Pura Batu Bolong berlokasi tidak jauh dari pusat objek wisata Senggigi yang terlihat indah jika kita melintasi jalan menuju pantai Senggigi. Pura ini lebih populer disebut Pura Batubolong karena letaknya pada sebuah batu cadas yang menjorok kelautan dan bagian bawah batu ada yang terkikis oleh deburan gelombang. Batu cadas tersebut hingga bolong, di situlah pura itu dibangun
Pura Batu Bolong Merupakan Objek Wisata Pantai
Bagi penganut agama Hindu memberi nama sebutan lain yaitu pura Ratu Gede Mas Mecaling yang terdapat pada bagian pintu masuk ke area pura dan ada yang terdapat pada bagian ujung batu disebut Pura Batu Bolong.
Bagi siapa pun boleh masuk ke area pura Batu Bolong dengan ketentuan harus membayar tiket masuk Rp 10.000 dan etika sebagai rasa hormat harus mengenakan selendang berwarna kuning yang diikatkan pada pinggang.
Untuk wanita yang sedang berhalangan tidak diperbolehkan masuk ke dalam area pura dan larangan sudah diberitahukan lewat papan tertulis dekat gerbang masuk.
Letak dan Situasi Pura Batu Bolong
Tidak banyak yang bisa dilihat dari sini hanya tanjung yang ada di pantai Senggigi yang tampak jelas dan bagus untuk kita ambil foto dari pura Batu Bolong.
Tak jarang banyak wisatawan yang datang mengunjungi pura Batu Bolong. Pura Batu Bolong sangat bagus untuk pengambilan gambar, terutama pada siang hari.
Siang hari atau pada saat matahari terik biasanya angin bertiup kencang dan mengakibatkan deburan ombak menjadi sangat keras, lautan pun menjadi biru, Anggel untuk pengambilan gambar sangat bagus di sini.
Bagi warga kota sepertinya tidak terlalu banyak yang berkunjung ke tempat ini, tidak bisa dibangga kan karena dekat sekali jadi kurang wah kalaupun mendapatkan foto yang bagus di sini.
Orang asing sering terlihat masuk di sini, ya kan orang yang sekali datang dan entah kapan lagi ya memang menarik untuk dikunjungi tempat ini.
Objek wisata seperti ini sepertinya sangat banyak di pulau Bali, nah itulah kelebihannya anda jika berwisata ke Lombok. Di Bali anda tidak bisa melihat Lombok tapi di Lombok anda bisa melihat Bali.
Mungkin bagi anda yang tidak sempat mengunjungi Bali tidak salah anda berfoto di sini karena foto anda sudah bisa mewakili suasana di Bali.
Gili Kondo pulau di kabupaten Lombok Timur di selat alas. Kali ini kita akan mengunjungi Gili Kondo dan pasir putihnya yang indah, yah dilihat dari nama Kondo mirip-mirip seperti ejaan bahasa Jepang ya ?
Tentang nama Kondo ini coba coba saja nanti kita tanya orang setempat mungkin ada yang tau asal atau alasan hingga pulau ini diberi nama Kondo.
Lokasi pulau ini terletak di Timur Laut pulau Lombok atau sebelah utara pelabuhan Kayangan penyeberangan Ferry ke pulau Sumbawa.
Jarak dari kota Mataram jika berkendara kira-kira 87 km melalui jalan utama atau jalan provinsi, kendala untuk saat ini ruas jalan sedikit macet karena volume kendaraan saat ini di Lombok sepertinya semakin bertambah.
Tapi kemacetan sering terjadi hingga di kecamatan Aikmel Lombok Timur setelah itu arus kendaraan bisa sedikit longgar dan sekitar Labuhan Kayangan ke arah utara bisa dibilang sepi.
Pohon Purba Lian Langka tak jauh dari pantai Pidana
Ada jalur alternatif, melalui kecamatan Batukliang Utara tapi ini saya tidak rekomendasi kan karena tidak umum dilintasi dan banyak persimpangan yang sedikit membingungkan.
Tapi bagi yang sering berkendara di pulau Lombok sepertinya tidak ada Masalah. jika masalah jalan ini kita sudah paham mari kita langsung saja bicara ke objek wisata Gili Kondo menuju pelabuhan yang terletak di kecamatan Sambelia.
Dari pertigaan ke kanan menuju dermaga pelabuhan Ferry tapi kita lolos saja sedikit menikung ke kiri menuju kecamatan Sambelia melintasi kecamatan Pringgabaya.
Sebelum tiba di pelabuhan penyeberangan ke Gili Kondo kita mampir sejenak ke objek wisata pohon Purba kira-kira 7 km sebelum pelabuhan penyeberangan ke Gili Kondo.
Objek wisata ini diberi nama POHON PURBA LIAN LANGKA tentang hal ini nanti kita bicarakan secara spesifik di blog lainnya. Kira-kira 15 – 30 menit kita lanjutkan perjalanan menuju pelabuhan penyeberangan.
Berangkat dari pelabuhan Pasir Putih menuju Gili Kondo
Kita lanjutkan perjalanan ke arah utara 7 km ke arah utara nanti di pinggir jalan ada tulisan penyeberangan ke Gili Kondo dengan diberikan pengarah anak panah 200 m belok kanan.
