Sulitnya Mencari Tebing Linkoq Datu di Pantai Penyisok Lombok Timur

English

Sahabat adventure, apa kabar ? Saya harapkan anda dalam keadaan baik-baik saja ya, begitu juga kami dan kita semua dalam keadaan sehat walafiat, tentu ini adalah nikmat yang tidak pernah kita sadari bahwa kesehatan melebihi dari harta berlimpah yang kita miliki, sudah bisa dibayangkan jika kita dalam keberuntungan yang berlimpah namun kita tidak dalam kondisi sehat jasmani.

Tentulah pasti semua harta yang kita miliki akan kita kuras untuk kebutuhan berobat demi yang namanya sehat, jadi mari kita syukuri hal-hal yang kecil asalkan kita tetap dalam keadaan sehat jasmani tentunya. Waduh !!! maaf-maaf sebenarnya ini pembukaan dakwah atau mau jual obat sih ? hehehe…!!! Sekali lagi maaf-maaf, tidak ada salahnya jika kita saling mengingatkan untuk sehat.

Lingkoq Nine atau Lingkoq Pepek, Karena dianggap menyerupai Vagina

OK, terima kasih Anda sudah membuka blog ini, dan saya tahu informasi apa yang ingin anda dapatkan di sini, tentu anda ingin tahu di mana lokasi tebing “Lingkok Datu kan ? Sebelum kita menuju topik utama untuk membahas letak lokasi taman wisata alam Lingkoq Datu yang kata orang ini adalah lokasi wisata yang tidak “main stream” atau anti main stream.

Tentu “Main stream yang dimaksudkan di sini yaitu, tujuan wisata yang sudah dikenal oleh orang pada umumnya atau lokasi wisata itu-itu saja atau tempat wisata yang umum dikenal bagi orang-orang pada umumnya atau silakan terjemahkan sendiri saja artinya ya, suka-suka anda sudah karena masalah terjemahan bahasa Ingggris saya lebih suka menerka-nerka campur insting nah bagaimana kalau versi Anda.

“Yo karep mu wae, kalau kata orang Jawa. Nah saya menerka-nerka lagi bahasanya orang kan ? jadi kita tekankan pada kata “anti” yang artinya tidak, jadi lokasi objek wisata “Lingkok Datu ini bukan lokasi wisata yang  umum itu maksudnya, jadi kalau Anda berwisata ke tempat ini itu artinya beda banget atau lain daripada yang lain.

Jika anda datang dengan kendaraan roda empat parkirlah di sekitar masjid ini lalu jalan kaki sejauh kira-kira 1 km

Dari Kebiasaan saya menerka-nerka terkadang sering juga saya salah menafsirkan makna kata, termasuk kata Lingkoq Datu yang dalam bahasa suku Sasak Lombok “Lingkoq” artinya sumur dan “Datu” artinya penguasa atau pemerintahan.

Kata Datu lebih populer pada masa kerajaan atau pada masa dulu di Lombok hingga “Lingkoq Datu” bisa diartikan sumur milik pemerintah kerajaan, meskipun sudah bukan di zaman kerajaan orang-orang pelosok di Lombok masih menggunakan kata-kata Datu untuk menyebut pemerintahan.

Awalnya berasumsi kata Lingkoq Datu adalah kata kiasan untuk menyebut lokasinya yang megah luas dan besar, jadi jika orang-orang datang ke tebing menunduk lihat ke bawah seperti-halnya orang melihat sumur dan ini adalah sumur kerajaan hingga orang-orang setempat memberinya nama kiasan dengan sebutan “Lingkoq Datu (sumur kerajaan), karena hal-hal yang megah akan disimbolkan dengan istilah-istilah kata yang terhormat atau elegan.

Ini motor ku yang full box juga naik sampai di atas tebing.

Ternyata, asumsi saya salah fatal setelah saya datang ke lokasi dan ingin tahu keberadaan lokasi tebing Lingkoq Datu ternyata 1 km sebelum masuk ke lokasi tebing ada terdapat banyak Lingkoq atau sumur yang di buat oleh Datu atau pemerintah yang jumlahnya sembilan sumur untuk tujuan tempat mengambil air minum untuk kerbau dan sapi.

Airnya sedikit payau karena tidak terlalu jauh dari pantai, kebetulan tidak jauh dari lokasi tempat kami berdiri banyak terlihat sapi di bawah pohon sengon yang rindang, ini keterangan dari salah seorang yang kami temukan di lokasi, saya kurang tau persis itu si penjaga sumur atau penggembala.

Kenapa saya katakan demikian karena ada dua sumur yang dipagari oleh batang-batang kayu dalam satu lokasi yang luasnya kira-kira kurang dari dua are dan terdapat 2 paruga besar, kata pak tua kira-kira 65 tahun itu yang baru bangun dari tidurnya di paruga di sekitar lokasi ini ada sembilan sumur yang tersebar yang tidak jauh dari lokasi sumur utama yang dipagari batang kayu ini.

Di tempat lain ada beberapa yang sudah ditimbun juga katanya. Lalu saya tanya kembali, kenapa sumur yang dua ini menjadi disakralkan sama sebagian orang pak, “tanya saya, beliau bilang ada keanehan dari kedua sumur ini, yang satu nya diberi nama sumur Mame (Laki) dan yang satunya diberi nama Sumur Nine atau (perempuan) sambil saya mengamati lokasi sekitar ada bekas-bekas bunga rampai dari para peziarah yang masih berbau animisme ini.

