saja dengan jumlah volume air sama dengan air terjun yang berada di atasnya yaitu Mangku Sakti.
Jarak antara Mangku Sakti dengan Mangku Kodeq kira-kira 300 meter saja jalan untuk menuju lokasi sangat jelas tapi ada beberapa belokan yang baru terbentuk karena merupakan akses kendaraan masuk ke perkebunan.
Jika musim kering jalanan akan sangat berdebu dan jika musim hujan akan banyak kubangan lumpur dan sangat tampak jelas puncak Rinjani jika cuaca cerah.
Jika Anda membawa sepeda motor Anda ke lokasi boleh-boleh saja jika tipe Trial tapi jika tipe Matic dan masih baru saya sarankan untuk menggunakan motor sewaan di pintu gerbang yang sudah siap rusak dengan harga sewa Rp 100.000 per unit karena jalanan yang akan kita lalui banyak medan tanjakan dan turunan yang berbatu lepas.
Juga banyak lubang-lubang yang tertutup tanah debu, tidak jarang motor-motor yang berlalu-lalang di sini mengalami kandas, sudah bisa dibayangkan kan ?
Setelah tiba di lokasi tempat parkir Anda harus turun lagi melintasi lorong semak berbatu kira-kira Anda harus berjalan 10 menit hingga nanti akan bertemu di persimpangan jalan setapak yang ke kanan ke Mangku Kodek dan yang ke kiri ke Mangku Sakti.
Setelah sampai di tepi sungai kita turun ke air menuju Goa batu ke arah kiri, tinggi aliran air hanya setinggi dengkul rata-rata, setelah menikung sedikit ke kanan barulah terlihat luncuran Mangku Kodeq.
Silahkan naik ke atas batu buat berpose yang artistik ya, jangan beranjak lebih jauh lagi mendekati luncuran ini himbauan karena putaran air cukup membahayakan jika anda kurang-kurang strong, hehehe…
Keberadaan ke dua air terjun ini berlokasi pada satu pintu gerbang yang sama atau satu pintu masuk menuju lokasi air terjun “Madu” dan air terjun “Umarmaya” berada di desa Bilok Petung kecamatan Sembalun.
Merupakan sisi utara dari kecamatan Sembalun dengan kontur tanah pada elevasi ter-rendah dari semua desa yang berada di kecamatan Sembalun setelah desa Sajang.
Sebelumnya Bilok Petung adalah wilayah Kadus desa Sajang namun setelah terjadi pemekaran dusun Bilok Petung menjadi desa tersendiri di kecamatan Sembalun.
Kedua lokasi air terjun ini berada di desa Bilok Petung yang merupakan rentetan dari air terjun yang berasal dari luapan danau Segara Anak yang berada pada ketinggian 2.000 mdpl pada kawah gunung Rinjani.
Akses terdekat dari kota Mataram menuju ke dua lokasi air terjun ini dengan berkendara mengambil jalur utara atau melalui kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara  yaitu: Kecamatan Gunung Sari, kecamatan Pemenang, kecamatan Tanjung, kecamatan Gangga, kecamatan Kayangan dan kecamatan Bayan.
Berbatasan langsung dengan desa Bilok Petung, saya perkirakan tepat 100 km dari kota Mataram hingga di sebuah pertigaan di desa Bilok Petung.
Berbelok ke arah kanan dengan kondisi jalan yang sama menuju sebuah lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sejauh 2 km masuk dari jalan utama yang sudah beroperasi sejak awal tahun 1900an yang memanfaatkan luncuran air terjun Mayung Putek sebagai pemutar kincir Air.
Dihubungkan ke mesin kumparan pembangkit listrik kemudian luncuran yang selanjutnya air terjun Madu dan air terjun Umar Maya yang tidak terlalu jauh antara satu dengan yang lainnya.
Letak kedua air terjun Madu dan Umarmaya di bawah rentetan Mayung Putek sering diganggu oleh kegiatan moralisasi kegiatan PLTA yang mengakibatkan kedua air terjun ini diairi endapan lumpur hingga mengakibatkan di lokasi kedua air terjun ini Madu dan Umarmaya.
Menjadi keruh dan tidak bisa digunakan mandi oleh para pengunjung hingga hingga saat itu membuat para pengunjung menjadi kecewa bahkan ada beberapa pengunjung yang kesal.
pengunjung merusak dengan merobek tanda pengarah air terjun (ke kiri Madu dan ke kanan Umarmaya) yang berbahan finil yang berada di pinggir sungai, karena mereka kesal sudah jauh-jauh datang dengan membawa celana ganti dan berjalan ke lokasi.
Dari tempat parkir menyusuri jalan setapak turun ke sungai dan menyusuri sungai namun tidak bisa mandi apalagi sudah membayar parkir Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 15.000 untuk kendaraan roda 4 selain itu dikenakan biaya masuk Rp 2.000 untuk setiap pengunjung.
Air terjun Umar Maya di desa Bilok Petung
Bila dibanding dengan air terjun lainnya yang berada di pulau Lombok kedua air terjun ini tidaklah terlalu saya unggul-kan terkecuali Umarmaya yang tampak sedikit unik dari yang biasa karena memiliki genangan yang luas di bawah luncuran yang tidak terlalu tinggi.
Hanya sekitar 6 meter saja dan bagi pengunjung yang suka mengadu adrenaline bisa loncat ke dalam genangan dari atas bibir luncuran air terjun Umarmaya.
Ada hal lain yang menarik setelah mengunjungi lokasi ini yaitu Anda bisa mengunjungi Sembalun untuk melihat gunung Rinjani dari jarak yang lebih dekat dan bisa merasakan pesona alam Sembalun.
Dengan berbagai keindahannya yang bisa Anda nikmati dari atas bukit yang mengelilinginya dengan pemandangan ladang persawahan yang subur dengan petak-petak sawah yang terlihat bagaikan karpet berjejer dengan warna hijau, kuning dan coklat.
selain itu Anda bisa mengunjungi lahan perkebunan stroberi dan apel dengan biaya masuk Rp 15.000/orang dan bisa makan di tempat dengan memetiknya sendiri, jangan khawatir jika Anda kecewa di air terjun gara-gara ada normalisasi di PLTA masih banyak yang lainnya.