Melalui jalan tanah, tapi sebelumnya kita lihat bangunan pembangkit listrik tenaga uap dengan cat warna biru dan sedikit warna merah
Setelah tiba di pelabuhan sudah disiapkan tempat parkir oleh pengelola untuk parkir mobil dengan atap seng dan untuk motor di bawah pohon rindang.
Biaya parkir motor Rp 3,000 dan untuk mobil Rp 10.000 untuk musim ramai atau musim liburan suasana tempat parkir sedikit berjubel sering terjadi calon penumpang yang akan menyeberang.
Harus menunggu dulu Boat yang balik dari Gili Kondo atau Gili lainnya karena di sini ada tujuan lain, di sekitar pulau atau Gili Kondo ada 3 pulau lainnya lagi yaitu Gili Bidara, Gili Kapal, Gili Petagan.
Menikmati perjalanan menuju Gili Kondo dengan saat cuaca cerah dan air laut tidak berombak
Untuk berkunjung hanya satu Gili saja seperti Gili Kondo, biaya charter antar jemput akan dikenakan biaya Rp 260.000 maximal penumpang 10 orang.
Jika ingin mengunjungi 4 Gili biaya carter Boat Rp 460.000 melalui pelabuhan pantai Pasir Putih. Di lokasi ini juga ada pos Angkatan Laut, juga terlihat ada kegiatan tempat pendaratan aspal panas dengan menggunakan kapal tongkang.
Tampak di atasnya terlihat ekskavator sedang memasukkan material aspal panas ke atas truk karena jalan utama tadi saat kita melintas ada pengerjaan penebalan permukaan jalan aspal.
Di lokasi pelabuhan terdapat loket tiket penyeberangan sangat sederhana sekali, jadi ingat saat Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air waktu baru berkembang, loket tiket masih pakai pagar bedek dan dilengkapi pengeras suara begitu juga di pelabuhan penyeberangan ini.
Bedanya di pelabuhan Pasir Putih ini terdapat banyak pohon tempat berteduh dan ada beberapa gazebo di pinggir pantai untuk ruang tunggu, juga banyak yang berjualan makanan ala piknik, disisi lain ada gazebo juga tapi milik pedagang untuk tempat menyajikan pelanggan yang berbelanja.
Resiko saat datang terlambat ke pulau ini semua gazebo sudah ditempati pengunjung lain
Sebelum menyeberang ke Gili Kondo pastikan anda sudah membeli air minum karena di lokasi atau di pulau Gili Kondo yang berjualan hanya cuma ada satu warung saja yang pasti bisa jadi lebih mahal.
Eh tapi saya beli air botol 1,5 ml di pelabuhan ini lumayan mahal juga Rp 8,000 padahal di rumah cuma Rp 4,000 saja waduh apalagi kalau beli air di pulau Gili Kondo pasti lebih mahal lagi.
Cukup beli air saja, jadi berhitung kalau mau beli-beli yang lainnya lagi untung saja tadi teman-teman ada yang beli kue-kue dan air minum mineral juga minuman bersoda di Mataram.
Setelah dipanggil dari pengeras suara pemberangkatan kami dengan menyebut salah satu nama teman yang membeli tiket akhirnya kita berangkat, buka sandal berjalan kaki ke pantai yang tidak berombak juga berpasir putih ini, naik boat lewat tangga perahu dan berangkat.
Sambutan selamat datang di dermaga Gili Kondo
Boat yang kami tumpangi melaju ke arah timur menuju Gili Kondo dan Tampak juga daratan pulau Sumbawa terlihat samar-samar berwarna coklat tandus karena posisi objek wisata ini berada di selat Alas.
Penyeberangan ini hanya 10 menit saja kita akan sampai di Gili Kondo, setelah pertengahan jalan barulah sedikit Tampak lebih jelas pulau ini, sangat terlihat jelas perahu-perahu parkir di sebelah kiri pulau berarti pelabuhan Gili Kondo berada di bagian sisi utara pulau.
Semakin dekat ke arah pelabuhan terlihat warna air belang belang hijau dan biru sangat jernih, di daratannya terdapat bangunan-bangunan sederhana berkonstruksi kayu, terdapat beberapa pohon dan di bagian sisi lain Tampak padang rumput.
Setelah tiba menginjakkan kaki di pulau ini kita akan disambut oleh tulisan SELAMAT DATANG di GILI KONDO silakan bersantai menikmati pulau ini.
Terdapat ada beberapa gazebo berjejer tapi jika musim kunjungan lagi ramai mohon besarkan hati, cukup duduk di bawah rindang nya pepohonan.
Mengintip gunung Rinjani (3.726 ) di daratan pulau Lombok dari Gili Kondo
Pulau ini sangat belum tertata maksimal jika ada investor yang bersedia mengelola pulau ini atau pemerintah daerah menganggarkan untuk pengembangan pariwisata ini pasti akan tambah cantik sekali lokasi ini.
karena seperti ini saja sudah luar biasa indahnya, sebelumnya tempat ini pernah dikelola oleh “Perama Tour” di mana lokasi ini pernah dijadikan tempat konservasi pelestarian terumbu karang.
Karena dari setiap kapal Perama Tour yang bertujuan ke pulau Komodo membuat program untuk tamu-tamu wisatawan nya untuk berdonasi replentasi terumbu karang sehingga sebelumnya pulau ini disebut atau punya nama lain yaitu “Perama Resort”
Hingga pada akhirnya berselisih dengan penduduk sekitar dan akhirnya pulau ini dikelola oleh pemerintah kecamatan setempat.