Pantainya berpasir putih tapi tidak terlalu lebar dan sepertinya jarang dikunjungi

Ternyata semakin menarik pertanyaan, saya tanya kembali kenapa diberi nama demikian pak, ada sumur Mame (laki) dan ada sumur Nine (perempuan) ?

Ya yang anehnya di sumur Nine ini atau sumur perempuan ini adalah sumur yang tidak bisa bundar saat dibuat atau saat digali untuk diberi bentuk bundar, sampai Tuan Guru (kyai) juga ikut menyaksikan pembuatan sumur ini ternyata yang satu ini yang tidak bisa bundar katanya, dan ini menyerupai kemaluan wanita kan pak ?

Saya tegaskan, beliau bilang ya.” dalam hati saya berkata ya wajar lah karena struktur tanahnya terdiri dari tanah cadas bercampuran tanah bengkahan karang.

Bongkahan batu karang ini pastinya terpilah-pilah, karena yang cadas memilah secara keras membentuk struktur dengan sendirinya dan yang bengkahan batunya waktu diangkat yang paling mudah hingga membentuk  oval dan sedikit lancip di bagian salah satu sisinya hingga menyerupai vagina perempuan sehingga orang-orang sekitar menyebutnya sumur “Pepek atau sumur Vagina.

Ah, sok taulah saya ini dasar tukang tebak. Jadi sudah jelaskan dari mana asal kata pemberian nama Lingkoq Datau ? Warga desa Sekaroh hanya sebagian orang yang mengenal sebutan Lingkoq Datu tapi secara umum kalau mau ke lokasi ini orang-orang lebih mengenal dengan sebutan pantai Penyisok.

Saya terka lagi karena tidak jauh dari bibir pantai ada terdapat rawa air hujan yang saat itu sedang kering dan masyarakat setempat pasti sering mencari siput di situ karena Sisok dalam bahasa Lombok artinya Siput.

Sepeda motor masih bisa kita bawa hingga mendekati lokasi tebing Lingkoq datu.

Akses untuk menuju lokasi ini dari kota Mataram masih satu jalur dengan tujuan ke pantai Pink jauhnya sama hanya pada jalur di dusun Aro Inaq jalan menuju pantai Pink harus berjalan lurus terus condong ke arah kiri sementara jalur yang menuju ke Lingkoq Datu belok kanan di pertigaan dusun “Aro Inaq” dengan ciri-ciri ada permukiman transmigrasi, dusun Aro Inaq sangat mudah untuk anda kenali.

Jika pernah ke pantai Pink perhatikan jalan aspal hingga terputus dan terhubung dengan jalan tanah atau jalur tanah yang berkerikil dan bergelombang, dari jalan aspal yang terputus ini kira kira 3 km jalan terus ke arah pantai Pink belok kanan, di lokasi permukiman transmigrasi.

Jangan lupa untuk memastikannya harus banyak bertanya terus kepada penduduk karena Anda akan sedikit bingung dengan akses jalan yang menuju pantai Penyisok, perhatikan ruas jalan yang besar yang bisa dilalui mobil tapi kondisinya lebih rusak jika dibandingkan dengan rute yang menuju pantai Pink.

Saat berbelok kanan meninggalkan jejak yang menuju arah pantai Pink belok kanan, jalan terdiri dari jalan aspal kasar tapi lumayan bagus dan ruasnya hanya sedikit saja hanya sampai di batas permukiman transmigrasi setelah itu jalan tanah berdebu jika saat musim panas dan jika musim hujan yang pastinya jalan ini akan licin jika dilihat dari struktur tanahnya yang mengandung tanah liat.

Lokasi di pantai Kaliantan, masih kurang dikenal sama masyarakat kota.

Dengan kondisi ini saya yakin Anda akan nyasar terus jika tidak rajin-rajin bertanya kepada penduduk setempat, orang-orang setempat tampak sangat baik-baik, ramah dan selalu terlihat bersemangat menunjukkan lokasi pantai Penyisoq.

Jadi jika masih jauh kira-kira sebelum mendekati lokasi Lingkoq Datu  saya sarankan Anda menanyakan di mana lokasi pantai Penyisok karena nama pantai Penyisok lebih dikenal ketimbang “Lingkoq Datu” atau tanyakan keduanya saja.

Ciri-ciri lokasi jika sudah mau sampai anda kutemukan sebuah masjid Penyisok yang terlihat kuno yang dibangun dari bahan dasar batu karang tapi belum jadi, di masjid ini ada jalan belok ke kiri lebih lebar dan jalan sempit tidak bisa masuk mobil lurus dengan ciri rimbunan pohon Sengon nah inilah jalan menuju pantai Lingkoq Datu.

Waktu itu kami terkecoh dengan lebarnya jalan dan kami belok kiri, jika Anda datang dengan menggunakan mobil, parkirlah di sekitar masjid yang berdinding batu karang ini.

Banyak lokasi yang lapang tapi tidak ada tempat yang teduh, saat itu kami belok kiri mengikuti jalan besar karena ada kendaraan roda empat baru keluar dari jalan itu, lokasi yang kita tuju sudah terlihat bertebing seperti yang di gambar-gambar.

Kami pun semakin bersemangat sok yakin dan akhirnya berputar-putar di atas bukit seperti cacing kepanasan dan akhirnya kami pun harus menundukkan ego untuk berbalik ke gubuk yang tadi sudah kita lewati ada orang yang terlihat di gubuk itu.

