Saya Supardani lahir dan besar di Lombok, pariwisata bukan dasar pendidikan saya tapi pariwisata mendidik saya untuk terlibat menjadi bagian dari pelaku pariwisata. Pariwisata adalah sesuatu yang menyenangkan. Lahir di Mataram 10 Oktober 1973 tidak pernah belajar tentang pariwisata secara akdemis tapi tanpa belajar pariwisata mengajarkan saya secara otodidak. Pasti akan banyak kekurangan.
Tamat belajar hanya sampai tingkat SLTA, tamatan STMN Mataram jurusan bangunan dan pernah bekerja lama di bidang konstruksi. Akhirnya takluk untuk menjadi pelaku pariwisata. Pernah menjadi tour guide hanya bermodalkan bahasa Inggris pas-pasan, dari sinilah saya mengenal pariwisata lebih dekat dan hingga kini saya sudah banyak menulis blog tentang pariwisata, tentunya masih banyak kekurangan, berinovasi terus agar bisa melayani semakin baik kedepannya.
Pura Batu Bolong berlokasi tidak jauh dari pusat objek wisata Senggigi yang terlihat indah jika kita melintasi jalan menuju pantai Senggigi. Pura ini lebih populer disebut Pura Batubolong karena letaknya pada sebuah batu cadas yang menjorok kelautan dan bagian bawah batu ada yang terkikis oleh deburan gelombang. Batu cadas tersebut hingga bolong, di situlah pura itu dibangun
Pura Batu Bolong Merupakan Objek Wisata Pantai
Bagi penganut agama Hindu memberi nama sebutan lain yaitu pura Ratu Gede Mas Mecaling yang terdapat pada bagian pintu masuk ke area pura dan ada yang terdapat pada bagian ujung batu disebut Pura Batu Bolong.
Bagi siapa pun boleh masuk ke area pura Batu Bolong dengan ketentuan harus membayar tiket masuk Rp 10.000 dan etika sebagai rasa hormat harus mengenakan selendang berwarna kuning yang diikatkan pada pinggang.
Untuk wanita yang sedang berhalangan tidak diperbolehkan masuk ke dalam area pura dan larangan sudah diberitahukan lewat papan tertulis dekat gerbang masuk.
Letak dan Situasi Pura Batu Bolong
Tidak banyak yang bisa dilihat dari sini hanya tanjung yang ada di pantai Senggigi yang tampak jelas dan bagus untuk kita ambil foto dari pura Batu Bolong.
Tak jarang banyak wisatawan yang datang mengunjungi pura Batu Bolong. Pura Batu Bolong sangat bagus untuk pengambilan gambar, terutama pada siang hari.
Siang hari atau pada saat matahari terik biasanya angin bertiup kencang dan mengakibatkan deburan ombak menjadi sangat keras, lautan pun menjadi biru, Anggel untuk pengambilan gambar sangat bagus di sini.
Bagi warga kota sepertinya tidak terlalu banyak yang berkunjung ke tempat ini, tidak bisa dibangga kan karena dekat sekali jadi kurang wah kalaupun mendapatkan foto yang bagus di sini.
Orang asing sering terlihat masuk di sini, ya kan orang yang sekali datang dan entah kapan lagi ya memang menarik untuk dikunjungi tempat ini.
Objek wisata seperti ini sepertinya sangat banyak di pulau Bali, nah itulah kelebihannya anda jika berwisata ke Lombok. Di Bali anda tidak bisa melihat Lombok tapi di Lombok anda bisa melihat Bali.
Mungkin bagi anda yang tidak sempat mengunjungi Bali tidak salah anda berfoto di sini karena foto anda sudah bisa mewakili suasana di Bali.
Gili Kondo pulau di kabupaten Lombok Timur di selat alas. Kali ini kita akan mengunjungi Gili Kondo dan pasir putihnya yang indah, yah dilihat dari nama Kondo mirip-mirip seperti ejaan bahasa Jepang ya ?