Di pulau ini sudah ada beberapa fasilitas untuk pengunjung di antaranya yang sudah disebut tadi yaitu ada gazebo, ada Musholla yang terbuat dari kayu, ada tempat menunggu sementara Boat datang menjemput, ada juga tanaman pohon Kurma.
Dulu pernah berbuah sih kata teman yang pernah ke lokasi ini sebelumnya tapi buahnya kecil-kecil katanya juga pohon kurma ini batangnya baru setinggi dengkul sementara daunnya menyebar kayak bulu landak.
Pesisir pantai nampak masih alami tempat kesukaan para penyu datang untuk bertelur
Pulau ini sangat ramah bagi kedatangan penyu karena lokasi ini sangat sepi jika malam, sangat tidak menutup kemungkinan penyu akan datang untuk bertelur di sini.
Untuk itu pemerintah sangat melindungi lokasi ini dari pengambilan penyu atau mencuri penyu di lokasi ini karena tidak ada alasan untuk pembenaran untuk mengexploitasi penyu karena sudah terancam punah.
Oleh karena itu sangat dilindungi oleh undang-undang tahun 1990, melarang setiap perdagangan penyu hidup atau mati termasuk bagian-bagiannya, bahkan jika melihat penyu bertelur harus dilaporkan BKSDA NTB (0370) 627851
Ada 6 jenis penyu yang berada di perairan Indonesia di antaranya: Penyu Belimbing, Penyu Tempayan, Penyu Hijau, Penyu Pipih, Penyu Sisik dan Penyu Lekang.
Pelabuhan Gili Kondo di bagian sisi utara pulau
Jika kita jalan kelilingi pulau ini lumayan bisa habiskan waktu 30 menit kata Boatman yang saya tanya saat menancapkan jangkar, di pantai banyak orang-orang yang bersenorkeling.
Tadi di pelabuhan Pasir Putih ada saya lihat tempat penyewaan alat-alat snorkeling, anak-anak kecil juga banyak mandi di pinggir pantai karena tidak berombak.
Berombak tapi kecil saja tidak ada pasir yang berwarna hitam pulau di seberangnya Gili Bidara, terlihat ada bangunan rekonstruksi kayu tapi malah di sana tampak ada atap gentengnya.
Eh, ya di pulau ini juga gazebonya ada yang beratapkan genteng dua unit yang lain beratapkan ilalang tapi sudah terlihat rusak, di sisi lain saya dekati ibu yang lagi berwudu dengan botol gelas Aqua, bu kalau yang lain berwudu pakai apa itu mungkin ada tempatnya ?
Ibu itu menjawab mereka berwudu dengan air laut dan kalau mau membilasnya bisa pakai air gelas seperti ini juga sambil menunjuk botol kemasan gelas, oh sepertinya tadi ibu ini berwudu dengan air laut juga sebelumnya, hanya untuk bagian muka dibilas dengan air minum.
Musholla di Gili Kondo hanya 30 meter dari pesisir pantai
Musholla ini terlihat baru dibuat juga dengan konsep rumah panggung terbuka dengan beratapkan ilalang yang masih terlihat baru juga dan Musholla ini diberi nama AL-MUKHLISIN yang artinya saya tidak tahu. 😆 😆 😆
Mesti buka kamus bahasa Arab dulu. Cukup dulu cerita kita sampai di sini sekarang harus tunggu jemputan perahu yang sama katanya nanti jam 4 sore pak Adi (boatman) akan menjemput kita.
Tapi setelah jam 4 lebih sedikit belum juga ada Boat pak Adi yang terlihat, akhirnya kita telpon pak Adi lewat nomor telepon yang ada di tiket.
Eh, ternyata yang jemput itu Boat RIZKY pantesan dari tadi Boatmannya angkat tangan ke arah kami.
Ya sudah sepertinya kali ini kami harus segera balik ke pinggir karena di lokasi ini tidak ada rumah makan apa lagi restoran jadi sudah lapar dari tadi kami cuma makan roti, kue kering dan nanas.
Daratan pulau Sumbawa dari Gili KondoDaratan pulau Lombok dari Gili KondoLetak Gili Kondo terhadap pulau sekitarnya
Pelabuhan Tanjung Luar merupakan pantai berpasir hitam, Tanjung luar sebenarnya bukan tujuan wisata pantai tapi Tanjung Luar merupakan daerah tempat para nelayan menjual hasil tangkapan ikan yang siap untuk didistribusikan ke daerah Lombok bagian timur bahkan pasar hiu pun ada di Tanjung luar.
Tidak ada yang menarik untuk dilihat namun untuk turis bule senang dengan suasana kedaerahan, karena orang orang di sini masih berpenampilan bersahaja, dan masih terdapat banyak-pasar pasar yang terlihat sangat tradisional.
Objek wisata di sini Anda bisa melihat hasil tangkapan ikan hiu yang berukuran besar, bila hendak melihat hasil tangkapan hiu harus pada bulan bulan tertentu tergantung musim angin dan bisa Anda lihat setiap pagi sekitar jam 9 pagi.
Ikan ikan hiu ini merupakan hasil tangkapan para nelayan lokal yang menggunakan kapal kayu yang bisa menempuh jarak yang sangat jauh hingga mendekati perairan teritorial perairan Australia.