Lalu kita ke sana untuk bertanya, saat tiba di gubuk keluarlah seorang ibu-ibu berkerudung dengan sambutan yang sangat ramah sekali, tadi saya perhatikan anda lewat dan saya yakin Anda salah jalan imbuhnya.

Jalur menuju lokasi masih berupa jalur tanah cadas.

Oh ya, kami mau menuju Lingkoq Datu bu, itu di mana ya kata mas Helmi Subhan yang saya bonceng di belakang, ibu itu berkata astaga kalau ke sana jalannya sudah buntu kalau ke arah sana sambil menunjuk bukit cadas tempat kami berputar-putar tadi yang sudah kami lalui tadi.

Sambil menunjuk ke arah rimbunan pohon Sengon lagi lokasinya ada di situ nanti ada jalan masuk kecil kata ibu paruh baya itu. Kami-pun pamit dan mengucapkan terima kasih kepada ibu yang ramah ini lalu menera-bas melintasi jalan setapak.

Tidak jarang motor kami kandas di lubang sawah kering dan di roda motor ku terdapat banyak batang semak berduri melilit di roda depan, setelah tiba di pohon sengon yang rindang pun kami masih bingung dan ini kami sudah salah yang kesekian-kalinya.

Jadi pengalaman saya ini cukup untuk dijadikan pelajaran karena kalau saya jabar kan berapa kali salah sepertinya akan menakutkan Anda untuk datang ke sini dan akhirnya kami pun harus segera berteduh dan minum, tenggorokan sudah betul-betul terasa haus sekali.

Kami melihat paruga atau Saung, sepertinya pas buat beristirahat nah di lokasi inilah kami berjumpa dengan pak tua 65 th tersebut seperti yang saya ceritakan di atas, jadi sepertinya ibu tadi menunjukkan kami lokasi ke tempat lokasi sumur yang disebut Lingkoq Datu bukan menunjukkan kami tempat lokasi tebing yang kita cari atau yang kita tuju.

Akibat salah jalur duri-duri semak-pun ikut serta melilit di roda motor.

Setelah selesai Ngobrol dengan pak tua kami pun diarahkan mengikuti ada dua anak kecil bersepeda motor membawa air dengan ciri gen di salah satu sumur yang disebut sembilan tadi.

Setelah kami melintas akhirnya kami pun melihat keberadaan sebagian sumur yang dimaksud oleh pak tua tadi maaf kami lupa menanyakan nama bapak itu.

Kami mengikuti terus jejak gilasan sepeda motor yang kira-kira tidak terlalu sering dilalui, kemudian setelah sampai kami turun ke pantai Penyisok untuk mengambil gambar.

Sangat tidak menyenangkan karena terdapat banyak sampah-sampah kiriman dari sungai, kemudian kami bersusah payah mengendalikan sepeda motor untuk naik ke atas bukit bertebing dan pada akhirnya menyenangkan karena lokasi yang kita tuju sudah kita jumpai.

Sempat kami ngeflog di atas tebing dan kami share ke YouTube, bisa Anda tonton dengan pencarian dengan judul LINGKOQ DATU PANTAI YANG KEREN DI LOMBOK, setelah selesai dari sini kami balik dengan tujuan yang lain ke arah pantai Cemara di dusun Seriwe.

Masih berdekatan dengan pantai Kaliantan tapi kami harus berbalik arah dulu menuju perkampungan di dusun Aro Inaq hingga menggilas aspal lagi sejauh 3 km dan berbelok kiri menuju arah pantai Kaliantan.

Aksi membayar stress di pantai Kuta, karena untuk menemukan Lingkoq Datu betul-betul harus struggle.

Sebelum sampai di pantai Kaliantan kami bersantai dulu di pantai Cemara bersantai sejenak sambil menikmati angin dan suara burung-burung yang bertengger di pohon cemara.

“Yang pasti kami lapar, di sekitar lokasi tidak ada warung atau pun restoran akhirnya kami hanya makan snek yang sudah kami beli di Alfamart sebelumnya, sebelum bertolak kami sempat mengambil gambar di pantai Cemara lalu kemudian mengunjungi pantai Kaliantan yang tidak jauh dari pantai Cemara kira-kira kurang dari 2 km.

Setelah itu kami pulang dengan hati senang melalui jalur alternatif menuju pantai Kuta karena kami ingin tahu sampai sejauh mana perkembangan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tersebut.

Jalur sangat sepi dari lalulintas kendaraan bermotor, jadi perjalanan sangat kami nikmati karena melintasi teluk Ekas dan teluk Awang hingga tiba di pantai Kuta.

Sudah sore sekitar “jam 5” dan kami cuma satu jam saja berada di sini karena proyek pemasangan Paving Blog sedang berjalan dan suasana masih agak semerawut juga selesai di sini akhirnya kami membayar parkir Rp 5000 / motor lalu Bye Bye THE MANDALIKA.

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang


Pantai Teluk Mekaki di Sekotong Destinasi Wisata Pesisir Pantai Yang Indah

English

Jika kita menyebut pantai Mekaki kepada siapa saja meskipun mereka adalah orang Lombok mungkin mereka akan sedikit tercengang.

Yah begitulah kira-kira, mungkin sambil menatap kosong atau sambil mengernyitkan kening terutama jika mereka adalah seorang sopir travel, atau mungkin ada yang tau juga tapi saya yakin tidak terlalu banyak.

Tapi jika Anda kebetulan bertemu dengan saya pasti saat itu Anda sedang beruntung karena lokasi ini sudah sering saya kunjungi dan bisa bercerita banyak tentang lokasi ini.