Tentang nama Kondo ini coba coba saja nanti kita tanya orang setempat mungkin ada yang tau asal atau alasan hingga pulau ini diberi nama Kondo.
Lokasi pulau ini terletak di Timur Laut pulau Lombok atau sebelah utara pelabuhan Kayangan penyeberangan Ferry ke pulau Sumbawa.
Jarak dari kota Mataram jika berkendara kira-kira 87 km melalui jalan utama atau jalan provinsi, kendala untuk saat ini ruas jalan sedikit macet karena volume kendaraan saat ini di Lombok sepertinya semakin bertambah.
Tapi kemacetan sering terjadi hingga di kecamatan Aikmel Lombok Timur setelah itu arus kendaraan bisa sedikit longgar dan sekitar Labuhan Kayangan ke arah utara bisa dibilang sepi.
Pohon Purba Lian Langka tak jauh dari pantai Pidana
Ada jalur alternatif, melalui kecamatan Batukliang Utara tapi ini saya tidak rekomendasi kan karena tidak umum dilintasi dan banyak persimpangan yang sedikit membingungkan.
Tapi bagi yang sering berkendara di pulau Lombok sepertinya tidak ada Masalah. jika masalah jalan ini kita sudah paham mari kita langsung saja bicara ke objek wisata Gili Kondo menuju pelabuhan yang terletak di kecamatan Sambelia.
Dari pertigaan ke kanan menuju dermaga pelabuhan Ferry tapi kita lolos saja sedikit menikung ke kiri menuju kecamatan Sambelia melintasi kecamatan Pringgabaya.
Sebelum tiba di pelabuhan penyeberangan ke Gili Kondo kita mampir sejenak ke objek wisata pohon Purba kira-kira 7 km sebelum pelabuhan penyeberangan ke Gili Kondo.
Objek wisata ini diberi nama POHON PURBA LIAN LANGKA tentang hal ini nanti kita bicarakan secara spesifik di blog lainnya. Kira-kira 15 – 30 menit kita lanjutkan perjalanan menuju pelabuhan penyeberangan.
Berangkat dari pelabuhan Pasir Putih menuju Gili Kondo
Kita lanjutkan perjalanan ke arah utara 7 km ke arah utara nanti di pinggir jalan ada tulisan penyeberangan ke Gili Kondo dengan diberikan pengarah anak panah 200 m belok kanan.
Melalui jalan tanah, tapi sebelumnya kita lihat bangunan pembangkit listrik tenaga uap dengan cat warna biru dan sedikit warna merah
Setelah tiba di pelabuhan sudah disiapkan tempat parkir oleh pengelola untuk parkir mobil dengan atap seng dan untuk motor di bawah pohon rindang.
Biaya parkir motor Rp 3,000 dan untuk mobil Rp 10.000 untuk musim ramai atau musim liburan suasana tempat parkir sedikit berjubel sering terjadi calon penumpang yang akan menyeberang.
Harus menunggu dulu Boat yang balik dari Gili Kondo atau Gili lainnya karena di sini ada tujuan lain, di sekitar pulau atau Gili Kondo ada 3 pulau lainnya lagi yaitu Gili Bidara, Gili Kapal, Gili Petagan.
Menikmati perjalanan menuju Gili Kondo dengan saat cuaca cerah dan air laut tidak berombak
Untuk berkunjung hanya satu Gili saja seperti Gili Kondo, biaya charter antar jemput akan dikenakan biaya Rp 260.000 maximal penumpang 10 orang.
Jika ingin mengunjungi 4 Gili biaya carter Boat Rp 460.000 melalui pelabuhan pantai Pasir Putih. Di lokasi ini juga ada pos Angkatan Laut, juga terlihat ada kegiatan tempat pendaratan aspal panas dengan menggunakan kapal tongkang.
Tampak di atasnya terlihat ekskavator sedang memasukkan material aspal panas ke atas truk karena jalan utama tadi saat kita melintas ada pengerjaan penebalan permukaan jalan aspal.