Tanjung Luar kini sering dikunjungi wisatawan terkait dengan trip menuju ke pantai Pink. Jadi Tanjung Luar sudah tidak asing lagi bagi para pelaku wisata di Lombok. hampir setiap hai puluhan boat trip dioperasikan melalui pelabuhan ini.
jangan lupa jika mau berwisata ke pantai Pink, pesan makannya langsung di sini saja karena di lokasi ini sumbernya ikan segar. Tinggal dimasakin terus dibawa ke pantai Pink, nanti makannya di sana saja biar asik.
Yang paling dikenal di sini organizer boatnya atau perahu motor yaitu boat “Garuda” yang dikelola oleh pak Amat. Memiliki hampir puluhan boat dengan brand Garuda dengan berbagai macam ukuran.
Dari tempat kawasan wisata atau tempat penginapan sangat jauh untuk menuju lokasi ini, jadi harus sepagi mungkin untuk merencanakan perjalanan ke lokasi ini atau ke pelabuhan ini.
Dalam perjalanan ke lokasi ini dari arah kota Mataram atau kawasan pantai Senggigi dapat Anda singgah di salah satu objek wisata yang masih satu arah, yaitu mengunjungi destinasi kampung tenun di desa Sukarara.
Di desa Sukarara dapat mengalokasikan waktu untuk satu jam saja sudah cukup, tergantung bagaimana Anda meng kondisikan seberapa penting di desa Sukarara dan seberapa penting di tujuan wisata pantai Pink.
Boat Trip di Pelabuhan Tanjung LuarBoat trip Tanjung Luar di pantai Pink
Pantai Tanjung Aan masih merupakan deretan pantai yang terletak di bagian selatan pulau Lombok yang merupakan juga destinasi pariwisata pantai yang berlokasi hanya beberapa kilo meter saja dari pantai Kuta yang sudah melegenda.
Pantai Kuta merupakan pantai yang paling awal diperkenalkan ke mancanegara oleh para pelaku pariwisata, sudah didukung oleh banyaknya infrastruktur.
Akomodasi Penginapan Dekat Tanjung Aan
Tersedianya banyak akomodasi untuk penginapan hotel berbintang 4, Bungalow, home stay, pondok dan guesthouse di area pantai Kuta yang tidak jauh dari pantai Tanjung Aan kira-kira 4 km ke arah timur.
Teluk Tanjung Aan dari atas bukit Merese
Biasanya para pengunjung lebih utama untuk mengunjungi pantai Kuta yang merupakan destinasi utama para pelancong mancanegara maupun pelancong wisatawan lokal.
Bagi para pengunjung yang masih merasa kurang untuk ingin tau atau ingin melihat pantai lainnya yang sebanding bagusnya mereka akan bergeser menyusuri pantai ke arah timur termasuk mengunjungi pantai Tanjung Aan.
Selain itu masih satu jalur bisa singgah di pantai Seger yang juga menawarkan pemandangan eksotis yang ke arah barat.
Tampak hotel berbintang 5 yaitu Novotel Resort yang tampak dibentengi oleh bukit cadas kecil yang indah di kelilingi pasir berwarna putih.
Tempat Parkir Tanjung Aan
Pantai Batu Payung di Tanjung Aan nampak dari atas bukit Merese samar-samar di ujung tanjung
Tidak jauh beda seperti apa yang Anda temukan di pantai Kuta selain tersedianya tempat lahan parkir yang sudah diberikan peneduh dari bahan daun kelapa.
Disokong oleh batang bambu untuk melindungi kendaraan yang diparkir dan pasti untuk parkir setiap pengunjung harus bayar dengan harga sesuai yang tertera pada kertas tiket parkir.
Selain itu juga di tempat itu terdapat pedagang yang menjual air minum kemasan botol atau kopi yang bisa diseduh di sana.
Selain itu Anda bisa membeli makanan kemasan seperti-halnya, roti, biskuit, kacang dan lain-lain termasuk juga ada yang menjual kelapa muda yang sudah siap dibelah.
Tip Menghadapi Pengasong Souvenir
Keindahan dasar perairan teluk Tanjung Aan dari atas bukit Merese
Yang pasti kedatangan Anda akan dibuntuti para pengasong yang berasal tidak jauh dari daerah setempat.
Mereka akan menawarkan kepada Anda berbagai barang yang berupa suvenir khas Lombok.
Seperti baju kaos oblong yang bertuliskan Jargon-Jargon untuk pariwisata Lombok, kain tenun Lombok, gelang yang bisa dipesan untuk menuliskan nama Anda, serta aksesoris lain.
Berupa; kalung, gelang, topi dan lain-lain hal ini mungkin sedikit mengganggu kedatangan Anda tapi kita juga harus maklum.
Karena mereka juga sedang mencari nafkah, jika tidak berniat membeli cukup bilang terima kasih asal jangan iseng-iseng menawar harga.
Mereka akan lebih agresif lagi membuntuti Anda ke mana saja sampai akhirnya Anda akan terpaksa untuk membelinya.
Tanjung Aan Tempat Yang Bagus Untuk Fotografi
Bukit Merese dari Tanjung Aan
Di penjuru mana pun tempat ini sangat bagus untuk fotografi tinggal berjalan sedikit ke arah bukit tapi lumayan panas.
