Adat Masyarakat Suku Sasak dan Budaya Lombok

English

Budaya di Lombok sangat tampak kental dipengaruhi oleh budaya dari Bali, bila dilihat dari pakaian tradisionalnya yang menggunakan kebaya, suara musik gamelan yang hampir terdengar sama, tarian tradisional yang liuk-liuk dan sentakannya mirip dengan tarian Bali.

Orang LombokBahasa tuturan yang dianggap halus dengan menggunakan bahasa serapan dari bahasa-bahasa yang dianggap bahasa halus di Bali. Budaya di Lombok yang bukan merupakan budaya serapan dari budaya luar yaitu, Lebaran Topat, Rebo Bontong, Mulut, Merarik, Belangar, Midang.

ACARA LEBARAN TOPAT BUDAYA LOMBOK

Setelah berpuasa sebulan dalam bulan Romadon umat muslim sasak atau orang Islam di Lombok sebagian setelah seminggu dari perayaan hari raya Idul fitri melakukan puasa sun-nah selama seminggu.

Pada saat seminggu setelah perayaan Idul fitri umat Islam di Lombok mengadakan lebaran lagi yang sudah populer disebut dengan lebaran Topat atau lebaran ketupat setiap kepala keluarga hampir bisa dibilang wajib untuk merayakan lebaran ketupat.

Biasanya pembuatan ketupat satu hari sebelumnya sudah dipersiapkan termasuk pembuatan lauk untuk ketupat yang berupa urap sayur sayuran, biasanya ada sekedar seekor ayam yang disembelih untuk tambahan lauk opor buat tambahan kuah untuk urap yang dihidangkan.

Ketupat biasanya disantap untuk sarapan pagi yang di kira-kira pukul 8 pagi. Setelah itu biasanya orang-orang di Lombok melakukan pelesir. Biasanya ke tempat sanak keluarga yang jauh atau ke pantai menghabiskan hari hingga sore.

Perayaan lebaran ketupat sangat ramai, lebih ramai dari perayaan Idul fitri.  Orang berbondong-bondong menuju tempat tempat pariwisata di seputar pulau Lombok sehingga pemda sangat memberikan perhatian terhadap kegiatan lebaran ketupat.

Diadakannya acara-acara konser musik di tempat-tempat umum yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan para pejabat daerah untuk momen lebaran ketupat aparat kepolisian sudah dipersiapkan untuk menjaga lalu-lintas.

Anak-anak di LombokKemungkinan akan terjadi kemacetan di mama-mana terutama di kawasan pantai Senggigi. Untuk hal ini perlu kami ingatkan bila Anda berada di area Senggigi hendaknya mewaspadai jika Anda punya penerbangan di hari lebaran ketupat.

Biasanya pengalaman saya waktu menjadi guide di Travel agent tamu tamu kamar yang punya penerbangan siang hari kira-kira jam 12 siang sebelum jam 7 pagi sudah kita gelandang menuju airport untuk menghindari kemacetan yang benar-benar macet.

Aktivitas-aktivitas yang dilakukan para pengunjung hanya sebatas konvoi dengan menggunakan kendaraan pribadi, truk terbuka, biasanya yang datang dari pelosok pelosok desa. Tapi yang paling mendominasi adalah para penunggang sepeda motor.

Bisa dibayangkan jika Anda berkendaraan 500 meter untuk waktu tempuh selama 1 jam, sebagian besar pengunjung juga mandi di pantai, bermain kano, menyewa pelampung yang merupakan bekas ban dalam kendaraan roda empat.

Aneka pedagang kaki lima dadakan ikut juga membanjiri areal pantai, sampah sampah bertebaran dimana-mana biasanya aktivitas ini berakhir hingga kira-kira jam 8 malam. Orang-orang yang datang ke pantai Senggigi berasal dari penjuru pulau Lombok. Ada juga orang yang tinggal di kota Mataram, mereka lebih memilih ke tempat lainnya yang lebih jauh seperti ke pantai Kuta, pantai Selong Belanak, pantai Pink dan lainnya.

PELAKSANAAN BUDAYA REBO BONTONG

Dalam budaya Lombok Istilah Rebo Bontong saat ini sudah asing tidak terlalu tampak untuk di rayakan, tidak pada waktu-waktu sebelumnya di mana di saat masa kecil saya. Kegiatan Rebo Bontong pernah saya ikuti hanya dengan membawa nasi bungkus dengan daun pisang untuk kami makan di Pinggir sungai bersama teman-teman di masa kecil ku. Rebo artinya hari Rabu,  Bontong artinya buntung.

Suku SasakJadi yang dimaknakan dalam maksud merayakan hari Rabu yang terakhir kali sebelum memasuki bulan Ramadhan karena Rabu berikutnya orang akan menjalankan ibadah puasa.

Jadi hari ini biasanya dirayakan seperti-halnya Lebaran Topat, masyarakat suku Sasak akan memanfaatkannya untuk pergi bersantai atau berlibur, tapi menurut saya kegiatan ini tidak terlalu populer di kalangan masyarakat Lombok secara umum.

Tidak terlalu transparan saat orang merayakannya. Bisa diartikan perayaan ini hanya inisiatif saja jika ingin pergi bersantai ke luar rumah. Hingga saat ini sudah hampir tidak terdengar lagi. Acara Rebo Bontong atau Rebo Buntung sudah akan hilang tergerus zaman.

ACARA MULUT ATAU MAULID CARA ORANG LOMBOK

Maulid di Lombok
Pawai arak arakan Maulid di bagian wilayah tertentu ( Ds Agung )

Dalam budaya Lombok Yang dimaksud Mulut di sini bukan mulut anggota badan yang kita gunakan untuk  mencerna makanan atau yang kita gunakan untuk bicara, tapi Mulut untuk penyebutan orang suku Sasak Lombok.

Mulut = Maulid Nabi Muhammad SAW, sebuah perayaan  ulang tahun atas hari lahirnya nabi besar Muhammad SAW yang dirayakan oleh orang Sasak dengan cara besar-besaran di hampir semua tempat di seluruh penjuru Lombok.

Bulan Mulut di Lombok selama sebulan akan terasa nuansa perayaannya, karena perayaan Mulut tidak dirayakan secara bersamaan dengan kampung-kampung yang berbeda selama satu bulan, bulan Mulut jatuh pada bulan Rabiul Awal (kalender Hijriah) juga sering diistilahkan bulan perbaikan gizi oleh orang-orang suku Sasak.

Saat perayaan Mulut makanan dan buah-buahan akan sangat berlimpah pada saat diadakannya acara “Mulut” di masjid, satu keluarga akan dengan senang hati membawa makanan 3 dulang sehari, dulang pertama yaitu dulang Penyampah atau dulang sarapan yang berupa macam macam jenis kue dalam satu dulang.

Acara Maulid
Hidangan dulang Penamat di dalam masjid

Periode kedua tamu-tamu undangan akan datang untuk sholat zuhur, setelah solat zuhur tamu-tamu akan disuguhkan dengan dulang makan siang yang terdiri dari makanan mewah yang penuh dengan daging ayam, sapi yang diolah dengan bermacam variasi bumbu masakan.

Dulang-pun kalau bersisa bisa di bawa ke rumah untuk keluarga tamu undangan, tapi yang ironi di sisi para tamu undangan adalah para tokoh agama dan para siapa pun yang pernah melaksanakan ibadah haji ke Mekah.

Artinya ini adalah kelompok masyarakat yang mampu secara ekonomi, sementara masyarakat miskin yang belum pernah berhaji hanya sebagai pen-jamu dan tidak pernah diundang untuk perayaan Maulid oleh kampung tetangga.

arak-arakan Maulid
Peraje Peresak di Ds. Agung

Begitu selesai menyajikan dulang makan siang para tamu akan pulang dan harus kembali ke masjid untuk sholat Ashar berjamaah, setelah itu akan ada lagi dulang penamat atau dulang tamat atau dulang terakhir.

Terdiri dari tumpukan aneka macam buah-buahan: Nanas, apel, pisang, nangka, jambu dan akan di tusukkan pada buah-buahan di atasnya uang kertas sebagai tambahan.

Untuk sebagian masyarakat yang menyumbangkan kuliner ke tamu Masjid yang bernilai dari setiap dulang akan di nilai oleh panitia siapa yang hiasan dan dulangnya paling mewah dan berharga akan menjadi kebanggaan untuk diberikan kepada tamu kehormatan saat itu.

Begitu juga akan berlaku seterusnya dengan kampung lain akan saling mengundang sebaliknya, dengan perlakuan yang sama. Tamu yang dipandang terhormat di sini yang pertama penceramah, penghulu masjid, kepala kampung dan para ketua RT dari kampung yang lain.

Sangat tidak salah kata “Mulut” yang memang urusan yang paling penting itu ya sekitar urusan mulut. Perayaan ini tidak akan sampai di situ saja acara akan berlangsung selama satu minggu.

Berpawai atau karnaval keliling kampung, Jurakan atau panjat pinang, kakok kepeng atau menggigit uang logam yang diselipkan pada sebuah buah sukun yang sudah diberi jelaga agar para peserta yang ikut menggigit uang ini antara mulut dan hidungnya menjadi hitam hingga

Pawai Maulid
Siswi islami yang tergeser dalam pawai maulid

kemudian acara yang terakhir yaitu ”rebak jangkih” rebak diartikan merebahkan. Jangkih artinya tungku untuk memasak. Istilah ini penghabisan untuk acara perayaan Maulid. Acara Maulid atau Mulut memang sangat membutuhkan dana yang sangat besar hingga orang harus berhutang tahunan baru bisa lunas.

