Pura Suranadi dan Objek Wisata Taman dan Pemandian

Pura Suranadi berlokasi kira – kira 15 km dari kota Mataram ke arah timur yang masih berbatasan dengan hutan lindung taman nasional gunung Rinjani wilayah Suranadi masuk dalam wilayah kecamatan Narmada yang bisa diakses melalui Mataram, Cakra, bertais, Narmada belok ke kiri lalu mengikuti 2 jalur ke arah timur, pilih jalur mana saja pasti akan bertemu dengan kawasan pura Suranadi yang luas wilayahnya 52 ha sepanjang menyusuri jalan menuju Suranadi anda akan disuguhkan dengan pemandangan pematang sawah yang sangat indah yang dihiasi siluet gunung Rinjani di sebelah utara.

Pura Meru Di Kota Mataram Terlihat Transparan Dari Jalan Utama

Pura Meru Lombok

Pura Meru Lombok berlokasi di Kelurahan Cakra Barat, kecamatan Cakra, kodya Mataram berlokasi sangat dekat dengan pura Mayura hanya di seberang jalan arah selatan juga di samping barat pura Meru terdapat pasar Cakranegara.

Pura Meru Lombok dibangun pada tahun 1720 oleh I Gusti Anglurah Made Karangasem sebagai simbol persaudaraan antara kerajaan kerajaan kecil Karangasem Sasak dan untuk tempat beribadah bersama.

Lihat Juga: Sejarah Taman Narmada dan Pura di Dalamnya

Pura Meru didedikasi kan kepada 3 dewa yaitu Dewa Brahmana, Dewa Siwa dan dewa Wisnu sebagai wujud simbol dari 3 gunung yang dianggap suci oleh umat Hindu yaitu: gunung Agung di pulau Bali, gunung Rinjani di Lombok dan gunung Semeru di Jawa Timur.

Digambarkan pura Brahma milik gunung Agung yang beratap 9 dan pura Siwa memiliki gunung Rinjani yang beratapkan 11 dan pura Wisnu milik gunung Semeru hingga nama gunung Meru diambil dari kata Semeru.

Ke 3 pura tersebut memiliki arti warna pada pemberian warna kain pada acara pindahan di mana pura Brahma diselimuti warna kain merah yang artinya Api.

Pura Siwa diberi warna putih yang merupakan simbol air untuk menyucikan untuk abu setelah dikremasi sebelum dihanyutkan ke laut dan pura Wisnu akan diberi warna hitam yang berarti kegelapan sebagai simbol kehidupan setelah kematian.

Terlepas dari ciri dan makna di atas, Pura Meru yang berlokasi di kota kelahiran saya ini yaitu kota Mataram, bangunan ini sudah cukup lama menghiasi jalan utama dari kota Mataram menuju Lombok Timur.

Semenjak kecil bangunan ini sudah ada, umur saya sekarang sudah 47 tahun, terus umur pura Meru mungkin sudah ratusan tahun sejak berdirinya kerajaan Karang Asem di Lombok pada abad 17 hingga kini masih bisa kita lihat.

Pura ini dibuka untuk umum, siapa pun bisa berkunjung ke dalam halaman pura. Saya sendiri kalau masuk ke halaman pura ini gratis tanpa baya. Sudah 2 kali saya masuk ke halaman pura ini, tidak bayar karena saya kan guide wisata. he he …

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang


Taman Air Pura Mayura Wisata Bersejarah Di Kota Mataram

mayura

Pura Mayura merupakan warisan kerajaan Mataram yang dibangun sejak abad ke 17 yang berlokasi di Cakranegara yang masuk dalam wilayah kota Madya Mataram saat ini merupakan destinasi wisata sejarah dan religi terutama sangat erat hubungannya dengan sejarah terbentuknya lapisan masyarakat Lombok.

pura mayuraTerdiri dari multi etnis terutama kehadiran penganut Hindu di Lombok yang sebelumnya berawal dari kedatangan Anak Agung Ngurah Karangasem beserta prajuritnya untuk meluaskan wilayah kekuasaan kerajaan di Bali.

Hal ini tidak ada perlawanan dari kerajaan yang sudah ada di Lombok sebelumnya seperti halnya kerajaan Selaparang karena terdapat di Lombok Timur bahkan cerita-cerita dari orang tua saat pertama kali pasukan raja dari Bali ini datang menginjakkan kaki di Lombok melalui sisi barat pulau Lombok.

Sejarah Singkat Taman Mayura dan Penguasa Raja Bali

Sempat berkemah di wilayah kelurahan Dasan Agung, hingga nama Dasan Agung diambil dari sejarah berkemahnya Pasukan Anak Agung.

Dasan dalam bahasa sasak artinya tempat dan Agung yang diartikan Anak Agung hingga kata kelurahan Dasan Agung yang sekarang ini diartikan ” tempat Anak Agung” berkemah maksudnya.