Gili Gede Lombok
Gili Gede nampak sangat dekat dari pantai Tembowong

Untuk menuju pantai Teluk Mekaki kata yang paling main set sebut saja pantai Sekotong, Sekotong dibagi menjadi 3 wilayah yaitu: Sekotong Timur, Sekotong Tengah dan Sekotong Barat.

Pantai teluk Mekaki masuk dalam wilayah kecamatan Sekotong Barat, jika kita ibaratkan pulau Lombok berbentuk seperti gurita.

Bagian utara adalah bagian dari kepala gurita dan bagian selatan adalah bagian dari kaki-kaki gurita maka pantai teluk Mekaki terdapat pada bagian ujung barat dengan kota kecamatannya bernama Pelangan.

Pulau-pulau sekitar Gili Gede
Nampak Gili Gede, Gili Rengit, Gili Layar, Gili Asahan

Letak kota Pelangan atau mungkin belum layak untuk disebut kota, tapi letak pusat pasar dan keramaian adalah di Pelangan, tidak jauh dari pusat Pelangan terdapat tambang emas tradisional di dusun Tembowong, dusun Kedaro dan ada juga yang terdapat tidak jauh dari teluk Mekaki.

Tembowong memiliki pelabuhan penyeberangan menuju beberapa Gili di sekitarnya di antaranya untuk penyeberangan menuju: Gili Gede, Gili Rengit, Gili Layar dan Gili Asahan.

Yang paling reguler transportasi boat menuju Gili Gede karena terdapat sekelompok masyarakat, sementara Gili yang lainnya bisa dianggap tak berpenghuni sekalipun di Gili Layar terdapat ada Bungalo.

Pantai Sekotong Lombok Barat
Sepanjang perjalanan, anda akan disuguhkan dengan pesisir pantai yang Indah berpasir putih

Di simpang tiga Pelangan terdapat dua jalur di tengah pertigaan, ke arah kanan menuju pantai Bangko-Bangko 25 km dan ke arah kiri menuju pantai teluk Mekaki, di tengah persimpangan ditandai terdapat monumen patung petani dan nelayan.

Jika menuju ke pantai teluk Mekaki jalan aspal sangat mendukung walaupun ada sebagian di ujung perkampungan terdapat jalan rusak akibat gerusan air hujan.

Karena saluran pengering jalan banyak yang tersumbat oleh material longsor. Dari pertigaan menuju pantai teluk Mekaki sedikit bernuansa Bali karena ada sebagian perkampungan memeluk agama Hindu yang berasal dari Bali.

Mungkin ada imigran pada tempo dulu karena bagian daratan pulau Bali sangat dekat dengan ujung daratan pulau Lombok di bagian ini terutama pulau Nusa Penida di Bali sangat terlihat jelas dari wilayah ujung barat daratan pulau Lombok dari Pemalikan desert point dekat Bangko-Bangko.

Gowes ke Pantai Sekotong
Sepanjang perjalanan, anda akan disuguhkan dengan pesisir pantai yang Indah berpasir putih

Akses menuju pantai Mekaki dari kota Mataram searah dengan menuju pelabuhan Lembar, yaitu pelabuhan Ferry yang mengakses ke pulau Bali yaitu pelabuhan Padang Bai dengan lama penyeberangan 4 jam.

Dari kota Mataram menuju pelabuhan Lembar kira-kira 25 km, sebelum masuk area pelabuhan ada petunjuk jalan dengan tanda panah bertuliskan Sekotong.

Badan jalan cukup memadai dengan pekerasan aspal hot mix, hingga setelah masuk 2 km terdapat 2 jalur pilihan yaitu jika kita memilih cepat kita dapat mengakses melalui jalur Jurang Gerepek.

Terdapat tiga kali tikungan tajam hingga kita bisa berada pada ketinggian kira-kira 100 mdpl karena jalur ini melintasi bukit atau istilahnya potong kompas, jarak tempuh sangat signifikan jika jalur atas 3 km dan jika melewati jalur bawah 8 km.

Pantai Sekotong
Pantai Sekotong berombak sangat tenang

Kalau tidak tergesa-gesa biasanya saya selalu memilih jalur bawah karena saya suka dengan panorama pesisir pantai, meskipun jauh tapi sangat saya nikmati.

Jalannya berkelok kelok mengitari teluk Lembar sambil melihat puluhan kapal Ferry parkir secara sporadis, terlihat juga keramba nelayan.

Yang paling mencolok di pesisir pantai yaitu pohon Bakau, ada juga tempat tenda-tenda angkringan bagi pengunjung di tepi pantai yang sengaja dibuat sedemikian rupa oleh pemerintah kabupaten Lombok Barat.

Wilayah ini masuk dalam kecamatan Sekotong Tengah hingga nanti bertemu dengan jalur via Jurang Gerepek tadi, belok kanan hingga nanti akan mendapatkan persimpangan lagi jika belok kiri akan menuju kecamatan Sekotong Timur dan jika belok kanan akan menuju Sekotong Barat.

Gili Penyu dan Gili Lontar Sekotong Barat
Gili Penyu dan tanjung Elak-elak dari atas bukit Kedaro nampak juga Gili Lontar tertutup Gili Penyu setengahnya juga gunung Agung di Bali akan terlihat jika cuaca cerah.

Setelah belok kanan kita akan melintasi beberapa desa diantara-Nya melintasi desa Batu Kijuk, dari sini sudah tampak 2 Gili kesohor yaitu Gili Sudak paling kanan dan Gili Tangkong.