Di lokasi pelabuhan terdapat loket tiket penyeberangan sangat sederhana sekali, jadi ingat saat Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air waktu baru berkembang, loket tiket masih pakai pagar bedek dan dilengkapi pengeras suara begitu juga di pelabuhan penyeberangan ini.
Bedanya di pelabuhan Pasir Putih ini terdapat banyak pohon tempat berteduh dan ada beberapa gazebo di pinggir pantai untuk ruang tunggu, juga banyak yang berjualan makanan ala piknik, disisi lain ada gazebo juga tapi milik pedagang untuk tempat menyajikan pelanggan yang berbelanja.
Resiko saat datang terlambat ke pulau ini semua gazebo sudah ditempati pengunjung lain
Sebelum menyeberang ke Gili Kondo pastikan anda sudah membeli air minum karena di lokasi atau di pulau Gili Kondo yang berjualan hanya cuma ada satu warung saja yang pasti bisa jadi lebih mahal.
Eh tapi saya beli air botol 1,5 ml di pelabuhan ini lumayan mahal juga Rp 8,000 padahal di rumah cuma Rp 4,000 saja waduh apalagi kalau beli air di pulau Gili Kondo pasti lebih mahal lagi.
Cukup beli air saja, jadi berhitung kalau mau beli-beli yang lainnya lagi untung saja tadi teman-teman ada yang beli kue-kue dan air minum mineral juga minuman bersoda di Mataram.
Setelah dipanggil dari pengeras suara pemberangkatan kami dengan menyebut salah satu nama teman yang membeli tiket akhirnya kita berangkat, buka sandal berjalan kaki ke pantai yang tidak berombak juga berpasir putih ini, naik boat lewat tangga perahu dan berangkat.
Sambutan selamat datang di dermaga Gili Kondo
Boat yang kami tumpangi melaju ke arah timur menuju Gili Kondo dan Tampak juga daratan pulau Sumbawa terlihat samar-samar berwarna coklat tandus karena posisi objek wisata ini berada di selat Alas.
Penyeberangan ini hanya 10 menit saja kita akan sampai di Gili Kondo, setelah pertengahan jalan barulah sedikit Tampak lebih jelas pulau ini, sangat terlihat jelas perahu-perahu parkir di sebelah kiri pulau berarti pelabuhan Gili Kondo berada di bagian sisi utara pulau.
Semakin dekat ke arah pelabuhan terlihat warna air belang belang hijau dan biru sangat jernih, di daratannya terdapat bangunan-bangunan sederhana berkonstruksi kayu, terdapat beberapa pohon dan di bagian sisi lain Tampak padang rumput.
Setelah tiba menginjakkan kaki di pulau ini kita akan disambut oleh tulisan SELAMAT DATANG di GILI KONDO silakan bersantai menikmati pulau ini.
Terdapat ada beberapa gazebo berjejer tapi jika musim kunjungan lagi ramai mohon besarkan hati, cukup duduk di bawah rindang nya pepohonan.
Mengintip gunung Rinjani (3.726 ) di daratan pulau Lombok dari Gili Kondo
Pulau ini sangat belum tertata maksimal jika ada investor yang bersedia mengelola pulau ini atau pemerintah daerah menganggarkan untuk pengembangan pariwisata ini pasti akan tambah cantik sekali lokasi ini.
karena seperti ini saja sudah luar biasa indahnya, sebelumnya tempat ini pernah dikelola oleh “Perama Tour” di mana lokasi ini pernah dijadikan tempat konservasi pelestarian terumbu karang.
Karena dari setiap kapal Perama Tour yang bertujuan ke pulau Komodo membuat program untuk tamu-tamu wisatawan nya untuk berdonasi replentasi terumbu karang sehingga sebelumnya pulau ini disebut atau punya nama lain yaitu “Perama Resort”
Hingga pada akhirnya berselisih dengan penduduk sekitar dan akhirnya pulau ini dikelola oleh pemerintah kecamatan setempat.