Taman Mayura yang dulu diberi nama taman Kelepug yang artinya suara air yang jatuh karena di tempat ini terdapat sumber air yang berasal dari lereng gunung Rinjani hingga namanya diubah menjadi Mayura yang artinya burung merak karena konon di tempat ini terdapat banyak ular.

Seorang sahabat raja dari Pakistan memberikan saran solusi untuk mengatasi banyaknya ular yang berada di taman dengan mendatangkan burung Merak agar ular bisa dimangsa oleh merak dan ide ini dianggap berhasil oleh raja hingga sang raja memberikan penghargaan kepada sahabat dari Pakistan dengan dibuatnya patung yang sekarang terdapat di taman menyerupai orang Pakistan sumber berita ini saya dapat dari acara Lombok TV.

Patung-Patung Yang Berada di Area Taman Mayura

taman mayuraMasih ada lagi beberapa patung yang menyerupai orang Cina dan beberapa patung lainnya tapi untuk lebih jelas mari datang dan untuk lebih detail bisa kita tanyakan ke guide Lokal di sana ada namanya pak Agus yang posturnya besar.

Nanti pak Agus akan mengajak Anda masuk ke dalam dan mengajak Anda ke balai Kambang dan dari sini akan dijelaskan tentang semua objek yang ada di taman tapi sebenarnya setiap pengunjung harus mengenakan selendang warna merah dan cara mengikatnya pun tidak sembarangan tergantung status.

Kalo Anda punya pasangan atau sudah menikah ikatan selendang harus di pinggang yang kiri, kalau masih singgel ikatan selendang sekitar bawah pusar dan kalau sudah punya calon harus di ikat di pinggang yang kanan mengenai maksudnya nanti datang tanyakan ke pak Agus.

Suasana sekarang yang paling up to date di samping tembok taman Mayura dekat dengan tempat parkir terdapat banyak orang tempat memasarkan batu akik yang Tampak kelihatan kurang menarik karena para pedagang batu memasang terpal yang dicantolkan ke tembok taman selain itu juga menimbulkan efek kemacetan di saat masyarakat kota pulang dari kantor tempat mereka bekerja.

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang


Pura Lingsar dan Penduduk Muslim Yang Harmonis

Mengingat salah satu slogan pariwisata Lombok yaitu di Bali tidak ada Lombok tapi di Lombok ada Bali begitulah arti sebuah kata yang memaknai bahwa di Lombok banyak keturunan masyarakat Hindu Bali dengan membawa ajaran Hindu di mana sudah berkembang sejak 3 abad silam.

Invasinya kerajaan Karangasem di Bali ke Lombok hingga kini keturunan ini sudah menjadi bagian dari masyarakat Lombok yang beragama Hindu yang memiliki corak bangunan rumah maupun tempat beribadah sehingga pengunjung bisa juga merasakan suasana Bali di Lombok seperti hal keberadaan pura Lingsar di kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat yang merupakan simbol kerukunan penganut 2 agama yaitu Islam dan Hindu.

Batu yang merupakan simbol ini kalau dihitung ulang dengan mata telanjang selalu jumlahnya berbeda

Di tempat ini terdapat 2 tempat ibadah secara berdampingan yang terdiri dari bangunan pura di bagian utara yang disebut Gaduh dan di bagian selatan terdapat bangunan tempat memuja umat Islam waktu Telu.

Diantara kedua agama saling toleran untuk berdampingan termasuk membuat kesepakatan bersama untuk tidak membawa makanan daging babi di tempat ini, karena haram untuk umat Islam dan dilarang membawa makanan dari daging sapi karena sapi adalah hewan yang dianggap suci oleh umat Hindu.

Di setiap setahun sekali antara kedua belah pihak penganut Hindu dan Islam waktu Telu melakukan acara perang ketupat dengan cara saling lempar dengan ketupat sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki yang diberikan Tuhan atas berlimpahnya hasil panen.

Pura Lingsar merupakan simbol harmonisasi untuk kehidupan beragama di Lombok sehingga tempat ini dijadikan destinasi pariwisata Lombok karena setiap pengunjung akan merasakan sesuatu yang unik di sini karena bagaimana mungkin paham yang berbeda  bisa beribadah di satu tempat yang sama dan menyatukan visi.

Pura ini dibangun oleh Anak Agung Ngurah Karangasem pada tahun 1741 dikarenakan raja memiliki istri dari Lombok hingga raja memberikan tempat di dalam area pura LINGSAR untuk membangun tempat memuja bagi Islam wetutelu untuk lebih jelasnya mari kita kunjungi dan kita dengarkan guide lokal yang bercerita .

Setiap pengunjung yang datang ke tempat ini akan dikenakan tiket masuk wisata dan nantinya membayar guide lokal, sebelum kita diajak jalan ke tempat – tempat objek yang akan diceritakan guide lokal akan mengajak kita ke tempat yang teduh lalu akan memperkenalkan diri sebelum menceritakan tempat tempat yang ada di sekitar kawasan pura Lingsar.

Terdiri dari banyak guide lokal di antaranya yang paling saya kenal pak Yan yang bernama asli Sayang karena di antara guide lokal di pura Lingsar pak Yan yang paling bagus cara penyampaiannya.