Setelah sampai di atas bukit suguhan panorama yang akan membuat Anda akan lupa tentang perihal panas terik matahari terutama jika berada di bukit Merese.
Terdapat hamparan padang rumput yang berliuk-liuk bertumpang ke atas bukit termasuk juga siluet garis pantai yang mengukir lokasi ini hingga bagai lukisan naturalis tinggal pilih penjuru mana yang akan dijadikan objek foto.
Boat di teluk Tanjung Aan yang dapat di sewa seharga Rp 250.000 / group untuk menuju lokasi Batu Payung
Selain itu jika ingin melengkapi kunjungan Anda di lokasi ini bisa Anda explore ke arah kanan naik ke bukit Merese dan bisa melihat garis pantai teluk Tanjung Aan yang sangat tampak indah dari atas bukit Merese.
Tempat Motto GP Dekat Tanjung Aan
Juga tampak pantai yang dikelilingi pagar beton nah ada apa ya ? yah ini adalah klaim tanah pemerintah karena di lokasi ini sedang dibangun Sirkuit balap bertahap internasional.
Dimodali investor Prancis, rencana pembangunan Sirkuit balap ini akan membuka lintasan balap hingga menyusuri sebagian pantai Lombok selatan.
Ini sudah bukan rencana lagi proyek besar ini benar benar sedang dikerjakan yang rencananya harus rampung di tahun 2019 dan sudah ada agenda Balap di tahun 2020 seperti yang diulas oleh komentator MottoGP.
Tapi maaf tidak tau nama komentatornya ya karena saya nontonnya di Youtube, Lombok memang, OK.
Sudah bisa dikhayalkan seperti apa nantinya kawasan ini sehingga pemerintah setempat sudah mencanangkan konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sudah pasti jangan bermimpi untuk beli properti di kawasan ini.
Sudah dibeli dengan harga yang mahal oleh para investor asing dan pasti kalau mau dijual lagi harganya akan menjadi harga bule lah heheheheee…. padahal yang punya tanah belum tentu juga bule.
Jika kita ingin berbicara tentang pariwisata Lombok awal dari dikenalnya pariwisata Lombok adalah, dimulai dari pantai Senggigi, pantai ini jauh sebelumnya lebih dulu ditata untuk tujuan pariwisata dari pada tempat tempat pariwisata di tempat lainnya.
Bisa dikatakan pantai Senggigi yang dulunya paling ramai dikunjungi wisatawan mancanegara namun setelah berkembangnya tempat-tempat pariwisata di tempat lain di Lombok.
Pantai Senggigi Kalah Bersaing
Saat ini pantai Senggigi kalah bersaing dengan tempat wisata lain khususnya Gili Trawangan yang kini paling banyak mengundang wisatawan mancanegara untuk datang ke Lombok.
Dibuktikan dengan banyaknya agen-agen kapal cepat atau fast boat yang datang menumpah penumpang di pulau yang terdiri dari 3 Gili yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air yang berlokasi di kabupaten Lombok utara.
Wisatawan asing yang sedang menunggu fast boat berlabuh di Gili Trawangan.
Mungkin karena pantai Senggigi berjarak terlalu dekat dengan kota Mataram (15 km) Sehingga banyak penduduk kota Mataram yang dengan mudah datang bergerombol meramaikan kawasan pantai Senggigi.
Pengunjung asing kurang merasa nyaman untuk menghabiskan waktu berliburnya di kawasan Senggigi.
Berbicara soal akomodasi hotel kawasan pantai Senggigi menawarkan pilihan pilihan resort berkelas yang terdiri dari hotel-hotel high butt-get berbintang lima, privat villa, hotel berbintang tiga, bungalo hingga penginapan sekelas melati.
Dengan kata lain penginapan di Senggigi paling berkelas dibanding tempat – tempat pariwisata lain di Lombok.
Sampai saat ini pantai Senggigi sudah banyak perubahan dari keadaan sebelumnya karena banyak pengunjung lokal yang datang berkunjung ke pantai Senggigi hingga memancing para pedagang-pedagang kampung untuk membuka lapak di pinggir pantai.
Pemandangan pantai rusak oleh atap-atap terpal para pedagang tapi jangan berkecil hati untuk mengunjungi kawasan Senggigi karena tidak jauh dari kawasan Senggigi masih menawarkan tempat-tempat indah, Anda bisa menginap di kawasan pantai Senggigi.
tapi bisa organize perjalanan wisata Anda untuk menuju tempat tempat yang indah di pulau Lombok termasuk bisa mengunjungi 3 Gili, pantai Kuta, rumah adat sasak, pantai Pink, pantai Selong belanak dan lain-lain.
Pantai Senggigi dan Sekitarnya
Jalur menuju pantai Senggigi dan batas kota Mataram
Bicara soal pantai Senggigi saja sepertinya kita berbicara terlalu sempit karena mengingat banyak hal yang perlu kita harus tahu tentang tetangga pantai Senggigi.
Karena akan lebih banyak memberikan kombinasi dari pada objek bicara tentang pantai Senggigi.
Lokasi Pantai Senggigi
Bila kita berkendara dari arah kota Mataram menuju pantai Senggigi ada beberapa titik point penting dari perjalanan wisata Anda yang harus Anda lalui sambil menelusuri jalan aspal yang kini sudah halus dan licin untuk digilas oleh roda-roda kendaraan pariwisata karena memang pemerintah kabupaten Lombok Barat sangat memberi prioritas yang lebih untuk akses jalan ini.