Tidak hanya itu saja bagi anaknya yang kebetulan sunatan harus diarak dengan ‘Peraje’ yang merupakan replika suatu benda yang dibuat dengan kertas kemudian diarak ke jalan dengan diiringi orkestra gamelan hingga saat ini sudah menjadi melenceng karena Peraje juga dipikul atau di arak oleh anak-anak muda yang lagi pada mabuk minuman keras sungguh lupa dengan makna yang dirayakan, aneh memang.

MIDANG ATAU NGAPEL SAAT PACARAN

Dalam budaya Lombok Midang dalam bahasa sasak diartikan ngapel atau wakuncar (waktu kunjungi pacar kita sadari bahwa zaman akan berubah bergulir seiring waktu yang akan mempengaruhi peradaban seiring waktu begitu pula dengan etika dan kode etik akan dipengaruhi oleh tuntutan, keadaan.

Gadis Lombok
Gadis Lombok

Kondisi dan lingkungan, secara mendasar saya akan bahas tentang hal Midang hingga sampai saat ini seberapa jauh pergeseran perubahan etika yang berkembang di Lombok. Pada dasarnya budaya Midang di Lombok sepengetahuan saya dalam arti kata saya tidak akan membahas tentang Midang sebelum saya lahir.

Kira – kira sekitar tahun 1980an orang Midang atau ngapel di Lombok tergolong unik karena bagi siapa pun boleh datang bertandang ke rumah gadis atau bisa jadi janda untuk Midang, pasti pembaca bingung dengan kalimat ini ?

Midang di Lombok pada era 1980an boleh bagi siapa pun yang mau ngapel dengan cara antre untuk bisa bicara dengan wanita yang ditaksir dengan tata cara sang gadis duduk di ruang tamu dan para kaum pria boleh masuk siapa pun asal naksir dengan gadis untuk nantinya dijadikan istri.

Tapi dengan sarat harus bergiliran dengan para pria yang sudah menunggu di halaman rumah sang gadis dengan mendahulukan yang lebih awal untuk masuk berbicara menemui sang gadis bila ada yang menyerobot mendahului orang yang lebih awal datang maka siap – siap malam itu akan ada perkelahian.

Bagi pria siapa pun yang memberi bingkisan kepada gadis yang dipidangi atau yang diapeli boleh boleh saja dengan maksud untuk memberikan perhatian agar nantinya dia bisa menjadi yang dipilih dan bingkisan berupa sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi dan yang paling istimewa yaitu jam tangan.

Jadi saat itu orang bisa melihat gadis menggunakan 2 atau 3 jam tangan di tangannya itu tandanya gadis yang berkualitas atau dengan kata lain gadis yang banyak ditaksir pria tajir yang datang Midang ke rumahnya dan itu merupakan kebanggaan bagi gadis Lombok.

Kembali lagi kita bahas Midang, tentang tata cara bergiliran masuk ke ruang tamu yaitu dengan cara harus duduk bersila dan gadis yang dipidangi duduk berjauhan di pojok ruang tamu dan patokannya.

Tidak boleh merubah posisi bersila kira-kira kalau kaki sudah terasa mau kesemutan barulah keluar untuk giliran yang lain masuk, cara Midang seperti ini sudah tidak ada lagi terdengar hingga pelosok saat ini.

Di bagian tempat lain di Lombok ada cara yang lebih unik lagi yaitu seorang gadis berjualan makanan dan minuman lalu akan datang pemuda – pemuda untuk berbelanja nanti di antara pemuda yang datang berbelanja harus menunjukkan jati diri dengan cara berbelanja dan menghamburkan belanjaannya supaya sang gadis tau kalau pria yang naksir itu banyak uang.

Bahkan yang aneh dan lucu ada yang sampai menghancurkan semua jualan dengan memecah dan memorak-porandakan semua dagangan sang gadis dengan maksud menunjukkan jati diri bahwa dia sanggup untuk membayar semua barang-barang yang hancur.

Dia akan mendapatkan pengakuan dari gadis bahwa dia orang tajir yang layak untuk dipilih, perilaku seperti itu dianggap hebat bagi pesaingnya bukan berarti pria yang lain harus tersinggung.

Hal semacam itu semua kalau dilakukan saat ini pasti akan menjadi bahan tertawaan hanya yang dianggap tabu dan tidak boleh dilakukan saat itu yaitu memegang tangan termasuk bersalaman apa lagi mau pegang sembarangan bisa jadi masalah dengan keluarga besar wanita karena Midang di Lombok ibarat orang mau nonton TV di tempat terbuka, banyak yang datang dan siapa saja boleh datang Midang asal siap antre menunggu giliran. Bagaimana cara hingga kawin kita bahas di sesi Merarik atau kawin.

Seiring waktu bergeser tahun 1985 seorang gadis bisa didekati dengan cara main surat – suratan dengan perantara mak comblang bergeser 5 tahun lagi sang gadis boleh diajak jalan – jalan tapi tidak boleh sampai malam dan kalau lewat dari jam 10 malam pihak keluarga tidak akan menerima anaknya untuk pulang ke rumah.

Lelaki atau sang pacar harus bertanggung jawab menikahi sang gadis karena dianggap sudah noda, bergeser 5 tahun lagi sang gadis boleh dibonceng dengan sepeda motor, bergeser 5 tahun lagi sudah ada yang menikah hamdan ( hamil duluan ) dan hingga kini ada yang berpacaran hingga 5 – 10 tahun tapi belum dijalin dengan ikatan pernikahan.

Hingga saat ini orang Lombok lebih ter-obsesi untuk mendapatkan karier yang bagus baru mengurus masalah pacaran, semua yang saya ungkap ini hanya gambaran gamblang saja atau tidak mutlak bagi keseluruhan masyarakat Lombok.

MERARIK ATAU PERKAWINAN

Nyongkolan
Acara Nyongkolan di Lombok

Dalam budaya Lombok Merarik dalam bahasa Sasak atau bahasa Lombok diartikan perkawinan, yang secara aturan nasional sangat bertentangan tapi secara adat sangat dianggap lumrah dan dianggap sebagai kearifan lokal.

Dalam budaya masyarakat Lombok proses dari perkawinan dengan cara diculik dianggap bagian dari tradisi budaya yang bisa di terima oleh semua lapisan masyarakat suku sasak Lombok atau mungkin di daerah lain hal ini sangat dianggap tabu, memalukan atau aib yang membawa malu anggota keluarga.

Proses dari menculik (maling) atau melarikan anak gadis ini bagi orang di luar suku sasak Lombok akan beranggapan bahwa anak gadis ini sudah hamil karena dalam adat tradisi hamil di luar nikah adalah perbuatan dosa yang melanggar norma adat dan agama Islam.

Proses perkawinan dengan cara diculik sebenarnya sudah didasari suka sama suka di antara mereka yang mau Merarik atau kawin tapi mengapa sang pemuda tidak langsung saja datang untuk melamar ke orang tua si gadis walaupun sebenarnya orang tua dari si gadis sudah tau dengan siapa anaknya berhubungan.

Bahkan juga orang tua tidak tahu sama sekali dengan siapa anak gadisnya berhubungan atau pacaran lalu tiba tiba anaknya tidak pulang setelah lewat dari jam 10 malam biasanya sudah disimpulkan si anak ini dibawa lari untuk kawin dan spontan reaksi keluarga linglung untuk memastikan kepergian dari anaknya.

Biasanya besok pagi atau siang akan ada datang dengan pakaian adat untuk menyampaikan kabar atau disebut “Selabar” mereka ini biasanya terdiri dari Kadus atau kepala dusun, paman atau keluarga terdekat dari pihak lelaki untuk menyampaikan selabar atau kabar bahwa anak gadisnya sudah berada di dalam pihak keluarganya untuk tujuan Merarik atau kawin.

Untuk hal berikutnya akan ada periode kedua untuk sesegera mungkin datang untuk menyampaikan “Pesuke” atau asal dari kata “suka” yang dimaksudkan untuk membicarakan “Penyerah” atau yang diartikan “penyerahan”.

Dalam proses ini akan membicarakan mengenai biaya perkawinan dalam adat Lombok semua biaya perkawinan akan dilimpahkan ke pihak mempelai laki – laki biasanya mengenai Penyerah ini akan disesuaikan dengan tingkat status sosial.

Lalu bagaimana jika dari pihak laki – laki tidak bisa menyanggupkan permintaan dari pihak keluarga perempuan ? Akan ada negosiasi hingga dari pihak keluarga perempuan menyepakatinya, tapi bagai mana jika tidak ada kesepakatan hingga sudah berkali – kali datang untuk negosiasi ?

Nah inilah yang terburuk dari proses ini walaupun jarang tapi kadang harus terjadi hingga anak gadis dianggap dibuang oleh pihak keluarga dan pernikahan akan diselesaikan melalui wali hakim.

Seorang gadis yang sudah dibawa lari sangat pantang untuk dibawa balik pulang ke lingkup keluarga karena sudah dianggap tercoreng di mata masyarakat dan risiko ini akan membawa dampak buruk bagi citra seorang gadis seperti ini, bahkan citranya lebih rendah dari pada seorang janda.

Berbicara tentang proses dari yang tidak terburuk dari kesepakatan “Selabar” yaitu membicarakan tentang teknis pelaksanaan tanggal acara pernikahan, “Nyongkolan” atau proses pawai adat perkawinan yang diarak di jalan raya dengan menggunakan pakaian adat sasak dengan diiringi musik tradisional dan “Begawe” atau pesta acara pernikahan.

Nuansa acara ini tergantung dari status sosial bila yang kawin adalah anak dari saudagar beras dengan anak dari saudagar sapi pasti tentunya akan kelihatan mewah dan meriah tapi bila yang kawin dari kalangan anak buruh tani dengan anak tukang batu akan menyesuaikan anggaran cukup seadanya saja bahkan bila sangat tidak mampu cukup hanya dengan acara ijab kabul dengan sajian hidangan seadanya.

Bicara soal lain tentang cara – cara proses perkawinan ini sebenarnya sudah diakui dan dirasakan bahwa cara ini sangat tertinggal karena banyak efek buruk dari mempertahankan hal yang buruk hingga banyak sekali dari pasangan muda yang umur perkawinannya sangat pendek karena fondasi dari perkawinan yang diawali kurang jauh sebelumnya saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.

Hingga banyak menimbulkan perceraian dan hal ini sudah diakui angka perceraian di Lombok sangat fantastis bila dibandingkan dengan daerah lainnya, selain itu kebanyakan dari para calon pengantin kurang mempersiapkan diri secara material, walaupun belum bekerja-pun sang lelaki tidak pernah mau ambil pusing tentang persiapan untuk menempuh jenjang hidup berumah tangga.

Bahkan uang sepeser-pun tidak punya mereka sudah berani mengambil resiko untuk kawin dan untuk biaya mereka mengandalkan sumbang-sih pihak keluarga terutama orang tua, termasuk juga langkah keputusan kawin dengan cara mencuri ini didasari atas latar belakang belum punya biaya.

Proses selanjutnya setelah acara Nyongkolan yaitu “Bejango” yang diartikan mengunjungi pihak keluarga perempuan untuk tujuan silaturahmi saling kenal antara keluarga paling terdekat dari pihak kedua pengantin, biasanya proses Bejango dilaksanakan setelah paling telat seminggu pada malam hari sekitar pukul 08:00 malam dengan berpakaian sederhana santun dan rapi.

Biasanya pihak perempuan menggunakan busana terusan dengan berkerudung dan pengantin lelaki sederhana dengan kemeja dan menggunakan peci atau songkok. Begitu pula dari pihak keluarga perempuan sudah mempersiapkan kedatangan putrinya untuk pulang saat itu dan setelah itu entah kapan lagi untuk berjumpa dengan orang tua, saudara dan keluarga.

Karena secara utuh pengantin perempuan sudah jadi milik pihak keluarga lelaki dan kemungkinan pulang entah kapan lagi untuk waktu yang tidak tentu.

Adapun cara yang sudah bergeser mengikuti pengaruh zaman yang sudah tidak terbelakang lagi yaitu dengan mengikuti cara – cara orang pada umumnya atau bisa kita bilang cara nasional dengan proses melamar setelah dari pihak kedua keluarga sama – sama merestui untuk melihat anak-anak mereka melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Ini berlaku untuk kalangan intelektual masyarakat Lombok yang terlebih dahulu mereka (yang mau menikah) mempersiapkan diri secara finansial dan mengutamakan pandangan masa-depan setelah menjalani bahtera rumah tangga.

Biasanya mereka terlebih dahulu mempersiapkan diri dengan mendapatkan pekerjaan yang mapan atau menjanjikan cukup untuk merencanakan membuat rumah yang layak atau dengan cara kredit KPR, dan biaya pernikahan pun sudah disiapkan sendiri dengan cara menabung dari hasil bekerja.

Begitu-pun proses perkawinan ini lebih meriah dengan acara resepsi pernikahan bahkan acaranya bisa berlangsung di sebuah gedung yang disewa mahal dan mewah dengan melibatkan mengundang pejabat-pejabat pemerintah atau orang terhormat umumnya.

Pernikahan atau acara perkawinan seperti ini berlaku di kota Mataram, atau kota kabupaten tapi tidak berarti semua karena sebagian penduduk kota juga berstatus sosial ekonomi menengah.

BELANGAR ATAU MELAYAT

Dalam budaya Lombok “Belangar” dalam bahasa sasak atau orang Lombok yaitu melayat orang yang meninggal dunia atau silaturahmi mengunjungi keluarga yang sedang berduka, di saat seseorang dinyatakan sudah meninggal dunia sesegera mungkin akan diumumkan di masjid melalui pengeras suara atau laud-speaker.

Orang Lombok
Orang Lombok Utara

Setelah jenazah disemayamkan para keluarga, kerabat dan tetangga akan mendatangi rumah duka untuk merundingkan tempat pemakaman sementara anak muda sesegera mungkin untuk mengupayakan bambu untuk dijadikan keranda mayat.

Selain itu sanak keluarga teman dan kerabat terdekat yang wanita akan datang dengan membawa baskom yang berisi beras yang disebut “beras Pelangar” yang nantinya dijadikan persiapan untuk pembuatan kue selama acara pembacaan doa selama seminggu.

Sementara dari pihak lelaki akan menyumbangkan sejumlah uang yang dimasukkan ke dalam amplop untuk biaya acara selamatan yang nantinya akan diolah oleh pihak keluarga setelah jenazah dimakamkan.

Belangar
Orang Belangar bawa beras

Ritual acara setelah pemakaman jenazah akan berlangsung satu hari setelah pemakaman yang biasa dilakukan oleh suku sasak atau orang Lombok pada umumnya melakukan acara zikiran selam satu minggu yang dilaksanakan setelah selesai sholat Isya.

Para keluarga dan tetangga terdekat berduyun-duyun mendatangi tempat acara zikiran yang biasanya dilaksanakan di halaman depan rumah dengan menggunakan penutup atap terpal dengan penerangan lampu secukupnya (sederhana)

Keranda Jenazah
Pelayat sedang membuat keranda Jenazah

Hidangan setelah selesai acara zikiran pun sangat sederhana biasanya berupa kue yang bahannya dibuat dari olahan beras Pelangar dan minuman sekedar teh atau kopi.

Selain itu ada acara selamatan dengan pembacaan doa untuk 3 hari setelah meninggal dunia yaitu acara “Nelong” atau telu yang artinya tiga biasanya acara ini dilaksanakan pada siang hari dengan mengundang keluarga dan tetangga terdekat yang dilaksanakan di ruang tamu hingga teras rumah duka.

Dengan sajian makan siang dengan lauk yang berbumbu artinya bukan lauk sayur asem, tumis atau dengan ikan asin semua biaya ditanggulangi dari beras Pelangar dan sejumlah uang sumbangan duka dari pihak keluarga, kerabat, teman dan tetangga.

Ada juga acara berikutnya setelah sembilan hari pemakaman yaitu acara “Nyiwak” siwak atau sembilan acara ini lebih besar sedikit dari acara “Nelong” karena biasanya akan melibatkan untuk mengundang keluarga atau kerabat yang lebih jauh acara ini tergantung dari kesepakatan keluarga bisa dibesar-besarkan jika ingin lebih banyak mengundang sanak keluarga atau kerabat jauh.

Orang Tua di Lombok
Pemangku adat Lombok Utara

Esensi dari acara seperti ini cenderung untuk berpesta tanpa mengingat makna acara yang sebenarnya biasanya dari pihak keluarga akan mengeluarkan uang kantong sendiri.

Selanjutnya ada acara memperingati 40 hari dari penguburan acara ini disebut acara “Metangdase” atau empat puluh hari tapi acara ini berlangsung bisa jadi seperti acara Nelong tidak terlalu meriah cukup hanya mengundang keluarga, kerabat dan tetangga sebelah untuk berzikir di rumah duka.

Ada juga dari warga masyarakat yang beraliran Wahhabi yang tidak merayakan acara – acara seperti ini karena menganggap bid’ah atau hal yang tidak dianjurkan oleh agama karena esensi doa selain anak sendiri dari yang meninggal tidak akan di terima mengacu pada hadis Rasulullah. tapi dalam masyarakat lombok tradisi lebih kuat menggeret hal – hal yang sudah menjadi kebiasaan.

Nenek di Lombok
Papuk (Nenek) sebutan orang Lombok

Selanjutnya nanti akan ada acara “Nyatus” untuk merayakan hari ke seratus hari setelah di kuburkan dan acara “Nyiu” atau siu atau seribu hari setelah dikuburkan.

Biasanya tidak dilaksanakan tapi ada juga yang melaksanakan tergantung dari tingkat emosi keluarga yang masih menyayangi kepergian dari keluarga yang sudah meninggal dunia.

BUDAYA LOMBOK KARANG BAJO DI BAYAN

Moment langka acara adat istiadat budaya di Karang Bajo di Bayan Belek, kabupaten Lombok Utara yang belum tentu di adakan dalam 5 atau 10 tahun sekali di dalam pergantian pemangku adat secara turun temurun
Inilah proses pengantar Perumbak daya artinya pengantar pemangku adat masuk hutan ke rumahnya di dalam hutan untuk menjaga hutan itu sendiri dengan segala isinya untuk secara Spiritual dan Non Spiritual

Masyarakat Lombok Utara

Masyarakat Lombok Utara

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang


Tempat Bermain Atau Sewa Kano di Gili Trawangan

Bermain atau sewa kano Gili Trawangan tidak terlalu reguler kita melihatnya hanya beberapa kali saja orang melintas menggunakan kano entah karena apa tapi biasanya kegiatan ini sering terlihat saat kondisi air laut pas lagi tenang, apa mungkin karena alasan itu sehingga jarang orang bermain kano di Gili Trawangan.

Pernah juga mendengar dari wisatawan katanya harga sewa terlalu mahal. Ada dua kano yang umum kita lihat yaitu kano untuk tunggal dan kano untuk ganda difasilitasi dengan dayung dan lift jaket atau jaket pelampung biaya sewa dihitung per jam.

Puddle board yang disewakan di Gili Trawangan Rp 250.000 / jam termasuk lift jacket

Tapi yang pasti lokasi untuk spot bermain kanao Gili Trawangan bisa anda dapatkan di sekitar lokasi tempat penangkaran penyu atau di depan Oda Cafe yang terdapat di sebelah pesisir timur bagian utara pulau Gili Trawangan atau sekitar 1 km ke arah utara dari pelabuhan umum.

Di sana ada beberapa buah canoe akan tampak dipajang dengan cara disandarkan di pohon cemara tapi ini terutama yang jenis puddle board sementara kano di geletakkan di pinggir pantai, jika ingin menyewa cukup Anda berdiri di dekat barang pajangan.

Maka akan ada yang datang menyambut Anda karena penjaga kano biasanya bersantai mengamati kanonya dari bawah pohon cemara atau di dalam warung di sekitarnya bahkan tanpa Anda harus datang mendekati kano para penyewa biasanya juga menyapa sambil menawarkan penyewaan.

Tidak ada daftar harga yang dipasang sekilas saya dengar untuk harga sewa 150.000 / jam, bentuk kano yang umum kita lihat di sini sebagian besar yang menyerupai papan surfing (puddle board)tapi ukurannya sangat besar yang difasilitasi dengan dayung dan jaket pelampung sementara yang bentuk lain juga ada seperti kano pada umumnya.

Nah inilah aksi-aksi para pecinta pantai dengan menggunakan puddle board

Sekilas terlihat kebanyakan para bule-bule yang lebih banyak menyewa dibandingkan dengan wisatawan domestik mungkin orang Indonesia kebanyakan takut kulitnya jadi hitam kali ya ?

Bule-bule sangat  menikmati permainan ini mereka lebih sering terlihat berdiri cara memakainya sambil mendayung ke tengah beri-ringan terutama yang terlihat transparan para cewek bule-bule berdiri di atas board mengenakan pakaian bikini sambil mendayung dan terlihat samar.

Ada seutas tali yang dikaitkan di pergelangan kaki agar saat terlepas ketika board terbalik atau terjatuh tidak jauh berlari karena tali sudah diikatkan di pergelangan kaki, harga juga bisa berubah jika musim kunjungan sepi nah kalau masalah ini silahkan saja nanti anda tawar-tawar harganya ya.

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang


Berlayar Ke Pulau Komodo dari Pelabuhan Ferry Kayangan Lombok Timur

English

Lombok – Sumbawa – Komodo – Flores

(Berangkat: Senin, Rabu. Kamis dan Sabtu)

Trip ini dioperasikan oleh beberapa perusahaan yang tentunya terdaftar dan berizin untuk mengoperasikan trip berlayar ke pulau Komodo 4H/ 3M dan selesai atau finis di Labuan Bajo (Flores) pada sore atau malam hari. Semua peserta selanjutnya dipersilahkan mengemas barang bawaan menuju hotel atau penginapan.

Kami sebagai agen perjalanan wisata siap menerima atau melayani informasi dan reservasi trip ini berdasarkan  jadwal keberangkatan dan mengatur lokasi meeting point sesuai perusahaan yang mengoperasikan saat itu.

Harga Paket:

DECK Rp 3.600.000 

CABIN Rp 4.200.000 

DETAIL TRIPS

  • Hari Pertama: Meeting Point – Pelabuhan Kayangan – Pulau Kenawa
  • Hari Kedua: Mengunjungi Hiu Paus di Teluk Saleh
  • Hari Ketiga: Berkunjung ke Taman Nasional Pulau Komodo – Berjemur atau Snorkeling di Pantai Pink Pulau Komodo – Hiking Ke Puncak Pulau Padar
  • Hari Keempat: Pulau Manjarite – Pulau Kelor – Labuan Bajo (Finish)

 

HARGA SUDAH TERMASUK:

  • Makan 3 x Sehari di Kapal
  • Tersedia Kopi dan Teh tak terbatas
  • Entrance Fee
  • Ranger Fee
  • Guide Berbahasa Inggris
  • Pen jemputan dari, Mataram, Senggigi & Bangsal
  • Free Tiket Publik Boat dari Ketiga Gili ATM

Pesan:

  • Silahkan Hubungi kami dan mintalah brosur perusahaan yang ter jadwal menjalankan trip
  • Bayarlah deposit 50% agar reservasi anda menjadi prioritas, karena jika boat penuh yang kami tolak adalah yang belum melakukan deposit
Hiu Paus
Salah satu tempat yang akan kita kunjungi Hiu paus di teluk Saleh di Sumbawa. Suatu waktu bisa muncul dan bisa berenang bersamanya.

ILUSTRASI TRIP  BERLAYAR KE PULAU KOMODO 10 – 20 TAHUN YANG LALU 

Berlayar ke pulau Komodo, trip pulau Komodo  ini sudah kami kemas 4 x pemberangkatan dalam waktu seminggu “Senin, Rabu, Kamis & Sabtu” dengan menggunakan kapal motor kayu yang sederhana berkapasitas 25 – 30 penumpang dan 4 orang awak kapal. Tour Berlayar ke pulau Komodo ini menyusuri pantai utara pulau Lombok, Sumbawa dan mengitari pulau-pulau kecil di perairan pulau Komodo, hingga Trip ini berakhir di Flores barat (Labuan Bajo).

Dengan menyuguhkan berbagai macam aktivitas selama dalam perjalanan seperti: Bersenorkeling, Memancing, hiking, exploring dan berkunjung di berbagai tempat objek wisata. Segera saja Anda booking tripnya.

HARI PERTAMA TRIP PULAU KOMODO

berlayar ke pulau Komodo
Salah satu contoh Boat trip yang kami gunakan dalam Boat trip ke pulau Komodo start dari Lombok

Trip pulau Komodo diawali dengan Check in jam 09:00 am di tempat yang sudah di tentukan di “DIKKY Cafe” atau di “Lombok Cafe” yang tidak jauh dari dermaga pelabuhan Bangsal, kecamatan Pemenang, kabupaten Lombok Utara.

Sambil menunggu waktu pemberangkatan jam 11:30 am peserta bisa memesan sarapan di restoran tempat lokasi check in (bayar). Sambil memesan makanan dan minuman ekstra untuk kebutuhan dalam perjalanan berperahu (4 hari / 3 malam)

Dalam tour Berlayar ke pulau Komodo ini harga sudah termasuk: Makan Makan 3 X sehari, minuman air botol mineral 1.500 ml sudah disiapkan 6 botol selama dalam perjalanan untuk jatah 1 orang peserta.

Sebagian besar yang ikut dalam trip pulau Komodo ini biasanya terdiri dari wisatawan mancanegara yang budget Back packer.

Umumnya trip pulau Komodo ini ditawarkan oleh jasa wisata yang berada di konter-konter ticketing (tour dan travel) di 3 Gili yaitu: Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Termasuk area Senggigi dan kawasan Kuta Lombok bahkan di sebagian front Office hotel.

Terutama bungalo juga ada yang menjual paket Trip ini untuk itu sangat memungkinkan trip ini sangat cepat terjual dan kapasitas penumpang akan cepat penuh, untuk itu saya sarankan untuk booking 1 bulan sebelumnya karena sangat sering terjadi full booking untuk trip Berlayar ke pulau Komodo ini.

Lombok Cafe
Lokasi check in di pelabuhan Bangsal kec. Pemenang

Para peserta yang berada di sekitar kawasan Senggigi akan dijemput oleh mobil Shuttle (free) kemudian yang berangkat dari Kuta Lombok satu hari sebelumnya harus pindah hotel di kawasan Senggigi.

Bisa juga berangkat jam 07:00 am dari Kuta Lombok menuju pelabuhan Bangsal tapi biaya transport tanggung sendiri, sementara yang berangkat dari 3 Gili akan diberikan tiket publik Boat (free) untuk penyeberangan ke pelabuhan Bangsal.

Publik boat akan diberangkatkan setelah penuh sekitar jam 08.00 am, kira-kira sampai di pelabuhan Bangsal sekitar kurang dari jam 09:00 am lalu menuju tempat lokasi check in yang sudah ditentukan di sebuah restoran (Lombok Cafe atau DIKKY Cafe).

Nanti ada pengurus dari Trip ini yang jemput di pelabuhan Bangsal untuk mengarahkan check in di cafe tersebut, sambil menunggu waktu perahu diberangkatkan jam 11:30 am disinilah kesempatan peserta untuk memesan kebutuhan ekstra selama perjalanan Trip berperahu ke pulau Komodo dan finish di Labuan Bajo (Flores)

berlayar ke pulau Komodo
Para peserta Boat trip berlayar ke pulau Komodo

Tepat jam 11.30 am rombongan akan diajak menuju dermaga di pelabuhan Bangsal untuk memasukkan tas atau bagasi (barang bawaan) ke dalam ruang kapal yang terletak di bagian bawah atau di bagian perut kapal.

Kemudian berangkat Berlayar ke pulau Komodo sambil menikmati pemandangan pesisir pantai utara pulau Lombok, sambil menunggu para awak kapal memasak untuk sajian makan siang.

Pemberhentian pelayaran dimulai saat sampai di sebuah pulau Sugian yang masuk ke dalam wilayah kabupaten Lombok Timur, Di sini bisa melakukan aktivitas Snorkeling atau sekedar loncat untuk berenang.

berlayar ke pulau Komodo

Peralatan Snorkeling sudah disiapkan di atas perahu tapi tidak ada Fin atau kaki-katak, karena ukuran kaki harus pasti, lain halnya dengan ukuran Mask atau google bisa sama semua hanya tinggal mengencangkan atau mengendurkan tali yang diikatkan di kepala, untuk menyesuaikan ukuran kepala.

Kemudian naik ke atas perahu untuk menikmati matahari terbenam dan awak kapal sudah mulai sibuk untuk menyiapkan masakan malam, sambil menjalankan mesin kapal kita menikmati santap malam.

Sehabis makan sambil Mengobrol dengan rombongan lainnya mesin kapal tetap hidup sambil berjalan hingga rombongan memutuskan untuk tidur ke tempat masing-masing.

HARI KEDUA TRIP PULAU KOMODO

Pulau Medang
Dermaga Boat kayu di pulau Medang

Setelah bangun pagi sekitar jam 6 pagi rombongan sudah tiba di pulau Medang utara pulau Sumbawa, yang masuk dalam wilayah kecamatan Labuhan Badas kab. Sumbawa Besar.

“Di-sinilah sebagian besar kapten dan awak kapal perahu bermukim yang merupakan suku pendatang dari daratan Sulawesi yang terkenal dengan kemampuan maritim nya.

Mereka bermukim sudah berpuluh tahun di pulau Medang ini. Di tempat ini terdapat 2 suku maritim yang bermukim yaitu: suku Bajo dan suku Bugis (pelaut dari daratan Sulawesi selatan)

Sanggalo
Air terjun Senggalo hanya berjalan 5 menit dari Boat bersandar di pinggir pantai Moyo

Sepertinya sesuatu yang sudah ter rencana para awak kapal ini terlihat mengambil kebutuhan yang lain, saat itu kami lihat para awak menaikkan dan menurunkan sesuatu ke dalam kapal lagi.

Seperti halnya bahan bakar untuk persiapan selama berlayar (4H/3M) dan menurunkan barang-barang belanjaan untuk kebutuhan di pulau. Kemungkinan sang istri dari nakhoda kapal memesannya.

Karena yang pasti kehidupan di pulau sangat terbatas untuk mencari kebutuhan rumah tangga, sehabis sarapan dengan menu Pancake dan segelas teh atau kopi hangat yang sudah disiapkan selalu sedia sepanjang hari perjalanan.

Kira-kira jam 10.00 am diperkirakan rombongan harus tiba di pulau Moyo di sini peserta akan diajak turun berjalan di tengah hutan menuju air terjun yang sangat indah di dalam hutan tersebut.

berlayar ke pulau Komodo
Tidur di dek dengan kasur berjejer

Hanya berjalan kira-kira 10 menit rombongan sudah bisa menjumpai air terjun Senggalo, hanya untuk sekali ini saja rombongan bisa merasakan mandi air tawar, selama dalam perjalanan hingga Flores. kira-kira setengah jam mandi di air terjun ini rombongan diajak balik ke perahu.

Melanjutkan perjalanan menuju pulau Satonda yang lokasinya di utara gunung Tambora yang masuk ke dalam wilayah kabupaten Dompu, danau ini merupakan danau air asin yang dikelilingi bukit-bukit hijau.

Banyak terdapat pohon-pohon bakau di sekitarnya, selain itu danau ini cukup terlihat cantik karena sekilas menyerupai danau air tawar yang tenang, dikelilingi bukit-bukit hijau, di dalamnya terdapat jenis ikan air asin juga karena danau ini memang terletak jauh dari daratan pulau Sumbawa .

Pulau Satonda
Pulau Satonda masuk ke dalam wilayah kabupaten Dompu NTB

Dalam perjalanan ke pulau Satonda, sambil menikmati makan siang rombongan akan tiba kira-kira jam 4 sore di pulau Satonda, di sini bagi yang hendak turun akan dijemput dengan sampan kecil untuk menuju pulau Satonda.

Karena perut kapal akan kandas jika dipaksakan untuk ke tepi pantai Satonda di sini rombongan akan dikenakan biaya tambahan masing-masing Rp 20.000 / orang untuk biaya antar jemput ke pulau Satonda.

Sudah termasuk tiket masuk wisata atau sudah termasuk donasi dan untuk Guide lokal yang selalu siaga di tempat tersebut. Ada hal yang menarik di pulau Satonda, selain dapat melihat keindahan danau air asin.

Di pulau ini banyak batu-batu yang digantung dengan seutas benang atau tali Raffia di pepohonan bakau sekitar area kunjungan pinggir danau, yang menurut keterangan guide setempat, bahwa batu-batu tersebut sengaja digantung oleh orang-orang lokal atau orang suku Sumbawa.

berlayar ke pulau Komodo
Makan secara prasmanan

Penduduk di sekitar sebarang, yang datang berkunjung sekalian menggantungkan harapan sesuai niatnya pada pohon-pohon di sekitar danau Satonda, niat yang dimaksud di antaranya, bisa mendapatkan jodoh sesuai dengan pujaan hati yang diharapkannya, berniat untuk kesembuhan penyakit yang diderita dan niat-niat lainnya.

Apabila niatnya dianggap ter-kabul oleh sebab batu yang digantungkan pada pohon di pulau Satonda mereka akan datang untuk melaksanakan upacara selamatan, dengan menyembelih kambing atau kerbau di tempat tersebut, sebagai tanda syukur atas ter-kabulkan nya niat dan harapannya.

Bagi yang tidak ikut turun mengunjungi danau di pulau Satonda bisa melakukan aktivitas santai di atas Boat atau bersenorkeling di sekitar, tidak jauh dari tempat Boat berlabuh. Cukup bagus untuk bersenorkeling.

Di pantai Satonda masih bisa melihat ikan warna-warni, juga penyu. Setelah selesai melihat-lihat di pulau Satonda rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju pulau Banta yang akan diperkirakan akan tiba besok pada pagi gelap.

berlayar ke pulau Komodo
Kondisi air setelah masuk di perairan pulau Komodo

Sambil melihat ke arah belakang perahu, peserta rombongan akan disuguhkan dengan pemandangan silhouette yang mempesona di saat matahari terbenam, serta siluet-silhouette daratan di sekitar gunung Tambora.

Para awak kapal melakukan aktivitas rutin nya yaitu menyiapkan hidangan untuk santap makan malam, setelah santap makan malam selesai, sebagian rombongan biasanya duduk-duduk di sekitar ujung depan Boat.

Sambil menikmati ayunan Boat saat berjalan, didorong oleh gelombang. Sudah pasti akan lebih asyik sambil melihat ke atas sambil berbaring menatap bulan dan bintang biasanya para rombongan mengisi waktu malam ini untuk mengobrol sambil menunggu saat kantuk.

HARI KETIGA TRIP PULAU KOMODO

Gerbang pulau Komodo
Pintu gerbang masuk di kawasan pulau Komodo

Jangan lupa untuk bangun lebih pagi sebelum jam 6 karena saat itu kita sudah memasuki perairan Taman Nasional Komodo sekitar pulau Banta, untuk menyaksikan ratusan ikan lumba-lumba berlompatan menyambut pagi di sekitar perahu.

Bahkan kalau melihat ke arah bawah perahu ada beberapa ikan lumba-lumba yang mengejar riang dan melompat sangat dekat di hadapan kita dan yang harus tidak lupa bangun pagi yang pasti para awak untuk mempersiapkan sarapan pagi.

Kira-kira jam 09:00 am rombongan akan tiba di Gili Laba untuk aktivitas hiking, naik ke atas bukit untuk melihat pesona pemandangan perairan pulau Komodo.

Pasti bagi yang suka dengan fotografi harus berjuang naik ke atas bukit karena perlu untuk diakui hiking ke atas bukit di pulau Laba sangat menguras energi, selanjutnya turun dari pulau laba kita lanjutkan perjalanan menuju perairan “Manta poin.

Untuk melihat dan berenang bersenorkeling bersama puluhan ikan Pari secara berdekatan, lokasi ini sudah dekat dengan daratan pulau Komodo dan tidak jauh dari Red beach atau pantai Pink, yang sangat dikenal oleh wisatawan bule-bule.

Setelah selesai menyaksikan ikan Pari secara berdekatan para rombongan naik ke atas perahu untuk menuju Pink beach, di sini terdapat banyak Moring atau semacam bola terapung yang menandai adanya tali ke dalam dasar laut.

Diperuntukkan bagi perahu atau kapal wisata yang berlabuh, agar tidak membuang jangkar sembarangan untuk menghindari rusaknya terumbu karang.

Pulau Laba
Pemandangan pulau Komodo dari pulau Laba jika saat musim hujan

Di pantai Pink bagi yang kemampuan berenangnya bagus bisa berenang ke arah tepi pantai Pink, untuk berjemur sesaat di hamparan pasir yang berwarna Pink (untuk bule2), juga di lokasi ini sangat bagus untuk bersenorkeling.

Namun hati-hati karena arus air laut di sini cukup deras, Anda bisa minta tali untuk berpegangan atau bisa minta jaket pelampung, agar tidak terlalu capek mengayuh kaki saat menghadapi arus air.

Arus yang menyeret kita menjauh dari perahu, selanjutnya rombongan setelah selesai bersenorkeling akan diajak naik perahu untuk menuju check in poin di dermaga Loh Liang Taman Nasional Komodo (pulau Komodo) di sini semua administrasi pembayaran di lakukan termasuk pembayaran Entrance fee.

Tiket masuk “Tidak termasuk dalam harga Trip nya ya. Di sana sudah ada daftar harga tiket masuk yang tidak bisa saya pastikan karena selalu berubah ubah tapi yang pasti untuk wisatawan mancanegara mereka harus bayar 2 X lipat dibanding harga tiket masuk yang wisatawan domestik.

Ada juga biaya tambahan untuk kamera fee Rp 50.000 bagi yang membawa kamera dan kamera pada telepon seluler (HP) tidak dikenakan biaya tambahan.

berlayar ke pulau Komodo
Makan siang di atas Boat trip ala petualang

Setelah selesai untuk urusan administrasi, lokal Guide akan mengajak kita ke papan penjelasan, untuk mengetahui aturan aturan di TNK (Taman Nasional Komodo)

Termasuk juga rombongan akan dijelaskan rute hiking yang akan dilalui. Setelah selesai, penjelasan 2 orang pawang sekalian guide, dengan membawa tongkat khas untuk menaklukkan Komodo.

Pada ujung tongkat ada dua cabang atau ranting yang menyerupai kayu pada ketepel akan mengajak kita melintasi rute-rute yang sudah ditentukan untuk melihat habitat Komodo secara dekat.

Yang pasti dalam perjalanan pawang akan berbicara tentang seluk-beluk Komodo termasuk Guide TNK itu mengatakan Komodo sebenarnya memiliki 3 mata yang salah satu matanya terdapat pada Jidad Komodo.

Matanya tersembunyi kecil di celah sisik nya, karena Komodo sering berburu dengan metode berpura-pura tidur, sementara mata yang berada di kening nya itu memantau gerak gerik mangsanya.

Ketika mangsanya mendekat barulah Komodo akan menyambar dan menggigit bagian tubuh. Misalnya kerbau, rusa, babi, kuda. Hingga bakteri yang ada pada liur Komodo menyebarkan bakteri infeksi penyakit ke dalam tubuh mangsanya.

Pada saat itu mangsanya akan dilepaskan lalu ditunggu hingga menjadi sakit dan mati, barulah Komodo akan mencari bangkai mangsanya dengan penciuman yang sangat tajam.

Walaupun bangkai mangsanya sudah ter-kapar dengan jarak kilo-an meter. Tidak hanya Komodo saja yang bisa kita lihat. Di sini banyak rusa yang berkeliaran, babi hutan, kerbau liar dan aneka unggas seperti ayam hutan, gagak pemakan bangkai sisa Komodo dan lainnya.

Balik dari TNK tidak jauh dari gerbang selamat datang anda bisa membeli suvenir ukiran kayu yang menyerupai Komodo, baju-baju dengan sablon gambar Komodo, tulisan tulisan Jargon, peta pulau Komodo dan banyak juga yang berupa kalung dan gelang yang bahannya terbuat dari bekas kuku Komodo.

berlayar ke pulau Komodo
Menyambut pagi sambil sarapan dengan menu Pancake pisang

Balik ke perahu hidangan makan siang sudah siap. Sambil makan siang perahu melaju ke tempat tujuan selanjutnya yaitu pulau Kalong.

Di dekat pulau Kalong, rombongan akan tiba kira-kira jam 5 sore untuk berhenti di suatu tempat yang dikelilingi bukit-bukit cadas dan kering saat musim kemarau.

Terdapat di lembah yang rimbun tepi pantai, di sinilah kita bisa menyaksikan kalong atau kelelawar bergelantungan di pepohonan.

Namun puncak keindahannya, saat senja “binatang ini, akan beterbangan menghiasi senja yang menghantarkan datangnya kegelapan malam, seraya menunggu waktu senja di perairan laut yang tenang.

Anda akan disambut oleh bocah-bocah yang menggunakan perahu motor kecil yang berasal dari perkampungan Komodo, menghampiri perahu rombongan dengan tujuan menjajakan barang barang suvenir.

Suvenir berupa ukiran-ukiran kayu patung Komodo, melalui anak-anak penjual suvenir ini juga Anda bisa minta dibawa bolak-balik dari perahu ke perkampungan Komodo.

Bila Anda ingin melihat lihat situasi dan gaya hidup mereka di pemukiman yang sangat kecil ini, dengan biaya sekitar Rp 150.000 untuk 3 orang.

Di dalam perkampungan terdapat banyak orang berjualan layaknya di kampung kecamatan yang merupakan permukiman para nelayan, di sini Anda dapat membeli minuman kaleng atau makanan ringan.

Dengan harga sedikit lebih mahal pastinya dibanding berbelanja di kota kabupaten. Untuk saat ini tidur Anda akan terasa pulas dibanding dengan malam-malam sebelumnya karena kondisi perahu posisi lepas jangkar.

HARI KEEMPAT BERLAYAR KE PULAU KOMODO

berlayar ke pulau Komodo
Sambil menikmati Trip hari terakhir di pulau Kelor 2 jam perjalanan lagi ke Labuan Bajo

Pagi ini Anda akan dibangunkan oleh suara mesin Boat yang kita tumpangi menuju pulau Rinca, kira-kira 2 jam perjalanan.

Saya sarankan Anda bangun dan duduk di pinggir perahu karena saat jam tersebut akan banyak ikan lumba-lumba mengejar perahu yang Anda tumpangi, sambil melompat-lompat di sisi kiri kanan perahu Anda.

Sehabis sarapan dan minum kopi serta teh hangat yang selalu sedia sepanjang hari. Kira-kira kita akan sampai di pelabuhan Loh Buaya di pulau Rinca jam 8 pagi langsung menuju gerbang check in point.

Guide perahu Trip yang kita tumpangi akan mengurus segala sesuatunya seperti-halnya apa yang kita lakukan di Loh Liang check in point di pulau Komodo namun di sini kita tidak harus bayar kamera fee lagi.

Karena sudah satu paket dengan biaya sebelumnya, hiking di pulau Rinca suasananya sedikit berbeda dengan hiking di pulau Komodo, di pulau Rinca medannya seperti padang rumput terbuka atau Savanna.

Sangat sedikit pepohonan dan sangat jelas kita akan bisa melihat binatang liar melintas dari jarak dekat dan jauh, seperti kerbau, kijang, kuda dan yang pasti Komodo.

Sesekali kita bisa melihat Komodo sedang menyantap seekor rusa atau sedang beramai-ramai menyantap seekor kerbau besar.

Kebiasaan di sini sehabis menyelesaikan hiking di Rinca para rombongan mengambil foto bersama, berpose membelakangi lautan yang tampak indah untuk hasil fotografi.

di Pulau Rinca
Hiking di pulau Rinca sambil melihat habitat Komodo di alam terbuka

Dari pulau Rinca rombongan berbalik ke perahu untuk makan siang yang sudah siap sambil perahu bergerak menuju ke arah Labuan Bajo.

Rombongan akan diajak singgah di pulau Kelor untuk aktivitas Snorkeling dan berjemur di pantai, bagi bule-bule tentunya.

Pemandangan di sekitar pulau ini cukup bagus, air yang jernih hingga ikan-ikan yang cukup besar bisa kita lihat dari atas perahu.

Jika ingin mengambil foto bisa juga naik ke atas bukit pulau Kelor, seperti yang Anda lihat pada halaman paling depan blog ini.

Labuan Bajo
Suasana Labuan Bajo di lihat dari atas Ferry

Kira-kira jam 2 siang kita lanjutkan akhir perjalanan menuju Kota pelabuhan yaitu Labuan Bajo. Nah di sinilah ujung dari perjalanan Trip (4H/4M) Malam terakhir ada dua pilihan untuk bermalam.

Yaitu jika Anda tidak dapat penginapan di Labuan Bajo maka untuk malam terakhir anda bisa bermalam di dalam perahu dan paginya bisa mencari transport untuk tujuan Anda selanjutnya.

Namun pada malam terakhir di perahu sudah tidak ada pelayanan untuk makan malam, sehingga untuk makan malam hanya dengan berjalan ratusan meter bisa Anda dapatkan di Labuan Bajo.

Banyak pedagang-pedagang warung pendatang terutama yang berasal dari suku Bugis atau suku Bajo di Sulawesi selatan dan suku Jawa, lokasi warung ini kebanyakan berjejer di pinggir jalan tepi pantai.

Di atas trotoar jalan yang cukup lebar yang memang sengaja lokasi ini dibangun untuk penjaja kuliner. Lalu bagai mana dengan tempat mandi setelah selesai Trip berperahu ini ?

Saya sarankan datang ke bangunan ruang tunggu di pelabuhan PELNI di sana ada yang berjualan makanan dan minuman namanya “pak Kahar” dari pak Kahar bisa menyewa kamar mandi sebelum mencari tempat kuliner.

Bayarannya sekitar Rp 10.000 karena tempat mandinya lumayan bersih (fasilitas pelabuhan juga sih) tapi “pak Kahar” statusnya menyewa tempat untuk berjualan di ruang tunggu.

“Pak Kahar juga, seorang keturunan Bugis yang sudah lama berkecimpung di Trip perjalanan berperahu ke pulau Komodo dari Lombok dan sebagai direktur “Wannua Adventure.”

KONDISI PERAHU TRIP PULAU KOMODO

  • Panjang : 20 M – 25 M
  • Lebar 4 M – 4,5 M
  • Mesin : Yanmar 25 HP – 30 HP
  • Layar : Hanya untuk membantu mesin
  • Crew : 5 – 6 orang
  • Kapasitas penumpang : 25 – 30 orang
  • Terdapat 2 kabin sederhana
  • Dapur
  • Toilet sederhana

FASILITAS YANG TERSEDIA

  • Jaket pelampung
  • Sebuah kano
  • Alat mancing sederhana
  • Alat snorkeling (Mask dan Snorkel)
  • Bantal
  • Selimut
  • Kasur
  • Tidur berjejer di deck Rp 2.800.000 / Orang
  • 1 kabin untuk 2 orang dan harga Tripnya Rp 3.300.000 / Orang

HARGA SUDAH TERMASUK

  • Makan 3 kali sehari
  • Kopi dan teh setiap saat
  • 6 botol air mineral 1,500 ml

HAL PENTING YANG HARUS DIBAWA

  • Pakaian ganti seperlunya
  • pakaian untuk berenang
  • Tas kecil ( body pack )
  • Dry bag jika punya
  • Alat Snorkeling ( karena di perahu sangat terbatas )
  • Jaket tebal untuk antisipasi angin kencang
  • Jas hujan
  • Power bank
  • Kamera dan perlengkapannya
  • Colokan sakelar
  • kacamata hitam
  • lotion anti serangga
  • Obat – obatan pribadi
  • Makanan ringan

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang


Tempat Lokasi Sewa Kuda Atau Trip Berkuda di Gili Trawangan

berkuda di Trawangan

Sewa kuda yang dimaksud di sini yaitu menunggang kuda dengan tidak dipacu hanya berjalan-jalan mengelilingi Gili Trawangan melalui pesisir yang dipandu oleh seorang Guide, selain itu juga penunggang kuda dilengkapi dengan perkakas sepatu dan sadel harga yang dipatok USD $ 50 / jam.

Sunset Gili TrawanganJenis kuda yang digunakan bukan jenis kuda sembarang kuda, kuda ini berpostur besar seperti yang sering Anda lihat digunakan untuk pertandingan balapan pacuan kuda di Eropa kegiatan ini benar benar dipandang sangat bergengsi karena harga sewanya yang sangat mahal.

Lain halnya untuk tujuan-tujuan tertentu seperti untuk pemotretan atau pengambilan sebuah gambar fotografi atau untuk sebuah film mungkin harga sewa bisa tidak perlu untuk diperhitungkan.

sunset TrawanganDi Gili Trawangan sewa kuda untuk di tunggang bisa Anda temukan tempat penyewaannya yang berlokasi di sekitar sunset point di sana Anda dengan gampang melihat simbol siluet kuda yang bertuliskan  STUD  yang disertakan dengan nomor telepon.

Untuk meraih tempat sewa kuda tunggangan dari pelabuhan umum di Gili Trawangan ke arah selatan Anda harus berjalan kira-kira 1,5 km atau dengan naik cidomo dengan ongkos kira-kira Rp 50.000

sewa kudaAtau bisa juga mendatangi tempat tersebut dengan menggunakan sepeda sewaan dan bisa Anda parkir di tempat penyewaan kuda karena Trip ini akan berakhir di tempat lokasi yang sama. Alternatif lain bisa menghubungi nomor WA di website ini, minta diantarkan ke tempat hotel Anda atau ke arah pelabuhan (dermaga speed boat).

Kegiatan sewa kuda di Gili Trawangan tidak terlalu reguler mungkin karena harga sewanya terlalu mahal atau bisa jadi orang takut menunggang kuda karena bisa dibayangkan seandainya penunggang terjatuh dari kuda yang tingginya rata-rata antara 160cm – 170cm.

berkudaMaka bisa terjadi suatu kecelakaan yang fatal, tapi pengamatan saya selama melihat kegiatan berkuda tidak pernah melihat ada kuda yang tiba-tiba mengamuk hingga menjatuhkan penunggangnya karena kuda ini hanya di tunggang dan berjalan mengelilingi keliling pulau Gili Trawangan.

Keliling pulau Gili Trawangan hanya 8 km bahkan kalau dianggap sangat tidak terbiasa menunggang kuda pemandu akan berjalan menyeret kuda dengan berjalan kaki sembari penunggangnya bagaikan seorang yang sangat spesial dengan pongah berjalan di kerumunan orang-orang yang sedang berjalan di pinggiran pantai di Gili Trawangan.

Yang pasti hal ini sangat mengasyikkan untuk menyusuri tepi pantai Gili Trawangan, menjelajah pesisir Gili Trawangan sambil mengenali lokasi atau letak hotel hotel yang berada di pesisir pantai Gili Trawangan sambil mengamati bentuk konstruksinya juga kan ?

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang


Pantai Areguling Dan Pesonanya Yang Indah di Sebelah Pantai Kuta

Paralayang

English

Pantai Areguling tergolong baru dikenal bahkan banyak orang Lombok yang tidak tahu keberadaannya. sebelum jauh kita bicara tentang pantai ini mari simak cerita awal kami bisa pada akhirnya berkunjung ke tempat ini bersama team “Ngelamang” untuk membuktikan keindahan pantai Areguling.

Beberapa tahun yang lalu saat saya berkeinginan untuk menyusuri pantai yang berada di pulau Lombok bagian selatan terutama tujuan saya ingin mencari tahu objek-objek pantai yang ada antara Pantai Kuta dan pantai Selong Belanak, yang sudah terdaftar dalam benak saya.

Saya harus mengunjungi pantai Mawun yang sudah puluhan tahun saya mendapatkan informasi tentang keindahannya lewat pamphlet atau brosur pariwisata.

Jujur saja saat itu saya belum punya sepeda motor maklumlah saat itu kalau mau punya sepeda motor harus beli cash atau beli tanpa kredit, saat itu hampir semua masyarakat sulit untuk memiliki sepeda motor jika tidak di bantu oleh pembiayaan melalui kredit atau “finance”. OK, sepertinya ini curahan saya ingin punya motor saat itu.

Pantai cadas
Mau foto sembarangan di mana saja bisa bagus

Setelah saya bisa punya sepeda motor seperti orang pada umumnya, dengan cara kredit sepertinya rasa penasaran saya akan terjawab.

Semua jalur-jalur yang baru dibuka saya telusuri tidak terkecuali jalur yang dari arah pantai Kuta menuju pantai Selong Belanak, pertama kalinya saat itu saya gagal karena ada perbaikan ruas jalan dari arah pantai Kuta menuju pantai Selong Belanak.

Saya melihat ada beberapa alat berat (Excavator) di atas bukit sedang mengeruk tanah, saya pun tidak bisa melintas karena badan jalan terdiri dari tanah berdebu dan ada beberapa tumpukan tanah galian yang belum diratakan dan akhirnya saya pun kembali berbelok ke arah pantai Kuta.

Sepupu saya yang saya bonceng enggan juga mau melanjutkan perjalanan karena kondisi medan yang tidak mendukung, meskipun motor yang kami gunakan berkekuatan Cc besar dengan tipe P220 seingat saya itu pada tahun 2012.

Ngelamang team
Perjalanan kami selalu mengasyikkan hingga jarak kami lupakan

Setahun kemudian saya mencoba lagi untuk melintasi jalur yang saya maksudkan, tapi kali ini saya masuk melalui jalur desa Penujak persis setelah pasar Penujak kira-kira 100 meter ada jembatan dengan model kerangka baja Australia.

Ada jalur ke arah kanan juga ada petunjuk jalan milik departemen Perhubungan dengan anak panah bertuliskan “Selong Belanak.”

Karena petunjuk ini terlalu sering saya lihat saat pergi menghantar wisatawan ke arah pantai Kuta. Jalur ini dulunya jalur utama menuju pantai Kuta sebelum ada akses jalan pendukung menuju arah bandara Internasional Lombok, saya katakan untuk orang yang baru-baru ini mengunjungi pantai Kuta kemungkinan jalur ini akan asing baginya.

pesisir berbatuan
Sisi keindahan yang tersembunyi dari lorong tebing berbatu

Dari desa Penujak masuk ke arah pantai Selong Belanak waktu itu masih didominasi oleh pemandangan tanaman Jagung atau tanaman tembakau.

Kondisi jalan beraspal bagus tapi bergelombang karena di bawah badan jalan terdapat tanah liat hingga terjadi pergeseran struktur tanah, saya-pun tidak berani ngebut karena motor yang saya kendarai melompat-lompat, tapi tidak semua ruas jalan seperti itu hanya ada beberapa km saja (kira-kira 2 km)

Kondisi jalan pun turun naik tapi lebih cenderung banyak naiknya karena kita akan menuju bukit yang tampak di daratan pulau Lombok bagian selatan jika cuaca cerah.

Di sepanjang jalan tidak ada tampak rumah makan apalagi restoran, tidak seperti 2 hari yang lalu tanggal 15 Oktober 2017 kami dengan team explore sempat mampir di Bakso Rudal dan di sebelahnya ada rumah makan sederhana dengan menu agak modern.

Supardani Kobar
Kalau item lebih kelihatan lakinya, Stop editing foto !!!

Sudah ada sedikit perubahan di jalur ini seiring waktu sesuai : Tuntutan, Kebutuhan dan Prospek akan mempengaruhi gerak perekonomian setempat.

Rumah-rumah pun sudah banyak tampak dengan konstruksi dinding batu-bata, kios-kios kecil, bengkel motor pun sudah ada di beberapa tempat bisa kita lihat di pinggir jalan.

Kembali ke cerita awal hingga saya sampai mendekati pantai Selong Belanak hingga di pertigaan jalan jika ke arah kanan akan menuju pantai Selong Belanak dan jika berbelok ke arah kiri akan menuju ke arah beberapa pantai yang menjadi destinasi wisata.

Di antaranya: pantai Mawi, pantai Semeti, pantai Mawun, pantai Areguling dan hingga ke pantai Kuta. Waktu itu saya hanya taunya ingin menuju pantai Mawun dan waktu itu saya sempat mengunjunginya.

Iwan Keong Racun
Rasanya enggan untuk melanjutkan perjalanan maunya fotoan terus

Setelah beberapa kali saya melintas di ruas jalan ini, waktu itu tampak ada jalur ke atas bukit yang baru di buka tapi saat itu saya tidak berminat untuk mengunjunginya karena masih berbentuk jalan tanah dengan kondisi basah.

Saat itu baru habis gerimis dan tampak terlihat licin dan ada beberapa bengkahan tanah belum dibersihkan.

Setelah beberapa kali melintas lagi ada petunjuk arah bertuliskan pantai Areguling dengan tanda panah tapi belum diaspal, dalam pikiran saya suatu saat saya harus explore ke arah sana (pantai Areguling).

Saat itu saya bersama wisatawan dan saya jadi guide-nya, hingga lokasi ini pertama kali saya lihat di posting di Facebook, yang memposting tidak berteman dengan saya tapi salah satu teman saya ditag dan muncul di beranda salah satu teman ku tapi saya sudah lupa nama pertemanan saya yang ditag karena saya fokus dengan memperhatikan gambar gambar pantai Areguling.

Sakirin Bengong
Saking senangnya salah satu My Team katanya dia melihat bidadari melambaikan tangan di atas tebing

Hingga pada hari Minggu 15 Oktober 2017 saya mengajak teman-teman NGELAMANG TRIP untuk datang ke lokasi ini pantai Areguling, sebelumnya saya sudah searching di google map dan mendapatkan dua jalur alternatif.

Via jalur Penujak atau via jalur Tanak Awu depan bandara Internasional Lombok, untuk rute terdekat ditunjukkan dengan jalur Tanak Awu melalui perkampungan sama seperti-halnya dengan jalur Penujak tapi yang pasti pemandangannya beda, saya lebih memilih jalur dua-duanya biar ada pengetahuan juga buat My Team.

Jalur pertama kami masuk melalui jalur Penujak dengan kata lain jalur utama menuju pantai Selong Belanak hingga sampai di pantai Areguling kami pun sama-sama baru pertama masuk ke wilayah ini.

Dari jalur utama naik ke atas dengan kondisi jalan aspal yang cukup bagus yang dulunya cuma jalan tanah sempit, setelah sampai di atas ada juga beberapa penduduk bermukim di atas, hingga aspal terpotong di perkampungan tidak sampai di pinggir pantai Areguling dan menyusuri jalur tanah.

Tigor Jeeva
Kata salah satu My Team, enggan untuk beranjak pulang sayang waktu tidak bisa diputar seperti Jam alarm

Setelah masuk di kawasan pantai Areguling saya agak sedikit bingung mau saya bawa ke arah mana dulu My Team, ke arah kiri atau ke arah kanan naik ke bukit di mana ada tampak aktivitas terjun paralayang.

Saya pilih ke kiri saja sesuai insting untuk menuju batu tebing yang diposting di Facebook dulu itu, kalau lurus ke pantai ada terlihat tempat parkir mobil dan motor juga ada tampak Musholla sedang di bangun.

Kalau mau masuk cuma sebentar saja lumayan 1 motor bisa bayar parkir 5,000 x 3 motor yah mendingan belok kiri saja hingga di perkampungan nelayan kami berhenti sejenak untuk mengambil gambar saja, kebetulan yang tampak ada Gili atau pulau yang cukup besar dengan kontur berbukit, kata orang itu disebut Gili Nusa dan tidak terlalu jauh dari bibir pantai, kira-kira 50 meter.

Supardani GW
Sambil merenungi nasib menjadi seorang jomblo, di lokasi ini sangat tersasa pedihnya

Kami pun mengambil foto ke 2 arah kiri dan kanan, objeknya sama-sama pemandangan tebing dan setelah beberapa kali cekrek-cekrek begitu saya lihat bawah ke arah pijak kan kaki salah satu teman saya sedang menambang pasir.

Katanya buat ditaruh di dasar aquarium katanya sambil memasukkan butiran pasir ke dalam botol air minum kemasan 1500 ml, pasir nya cukup unik seperti di Mandalika Resort atau di beberapa pantai lainnya seperti di pantai Tanjung Aan, pantai Seger, pantai Semeti, pantai Mawi dan lain-lainnya karena di pulau Lombok sangat banyak tempat yang memilih bentuk pasir seperti itu.

Bentuknya seperti bundaran merica juga ada yang hampir sama dengan butiran merica (bervariasi) kemudian setelah minum-minum air kemasan kami pun sudah terasa segar kembali dan kita lanjutkan menuju tebing yang kita maksudkan.

Saat itu tampak ada 3 orang cewek-cewek berkendara sepeda motor menuju ke arah yang akan kita tuju, kita sama-sama ber-iringan tapi mereka tidak menyusuri pantai hanya cuma mengambil gambar.

Beberapa menit kemudian kembali, kami pun sudah tidak sabaran ingin meraup kamera hand phone sebelum parkir di bawah pohon, kami pun tidak menyangka ternyata pohon ini sangat bagus untuk objek foto dan kami pun langsung beraksi.

pohon di Areguling
Mendung tak berarti Hujan, alhamdulillah sampai di rumah gak ketemu hujan

Setelah selesai dari berteduh kami pun harus segera berangkat explore menuju pesisir pantai dan untuk keamanan sepeda motor salah satu teman harus siap berkorban menunggu di lokasi tempat kami memarkir motor biar My Team tenang.

Sepertinya kita sulit untuk berjalan cepat menyusuri pantai ini, eeeeiiittt…!!! sebentar dulu ini disebabkan karena terlalu banyak objek yang bagus-bagus buat berfoto jadi sambil jalan sambil fotoan terus dan sampai akhirnya ada kita jumpai gubuk nelayan persis berhadapan dengan Gili Nusa.

Konon Gili Nusa sedang ditawarkan dengan jumlah luas tanah beberapa hektar, yah lokasinya berbentuk bukit cadas sih dan di kejauhan di atas bukit tampak para penambang tradisional.

Cocok juga jika kita lihat warna batu-batu cadas di depan kita seperti warna besi karatan dan warna pasirnya di sini ada yang hitam legam dan ada pasir putih berpilah-pilah, sambil berhenti fotoan terus yah, cukup kami nikmati perjalanan ini.

Ngelamang Team
My Team lihat di Facebook : Iwan Keongracun, Tigor Jeeva, Qirin Rin dan Supardani Dan

Hingga di tempat ke dua kalinya kami menemukan gubuk nelayan dengan jumlah sekitar 5 kepala keluarga.

Perjalanan kami lanjutkan hingga menjumpai batu cadas menjulang tinggi seperti yang Anda lihat pada gambar sampul di atas.

Bentuknya sangat indah dengan warna keputihan, ini yang tidak pernah saya lihat sebelumnya, kami pun sangat betah berada di tempat ini.

Tampaknya air sedang surut mungkin jika air pasang kemungkinan kaki kita akan basah sedengkul tapi sayang waktu sudah tidak memungkinkan untuk berlama-lama di tempat terakhir ini juga kami tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju lokasi selanjutnya dan akhirnya, mari pulang marilah pulang, bersama-sama dan akhirnya sekitar pukul 18:00 kami sampai di rumah masing-masing.

Rute ke lokasi
Dari Gerbang Wisata ke pantai Areguling 1 j 18 mnt (51 km)

Paket Wisata Harian

Rp 300.000 – 600.000 / Orang


Gili Sudak

Paket Wisata 2H/1M

Rp 407.000 – 1.300.000 / Orang


paket tour lombok

Paket Wisata 3H/2M

Rp 422.500 – 1.735.000 / Orang


trip 3h2m

Paket Wisata 4H/3M

Rp 1.158.000 – 2.665.000 / Orang


Paket Wisata 5H/4M

Rp 1.034.000 – 3.825.000 / Orang


pergasingan

Paket Wisata 6H/5M

Rp 1.800.000 – 4.310.000 / Orang


trip 5h4m

Paket Wisata 7H/6M

Rp 2.100.000 – 5.230.000 / Orang


Lombok Adventure

Trekking Rinjani

Rp 1.500.000 – 2.250.000 / Orang


trekking rinjani

Trip Pulau Komodo

Rp 2.300.000 – 2.700.000 / Orang


Komodo island

Trip Arung Jeram

Rp 250.000 – 300.000 / Orang


arung jeram lombok

Trip Sepeda MTB

Rp 350.000 – 450.000 / Orang


MTB Lombok

Kursus Diving

Kursus DSD Rp 900.000 / Orang


Lombok dive master

Tiket Fast Boat

Rp 350.000 – 700.000 / Orang


Fast boat bali - lombok

Reservasi Hotel

Rp 250.000 – USD 450 / Orang