Di pulau ini sudah ada beberapa fasilitas untuk pengunjung di antaranya yang sudah disebut tadi yaitu ada gazebo, ada Musholla yang terbuat dari kayu, ada tempat menunggu sementara Boat datang menjemput, ada juga tanaman pohon Kurma.
Dulu pernah berbuah sih kata teman yang pernah ke lokasi ini sebelumnya tapi buahnya kecil-kecil katanya juga pohon kurma ini batangnya baru setinggi dengkul sementara daunnya menyebar kayak bulu landak.
Pesisir pantai nampak masih alami tempat kesukaan para penyu datang untuk bertelur
Pulau ini sangat ramah bagi kedatangan penyu karena lokasi ini sangat sepi jika malam, sangat tidak menutup kemungkinan penyu akan datang untuk bertelur di sini.
Untuk itu pemerintah sangat melindungi lokasi ini dari pengambilan penyu atau mencuri penyu di lokasi ini karena tidak ada alasan untuk pembenaran untuk mengexploitasi penyu karena sudah terancam punah.
Oleh karena itu sangat dilindungi oleh undang-undang tahun 1990, melarang setiap perdagangan penyu hidup atau mati termasuk bagian-bagiannya, bahkan jika melihat penyu bertelur harus dilaporkan BKSDA NTB (0370) 627851
Ada 6 jenis penyu yang berada di perairan Indonesia di antaranya: Penyu Belimbing, Penyu Tempayan, Penyu Hijau, Penyu Pipih, Penyu Sisik dan Penyu Lekang.
Pelabuhan Gili Kondo di bagian sisi utara pulau
Jika kita jalan kelilingi pulau ini lumayan bisa habiskan waktu 30 menit kata Boatman yang saya tanya saat menancapkan jangkar, di pantai banyak orang-orang yang bersenorkeling.
Tadi di pelabuhan Pasir Putih ada saya lihat tempat penyewaan alat-alat snorkeling, anak-anak kecil juga banyak mandi di pinggir pantai karena tidak berombak.
Berombak tapi kecil saja tidak ada pasir yang berwarna hitam pulau di seberangnya Gili Bidara, terlihat ada bangunan rekonstruksi kayu tapi malah di sana tampak ada atap gentengnya.
Eh, ya di pulau ini juga gazebonya ada yang beratapkan genteng dua unit yang lain beratapkan ilalang tapi sudah terlihat rusak, di sisi lain saya dekati ibu yang lagi berwudu dengan botol gelas Aqua, bu kalau yang lain berwudu pakai apa itu mungkin ada tempatnya ?
Ibu itu menjawab mereka berwudu dengan air laut dan kalau mau membilasnya bisa pakai air gelas seperti ini juga sambil menunjuk botol kemasan gelas, oh sepertinya tadi ibu ini berwudu dengan air laut juga sebelumnya, hanya untuk bagian muka dibilas dengan air minum.
Musholla di Gili Kondo hanya 30 meter dari pesisir pantai
Musholla ini terlihat baru dibuat juga dengan konsep rumah panggung terbuka dengan beratapkan ilalang yang masih terlihat baru juga dan Musholla ini diberi nama AL-MUKHLISIN yang artinya saya tidak tahu. 😆 😆 😆
Mesti buka kamus bahasa Arab dulu. Cukup dulu cerita kita sampai di sini sekarang harus tunggu jemputan perahu yang sama katanya nanti jam 4 sore pak Adi (boatman) akan menjemput kita.
Tapi setelah jam 4 lebih sedikit belum juga ada Boat pak Adi yang terlihat, akhirnya kita telpon pak Adi lewat nomor telepon yang ada di tiket.
Eh, ternyata yang jemput itu Boat RIZKY pantesan dari tadi Boatmannya angkat tangan ke arah kami.