Di perempatan kecamatan Pemenang kabupaten Lombok Utara, saat Anda memasuki kota Ampenan jalan sudah mulai lebar dengan pemandangan bangunan-bangunan yang didominasi oleh berjejernya ruko-ruko dan toko oleh-oleh khas Lombok di pinggir jalan hingga sampai di kecamatan Batu Layar.
Selain itu ada beberapa hotel bintang satu, bungalow, home stay dan beberapa restoran ikut menghiasi jalur yang halus dan licin ini.
Gardu Pandang makam Batu Layar 5 km sebelum tiba di kawasan pantai Senggigi.
Sebelum sampai kawasan pantai Senggigi ada beberapa objek yang layak untuk membuat Anda harus untuk berhenti.
Salah satunya adalah ada view point yang terletak di kawasan Batu Layar persis pada sebuah tikungan tajam namun badan jalan diberi lebar hingga sangat aman untuk berkendara dengan posisi berbelok di lokasi ini.
Pada posisi ujung dari tebing persis pada belokan yang di atasnya terdapat makam dari seorang penyebar agama Islam yang datang ke Lombok yang menjadi satu dengan beberapa kuburan masyarakat sekitar.
Dari lokasi ini Anda bisa mendapatkan pemandangan untuk mengambil foto ke arah tanjung yang ada pada pantai Senggigi dan pada arah sebaliknya Anda bisa mengambil foto pesisir pantai yang berujung di kota Ampenan.
Selain itu juga tempat ini sering digunakan oleh para pengendara sepeda motor untuk berteduh karena panas atau kehujanan karena lokasi yang sudah diberi atap dan berlantai keramik ini cukup untuk menampung ratusan orang.
Tidak jauh dari sini ada tempat para pedagang makanan ringan dan minuman kaleng bagi yang kebetulan ingin bersantai sambil menikmati suasana yang asri.
Pura Batu Bolong dari arah pantai
Selanjutnya kita bergeser menuju pura Batu bolong kira – kira 2 km sebelum memasuki kawasan pantai Senggigi, bagi yang suka dengan sejarah silakan bisa masuk ke kawasan pura dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 10,000 / Orang.
Untuk wanita yang sedang mengalami haid atau menstruasi dilarang keras untuk memasuki kawasan pura Batu bolong karena pada pintu masuk sudah ada terdapat tulisan larangan.
Pura ini dinamakan Batu Bolong karena terdapat pada atas tebing yang di bawahnya ada bagian cadas yang bolong tergerus ombak hingga bolong dan memberikan suatu keunikan bagi yang suka dengan fotografi terutama suasana terlihat asri saat menjelang senja.
Selanjutnya bergeser 1 km persis di gerbang memasuki kawasan Senggigi terdapat tanjakan yang badan jalannya cukup lebar juga tapi sayang kalau untuk kendaraan roda 4 dilarang untuk berhenti di sini.
Bahu jalan sangat sempit, kecuali bagi yang menggunakan sepeda motor masih bisalah untuk jumlah yang tidak lebih dari 10 unit, di sini persis di bawahnya terdapat Cafe Alberto milik dari orang Italia yang sudah hampir puluhan tahun sudah ada di lokasi ini.
Dari sini juga lumayan bagus untuk tempat bersantai dan mengambil gambar terutama ke arah bawah yang tampak di pinggir pantai para tamu dari Cafe Alberto sangat menghiasi pemandangan.
Tempat tersebut memiliki hamparan pantai yang cukup luas dan sering kita lihat para tamu – tamu restoran bersantai di atas meja makan menikmati hidangan di saat menjelang senja.
Sepanjang kawasan Senggigi badan jalan cukup lebar untuk dilalui oleh bus-bus pariwisata.
Begitu tiba di kawasan pantai Senggigi nuansa touristic sudah menyambut hangat kedatangan Anda.
Tempat penukaran uang asing sudah menyapa dengan tulisan – tulisan nilai tukar uang di depan toko nya, Graha beach restoran sudah memancing para pelanggan dengan gambar ikan kakap yang terbuat dari ukiran kayu.
Sebelah kanannya terdapat hotel dan lokasi tempat receptionist, Marina bar sebelah kanan jalan dan sebelah kiri terdapat hotel nya di pinggir pantai, Bukit Senggigi hotel terdapat di sebelah kanan jalan persis di atas bukit, mascot hotel berada pada lorong jalan menuju pantai utama Senggigi dan satu arah dengan jalan menuju Kila hotel yang berada persis di tanjung pantai Senggigi.
Terdapat counter-counter informasi dan ticketing, selain itu berjejer Cafe – Cafe sepanjang jalan hingga berujung pada sebuah Cafe yang cukup terkenal yaitu “Happy Cafe” karena suasana tempat ini sedikit lebih luas dibanding dengan tempat yang lainnya.
Selain itu Cafe ini menyuguh kan life musik dengan irama dan lagu – lagu barat, Central inn hotel sebelah kiri jalan persis di pinggir jalan utama yang pemiliknya warga dari keturunan Cina yang beristrikan orang Lombok yaitu pak Akok.
Pak Akok juga memiliki Blue Coral dive yang kantornya tidak jauh dari lokasi hotel Central in, pak Akok juga dikenal sebagai pencinta motor cross dan beliau juga dikenal sebagai atlet crosser Lombok pada era tahun 80an.
Di seberang jalan tampak art shop dan banyak counter informasi berjejer di sekitarnya, bangunan Taman Restoran yang sedikit lebih transparan karena berarsitektur unik dan bertingkat ini cukup menghiasi suasana di pusat kawasan Senggigi.
Selanjutnya tampak sebuah resort hotel “The Santosa” yang dulu sebelumnya bernama Intan Laguna juga termasuk hotel pionir yang berada di kawasan Senggigi yang memiliki kolam renang yang cukup luas berada di belakang hotel yang langsung mepet ke pinggir pantai.
Setelahnya terlihat kantor pos dan beberapa mini market di seberang kanan, sebelum tikungan dekat jembatan kecil terdapat bank BNI berjejer dengan cafe-cafe kecil, art shop, dan mini market, sebelah kiri lagi terdapat agen properti untuk wilayah Lombok.
Hotel Sheraton dan hotel Puri Bunga tampak samar tertutup oleh daun pohon
Di sebelah kanan restoran bertingkat pemiliknya orang Jerman yang sudah sangat fasih berbahasa Indonesia karena pernah bersuami kan orang lokal Lombok “ASMARA restoran” termasuk sudah lama berkecimpung di area Senggigi, setelah itu sebelah kiri jalan terdapat lokasi pasar seni tapi hanya 50% yang menjual barang – barang seni.
Selain itu sudah menjadi restoran yang bagian pinggir pantai dan di seberangnya terdapat hotel “Puri Bunga” yang konsep kamarnya seperti bungalo terpisah berjejer ke atas lereng bukit hingga ke ketinggian 100 m, terdapat kolam renang dan restoran di bawahnya.
Setelah itu ada pos polisi persis di pojok pasar seni dan di sampingnya terdapat hotel bintang lima yaitu Sheraton resort yang berseberangan dengan hotel “Mana Kebun” juga berbintang lima dengan konsep kebun masuk ke dalam dari jalan raya dan sebelah nya terdapat kantor TELKOM yang merupakan batas wilayah area Senggigi.
View point pantai Senggigi dari atas tebing tidak jauh dari hotel Sheraton
Di atas tebing persis di bawahnya terdapat Sheraton resort hotel merupakan view point untuk melihat pantai Senggigi dari kejauhan juga sering dijadikan zona kawasan para armada taksi untuk menunggu penumpang.
Nah di sini saat malam sering dijadikan tempat tongkrongan oleh warga kota Mataram selain itu banyak pedagang jagung bakar menanti kedatangan para warga yang lagi mau bersantai pada malam harinya tapi pada siang hari tempat ini harus kosong dari unsur bangku, meja dan gerobak para pedagang.
Sudah ada imbauan dari pihak pengelola, hanya berselang dengan sebuah hotel yang baru di bangun di kawasan lereng yang berujung di pantai dari tempat tersebut sebelum hotel Pacific.
Juga terdapat para pedagang yang sama sejenis tapi lebih menonjolkan menjual kelapa muda yang di jual seharga Rp 12,000 / buah dan disajikan dalam siap minum, saat sore sangat bagus buat tempat menunggu matahari terbenam.
Lokasi ini sudah masuk ke dalam wilayah desa Kerandangan ada juga terdapat hotel yang sudah lama selain hotel Pacific, sebelah nya terdapat hotel Puri Saron di seberangnya Cafe Bayan dan di sampingnya hotel Coconut yang berada di atas bukit.
Juga terdapat kolam renang bertengger di atas bukit, tidak jauh dari sini ada hotel Svarga yang baru kurang satu tahun beroperasi dengan konsep bangunan yang lebih modern.
View dari lokasi villa yang terbengkalai “Villa Hantu”
Selanjutnya menuju ke arah Utara Anda akan memasuki wilayah desa Mangsit yang terdapat hotel, Alang – alang, Puri Mas boutique, Kunci villa dan Holiday Inn resort.
Selanjutnya kita akan memasuki wilayah desa Klui yang masuk ke dalam wilayah kabupaten Lombok Utara di sini terdapat satu hotel berbintang yaitu Jeeva Klui yang baru baru ini memperluas hunian nya ke samping utara hotel dan setelahnya sudah jarang ada bangunan hanya merupakan kebun kelapa yang dibawanya ditumbuhi rumput hijau.
Tampak pantai tidak jauh dari tempat itu, selanjutnya setelah beberapa tikungan menanjak dan terdapat bangunan bangunan hotel yang sedang dalam proses pengerjaan di bawah tebing.
Di antaranya Villa Hantu sebuah bangunan yang belum selesai pengerjaan namun tempat ini sering di kunjungi oleh orang-orang untuk tempat Self y berfoto ke atas bangunan.
Tempat ini memiliki view yang sangat bagus karena dari sini Anda bisa melihat garis pantai yang sangat mempesona yang dihiasi ribuan pohon kelapa.
View point bukit Malimbu
Setelah itu kita bergeser ke arah utara 300 m dengan jalan sedikit naik menanjak di sini kita akan melihat reeling besi berwarna biru dengan badan jalan yang cukup luas dan terdapat pemandangan yang menakjubkan yang sering di sebut-sebut pantai Malimbu.
