Terminal Bus di Lombok diberi nama Terminal Mandalika, diambil dari nama seorang putri kerajaan di lombok yang terdapat dalam cerita mitologi suku sasak Lombok.
Terminal Bus mandalika berlokasi di kecamatan Sandubaya kota Mataram, merupakan pinggiran kota di bagian timur, dekat ke arah kecamatan Narmada. Terminal ini mulai dibangun sekitar tahun 1995 yang sebelumnya di perempatan Sweta.
Kemudian di pindah ke arah timur yang tidak jauh hanya berjarak 3 Km dari terminal lama (Sweta) yang kini sudah tidak berbekas lagi. Sudah menjadi pertokoan.
Kenapa dipindah, ya tentu alasannya karena terminal lama sudah tidak mumpuni untuk menampung jumlah kendaraan yang parkir di halaman terminal. yang kini sudah dibuat menjadi puluhan kali lebih besar.
Di dalam kawasan terminal tidak hanya cuma untuk bus dan transport lainnya saja. “Tapi sudah dilengkapi dengan pertokoan dan pasar tradisional yang paling besar di provinsi NTB (Nusa Tenggara Barat)
Tidak hanya itu saja, pasar Burung dan unggas juga sudah ada alokasinya di sini, pasar buah, warung makan, restoran dan lain sebagainya
Terminal bus sudah tentu ada di setiap kota kabupaten di seluruh tanah air, untuk mempermudah akses menuju kota yang satu dengan kota yang lainnya.
Terminal bus Mandalika bertaraf provinsi yang akan menghubungkan kota provinsi lainnya melalui akses darat yang terdapat banyak bus-bus besar yang berlabuh di dalam area lokasi terminal bus Mandalika.
Tentu keberadaan terminal ini sangat ingin diketahui lokasi persisnya di mana oleh para pelancong yang dari luar provinsi NTB,
Terminal bus ini merupakan poros menuju akses ke seluruh penjuru tempat di Lombok, yang perlu diketahui untuk bus-bus besar yang berkapasitas 40 penumpang ke atas biasanya melintas dari arah pelabuhan Lembar menuju terminal bus Mandalika dan dari terminal bus Mandalika ke pelabuhan kayangan atau Labuhan Lombok menuju penyeberangan ke pulau Sumbawa.
Selain itu bus-bus besar yang melintas di luar dari jalur yang kita maksudkan biasanya bus pariwisata.
Pelancong biasanya lebih ingin tahu tentang tujuan pemberangkatan menuju destinasi wisata, 3 Gili di Lombok Utara, destinasi menuju kawasan Senggigi dan destinasi menuju Pendakian ke Gunung Rinjani.
Jika Anda baru saja datang dari daerah mana pun di terminal Mandalika dan mau menuju Gili Trawangan bisa Anda tanyakan bus DAMRI yang menuju Kecamatan pemenang yang berjarak kira-kara 25 Km
Setelah sampai di perempatan Pemenang Anda bisa jalan kaki ke arah pelabuhan atau bisa naik andong langsung menuju pelabuhan bangsal. berjarak 1,2 Km.
Bagi yang mau ke kawasan Senggigi bisa naik bus DAMRI langsung menuju kawasan wisata Senggigi yang berjarak sekitar 25 Km.
Selanjutnya bagi yang baru datang di terminal Mandalika dengan tujuan lokasi Pendakian sebaiknya menuju desa Senaru saja yang berada di kecamatan bayan. Biar tidak banyak ganti bus.
Nanti Anda bisa turun di desa Anyar, kecamatan Bayan. Kemudian bisa naik angkutan umum atau menuju ancak. selanjutnya di ancak Anda naik ojek ke Senaru.
Jika Anda akan ke Sembalun Anda harus naik angkutan umum menuju kecamatan Aikmel, di terminal kecil Aikmel bisa naik angkot lagi menuju kecamatan Sembalun, bagi yang ingin menaklukkan puncak Rinjani bisanya pendaki langsung mengambil jalur Sembalun.
Demikian ulasan ini saya tulis untuk kalian semua semoga bisa bermanfaat.
Tenun ikat di Lombok merupakan jelmaan masa lampau karena merupakan industri pembuatan kain dengan metode tradisional yang butuh makan waktu yang begitu lama. untuk membuatnya.
Produk tradisional tenun Ikat ini tergeser oleh industri pabrikan yang lebih cepat cara memproduksinya, hemat tenaga dan mampu memproduksi jauh lebih banyak hingga hasil produksi dapat dijual dengan harga lebih murah.
Di ambang lenyap-nya pembuatan tenun ikat Lombok dengan metode tradisional pemerintah mengemas setiap kerajinan tenun Likat daerah menjadi produk kerajinan daerah dan bukan lagi industri.
Pembeli lebih mengangkat nilai daerahnya ketimbang makna daripada penggunaan dan fungsi.
Weaving village in Sukarara central of Lombok
Jadi bisa diibaratkan bagaikan emas dan tembaga walaupun sama sama berwarna kuning tapi dari sisi lain memiliki nilai dan kualitas yang berbeda.
Jadi makna yang bisa diambil dari memiliki kain tenun Lombok merupakan kebanggaan tersendiri. Mengangkat seni kerajinan daerah, tempat memperoleh, corak, motif, kualitas dan lama proses pengerjaannya akan menjadi nilai tersendiri di saat seseorang menggunakan kain tenun Lombok.
Tentu jika Anda menggunakan kain yang berbahan tradisional dan corak tradisional akan menjadi suatu yang mencolok dan menjadikan diri Anda terkesan berbeda dengan prestise yang membanggakan.
Keseharian dan kelestarian kerajinan tenun
Yang pasti untuk memiliki kain tenun Lombok kita harus merogoh kantong yang cukup dalam karena harganya cukup mahal, bagaimana tidak dari proses pembuatan kain tenun ini membutuhkan waktu sebulan untuk menghasilkan kurang dari 2 meter panjang dengan lebar 1,10 meter.
Kain tenunan Lombok juga lebih berkualitas dari sisi material untuk memperolehnya Anda bisa mengunjungi desa Sukarara.
desa PRINGGASELA di kabupaten Lombok Timur dan Sade di Lombok Tengah bagian Selatan kecamatan Pujut tapi yang paling populer dan pengrajinnya lebih banyak datang saja ke Desa Sukarara di Lombok Tengah kecamatan Jonggat.
Tidak hanya itu saja Anda juga bisa menyusuri kampung Sukarara sambil melihat kegiatan masyarakat dengan aktivitas sedang mewarnai, memintal benang dan memproduksinya di rumah masing-masing.
Sewa sepeda di Gili Trawangan sepertinya harus jika hendak tinggal lebih dari satu hari, walaupun sebenarnya sewa sepeda di Gili Trawangan dianggap mahal, namun jika dibanding dengan keperluan Anda untuk harus mengexplore Gili Trawangan tentu harga sewanya tidak terlalu berarti.
Jika dibandingkan dengan keperluan Anda untuk banyak tau tentang banyak hal di Gili Trawangan. Karena dengan sepeda Anda bisa mengelilingi pulau Gili Trawangan, pergi mengeluyur ke segala penjuru di Gili Trawangan.
Tempat lokasi penyewaan sepeda di Gili Trawangan
Adapun alasan mengapa menyewa sepeda di Gili Trawangan harga sewa sepeda sangat mahal: Pertama karena sepeda di Gili Trawangan lebih cepat rusak.
Sangat rentan dengan tiupan angin laut yang membawa uap air asin yang mengakibatkan body sepeda cepat keratan. kedua karena sewa lahan tempat menaruh sepeda di Gili Trawangan sangat mahal.
Harga sewa sepeda tergantung kondisi sepeda, harga sewa sepeda rata-rata dipatok Rp 50.000 / hari dan juga bisa disewa dengan hitungan Rp 15.000 / jam, Rp 30.000 / 3 jam dan Rp 40.000 (after Sunset / hingga sore) dan untuk satu hari Rp 50.000 (Harga tahun 2015)
Harga sewa sepeda pada musim kunjungan akan disewakan lebih mahal lagi hingga Rp 75.000 / hari ini artinya setara dengan kita menyewa sepeda motor per hari bahkan bisa lebih murah jika di kota tapi ini adalah karena pilihan terpaksa dari pada tidak.
Terutama pada bulan Juli, Agustus dan September (musim kunjungan Eropa) bulan Desember menjelang natal dan tahun baru hingga 5 hari setelah tahun baru harga sewa sepeda di Gili Trawangan sudah di luar nalar tapi mau bagaimana lagi, yah hitung-hitung sekali kapan lah.
Sepeda didominasi seperti bentuk yang ini
Ada bermacam macam jenis sepeda yang disewakan di Gili Trawangan, mulai dari sepeda cewek yang ada keranjang di muka sepeda, ada jenis sepeda MTB, ada sepeda Tandem yang bentuknya panjang yang bisa di guncang oleh pengendara yang di belakang.
Ada sepeda yang ban depan dan ban belakang besar seperti ukuran ban sepeda motor Honda Tiger dan ada juga yang baru-baru ini merambah di Gili Trawangan yaitu sepeda listrik.
Sepada ini memiliki lampu layaknya sepeda motor dan hampir mirip dengan sepeda motor Matic jenis Mio keluaran pertama tapi yang membedakan ada pedal pengguncang cadangan di kala baterai habis sebelum di charge.
Sepeda ini bisa juga di guncang tapi sedikit lebih berat dibandingkan dengan sepeda biasa pada umumnya tapi jenis sepeda ini tidak disewakan, yang tampak yang banyak menggunakan adalah kalangan orang tua yang sudah lanjut usia dan anak-anak remaja perempuan.
Selain itu yang paling menonjol adalah kalangan pengusaha karena dituntut cepat dan rutin dalam aktivitas bisnisnya untuk mengecek barang-barang yang datang di pelabuhan, nah yang jarang sepeda untuk anak ada tapi sangat jarang sekali yang sekelas MBX atau sepeda mini .
Dengan tampilan seperti ini anda sudah bisa ditebak berada di Gili Trawangan
Jenis yang paling banyak disewakan di Gili Trawangan adalah jenis sepeda perempuan yang ada keranjang di depan, hampir 80% dan bila Anda cowok jangan risih untuk menggunakan jenis sepeda ini.
Di Gili Trawangan cowok lebih kelihatan trendy menggunakan jenis sepeda ini karena lebih terkesan sebagai wisatawan, umumnya orang lebih melihat sisi praktisnya karena dengan sepeda yang ada keranjang bisa digunakan untuk menaruh barang bawaan.
Umumnya para bule-bule menggunakannya sebagai tempat menaruh handuk dan air minum sambil mencari arah pantai tempat bersnorkeling atau tempat berjemur, jadi kalau ada yang merasa tidak maco memakai sepeda yang berkeranjang nyarinya jangan di pulau Gili Trawangan ya.
Selain itu ada sepeda jenis tandem yang kelihatannya keren atau terkesan romantis kalau digunakan bersama pasangan tapi sebenarnya menggunakan sepeda ini harus latihan dulu karena akan sulit bagi yang baru mencobanya, terutama saat menyatukan irama saat mengayuh atau mengguncang pedal yang harus se irama bersamaan.
Selain itu pengendara yang depan akan merasakan lebih sulit dibandingkan dengan sepeda yang umum digunakan, ada juga sepeda yang baru trendy yaitu: dengan menggunakan sepeda ban besar.
Jenis sepeda ban besar lebih berat sedikit dengan yang jenis biasa tapi sangat cocok untuk medan berpasir sementara ruas jalan di Gili Trawangan hanya 500 meter saja yang berpasir itu pun di bagian belakang atau sisi utara pulau Gili Trawangan.
Situasi di sisi utara Gili Trawangan memaksa kita untuk menenteng sepeda
Perlu saya ingatkan jangan lupa di tempat penyewaan sepeda Anda harus meminta kunci atau gembok sepeda setelah me reservasi, biasanya penyewa mencatat di mana hotel tempat Anda tinggal, nomor kamar, kode nomor sepeda, jam mulai menyewa, tanggal menyewa dan tanda tangan.
Saat-saat sekarang ini urusan sepeda sering bermasalah di Gili Trawangan karena jumlah sepeda sudah terlalu banyak, selain didapat dari tempat penyewaan sepeda juga didapat dari fasilitas hotel-hotel (sewa) sehingga sering terjadi ter tukar dengan yang lainnya.
Ada kalanya dipakai sama orang-orang yang tidak bertanggung jawab setelah selesai ditaruh di tempat yang jauh atau tidak ditaruh ditempat semula, sehingga penyewa akan kaget ketika hendak mengambil sepeda sewaannya ternyata tidak ada di tempat mereka parkir.
Bisa jadi juga sepeda dicuri lalu warna catnya diganti, bila hal ini diabaikan maka bersiap-siap untuk berurusan dengan orang di tempat Anda menyewa sepeda, bisa jadi mereka akan minta ganti rugi seharga sepeda baru.
Sisi bagian utara Gili Trawangan masih terlihat asri karena tidak ada pengerasan jalan hanya berupa hamparan pasir putih.
Bila ingin mengelilingi Gili Trawangan dengan bersepeda kira-kira membutuhkan waktu 45 menit jika Anda bersepeda tanpa berhenti. Panjang keliling Gili Trawangan kira-kira 8 km dengan kondisi jalan 40% sudah dirabat setebal 10 cm yang bagian pesisir timur dari pulau Gili Trawangan karena merupakan bagian yang ter-ramai.
Jika dilihat dari lokasi sebagian besar akomodasi penginapan hotel, katanya sih rabat jalan yang sudah sebagian dikerjakan dan sudah selesai sekarang ini merupakan fondasi dari rencana badan jalan yang nantinya akan di aspal keliling menurut keterangan seorang mandor saat mengawasi pekerjaan rabat waktu itu.
Ada jalur jalan menuju tengah pulau Gili Trawangan yang sebagian belum ter-struktur secara merata ada yang sudah diberi pekerasan paving blok tapi sudah rusak karena pukulan sepatu kuda atau rusak karena dokar dan Cidomo.
Ada yang masih berupa jalan tanah padat, di beberapa tempat ada jalan yang berdebu saat musim panas dan berlumpur saat musim hujan tapi yang jelas di Gili Trawangan kalau banjir paling hitungan setengah jam saja air hujan sudah pada minggat ke laut.
Suasana di tengah pulau Gili Trawangan
Dengan sepeda Anda bisa melihat-lihat ke arah tengah Gili Trawangan di sini Anda bisa melihat gaya hidup penduduk asli pulau Gili Trawangan.
Sekarang kesan kumuh sudah tergeser karena orang Gili Trawangan sudah pada kaya semua, di tengah-tengah pulau ini masih bisa menemukan resort hotel atau villa dengan konsep arsitektur pulau yang sangat mewah.
Ada juga yang berkonsep arsitektur modern, sebagian adalah rumah para bule-bule expert yang bekerja di Gili Trawangan atau bule – bule pemilik usaha diving atau-pun hotel dan restoran, selain itu Anda bisa melihat aktivitas pembuatan batako tapi material pasirnya dibawa dari daratan pulau Lombok.
Di 3 Gili ada larangan untuk menambang pasir, juga ada bengkel sepeda, toko-toko grosir, agen air galon, jasa laundry, sebagian masih terdapat ladang dan kebun yang cukup luas.
Lapangan sepak bola serta pasar tradisional yang tidak jauh dari pelabuhan umum selain itu di tengah tengah pulau Gili Trawangan masih ada beberapa ternak seperti kambing dan sapi digembalakan.
Sisi timur bagian utara pulau Gili Trawangan lebih teduh karena masih banyak terdapat pohon-pohon cemara.
Pada sore hari saya sarankan untuk mengunjungi Sunset area atau bersepeda ke arah Sunset untuk menyaksikan saat-saat matahari terbenam karena setiap sore ada bar khusus yang untuk dikunjungi pas saat matahari terbenam.
Pengelola restoran akan menjejer meja dan bangku di atas hamparan pasir putih yang cukup luas nah di sana Anda bisa memesan minuman kemudian duduk bersantai sambil mendengar dentuman musik barat karena pengunjung biasanya akan di dominasi oleh pengunjung bule-bule.
Selain itu untuk bersepeda pada siang hari di Gili Trawangan kurang menyenangkan karena suhu udara sangat panas maklum karena pinggir pantai daerah tropis pastilah begitu.
Kalau saat siang saya sarankan bersepeda ke arah utara karena masih banyak terdapat pohon cemara yang rindang dan bisa mampir ke tempat penangkaran Penyu lokasinya kira -kira 1,5 km ke arah utara dari pelabuhan.
Bicara soal aktivitas air di Gili Trawangan mungkin lebih minim bila dibandingkan dengan tempat lain, tentunya yang saya maksudkan di sini di Bali karena satu-satunya lawan untuk standar nasional untuk urusan pariwisata Bali adalah pesaing yang masih belum tergeser karena memang Bali terlebih dahulu memperkenalkan pariwisata Indonesia ke mancanegara.
Jumlah wisatawan domestik pun ikut mengimbangi nya turut mewarnai pariwisata Bali namun akhir akhir ini Lombok seakan-akan muncul sebagai penantang baru untuk urusan pariwisata hanya saja Lombok belum didukung penuh oleh infrastruktur bila dibandingkan Bali tapi seiring sejalan waktu sepertinya Lombok akan menjadi Bali seperti sekarang ini.
Pantai di depan hotel Vila Ombak
Kita bicara lagi ke fokus pembicaraan awal yaitu masalah aktivitas wisata air, tentu kedua kubu ini punya alasan tersendiri mengapa Water sport di Bali lebih menggeliat ketimbang di Lombok ?
Mungkin alasannya karena lokasi di Bali (Tanjung Benoa) lebih memungkinkan karena dilihat dari daya dukung lokasi memang sangat mendukung karena di lokasi tersebut (Tanjung Benoa) ter apit oleh daratan (tanjung) hingga seakan mem blok arus air yang langsung kelautan.
Efek dari gelombang menjadikan lokasi ini tidak ber ombak atau tenang hingga memungkinkan untuk bermain Jet Sky, Flying fish, Banana Boat dan lain sebagainya. Lalu bagaimana dengan water sport di Gili Trawangan ? tentunya beda karena lalu-lintas air kurang mendukung karena terlalu banyak aktivitas boat yang berlalu-lalang dan sempit nya zona untuk melakukan aktivitas seperti ini.
Dermaga Vila Ombak
Tapi bukan berarti aktivitas air tidak ada di Gili Trawangan hanya sedikit bermasalah dengan aktivitas air lainnya yang terlebih dahulu lestari di GiliTrawangan, misalnya aktivitas diving dan snorkeling.
Sudah bisa dibayangkan jika lokasi ini dicampur aduk dengan aktivitas yang kami sebutkan sebelumnya maka: jika ada orang sedang asik ramai-ramai bersnorkeling lalu ada Jet Sky melintas kencang ?
Silakan dijabarkan sendiri ya kira-kira apa yang akan terjadi begitu juga aktivitas diving yang sewaktu-waktu dive master menginstruksikan siswa nya untuk terapung di permukaan air lalu ada Jet sky melintas tentu rasa khawatir sangat menghantui jika ter-sambar jet sky atau Banana Boat, tapi untuk Banana boat memang ada zona tersendiri untuk aktivitas ini dan memang ada di Gili Trawangan.
Untuk mereservasi trip Banana boat bisa anda lakukan di sini di depan hotel Vila Ombak
Di Gili Trawangan satu satunya tempat penyewaan Banana boat untuk sementara ini ada di villa Ombak hotel persis di depan hotel pinggir pantai ada konter reservasi, juga Banana boat akan kita lihat terpampang di situ umumnya permainan ini akan kelihatan seru jika besertanya lengkap dalam satu Banana boat terdiri dari 6 peserta yang sudah tersedia tempat handle atau pemegangan pada boat karet yang menyerupai pisang hingga disebut dengan Banana boat supaya lebih mudah mengerti pada maksudnya.
Bisa dibayangkan jika hanya satu orang peserta yang ikut dalam permainan ini mungkin akan kelihatan lucu kali ya ? biasanya permainan ini diminati oleh wisatawan domestik yang kalangan umur belasan tahun tapi bukan berarti tidak diminati oleh wisatawan bule.
Banana boat dengan ditarik oleh Speed boat peserta diberikan keamanan menggunakan jaket pelampung agar saat jatuh atau terlepas dari Banana boat maka akan terapung dan tidak capai untuk mengayuh kaki ini berlaku kepada siapapun sekalipun pandai berenang.
Banana boat terpajang di depan Hotel Vila Ombak
Ditarik dengan Speed boat dengan cukup kencang sehingga membuat sensasi para penunggangnya sambil berteriak ketika di guncang gelombang yang diakibatkan oleh efek dari mesin Speed boat itu sendiri.
Memang bisa jadi karena laut dalam kondisi bergelombang, durasi kira kira 20 menit untuk lebih jelasnya datang ke Gili Trawangan dan tanya di mana hotel villa ombak.
Orang yang baru 3 hari kerja di Gili Trawangan pun pasti akan tau di mana hotel villa Ombak karena hotel ini selain pionir juga terkenal karena memang salah satu hotel yang berbintang dan yang paling besar.
Mengenai harga sewanya silakan ditanya langsung atau mungkin kalau saya sempat akan saya tanyakan informasi harga sewanya tapi terakhir kali saya dengar informasi bahwa Banana boat hanya bisa di booking oleh tamu hotel Villa Ombak saja.
Tidak disewakan untuk umum jadi kalau memang benar benar memang berniat datang ke Gili Trawangan untuk mencoba aktivitas Banana boat mesti harus booking hotel di villa Ombak.
Aik Nyet Sesaot merupakan kawasan hutan lindung kira-kira 5 km ke arah utara taman Suranadi atau 25 km dari kota Mataram yang pada hari-hari tertentu banyak dikunjungi oleh masyarakat Lombok untuk menikmati suasana hutan dan sumber air pegunungan yang dingin.
Suhu udara di sini dingin karena berlokasi di bawah kaki bukit yang bersebelahan dengan gunung Rinjani di kawasan ini terdapat beberapa rumah penduduk dan kebun rambutan yang sangat subur juga.
Terdapat kolam tempat memelihara iklan di dalam area wisata hutan Sesaot, terdapat gubuk-gubuk yang beratap terpal yang merupakan para pedagang minuman kaleng dan semacam roti.
Lokasi pemandian alami Aik Nyet di desa Sesaot
Selain itu juga terdapat penjualan kuliner khas Lombok yaitu sate “Bulayak” yang merupakan panganan sate yang lontong nya dikemas seperti batangan lontong.
Tapi tidak kerucut dilapisi janur pohon aren sehingga tidak terlalu keras saat menganyam nya atau tidak seperti janur kelapa akan lebih keras saat di anyam karena lontong atau yang disebut Bulayak ini dipintal lebih kecil, karena masyarakat di sini masih se-aliran dengan masyarakat Narmada.
Dina Rosedianan Backpacker Asia
Saat ini hutan Sesaot sudah semakin ramai pengunjung karena sudah banyak di renovasi dan secara spesifik di lokasi ini sudah dikemas menjadi taman wisata “Aik Nyet”
Artinya taman wisata Air Dingin yang baru di bangun dimulai sejak tahun 2015 oleh pemerintah kabupaten Lombok Barat, masyarakat kota Mataram pun berduyun-duyun datang menyambutnya.
Infrastruktur sudah ditata yang dulu sebelumnya mesti menyeberang sungai kecil tapi sekarang sudah dibangun jembatan ber-konstruksi beton dan diberi reeling pengaman jembatan ini hanya diperuntukkan bagi orang untuk melintas sementara sepeda motor tidak akan bisa ke lokasi ini karena lokasi ini berada di bawah tebing tapi tidak tinggi.
Selain itu infrastruktur yang sudah tersedia sudah banyak dibangun gazebo yang terbuat dari konstruksi beton di pinggir sungai yang berbatu yang dialiri air yang sangat bersih tapi warnanya sedikit keputihan, maklum air ini keluar dari celah-celah batu pegunungan.
Suasana di lokasi pemandian Taman Wisata Hutan tropis Aik Nyet
Nuansa lama sudah banyak berubah yang dulunya hanya merupakan kawasan hutan lindung tapi sekarang sudah banyak penduduk yang bermukim degan membebaskan puluhan hektar kawasan hutan.
Suhu udara-pun sudah tidak seperti dulu yang sebelumnya dingin sekarang sedikit panas, hanya di lokasi taman wisata Aik Nyet masih bertahan seperti dulu, juga sekarang pemberdayaan masyarakat setempat sudah ada dengan pengelolaan taman wisata Aik Nyet.
Masyarakat bisa berjualan kuliner di lokasi dan setiap kendaraan yang masuk harus parkir dan bayar Rp 2.000 / sepeda motor dan untuk mobil dikenakan biaya parkir Rp 5.000 tidak hanya kuliner Bulayak saja di sini ada sebagian yang menjual makanan ringan ringan, minuman kemasan, kopi lokal.
Pedagang banyak yang menjual hasil kebunnya terutama rambutan karena di lokasi ini sangat subur dengan rambutan, juga merupakan hasil buah hutan Sesaot yaitu durian, tapi untuk durian tidak saya unggul-kan di sini karena beberapa kali saya membelinya ternyata kurang manis dan tulangnya besar-besar.
Bagian dari wisata alam Aik Nyet
Setelah melihat perkembangannya terus-menerus melalui postingan di Facebook hutan Sesaot ternyata menyimpan banyak objek yang cantik untuk ditampilkan seperti-halnya ada beberapa luncuran air terjun yang tidak terlalu tinggi yang dihiasi oleh genangan air yang jernih di bawahnya tampak indah untuk fotografi.
Ada juga be-batuan besar yang dari atas air terjun sangat bagus untuk objek fotografi ke arah bawah air terjun, dan tidak jauh dari lokasi ini terdapat masjid yang menyerupai kelenteng Budha Cina yang di cat dengan warna karakter merah kontras yang disiapkan untuk tempat pengunjung bagi yang mau sholat.
Musholla Ridwan Akbar berarsitektur Tiongkok di desa Pakuan sebelah timur desa Sesaot yang dibangun oleh H. Maliki seorang mualaf keturunan Tiong Hoa
Di lokasi ini sangat dominan wisatawan lokal yang dari kota berkunjung ke lokasi ini mereka bersukaria mandi bertelanjang dada sementara kaum perempuan mandi dengan berbusana tertutup ya.
Artinya mengenakan celana pendek dan baju kaos oblong karena ini corak dari masyarakat Lombok, bagi yang mandi dengan bikini belum pernah saya lihat, terdapat beberapa pancuran air di sekitar bagi yang hendak mengurut punggung dengan luncuran air.