Ya sudah sepertinya kali ini kami harus segera balik ke pinggir karena di lokasi ini tidak ada rumah makan apa lagi restoran jadi sudah lapar dari tadi kami cuma makan roti, kue kering dan nanas.
Daratan pulau Sumbawa dari Gili KondoDaratan pulau Lombok dari Gili KondoLetak Gili Kondo terhadap pulau sekitarnya
Salah satu pertunjukan Peresean di Lombok yang membuat geli bagi yang menonton-Nya yaitu pertunjukan Peresean (Perisai) Pertunjukan Peresean sangat di gemari oleh orang-orang tertentu di Lombok.
Pertunjukan ini terlihat sangat beringas dan menakutkan yang identik dengan orang keras atau liar tapi pertunjukan ini sangat menjunjung sportivitas dalam bertarung.
Dengan menggunakan pemukul rotan yang diberi aspal di ujung rotan, pertunjukan Peresean sudah bisa dibayangkan bila sehelai rotan yang kedua ujungnya dilapisi oleh material aspal bahan pengeras jalan raya mendarat di kepala atau di punggung.
Aturan Main Pertunjukan Peresean di Lombok
Pertunjukan Peresean ini terdiri dari 2 orang Pepadu atau 2 orang pet-arung yang secara bebas dipilih oleh seorang Pekembar atau kepala rombongan atau bisa juga merangkap sebagai pelatih, juru tunjuk pada sudut lawan tanding yang terdiri dari 1 orang Pekembar.
Masing-masing sudut atau kelompok petarung. Pertandingan ini dipimpin oleh satu orang wasit yang dibekali peluit dan harus berdandan tradisional ala orang Sasak.
Dengan meniupkan peluit wasit untuk aba-aba pertandingan dimulai atau berhenti, Pekembar bisa diartikan panitia juga yang membantu seorang wasit untuk mencari Petarung dengan cara membawa Ende atau Tameng dan penjalin atau tongkat rotan, Rotan ditunjukkan ke arah seseorang sambil memukul tameng atau perisai (Ende)
Tak ketinggalan bule-bule pun ingin mencobanya.
Begitu di tunjuk dengan Penjalin atau tongkat rotan petarung yang siap harus berdiri, setelah berdiri tameng atau perisai dipukulkan sekali, artinya dia (Pekembar) sudah menemukan orang yang siap untuk bertanding.
Ditawarkan di pojok lainnya oleh Pekembar lainnya dengan cara yang sama, biasanya musuh atau lawannya akan dipertimbangkan sesuai sama besar bentuk fisiknya, tapi tidak jarang juga salah seorang dari Pepadu ada yang tidak berani dengan lawan yang ditunjuk oleh Pekembar.
Cara Seleksi Petarung Atau Pepadu Peresean
Pepadu yang siap tanding akan berdiri sampai dia mendapatkan lawannya setelah sepakat maka kedua Pepadu atau Petarung akan disuruh maju ke depan arena untuk membuka baju lalu dipasangi dodot atau kain adat dan kepala diikatkan pakai Sapuk atau Blankon kalau di Jawa.
Pertandingan terdiri dari 3 ronde peserta akan dinyatakan kalah KO apabila terkena kepala dan mengeluarkan darah atau peserta menjatuhkan tongkat sebanyak 3 kali, apabila peserta ingin mengakhiri pertandingan atau menyerah harus melepaskan tongkat.
Aturan dalam permainan tidak diperbolehkan memukul lawan dengan cara menusukkan tongkat atau posisi back hand seperti-halnya pada permainan bulu tangkis. Pertandingan akan akan dimulai atau berakhir pimpin oleh wasit dengan menggunakan bunyi peluit.
Hadiah Pertandingan Seni tradisional Peresean
Setiap pemenang akan diberi hadiah tergantung kesepakatan panitia. Secara umum hadiah biasanya berupa handuk atau kain dan yang kalah akan diberikan amplop berisi uang seadanya. Para Pepadu bisa saja terdiri dari kubu-kubu yang berdiri di pojok-pojok ring yang berbaur dengan penonton.
Sebelum pertandingan dimulai sang Pekembar berkeliling-keliling melihat orang-orang yang ada di barisan depan jadi orang-orang yang duduk di depan ring harus siap jadi Petarung karena ketika 2 Pekembar datang ke arahnya yang duduk paling depan yang akan di prioritaskan.
Event atau pertandingan ini biasanya diadakan pada perayaan hari kemerdekaan atau menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, bisa juga pada perayaan-perayaan tertentu.
Pertarungan Peresean di alun-alun kota biasanya pada peringatan hari kemerdekaan yang dipertontonkan secara gratis bagi para pengunjung
permainan ini akan diiringi suara gamelan untuk menambah suasana lebih meriah juga untuk lebih memberikan gairah atau semangat kepada Pepadu (Petarung) selain itu suara gamelan juga akan dapat menghibur penonton yang datang berduyun-duyun membeli tiket masuk.
Biasanya ruang penonton yang membeli tiket akan dipagari dengan anyaman Bedek bambu, pertandingan umumnya dilaksanakan di lapangan sepak bola dan bisa juga di dalam ruangan aula.
Sebagian petarung selain menunjukkan kepiawaian menari sambil mendengar iringan gamelan juga yang pastinya menunjukkan teknik bermain, dan yang pastinya harus bisa menghibur penonton.
Tidak jarang ada petarung yang tersulut emosi dalam bertanding dan di sinilah peran wasit harus cermat memimpin pertandingan dan harus menghentikan pertandingan.
Pertandingan juga sering dinilai drow atas penilaian wasit dan akan diberikan hadiah langsung setelah pertandingan usai. Hadiah diberikan untuk semua pertandingan baik yang drow atau yang berakhir dengan kalah atau menang.
Terkadang pertunjukan ini bisa digelar di pulau Sumbawa dalam acara pentas budaya
Tidak jarang para peserta setelah selesai bertanding akan terkena memar atau berdarah pada punggungnya atau di anggota tubuh lainnya, terkecuali yang terkena bagian kepala mengeluarkan darah akan dianggap KO.
Peserta sangat diharuskan bertanding dengan tidak menggunakan baju, harus menggunakan Sapuk atau belangkon dan harus menggunakan dodot atau kain seperti-halnya kain adat.
Bagi Petarung sejati sangat terlihat cara bermainnya, bisa menghibur sambil menari, bisa melucu dengan gerak tubuh dan yang pasti jarang sampai terluka, beberapa peserta ada juga yang dipercaya menggunakan kanuragan tapi ini sulit untuk kita bahas.
Speed boat Gili yang dioperasikan dari teluk Nara sudah sejak lama dioperasikan melalui pelabuhan ini, Sejak awl terdapat bangunan pelabuhan yang permanen yang di miliki oleh Bounty Cruisess yang sudah di bangun sejak tahun 1997 namun pada era dahulu belum ada Fast boat yang beroperasi dari Bali ke 3 Gili Trawangan atau Lombok.
Saat ini pelabuhan “Teluk Nara” sudah memiliki gedung syahbandar dan memiliki lahan parkir yang cukup luas mengitari bangunan kantor.
Dermaga Fast boat Bounty dari dermaga pelabuhan milik Dep. Perhubungan
Bounty Cruisess membuat dermaga yang permanen dan memiliki ruang tunggu penumpang yang cukup nyaman dan memadai.
Fast Boat ini memiliki kapasitas 1.500 penumpang, namun setelah banyak Fast Boat yang beroperasi hingga puluhan agen yang menjual rute yang sama.
Dengan harga yang sangat bersaing Bounty Cruises pun menjadi tersingkir dan mengalami kerugian dalam mengoperasikan karena tingginya biaya operasional hingga saat ini pun Fast Boat yang terbesar dan berwarna kuning ini sudah tidak dioperasikan lagi.
Dermaga milik Dep. Perhubungan
Walaupun pada tahun 2014 sempat bangkit lagi namun kembali menghilang. Hingga kini nama pelabuhan yang berada di Teluk Nara ini masih melekat dengan sebutan pelabuhan Bounty karena sementara waktu Bounty Cruisess belum beroperasi.
Speed Boat yang beroperasi reguler ke tiga Gili memanfaatkannya untuk dijadikan dermaga sementara hingga kini.
Sudah ada perubahan, dengan dibangunnya dermaga milik departemen perhubungan di selatan bangunan Bounty sudah dibangun dermaga khusus untuk pelabuhan Speed Boat yang resmi di bawah kendali departemen perhubungan.
Ganggari Fast Boat di pelabuhan Teluk Nara
Terakhir ini di sebelah utara bangunan Bounty terdapat juga tempat pemberangkatan Speed Boat yang beroperasi ke 3 Gili, mengenai aturan main yang lokasi terakhir ini saya belum mendapatkan info dari pihak pengelola di sana.
HARGA TRANSFER ONE WAY KE GILI TRAWANGAN, MENO & AIR
Pelabuhan Teluk Kodeq hanya merupakan pelabuhan kecil saja yang merupakan tempat armada boat hotel yang berada di 3 Gili. Selain itu ada beberapa kapal-kapal pinisi untuk Trip lintas Bali – Flores termasuk juga kapal katamaran.
Yang paling diketahui juga sama orang bahwa pelabuhan ini merupakan pelabuhan fast boat dan speed boat yang menghubungkan daratan Lombok dan 3 Gili.
Pelabuhan Speed Boat ke 3 Gili
Tidak jauh dari situ juga sebelahnya pelabuhan Teluk Nara yang merupakan pelabuhan yang sama statusnya dengan pelabuhan Teluk Kodeq, hanya berjarak 5-7 km dari pelabuhan Bangsal. di sini tidak terdapat loket penjualan tiket.
Bila hendak menggunakan speed boat dari pelabuhan ini ketika Anda turun dari kendaraan ada yang akan datang menghampiri untuk menawarkan jasa transport speed boat menuju 3 Gili harga tergantung banyak penumpang atau jam saat menyeberang.
Sudah tentu bila Anda menyeberang malam hari bayar extra malam kira-kira Rp 100.000 harga normal untuk 2 orang biasanya Rp 400.000 untuk satu kali jalan untuk bolak balik biasanya Rp 700.000 bisa juga ditawar tapi pasti anda dilihat kurang bersahabat.
Pelabuhan ini juga bisa dijadikan pelabuhan alternatif untuk tujuan penyeberangan ke 3 Gili. Berderet di sekitarnya 3 pelabuhan. di antaranya pelabuhan ASDP, Pelabuhan Teluk Nara dan teluk Kodek yang paling dekat ke arah pelabuhan Bangsal.
Bisa mengorganize trip snorkeling juga dari sini
Pada musim kunjungan halaman parkir pelabuhan Teluk Kodek akan terlihat banyak sekali Bus wisata yang berjubel parkir di halamannya. Pak Amet, dialah Organizernya di Lokasi ini. beliau memiliki puluhan speed boat yang dioperasikan untuk ke 3 Gili.
Tidak banyak yang bisa kita ulas di sisni tapi pelabuhan ini sangat bermanfaat dan yang paling progresif untuk melayani penyeberangan ke 3 Gili karena dikelola secara individu oleh bapak Amet tadi.
Tidak hanya sekedar pelabuhan untuk penyeberang saja, dri pelabuhan ini Anda bisa mereservasi trip snorkeling ke 3 gili, yaitu ke Gili Trawangan , Gili Meno dan Gili Air.
Alternatif ini sangat bagus jika tujuan Anda hanya untuk ber snorkeling saja ke pulau tersebut. jadi bisa menghemat biaya. ketimbang harus menyeberang kemudian menyewa boat di Gili.