Dari sini pulau Gili Trawangan sudah terlihat tampak indah menghiasi lautan sementara 2 Gili lainnya masih tidak terlihat karena masih terhalang oleh tanjung yang mencorok pada sebuah hotel “Puri Malimbu.”
Tidak jauh dari view point ini di pinggir jalan yang menurun di bawahnya terdapat tebing yang cukup curam di sini terdapat bilik-bilik tempat beristirahat tapi milik para pedagang kuliner masakan ikan laut.
Kondisi ruas jalan di sekitar ini memiliki kontur jalan yang menurun dan mendaki tajam tapi lebar jalan sangat mendukung untuk kenyamanan berlalu lintas.
Kuliner ikan bakar di pantai Nipah
Selanjutnya kita teruskan ke arah utara persis di atas tanjakan yang langsung menikung tajam terdapat hotel Puri Malimbu dan di bawahnya terdapat pemandangan teluk Nipah yang dihiasi tebing bukit yang dirimbuni pohon kelapa atau disebut juga bukit Malimbu.
Kita turun dari gerbang hotel Puri Malimbu menuju teluk Nipah kita akan disambut dengan suasana kuliner ikan bakar yang berjejer di pinggir jalan sebelah kiri, namun jika pengunjung ingin menikmati kuliner dengan suasana pantai perhatikan ada jalur tanah menuju teluk Nipah.
Mobil bisa masuk ke arah pantai, nah di sini lokasi hidangan kuliner ikan bakar bisa Anda sajikan dengan harga standar lah, tidak mahal sekitar Rp 45.000 untuk ikan yang cukup besar dan dihidangkan di atas saung sambil menikmati suasana pantai, asyik kan ?
Jika setelah makan siang di lokasi ini bisa menyewa kano untuk bermain anak-anak di pinggir pantai yang nyaris tidak berombak ini tapi lain halnya jika musim angin barulah ada ombak di pantai ini.
Teluk Nipah dari atas bukit Malaka
Next point selanjutnya kita lihat ujung tebing di sebelah kanan atas kita kan menuju ke sana yaitu view point pantai Malaka kira-kira 400 meter berkendara motor.
Dari lokasi ini kita akan melihat tiga Gili berjejer menghiasi lautan dan yang paling tampak adalah Gili Trawangan selain paling besar juga hanya Gili Trawangan yang memiliki bukit, kemudian di tengah ter apit dan yang paling kecil yaitu Gili Meno dan kemudian yang paling pinggir dekat dengan daratan yaitu Gili Air.
Dari pantai Malaka ini Anda bisa berpuas-puas untuk mengarahkan bidikan kamera ke segala penjuru dan jangan lupa turun ada lorong kecil di atas tebing untuk turun ke arah pantai.
Anda tidak akan menemukan pantai sih tapi yang akan Anda temukan adalah pemandangan yang bagus ke arah teluk Nipah dan ke arah gunung Agung di Bali jika cuaca cerah baik itu siang, pagi maupun sore.
Turun dari bukit Malaka sedikit anda akan menjumpai objek yang satu ini
Selanjutnya dari bukit Malaka hanya turun beberapa ratus meter saja masih ada akan kita jumpai objek yang bagus untuk berfoto dengan menampakkan air laut yang jernih dan konstruksi jalan yang cukup bagus berkelok-kelok berputar menyusuri garis pantai yang indah dan penuh pesona.
Jangan malas untuk berhenti ya karena Lombok itu jauh dan sayang untuk dilewatkan titik-titik keindahannya jadi walaupun baru saja naik mobil kemudian harus parkir lagi apa lagi tadi sudah turun berpanas-panas sepertinya kalau lanjut berkendara akan sangat asyik.
Tapi sayang nanti setelah sampai di kota tempat Anda tinggal baru Anda akan menyesal jika tidak mau turun untuk mengambil gambar, sementara rekanan Anda yang pernah ke Lombok menunjukkan fotonya di mana tempat itu pernah Anda lewati namun sayang waktu itu Anda malas untuk turun dari kendaraan.
Nampak bukit Malimbu dari dusun Setangi di saat musim Kering.
Masih tidak jauh dari sini, kita akan menuju pantai Mentigi, rupa tak sama tapi keindahannya tak jauh beda, pesisir pantai di sekitar jalur ini sepertinya tak akan pernah membuat mata terpejam terkecuali Anda kebetulan sudah tidur dari tadi sebelumnya.
Pantai yang berliuk-liuk jernih ini selalu tebar pesona di hadapan Anda ketika Anda berada di dalam mobil atau motor juga asalkan selalu fokus lihat jalan ya, di lokasi ini memang tergolong sepi kendaraan melintas tapi kalau tidak fokus tetap saja sepeda motor Anda akan cari selokan.
Di lereng bukit terdapat hotel resort yang kamarnya berjejer ke arah atas juga ada pelayanan Spa di hotel ini, saya lupa nama hotel nya tapi jika saya ingat nanti akan saya update lagi ya.
Setelah dari sini pemandangan pantai akan tertutup oleh pepohonan juga kita akan melintasi perkampungan Setangi dan masih bisa kita lihat pelabuhan Teluq Nara, tampak jelas boat dan perahu berserakan tak terkecuali juga macam-macam jenis kapal cepat parkir di lokasi ini.