Sementara Gili Nanggu tak tampak tertutup oleh Gili Tangkong karena juga hanya Gili Tangkong yang memiliki bukit, setelah tiba di desa Tawun terdapat pelabuhan penyeberangan menuju 3 Gili dengan waktu tempu hanya 10 menit ke Gili Nanggu dan ke Gili yang lainnya tentu lebih lama.

Selanjutnya desa Gili Genting terdapat Balai Budidaya Laut milik Dep. Kelautan dan Perikanan. Di sepanjang perjalanan melintasi pantai berpasir putih dari desa Batu Kijuk hingga Pelangan juga bisa Anda makan siang di pinggir pantai sebagai ciri-khas kuliner Sekotong Barat.

Pantai Teluk Mekaki
Sebelum tiba di teluk Mekaki kita akan berhadapan dengan jalan aspal turun yang cukup curam

Jika kita sudah sampai di Pelangan itu artinya perjalanan kita sudah 60 km jika kita berangkat dari kota Mataram, kemudian kita belok kiri menuju pantai Mekaki sejauh 10 km.

Sebelum tiba di pantai teluk Mekaki sudah bisa kita lihat dari atas ketinggian ditutupi oleh rimbunan pohon kelapa dengan jalan turun yang sangat curam, rimbunan kelapa tersebut merupakan rencana tempat pembangunan resort hotel.

Sudah ada tampak ada portal dan beberapa bangunan yang tak ter-urus, kondisi ini sudah lama terbengkalai pembangunan belum dapat diteruskan karena masih ada kasus sengketa tanah dengan penduduk.

Ombak Teluk Mekaki
Tampak sisi kiri teluk Mekaki

Waktu itu seorang teman sopir travel yang pernah berkunjung ke lokasi pantai dengan membawa 2 orang wisatawan tiba-tiba dikepung oleh gerombolan penduduk dari kampung sekitar dengan konvoi memakai sepeda motor.

Sambil berteriak lantang “Bakar Bakar Bakar… Rupanya mereka salah paham setelah datang menginterogasi teman saya, mereka beranggapan yang datang adalah pak Bambang seorang calo tanah, kepercayaan dari investor yang membeli lahan.

Akhirnya seseorang bercerita kepada teman saya bahwa pak Bambang yang dimaksud adalah orang yang membawa kabur uang pembayaran tanah sementara pihak investor sudah menyerahkan mandat kepada pak Bambang hingga sampai sekarang pembangunan hotel ini tidak bisa dilanjutkan alias terkatung-katung sudah puluhan tahun.

Pantai Mekaki
Saya sarankan jangan mandi di pantai ya, cukup kita nikmati debur ombak-nya saja

Mungkin kita tidak perlu ikut campur terlalu jauh tentang sengketa tanah tersebut, cukup kita fokus pada pariwisatanya saja ya.

Teluk Mekaki memiliki pantai yang cukup lebar, berpasir putih. Jika musim angin ombak di sini sangat terlihat garang, saya tidak merekomendasikan untuk mandi di pantai ini.

Karena jika ombak besar Anda bisa tergulung ombak sementara pantai ini memiliki batu cadas yang akan mengancam dengkul Anda saat terseret gelombang.

Tidak hanya putih saja, pasir ini mengandung beraneka warna karang yang terhempas ke tepi pantai.

Even Mekaki Marathon
Mekaki maraton 2017

Kini Mekaki sudah mulai dilirik buktinya dengan diadakan event Mekaki marathon pada tahun 2017 tingkat nasional yang di sponsori oleh bank BRI.

Tentu dengan tujuan sambil mempromosikan pariwisata Sekotong Barat yang didukung oleh pemerintah kabupaten Lombok Barat, sebagian peserta datang dari luar daerah termasuk juga dimeriahkan oleh kehadiran peserta yang merupakan artis pesinetron.

Jalur Buwun Mas - Mekaki Sekotong
Inilah jalur baru dari Buwun Mas Sekotong Timur – Teluk mekaki Sekotong baat

Saat ini ada jalur baru dibuka, dari Teluk Mekaki menuju desa Buwun Mas, artinya jalan tersebut bisa tembus juga ke pantai Kuta di Lombok selatan atau kawasan Mandalika Resort.

Jalur tersebut, sangat indah jika kita melintas berkendara melalui pesisir pantainya, kondisi aspal masih baru. Jalan tersebut baru selesai dikerjakan pada awal tahun 2018.

Kini destinasi ini menjadi incaran bagi para traveler lokal, termasuk saya. Saya sangat mengidolakan jalur ini untuk berwisata pada akhir pekan, pernah juga saya coba melintasi jalur ini dengan menggunakan sepeda MTB dan juga pernah mencoba menggunakan sepeda motor.

Saat ini sedang saya gagas untuk paket tour, Keliling Lombok bagian selatan, trip ini dari Kota Mataram – Pantai Sekotong – Teluk Mekaki – Buwun mas – Nambung – Selong Belanak – Mawun – Kuta lombok – Mataram.

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang


Pantai Teluk Mawun Tidak Jauh dari Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika

mawun beach

English

Lokasi pantai Mawun bisa dikatakan berlokasi di antara pantai Kuta dengan pantai Selong belanak di kawasan pantai Lombok selatan yang merupakan rentetan pantai pantai yang cantik dan mempesona.

Tentu yang merupakan kawasan pantai yang berpasir putih yang diapit oleh bukit cadas yang hijau jika terlihat saat musim hujan, sebagian besar pantai nya tertutup oleh bukit bukit cadas.

Teluk Mawun dari atas udara
Teluk mawun dari tampak atas

Sehingga tidak bisa kita lihat jika berkendara antara pantai Kuta menuju pantai Selong Belanak hanya beberapa bidang saja yang tampak tapi sangat relatif sedikit sekali.

Untuk menuju lokasi ini bisa mengambil jalur yang sama saat menuju pantai Selong Belanak jika sudah tahu jalannya menuju pantai Selong Belanak dan ini sedikit lebih jauh tapi untuk lebih persisnya dapat Anda lihat petunjuk dari google map.

Kira kira jaraknya sekitar 55 km dengan rute jalan yang tidak begitu datar dengan kontur jalan yang cukup bagus tapi berkelok kelok dan naik turun. jika menggunakan bantuan google map maka Anda akan ditunjukkan untuk sedikit melintas di depan bandara Internasional Lombok.

Teluk Mawun lombok
Teluk mawun berpasir putih

Lalu belok kanan mengikuti jalur aspal. Yang akan berujung pada sebuah pasar tradisional dan berbelok kanan sedikit menuju gerbang pantai Mawun.

Tanda petunjuk arah sangat jelas kita lihat jika Anda sudah tiba di sekitar lokasi karena sudah diberi petunjuk rambu rambu lalu lintas dengan sangat jelas.

Yang pasti jika ada jalan yang menuju ke arah selatan bisa Anda perhatikan tulisan yang ada di sana, jika sudah sampai di lokasi di pintu masuk menuju pantai Anda akan berhadapan dulu dengan penjaga pintu gerbang.

Tentu untuk urusan tiket masuk, untuk satu sepeda motor dikenakan biaya Rp 10.000 dan mobil Rp 20,000 harga sudah tertulis di tiket masuk.

Wisata ke Mawun Lombok
Mawun Lombok selatan

Sesuai dengan nilai yang dibayarkan sepertinya tidak rugi karena sudah ada fasilitas yang sudah dikemas oleh pihak pengelola. Di bibir pantai sudah ada gazebo berjejer buat bersantai juga di sekitar sudah ada toilet.

Bunga-bunga ditata sedikit biar bisa mendongkrak suasana, ada juga bagian yang rindang buat tidur bermalas malas jika Anda membawa tikar. Di sekitar juga ada pedagang makanan ringan, minuman kaleng dan kelapa muda dengan harga Rp 20,000 / buah.

Saya tidak bisa mengukir cerita tentang lokasi ini tapi saya sarankan sebaiknya datang saja berkunjung ke lokasi ini ya. Mungkin sebelumnya bisa di lihat di google dulu rupa bentuk pantainya.

Tapi yang pasti bedalah. Jika kita lihat di gambar dengan kita melihat langsung di lokasi. Secara garis besar pantai ini merupakan teluk yang berada di pantai selatan.

Pantai teluk Mawun Lombok
warna air dan pasir teluk Mawun sungguh mempesona

Warna air biru dan hijau. Mungkin yang bagian dangkalnya yang berwarna hijau itu ya, selain itu airnya relatif tenang dan yang pasti pasirnya berwarna putih bersih, bukit yang mengapit teluk ini sangat terlihat indah.

Jika ke lokasi ini bisa juga sambilan mengunjungi pantai lainnya seperti halnya yang masih satu arah yaitu dengan pantai: Selong Belanak, Pantai Mawi, Pantai Semeti, Pantai Areguling, Pantai Tepar dan yang paling ujung timur yaitu Pantai Kuta.

Tentu pilih salah satunya ya. Karena mengingat waktu juga. Semua jalan akan bermuara pada jalan yang tidak jauh dari bandara Internasional Lombok.

Hingga patokan untuk menuju lokasi ini sangat gampang tinggal menuju bandara Lombok lalu tanyakan sama orang orang setempat jalur untuk menuju pantai Mawun tentu alternatifnya ada 3 jalur yang akan ditunjukkan.

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang


Pantai Mawi Di Desa Selong Belanak Lokasi Tujuan Para Peselancar

English

Untuk melukiskan dengan kata-kata Pantai Mawi adalah pantai yang tidak kalah indah dengan pantai lainnya yang berjejer di sepanjang pesisir pantai Lombok Selatan yang terukir oleh bongkahan batu-batu lepas.

Bagaikan tersusun rapi di pojok-pojok dinding tebing yang tersapu oleh ombak pantai Mawi, selain itu banyak berbatuan lepas dengan ukuran seperti batu untuk fondasi batu kali yang bertebaran menggantikan posisi pasir putih di bawah tebing sementara pasir putih lebih bersahabat bergaul dengan deburan ombak.

Pantai Semeti
Keunikan pantai Mawi ada bagian berbatuan seperti layaknya di sungai

Di sisi lain dari kejauhan masih terlihat bebatuan bagaikan batu-batu candi yang roboh yang secara terus-menerus terdorong ombak ke arah tepi namun ombak tak kuasa untuk mendorongnya, hanya gulungan ombak terlihat pecah berserakan.

Ombak pun terlihat bertumpang-tumpang menepi mengukir indahnya pantai Mawi dengan air laut yang berwarna biru sungguh ciptaan Tuhan sangat indah, sebuah anugerah yang telah diberikan untuk pulau Lombok.

Selong Belanak
Pantai Selong Belanak, sebelah barat pantai Mawi dan masih satu desa

Pantai ini masih bertetangga dengan pantai Selong Belanak di sebelah barat hingga bukit yang di tengah lautan di pantai Selong Belanak masih bisa kita lihat dari pantai Mawi.