Di halaman Pura Lingsar, Bu Dina bersama seorang lokasl guide

Sebelum masuk ke setiap objek terlebih dahulu kita harus mengenakan selendang warna kuning yang diikatkan pada pinggang sebagai simbol penghormatan, mungkin ini sudah sangat lumrah melakukan hal seperti ini di setiap tempat memasuki objek pura.

Selalu diharuskan seperti halnya kita mengunjungi pura di Bali, setelah masing-masing mengenakan selendang kuning di pinggang barulah kita akan menuju ke dalam area pura di dalam terdapat kolam yang di dalamnya dihuni oleh ikan Tuna (seperti belut tapi berukuran besar) yang berusia ratusan tahun dan dianggap keramat.

Bisa kita lihat dengan cara melumatkan telur rebus ke dalam air kolam yang berukuran 6 x 6 meter ini dan di tengah kolam terdapat patung tapi tidak dijamin ikan belut raksasa ini akan keluar hanya pengunjung yang beruntung yang bisa melihatnya.

Saat sang pawang memanggil Belut keluar dengan sebuah telur

Lalu di tempat ini ada ritual melempar uang koin ke dalam kolam dengan cara membelakangi kolom sambil berdoa seusai hajat masing-masing lalu melempar uang logam ke dalam kolam dengan cara melempar kan uang ke belakang melalui atas kepala, tidak jarang lemparan kita kadang tidak masuk ke dalam kolam.

Yang pasti uang logam ini kita beli di area pura dengan nilai tukar yang lebih rendah dan uang-uang yang banyak terdapat dalam kolam akan dikumpulkan kembali untuk perbaikan taman area pura LINGSAR lalu kita akan menuju tempat Kemaliq  tempat memuja Islam waktu Telu dan untuk lebih jelas ceritanya yuk mendingan kita kunjungi saja dan kita tanya pak Sahyan.

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang


Beberapa Pura Hindu yang Bisa Dikunjungi Wisatawan

Pada abad 17 merupakan era penetrasi bagi kerajaan karang Asem ( Bali ) yang mengexpansi kekuasaan hingga menduduki pulau Lombok bagian barat tanpa ada perlawanan Raja Anak Agung Ngurah Karang Asem mendirikan 4 kerajaan di Lombok yaitu : Singosari, Mataram, kerajaan Pagutan dan Pagesangan, yang merupakan kerajaan Hindu yang dibangun oleh Anak Agung Ngurah Karangasem.

Hingga kini wilayah kerajaan Pagutan dan Pagesangan merupakan wilayah kelurahan di kota Mataram adapun rentetan bukti sejarah berdirinya kerajaan Mataram yang berupa pura -pura Hindu yang berada di sekitar wilayah kota Mataram dan tidak jauh ke arah timur di kecamatan Narmada.

Lingsar dan Suranadi hingga kini penduduk Lombok juga merupakan pemeluk agama Hindu sekitar 15% sebagian besar bermukim di kota Cakranegara atau umumnya di wilayah Lombok Barat seperti kata slogan pariwisata daerah Lombok yaitu “di Bali tidak ada Lombok tapi di Lombok ada Bali” karena umat Hindu yang di Lombok juga melakukan hal yang sama seperti hal apa yang di lakukan di Bali.

Di Lombok juga ada acara pawai Ogoh-ogoh yang setiap tahun diadakan sebelum perayaan hari raya Nyepi, di sini semua lapisan masyarakat kota khususnya berbondong-bondong pada sore hari ke pusat kota Cakranegara untuk menyaksikan acara pawai Ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh menyerupai boneka besar yang terbuat dari bahan kertas dan bambu yang dibentuk sedemikian rupa dengan hasil yang menyentuh sebuah karya seni melambangkan kala atau hal buruk dalam kehidupan yang harus diarak sebelum dimusnahkan dengan cara dibakar atau di ditenggelamkan di Laut.

Bagian masyarakat Hindu di Lombok merupakan bagian masyarakat Lombok yang dalam keseharian mereka masih menggunakan bahasa bawaan dari Bali namun sebagian besar kakek buyut mereka lahir di Lombok hanya marga dan garis keturunan serta silsilah masih bisa di telusuri untuk mengetahui rentetan keluarga di Bali.

Hingga kini masyarakat Hindu di Lombok hidup rukun dan berdampingan baik dalam ikatan bisnis, perdagangan serta rekan kerja di kantor – pemerintahan hingga memiliki wakil – wakil di DPRD tapi lain hal dengan umat Hindu di kawasan Lombok Utara yang hingga kini juga berpopulasi besar yang keberadaannya pada saat exodus akibat meletusnya gunung Agung di Bali.

Meletus pada tahun 1964 yang menyembuhkan asap abu hingga ke pulau tetangga hingga ada sebagian masyarakat Bali yang bermukim di sekitar lereng gunung Agung  mengungsi menyeberang ke daratan Lombok Utara.

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang