Saya Supardani lahir dan besar di Lombok, pariwisata bukan dasar pendidikan saya tapi pariwisata mendidik saya untuk terlibat menjadi bagian dari pelaku pariwisata. Pariwisata adalah sesuatu yang menyenangkan. Lahir di Mataram 10 Oktober 1973 tidak pernah belajar tentang pariwisata secara akdemis tapi tanpa belajar pariwisata mengajarkan saya secara otodidak. Pasti akan banyak kekurangan.
Tamat belajar hanya sampai tingkat SLTA, tamatan STMN Mataram jurusan bangunan dan pernah bekerja lama di bidang konstruksi. Akhirnya takluk untuk menjadi pelaku pariwisata. Pernah menjadi tour guide hanya bermodalkan bahasa Inggris pas-pasan, dari sinilah saya mengenal pariwisata lebih dekat dan hingga kini saya sudah banyak menulis blog tentang pariwisata, tentunya masih banyak kekurangan, berinovasi terus agar bisa melayani semakin baik kedepannya.
Gili Sudak merupakan salah satu bagian dari rentetan 3 pulau yang berlokasi di perairan Sekotong berjejer dari barat ke timur mulai dari Gili Nanggu, Gili Tangkong dan Gili Sudak yang paling timur.
Pulau ini sebenarnya tidak kalah indah dengan Gili Nanggu namun perlu diakui untuk taman lautnya Gili Nanggu tidak kalah, ini menurut keterangan dari wisatawan yang saya bawa.
Waktu itu menyempatkan diri untuk mencoba bersenorkeling di Gili Sudak di sini baru saja ada akomodasi penginapan dan ada sebuah restoran yang sederhana.
Gili Sudak sangat tenang dari kedatangan wisatawan dalam jumlah besar atau berjubel.
Nirvana Sea Food restoran di pinggir pantai sisi timur pulau gili Sudak
Gili Sudak memang benar-benar luar biasa bagi orang yang mencari keheningan sudah pasti sand bad yang diletakkan di pinggir pantai di bawah pohon cemara akan menghantarkan mimpi indah Anda ke alam kayangan.
Jujur saya sendiri sangat selalu merindukan ingin datang ke Gili Sudak ingin merebahkan badan di sandbad, sambil melihat air pantai yang nyaris tidak berombak.
Sambil memandang bukit yang terjal yang tidak jauh jaraknya dari Gili Sudak, selain itu sekarang terdapat kamar terapung yang disewakan cukup mahal karena unitnya hanya 2 buah saja.
Nirvana Rumah Air di Gili Sudak
Sebelumnya hotel terapung ini di tempatkan di dusun Batu Kijuk di pinggir pantai oleh pengelola, namun atas dasar pertimbangan marketing sekarang sudah ditempatkan di pantai Gili Sudak. Paket Tour
Di sisi selatan pulau Gili Sudak yang sewaktu waktu di tarik ke pinggir pantai saat musim angin dan kondisi ombak tidak bersahabat.
Terutama sekitar bulan Agustus Nirvana Rumah Air adalah nama sebutan daripada dua unit penginapan ini akan ditarik ke tepi dan tidak akan dioperasikan untuk sementara waktu.
Nirvana bungalo di Gili Sudak tidak jauh dari lokasi restoranLokasi Power Plant PLN di Jeranjang nampak dari Gili SudakRestoran di Gili Sudak “open air” di pinggir pantai
Gili Rengit berlokasi di kecamatan Sekotong Barat kabupaten Lombok Barat yang terdapat berjejer di antara 4 Gili yaitu : Gili Gede, Gili Rengit, Gili Layar dan Gili Asahan untuk akses ke 4 pulau ini melalui pelabuhan Tembowong di Pelangan.
Kira-kira tidak jauh dari pom bensin yang aktivitasnya jarang ada petugas SPBU, selalu gerbangnya di tutup dengan tali rantai, hanya berjarak sekitar 30 meter saja dari pom bensin ini di sebelahnya adalah pelabuhan Tembowong.
Ciri cirinya sudah pasti terlihat boat trip kecil-kecil berjejer di pantai dan terdapat pohon besar sebagai tempat bernaung menunggu boat atau sebagai check in point sebelum trip berjalan.
Gili Rengit ukurannya 2 kali Gili Nanggu lebih besar (22 ha) tidak tampak dari jalan raya karena tertutup oleh Gili Gede dari Tembowong bisa charter boat ke Gili Rengit dengan biaya Rp 350.000 dan hanya 10 menit menyeberang dengan perahu warga yang biasa digunakan untuk mencari ikan.
Sangat bagus untuk aktivitas bersnorkeling selain air nya sangat jernih dan nampak terumbu karang karena ombak di Gili Rengit sangat tenang tapi lain halnya dengan sebagian sisi ada juga yang arusnya agak kencang dan tidak direkomendasikan untuk bersnorkeling karena kontak langsung dengan lautan dalam atau selat Lombok – Bali.
Gili Rengit merupakan pulau milik pribadi yang dimiliki oleh seseorang yang berasal dari Bali tapi terbuka juga untuk umum bagi yang hendak berwisata karena didalamnya terdapat restoran toilet umum dan tempat berbilas.
Hanya sekali kapan dikunjungi oleh pemiliknya biasanya beramai-ramai sekeluarga dengan menggunakan kapal terutama pada perayaan tahun baru terdapat juga dermaga yang sangat permanen, cocok buat yang betul-betul ingin mencari ketenangan di pulau ini.
Gili Nanggu sangat menanti kedatangan Anda bagi para penyuka suasana pulau dan pantai pulau yang hanya luasnya kira-kira 12 hektar ini akan menawarkan pesonanya.
Pemandangan sekeliling begitu indah yang terdiri dari bukit bukit yang mendindingi pantai dari kejauhan, air laut yang jernih yang memamerkan karang yang terkandung di dalamnya.
Tetangga Gili Nanggu
Hembusan angin dan bisikan ombak yang akan membawa kedamaian, pulau ini masih bertetangga dengan 2 pulau lainnya yaitu Gili Tangkong dan Gili Sudak bahkan ada salah satunya yang sering dihampiri para pengunjung yaitu Gili Kedis.
The gate on the Gili Nanggu pier
Sebenarnya Gili Kedis tidak masuk kategori tetangga karena hanya pulau kecil seluas 10 are saja dan tidak ada penghuninya tapi sangat eksotis buat berfoto-foto di sini.
Transport Ke Gili Nanggu
Untuk menuju pulau ini banyak pelabuhan Boat yang bisa kita akses dari kota Mataram di antaranya bisa melalui pelabuhan Cemara tidak jauh dari pelabuhan Lembar.
Dari sini pengunjung dari kota Mataram akan lebih cepat atau tidak terlalu lama berkendara mobil atau motor hanya kisaran 30 menit saja lalu dari pelabuhan Cemare juga sudah bisa kita melihat pulau Nanggu.
Hanya kita harus menyeberang 15 menit untuk bisa tiba di Gili Nanggu. Paket Tour
Sisi Timur pulau Gili Nanggu
Alternatif lain bisa melalui pelabuhan Lembar juga, sama pengunjung tidak terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berkendara mobil atau motor.
Tapi dari pelabuhan Lembar menuju lokasi ini lebih lama berperahunya karena boat start dari dalam teluk Lembar dan akan menghabiskan waktu 30 menit.
Nah pelabuhan yang paling dekat dari Gili Nanggu adalah pelabuhan Tawun dari sini hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk tiba.
Public toilet in Nanggu
Sayang dari pelabuhan ini jika kita dari kota Mataram akan menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam karena harus mengitari teluk dan melintasi pesisir pantai ke arah selatan pulau Nanggu atau di kecamatan Sekotong Barat.
Ongkos penyeberangan lebih murah, sekitar Rp 350,000 untuk carter, maksimal penumpang 10 orang.
Bisa juga mengunjungi 3 pulau sekalian yaitu Gili Nanggu, Gili Tangkong, Gili Sudak dan ekstranya mengunjungi Gili Kedis, yang pasti harga carter boatnya menjadi lebih mahal.
Tiket Masuk Pulau Gili Nanggu
Not far from the beach is very shady if you want to play and walk on white sand
Setelah tiba di pulau Gili Nanggu setiap pengunjung akan disambangi oleh seorang penjaga pantai untuk membayar tiket masuk wisata sebesar Rp 5,000 / Orang karena sampah-sampah bekas makanan Anda akan di urus oleh pihak pengelola.
Sangat ditekankan sama pengelola untuk tidak membuang sampah sembarangan di pulau ini, apalagi bule-bule banyak yang berwisata ke pulau ini. Di Gili Nanggu Anda akan aman dari kejaran para pedagang suvenir atau pedagang asongan.
Gili Nanggu from the boat dock
Pedagang semacam itu tidak diperbolehkan masuk ke pulau ini. Hanya satu resort dan tidak ada penduduk lokal yang tinggal di tempat ini, hanya dihuni oleh para karyawan hotel yang bekerja di Gili Nanggu.
Tidak jarang wisatawan asing yang datang berdecak kagum dengan berkali-kali mengatakan pulau ini pulau surga ”Paradise island” pasir putih yang menyerupai kristal.
Sekali-kali kita melihat binatang sejenis kepiting berlarian dengan meninggalkan jejak bekas kakinya, burung-burung tekukur yang terbang rendah dan berlarian di atas pantai sambil menengok ke arah Anda, seperti kelihatan bagaikan heran melihat Anda berada di lokasinya.
Sambil menunggu peserta yang lagi bersnorkelling bisa santai saja
Setiba di ini pasti ada pilihan apa mau bengong saja atau mau bermain ayunan.
Saya sarankan mendingan sewa alat Snorkeling atau mungkin alat-alat Snorkeling sudah Anda persiapkan sebelumnya.
Menyewa alat-alat Snorkeling di pulau ini harga sewanya terlalu mahal.
Mungkin tidak masalah dengan harga sewanya jika memang kedatangan anda lupa untuk mempersiapkan alat snorkelingnya.
Larangan Ketika Memasuki Pulau
Maklumlah karena tidak bersaing, dari pada tidak sebaiknya sewa saja lah karena saya yakin Anda tidak akan pernah berhitung harga sewa setelah melihat taman laut di sekitar perairan Gili Nanggu ada larangan untuk memancing ikan-ikan di sini sangat ter-lestari.
Terumbu karang yang sangat indah, ikan-ikan yang berwarna-warni dalam jumlah banyak yang berkelebat di depan Anda saat Anda bersenorkeling dan jangan lupa membawa roti untuk kasi makan ikan.
Ikan-ikan di sini sangat bersahabat dengan orang-orang yang bersenorkeling karena setiap orang bersenorkeling selalu datang memberinya makan.
“Gili Meno, merupakan bagian deretan 3 pulau yang menjadi destinasi pariwisata yang sudah populer, pulau ini terletak di tengah-tengah antara Gili Trawangan dan Gili Air, di antara ketiga Gili, Gili Meno adalah yang paling kecil daratannya.
Di antara ke 3 Gili hanya Gili Meno yang memiliki danau air asin di bagian barat pulau, dan satu-satunya taman burung terdapat di sini yang sudah beroperasi sejak tahun 2002, hingga saat ini, sebelumnya terdapat 300 koleksi jenis burung.
Terakhir ini banyak juga yang mati, bila hendak mengelilingi dengan berjalan kaki akan menghabiskan waktu sekitar satu jam. Di antara 3 Gili, Gili Meno terdapat penginapan paling sedikit. Terdiri dari bangunan penginapan yang kebanyakan berupa bungalo dan berjarak panjang antara satu sama yang lainnya.
Situasi Gili Meno
Suasana di depan Kontiki Bungalow di sisi timur pulau
Masih banyak terlihat semak-semak di pinggir pantai, jalan pesisir berupa jalan tanah dan sebagian masih berupa hamparan pasir pantai, hampir tidak ada jalan yang menggunakan pekerasan bila dibandingkan dengan Gili Trawangan.
Pada malam hari sangat hening, jarang terdengar suara musik keras saat tengah malam, lebih mendominasi terdengar suara pohon cemara yang ditiup angin serta suara deburan ombak yang berada di bagian selatan pulau ini.
Transport ke Gili Meno
Pantai sisi Timur pulau
Transport Boat reguler sangat sulit terutama pada jam jam tertentu karena publik Boat hanya reguler sekitar jam 8 pagi.
Harga tiket Boat umum Rp 14.000 / orang. Setelah agak siang transport Boat umum sudah sangat sulit, harus menunggu berjam-jam baru Boat bisa penuh karena itu sarat untuk bisa dioperasikan.
Alternatif lain dengan carter Boat Rp 350.000 jika ada penumpang yang tidak sanggup menunggu terlalu lama. Untuk menghemat biaya carter Anda bisa coba-coba tanya penumpang yang lagi menunggu boat untuk menyeberang bisa diajak patungan.
Pesona pasir putih Gili Meno
Baru-baru ini ada pemberangkatan shuttle Boat ke Pulau ini pada jam 12:00 dan 14:00 tapi harga tiketnya Rp 25.000 / orang ada Fast Boat beroperasi ke 3 Gili dengan harga tiket Rp 85.000 / orang.
Tapi saat ini tidak ada yang beroperasi karena alasan tidak ada tempat berlabuh, walaupun ada dermaga tapi sayang tidak biasa digunakan karena dorongan ombak sangat keras yang bisa menghempaskan Fast Boat ke dinding dermaga. Ada beberapa Fast Boat beroperasi dengan tujuan Padang Bai, Sanur, Serangan, Amed di Bali.
Lokasi Snorkelling di Gili Meno
Rusty Cafe yang berada di sisi Timur pulau hanya berjarak 50 meter selatan pelabuhan umum.
Untuk aktivitas Snorkeling di sangat bagus. Terumbu karangnya sangat indah, terdapat banyak ikan yang beraneka rupa dan ukuran, ada spot Snorkeling Ship wreck atau kapal tenggelam yang dihuni banyak ikan-ikan yang berukuran besar.
Di sisi utara terdapat turtle point atau tempat melihat banyak penyu bersemayam, di sisi sebelah timur bagian utara terdapat karang biru dan terumbu karang seperti pohon cemara.
Ada beberapa dive shop juga yang buka di pulau ini yang tampak pada gambar Rust Cafe dan di depannya tempat yang sangat bagus untuk bersenorkeling.
Snorkeling spot berada di pesisir barat, berhadapan dengan Gili Trawangan
Gili Kedis atau dalam bahasa setempat Kedis artinya kecil, memang ukuran Gili atau pulau ini sangatlah kecil.
Sisi barat Gili Kedis
Diperkirakan ukurannya sekitar 10 are yang saat ini sudah terdapat fasilitas gazebo untuk bersantai, toilet sederhana Musholla, ayunan, sand bad dan ada kantin juga di situ.
Lokasi pulau kecil ini terdapat pada gugusan pulau pulau yang ada di perairan kecamatan Sekotong Barat yang berjejer berdekatan dengan Gili Nanggu, Gili Tangkong dan Gili Sudak.
Di sisi selatan tepat di selatan Gili Sudak kira-kira berjarak 300 meter, juga di sisi selatan Gili Kedis dekat dengan daratan pulau Lombok kira-kira 1 km.
Pulau ini 100% berpasir putih, di sisi selatan terdapat berbatuan cadas dan terdapat rimbunan pepohonan, semak-semak liar di bagian tengah pulau ini.
Tapi saat ini lebih tertata, lokasi ini sangat bagus untuk pengambilan gambar atau berfoto-ria karena bila kita membidikkan kamera ke arah mana saja akan
Terdapat banyak Bintang Laut di pinggir pantai Gili Kedis
panorama yang indah, seperti halnya jika kita bidik-kan ke arah utara tampak Gili Sudak, ke arah timur tampak perbukitan cadas yang hijau jika saat musim hujan dan tampak kering jika sudah masuk musim panas.
Ke arah selatan tampak daratan Sekotong Barat dengan kontur berbukit-bukit dan tampak beberapa resort hotel dari kejauhan.
Bila kita bidik-kan kamera ke arah barat maka yang akan tampak Gili Penyu dari kejauhan dengan bentuk seperti penyu raksasa sementara Gili Nanggu tidak tampak karena berada di balik Gili Tangkong.
Pemandangan ke arah timur di Gili Kedis
Suasana permukaan air sangat tenang dan tergolong dangkal hingga pada saat air surut sering tampak orang sedang berjalan dari arah Gili Sudak ke daratan Lombok dengan keadaan kaki tercelup hingga sedengkul.
Biasanya yang sering melintas di sini karyawan yang bekerja di restoran yang berada di Gili Sudak jika air dalam keadaan surut dan jika tidak mereka akan terlihat menggunakan perahu motor kecil untuk mengambil segala kebutuhan restoran.
Restoran di miliki oleh salah seorang sesepuh yang sudah lama berkecimpung di dunia pariwisata yaitu bapak Awan Aswinabawan, berpostur tinggi dengan mata sipit yang mengindikasikan dari keturunan Tiong Hoa.
Beliau adalah pemilik A&T Tour and Travel juga sekalian pemilik agen transport Wahana Loka yang berada di jalan Adi Sucipto kecamatan Ampenan berikut kantor terbarunya.
Negara Idola Gili Kedis
Pulau Gili Kedis tampak seperti jantung simbol Cinta dilihat dari atas
Pulau kecil ini sangat diidolakan oleh para wisatawan dari negara Italia, Prancis dan Belanda karena setiap kali saya guiding ke lokasi ini selalu orang-orang dari negara tersebut yang sering saya bawa.
Di seputar pulau ini sangat banyak Star Fish atau Bintang Laut yang terdampar di mana-mana, jika para pengunjung yang datang berwisata ke Gili Nanggu sepertinya pulau ini wajib untuk dikunjungi.
Sebagai ekstra destinasi tambahan karena memang sangat sayang untuk dilewatkan sebagai destinasi terakhir jangan lupa harus puas-puas-in berfoto di sini.
Karena sekarang ada dikenakan biaya tiket masuk wisata di pulau ini, kemudian setelah itu Guide akan mengajak Anda untuk balik ke daratan menuju pelabuhan Tawun, wisata pantai Cemara atau menuju pelabuhan Lembar.