Di sebelah timur ada pantai Semeti sangat dekat sekali hanya terpisahkan oleh tebing yang mencorok ke lautan.

Lihat: KURSUS BERSELANCAR ATAU KURSUS SURFING DI PULAU LOMBOK

Akses antara 3 pantai tersebut masih bisa di tempuh dengan kendaraan sepeda motor, menggunakan mobil juga bisa tapi tidak saya sarankan karena medannya sangat berat apalagi setelah medannya terkena guyuran air hujan maka jalan akan menjadi sangat licin sekali hingga kendaraan roda empat sering terjebak dan terlihat berusaha untuk keluar dari medan ini bagaikan belut di atas lumpur.

Batu tebing Semeti
Pantai Semeti tidak jauh dari pantai Mawi hanya kisaran 1 km sebelah kiri akses masuk dengan gerbang yang sama

Pantai Mawi tidak begitu dikenal oleh wisatawan lokal karena Kurangnya informasi dan tidak ada travel agen yang menjual paket tour ke lokasi ini hanya banyak blogger-blogger asing yang suka surfing menulis tentang lokasi ini hingga lokasi ini tidak asing bagi mereka apalagi dari jalan utama untuk menuju lokasi ini sangat transparan tertulis hal-hal yang berkaitan dengan surfing atau berselancar.

Di pantai Mawi belum ada akomodasi penginapan yang di bangun hanya ada semacam warung berdinding anyaman Bambu yang menjual sejenis minuman kaleng, jus dan minuman kelapa muda yang ada di lokasi pantai kebanyakan para tamu bule (surfer) berdatangan dari arah kawasan pantai Kuta Lombok.

Teluk pantai Semeti
Pantai Mawi terkurung di teluk yang kecil hingga ombak tidak terlalu keras menghempas

Untuk menuju lokasi ini dari jalan utama belum ada pekerasan jalan hanya ada beberapa jalan bekas aspal namun sudah hancur karena menggunakan jenis pekerasan aspal biasa, setelah masuk kira kira 500 meter ada pos penjagaan untuk penarikan tiket masuk.

Setelah itu harus berhati-hati dengan medan lokasi ini jika musim kering jalan akan bergelombang cukup dalam dengan jarak 2 sampai 3 meter sehingga jika menggunakan kendaraan sepeda motor saya saran kan untuk berdiri sambil mengendarainya tapi tetap pelan-pelan dan hati-hati ya.

Medan saat hujan
Jalur ke pantai Mawi saat musim hujan, masih satu jalur dengan pantai Semeti

Lalu bagaimana jika datang saat musim hujan ke lokasi ini ? saya saran kan jangan masuk melewati medan ini saya sudah beberapa kali mencoba masuk saat musim hujan.

Sungguh sengsara dan akan membuat kita akan stress dengan penyesalan yang sama namun mengapa saat itu kami sedang membawa tamu lokal dari Bandung yang memang high light turnya adalah ingin mengunjungi pantai Semeti karena masih menggunakan jalur yang sama dengan mengunjungi pantai Mawi.

Hal ini membuat kami ingin memaksakan untuk mengunjungi pantai Semeti namun pada akhirnya kami terjebak masuk ke dalam lumpur yang licin hingga membuat wisatawan yang kami bawa merasa stress bahkan salah satu (suaminya) ikut membantu mendorong mobil karena mobil tidak bisa laju hanya roda belakang yang berputar-putar memercikkan lumpur.

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang


Kenali Sepanjang Pesisir Pantai Malimbu dan Keindahannya

English

Bila kita bicara beberapa puluh tahun yang lalu tentang pariwisata di Lombok, Terutama tentang pantai Malimbu mungkin saya sendiri sebagai orang Lombok tidak pernah terpikir tentang masa depan pulau ini akan menggantungkan harapan kepada pariwisata sebagai sumber PAD yang akan menjanjikan bagi masyarakat Lombok.

Saya lahir di Lombok hingga dewasa tidak pernah merasa Lombok itu sesuatu yang unik secara geografis tapi setelah banyak melihat dari televisi maupun mengunjungi daerah lain barulah saya sadar ternyata apa yang saya lihat di luar pulau Lombok tidak se-bagus seperti apa yang saya lihat di Lombok.

Pantai Malaka Lombok
Keadaan jalur pantai Malimbu sekarang sudah mulus

Bicara soal pantai Malimbu pertama kali saya melintasi di jalur ini sekitar tahun 1994 waktu itu berkendara dengan motor operasional kantor dari tempat teman saya bekerja.

Saya saat itu statusnya di bonceng, kebetulan kita baru saja pulang dari Sembalun (100 Km dari kota Mataram) pulang melintasi jalur Malimbu.

Pertama kali saya melintasi jalur ini, dari Sembalun setiba di perempatan kecamatan Pemenang ada 2 pilihan jalur yaitu: kalau kita belok kiri melalui hutan Pusuk kita akan menempuh jarak 30 km ke kota Mataram tapi kita lolos saja melalui pantai Malimbu berjarak 45 km jika berputar menuju kota Mataram melalui jalur pesisir pantai.

Sungguh tidak saya sangka jalur ini benar-benar ekstrim dengan kondisi jalan yang rusak, berlubang, tikungan nya sangat tajam dan tanjakan nya Nauzubillah mungkin itu kata yang tepat untuk mengilustrasikan medan ini, hampir-hampir antara ya atau tidak motor SupraXX yang kita tunggang ini benar-benar mengerang dan berjalan sangat pelan.

