Tenun Sukarara

English

Desa tenun Sukarara merupakan daerah kerajinan tenun ikat yang sudah dikenal oleh masyarakat Lombok yang saat ini sudah berkembang pesat menjadi home industri setelah banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, desa Tenun Sukarara kecamatan Jonggat, kabupaten Lombok Tengah.

Kain Tenun Lombok
Tenun motif Lombok

Saat ini sudah berubah wajah dari keadaan sebelumnya semenjak saat belum dikenal oleh wisatawan, untuk menuju desa Tenun Sukarara dari Mataram Anda harus menggunakan jalur jalan utama menuju kota Praya  kira-kira 7 km sebelum mencapai kota Praya ada tanda arah yang bertuliskan SUKARARA berbelok ke arah kanan melalui jalan aspal yang tidak begitu lebar.

Dulu tapi sekarang jalan ini sudah diberi pekerasan dengan jenis aspal yang bagus dan penambahan pelebaran dan bahu jalan patokannya ada masjid besar di pojok pertigaan kira-kira masuk 500 meter.

Nah, di sinilah Anda akan melihat wajah desa Tenun Sukarara yang sudah berbeda, yang saya maksudkan  sepanjang jalan kira-kira 2 km ke arah selatan terdapat Art shop yang dengan transparan menonjolkan hasil-hasil tenunan.

Baca Juga: Kain Tenun Tradisional

Suara-suara ciri khas desa ini yaitu suara “Belide” semacam benda berbentuk pedang dari kayu yang digunakan sebagai alat untuk merapatkan benang saat menenun “tak taktak taktak” sepanjang desa ini akan sangat mendominasi dari pada suara-suara lainnya ada beberapa karyawan yang masih gadis, setengah baya dan tua di depan toko mendemonstrasikan proses cara pembuatan tenun ikat.

Desa Sukarara Lombok
Wajah desa Sukarara

Di setiap teras Art shop masing-masing yang memiliki papan nama toko yang kita lihat Art shop ini bervariasi ukuran tokonya ada art shop yang besar, sedang dan ada yang kecil, silakan Anda mau berhenti di mana begitu Anda sudah menentukan pilihan tempat parkir di depan toko seorang karyawan toko akan menyambut Anda dengan senyuman seraya membukakan Anda pintu mobil kemudian mengucapkan salam selamat datang.

Guide lokal akan mempersilakan Anda masuk untuk melihat desain-desain serta warna-warna favorit yang Anda sukai, setelah melihat-lihat penjaga toko akan mengajak Anda ke depan toko untuk melihat demonstrasi cara proses menenun bila Anda hendak ingin mencoba merasakan proses menenun Anda bisa minta untuk mencobanya dan akan ajarkan cara-caranya.

Desa Sukarara Lombok
Baju tradisional suku Sasak Lombok

Setelah merasakan cara proses pembuatan Anda juga bisa tanyakan dari bahan benang apa yang digunakan untuk menenun dan bahan-bahan dasar pewarna apa yang digunakan untuk mewarnainya.

Biasanya setiap pengunjung yang datang dan kelihatan ingin tahu persis tentang tenun ikat penjaga toko biasanya akan mengajak Anda untuk berkeliling ke dalam kampung yang berada di belakang toko untuk melihat lihat penduduk desa Sukarara yang sedang menjalani aktivitas menenun karena menenun di desa Sukarara merupakan mata pencaharian penduduk setempat.

Di saat senggang selain menenun penduduk juga merupakan petani dan buruh tani  keunikan di desa Sukarara semua kaum wanita sepertinya wajib untuk bisa menenun karena terbatasnya sumber mata pencaharian untuk membantu ekonomi keluarga karena di Lombok tidak ada pabrik industri seperti yang ada banyak di pulau Jawa.

Gadis penenun Lombok
Gadis Sukarara

Bahkan gadis-gadis di Sukarara tidak diperkenankan menikah oleh aturan awik-awik desa jika belum bisa menenun  karena ini merupakan awik-awik desa yang tidak boleh dilanggar dengan alasan jika tidak bisa menenun mau kasi makan apa nanti anak-anak mu, yah kata-kata ini yang sering saya dengar.

Setelah berkembangnya pariwisata di Lombok semakin banyak Turis asing maupun wisatawan domestik yang membeli hasil karya tangan dan sangat membuka peluang penghasilan masyarakat Sukarara selain dari hasil bertani tapi malah sebaliknya sekarang wanita-wanita di  desa Sukarara menganggap pekerjaan menenun menjadi pekerjaan pokok daripada bertani di sawah.

Wisatawan Di Sukarara Lombok
Wisatawan di Sukarara

Kain tenun tidak bisa dibandingkan dengan kain biasa, kain tenun merupakan produk mahal yang proses pembuatan-Nya sangat teliti dan membutuhkan waktu lama dengan corak-corak yang sangat khas yang dipintal dengan diberi warna dari bahan alam.

Terutama warna-warna gelap untuk warna coklat kemerahan menggunakan serat pohon mahoni, batang jati untuk coklat muda, biji asam untuk warna coklat tanah dan batang pisang busuk untuk warna coklat tua.

Selain itu bahan anggur campuran kulit manggis untuk warna ungu  sedangkan warna merah muda, kuning, hijau dan biru yang merupakan bahan bahan yang sulit di perolehi dari pewarna alam pengrajin memperolehnya dari bahan kimia yang dibeli dari toko untuk proses pembuatan bisa juga Anda meminta untuk mencobanya di sini.

Yah sekedar untuk berpose ambil gambar buat diposting di Facebook selain itu Anda juga bisa meminta untuk mengenakan baju ala orang Lombok atau berdandan ala pengantin Lombok yang berbahan kain tenun dan ambil foto di belakang rumah panggung yang berbentuk lumbung padi seperti icon daerah lombok yang Anda kenal, nah tentu dengan foto-foto ini Anda bisa mengenang kunjungan Anda ke desa Sukarara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

12 + nineteen =