Mungkin sama persis dengan kecepatan orang berjalan kaki dan tanjakan seperti ini sangat banyak mungkin hampir puluhan tempat dan tidak ada tampak angkutan umum Satu pun yang melintas atau mungkin juga memang tidak ada karena sepanjang jalan tidak ada yang tampak perkampungan, saat itu sudah sore dan kita-pun merasa diburu waktu karena takut berjumpa gelap.

Teluk Nipah Lombok
Tampak Teluk Nipah di bawah bukit Malimbu

Semua cerita perjalanan yang eks trim ini benar-benar terasa seimbang karena sepanjang perjalanan saya betul-betul merasa terpesona dengan panorama sepanjang perjalanan, melihat pantai yang begitu indah, bertebing namun seperti diukir.

Pohon-pohon kelapa yang rimbun nan subur, terlihat siluet gunung Agung yang hampir tersapu senja, tampak 3 Gili (Trawangan, Meno dan Air) berjejer sangat indah, air laut yang tampak tenang sunyi dan syahdu. Suasana seperti itu hingga saat ini masih terekam dalam kerinduan saya tentang jalur ini.

Pantai Malimbu Lombok
Kini jalan raya sudah berkonstruksi dan terdapat relling disetiap jurang

Mungkin cerita itu sudah menjadi sebuah kenangan kini jalur yang saya jabar kan sudah berubah pesat sangat bagus, tertata, berkonstruksi Lebar, halus dan semua tanjakan yang eks trim sudah di turunkan elevasinya dan sisi-sisi jalan yang bertebing dikepras dengan menggunakan alat berat.

Karena sebelumnya terlalu sering ada mobil yang mogok hingga menurunkan penumpang baru bisa menaiki tanjakan termasuk bus-bus pariwisata lebih baik memilih berputar melalui desa Sandik kecamatan Gunung Sari dan melintasi hutan Pusuk untuk tujuan ke pelabuhan Bangsal atau pun untuk tujuan berwisata ke air terjun yang berada di Senaru kabupaten Lombok Utara.

Teluk Malimbu Lombok
Dari sini nampak dengan jelas Gili Trawangan

Pantai Malimbu berjarak tidak jauh dari pantai Senggigi sedikit ke arah utara kira-kira 10 km dan 3 km sebelumnya ada patokan pembatas kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat persis berada di atas tanjakan yang dekat dengan hotel Jeeva Klui dan bukit Malimbu berada pada wilayah kabupaten Lombok Utara.

Saat ini pada sore hari banyak para kalangan remaja yang datang menggunakan sepeda motor dari kota Mataram berbondong-bondong untuk pergi bersantai menunggu matahari terbenam, pantai ini sungguh menawan yang terdiri dari pesisir pantai yang berbukit-bukit hijau.

Malimbu bertebing terjal, apabila tempat penginapan Anda berlokasi di kawasan Senggigi dan hendak mengunjungi Gili Trawangan Anda akan melintasi jalur ini.

Malimbu di waktu Sore
Wajah Malimbu sebelum matahari Terbenam

Konstruksi jalan menuju pantai Malimbu cukup lebar dan beraspal licin ada dua tempat pemberhentian (view point) yang diberi reeling pengaman di sini Anda bisa turun untuk beberapa menit untuk mengambil foto di mana dari sini akan tampak Gili Trawangan, Meno dan Air dari kejauhan serta bukit-bukit hijau yang menjulang tinggi yang dihiasi oleh pohon-pohon kelapa di bagian bawah bukit.

Begitu juga halnya dengan garis pantai yang berpasir putih yang ditanami pohon-pohon kelapa secara teratur yang membuat perjalanan Anda melintas di lokasi ini akan berdecak kagum dengan pesona keelokan pantai Malimbu.

Saat ini di kawasan pantai Malimbu sudah terlihat ada beberapa villa yang sudah dibangun megah begitu juga pembangunan hotel berbintang berskala besar sudah tampak beberapa unit konstruksi bangunan kamar hotel sudah mau hampir jadi di teluk Nipah.

View Villa Hantu Lombok
Lokasi pengambilan gambar dari Villa Hantu

Terlebih dahulu hotel “Puri Malimbu” sudah mendahului pertama kali yang terletak persis di tanjung yang paling tampak tajam mencorok ke lautan.

Selain itu juga banyak hotel-hotel yang menyusul dibangun salah satunya ada yang gagal untuk dilanjutkan mungkin ini berkaitan dengan izin bangunan yang tidak direstui oleh pemerintah daerah.

Hingga kini menjadi terlantar setengah jadi hingga orang-orang memberi nama Villa Hantu karena villa ini seperti rumah yang sudah dihuni hantu, yah kira-kira begitu (ini kan kata saya) tapi kini villa Hantu menjadi lokasi yang sangat populer untuk tempat lokasi berfoto dan selfy karena view di lokasi ini sangat bagus untuk fotografi.

Selain itu view point di bukit Malaka di tepi tebing sudah dibuat lebar untuk tempat parkir motor di sini pengunjung bisa turun sedikit untuk mencari lokasi mengambil gambar yang bagus.

Terdapat rimbunan beberapa pohon kelapa yang membelakangi birunya lautan dan siluet gunung Agung di Bali yang tampak terlihat indah, juga dari lokasi ini sangat bagus untuk mengambil Gambar Teluk Nipah di bawah rimbunan pohon-pohon kelapa.

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang